cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
COPING (Community of Publishing in Nursing)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031298     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
COPING (Community of Publishing in Nursing) adalah E-Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal keperawatan ini akan menjadi salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Jurnal ini terbit tiga kali setahun dan menerima artikel atau publikasi penelitian-penelitian di bidang keperawatan dari berbagai kalangan yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau Bahasa Inggris. Tim Redaksi akan melakukan analisis dan memilih naskah publikasi atau artikel yang akan diterbitkan setelah mendapat hasil evaluasi dari Tim Penyunting. Tim Redaksi berhak menolak, menerima atau meminta penulis melakukan revisi pada naskah yang dikirim
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019" : 8 Documents clear
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PASIEN DM TIPE 2 Putu Budhi Sanjaya; Ni Luh Putu Eva Yanti; Luh Mira Puspita
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.402 KB)

Abstract

Pasien DM tipe 2 lebih berisiko mengalami ulkus kaki apabila terdapat penurunan sensasi protektif kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap sensitivitas kaki pada pasien DM tipe 2 di Royal Diabetes Clinic BROS Denpasar. Jenis penelitian ini adalah Quasi-experimental dengan Nonequivalent control group design. Sampel penelitian diambil secara porpusive samplingberjumlah 26 orang (13orang kelompok intervensi dan 13 orang kelompok kontrol). Instrumen penilaian menggunakan skor sensasi protektif kaki yang diukur menggunakan homemade 10-g monofilament. Senam kaki diabetik dilakukan setiap hari selama dua minggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U test dengan derajat kemaknaan ??0,05. Hasil analisis data menunjukkan sensitivitas kaki lebih baik pada pasien DM tipe 2 yang diberikan senam kaki diabetik dengan p value=0,000. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan senam kaki diabetik dapat diadakan atau diberikan di institusi pelayanan kesehatan terutama yang menangani pasien DM khususnya DM tipe 2. Kata kunci: DM tipe 2, senam kaki diabetik, sensitivitas kaki ABSTRACT Patients with type 2 diabetes are more likely at risk of foot ulcers due to the declining of nerve sensitivity. This study aimed to determine the effect of diabetic foot exercise toward foot sensitivity of patients with type 2 DM in the Royal Diabetes Clinic BROS Denpasar. This research was a Quasi-experimental with Nonequivalent control group design. Samples were taken in purposive sampling that was about 26 people (13 interventions group and 13 control group). The assessment instruments used foot protective sensation scores that were measured by using a homemade 10-g monofilament. The diabetic foot exercisewas done every day for two weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon test and Mann-Whitney U test with the significance level of ??0, 05. The results of data analysis showed a better foot sensitivity in patients with type 2 DM who were given the diabetic foot exercise with p value=0.000. A suggestion in this study was the diabetic foot exercise were expected to be held in a health care institution, especially for patients type 2 DM. Keywords: type 2 DM, diabetic foot exercise, foot sensitivity
PENGARUH LATIHAN FLEKSI WILLIAM TERHADAP SKALA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGRAJIN UKIRAN Ni Luh Made Dwi Padma Sari; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Made Dian Sulistiowati
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.58 KB)

Abstract

Low back pain (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal yang paling umum dialami oleh pekerja, terutama pengrajin ukir. Perawatan yang tepat untuk sakit punggung bawah adalah dengan melakukan latihan punggung. Latihan punggung memberikan manfaat signifikan untuk penurunan kemampuan fungsional dan nyeri punggung bawah. Salah satu latihan punggung yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri punggung bawah adalah latihan William Flexion. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan William Flexion pada skala nyeri punggung bawah pada pengrajin ukir. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental bahwa kelompok kontrol pretest-posttest dilakukan pada 30 responden yang telah dipilih dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan skala nyeri punggung bawah dan karakteristik responden. Hasil penelitian ini pada 15 sampel kelompok perlakuan mengandung pengurangan yang signifikan dalam skala nyeri punggung bawah, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perubahan signifikan dalam skala nyeri punggung bawah antara pretest dan posttest. Berdasarkan uji-t sampel independen, perbedaan ini signifikan secara statistik dengan tingkat signifikansi p = 0,000, itu berarti ada pengaruh latihan William Flexion pada skala nyeri punggung bawah pada pengrajin pengrajin. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada pemerintah dan profesional kesehatan untuk mempromosikan pengelolaan program nyeri punggung bawah melalui latihan punggung, terutama latihan William Flexion sebagai latihan harian. Kata kunci: pengrajin pengrajin, nyeri punggung bawah, latihan fleksi William ABSTRACT Low back pain (LBP) is the most common musculoskeletal disorders experienced by workers, especially craftsman carving. Appropriate treatment for low back pain is to do a back exercise. Back exercise provide significant benefits to decrease in functional ability and low back pain. One of those back exercises that can be usefull to reduce low back pain is William Flexion exercise. The goal of this research is to determine the effect of William Flexion exercise on low back pain scale in craftsman carving. This research used a quasi-experimental design that pretest-posttest control group were conducted on 30 respondents that have been selected by purposive sampling method. Data collection was done through interviews of the low back pain scale and characteristics of respondents. The results of this research on 15 samples of the treatment group contained a significant reduction in the scale of low back pain, whereas in the control group there were no significant changes in the low back pain scale between pretest and posttest. Based on the independent sample t-test, this differences is statistically significant with a significance level of p = 0.000, it means there is an influence of William Flexion exercises on low back pain scale of craftsman carving. Based on those result, it is suggested to governments and health professionals to promote the management of low back pain program through a back exercise, especially William Flexion exercise as a daily exercise. Keywords: craftsman carving, low back pain, william flexion exercises
HUBUNGAN TINGKAT ANSIETAS DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA INDEKOS Livana PH; Triana Arisdiani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.221 KB)

Abstract

Kondisi kehidupan lingkungan indekos, yang tak hanya terdiri dari satu hingga dua kamar, tentunya akan banyak ditemui berbagai macam karakter dan tipe-tipe mahasiswa, berbagai latar belakang karakter dan budaya mahasiswa tentu akan berimplikasi pada munculnya berbagai dampak sosial berupa perilaku menyimpang, dan masalah sosial yang lebih luas. Dalam kondisi tersebut kehidupan mahasiswa indekos akan terjadi persaingan baik dalam segi perkuliah, gaya hidup, dan status sosial. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya ansietas pada mahasiswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ansietas dengan status gizi mahasiswa indekos. Penelitian ini bersifat Prospektif menggunakan desain penelitian study descriptif korelasion dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel berjumlah 32 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ada hubungan antara tingkat ansietas dengan status gizi mahasiswa dengan nilai p = 0,000 (p value < 0,05). Kata kunci: tingkat ansietas, status gizi, mahasiswa indekos ABSTRACT The living conditions of the boarding room environment, which does not only consist of one to two rooms, will certainly be found in a variety of student characters and types, various backgrounds of student characters and culture will certainly have implications for the emergence of various social impacts in the form of deviant behavior, and social problems the wider. In these conditions, the life of a boarding student will occur in competition both in terms of lecture, lifestyle, and social status. This can cause anxiety on students. The study aims to determine the relationship of anxiety levels with the nutritional status of boarding students. This research is a prospective study using a descriptive correlational study design with a cross-sectional approach. A sample of 32 people used a purposive sampling technique. Data were analyzed using chi-square test. The results of the study there is a relationship between the level of anxiety and the nutritional status of students with a value of p = 0,000 (p value <0.05). Keywords: anxiety level, nutritional status, boarding students
DUKUNGAN KELUARGA DALAM KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PENDERITA KUSTA Evin Andriani; Husnul Khotimah; Bagus Supriyadi
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.692 KB)

Abstract

Pengobatan kusta maksimal 1 tahun, pengobatan yang panjang dapat menyebabkan penderita mengalami kejenuhan dan mengakibatkan berhenti minum obat, sehingga dapat terjadi kecatatan secara permanen. Penelitian bertujuanm enganalisa hubungan dukungan keluarga penderita kusta dengan kepatuhan pengobatan pada penderita kusta. Desain penelitian menggunakan uji Spearman’s Rho dengan pendekatan cross sectional yang diambil secara total sampling. Alat ukur yang digunakan kuesioner denganMorinsky Medication Adherence Scale (MMAS). Didapatkan p value 0,000, p<0,05, artinya ada hubungan dukungan keluarga penderita kusta terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita kusta. Dukungan emosional, instrumental, informatif, dan penghargaan memiliki hubungan yang signifikan pada kepatuhan penderita kusta dalam melakukan pengobatan sehingga kepatuhan pengobatan pada penderita penyakit kusta harus didukung oleh keluarga. Kata kunci: dukungankeluarga, kepatuhan, kusta ABSTRACT Treatment of leprosy is a maximum of 1 year, a long treatment can cause the patient to experience burnout and result in stopping taking medication so that permanent disability can occur. The study aims to analyze the Relationship between family support of leprosy patients and treatment compliance in leprosy patients. The study design used the Spearman’s Rho test with cross-sectional approach taken by Total Sampling. The measuring instrument used was a questionnaire with the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Obtained p-value 0,000, p <0.05, meaning that there is a relationship between family support of leprosy patients and treatment compliance in leprosy patients. Emotional support, instrumental, informative, and appreciation have a significant relationship on leprosy compliance in treatment so that the conclusion of medication adherence in leprosy patients must be supported by family. Keywords: family support, obedience, lepros
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN PRINSIP “ ENAM TEPAT” DALAM PEMBERIAN OBAT Setianingsih Setianingsih; Ria Septiyana
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.551 KB)

Abstract

Kegagalan proses pengobatan (Medication error) melalui pemberian obat memiliki potensi membahayakan pasien dalam proses perawatan maupun pengobatan, yang dapat menyebabkan resiko fatal dari suatu penyakit. Perawat bertugas untuk mengetahui setiap komponen dari perintah pemberian obat termasuk aspek “enam tepat”. Enam tepat terdiri dari tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat pendokumentasian. Ketepatan tersebut harus didasari dengan keterampilan, pendidikan, dan pengetahuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan penerapan prinsip “Enam Tepat” dalam pemberian obat. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Alat ukur menggunakan kuesioner penerapan prinsip “enam tepat” yang terdiri dari 20 pernyataan dan kuesioner karakteristik responden. Sampel berjumlah 124 perawat RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja perawat dengan prinsip enam tepat dilakukan analisa bivariate dengan menggunakan uji Sperman’s rho dengan hasil tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan perawat dengan penerapan prinsip “enam tepat “dalam pemberian obat (p value 0,390) dan ada hubungan antara lama kerja perawat dengan penerapan prinsip “enam tepat” dalam pemberian obat (p value 0,028). Kata kunci: enam tepat, obat, tingkat pendidikan, lama kerja ABSTRACT Failure of the treatment process (Medication error) through drug administration has the potential to endanger the patient in the process of treatment and treatment, which can cause a fatal risk of an illness. The nurse is tasked with knowing each component of the drug administration order including the "six right" aspect. The right six consists of the right patient, the right medicine, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. This accuracy must be based on skills, education, and knowledge. The research aims to determine the relationship of the level of education and length of work of nurses with the application of the principle of "six right" in drug administration. The research method uses descriptive correlative with cross sectional design. The measuring instrument uses a questionnaire applying the principle of "six right" consisting of 20 statements and questionnaire characteristics of respondents. The sample consisted of 124 nurses Soewondo Hospital Kendal. The relationship between the level of education and the length of service of nurses with the six principles is appropriate to do a bivariate analysis using the Sperman's rho test with the result that there is no relationship between the level of education of nurses and the application of the "six right" principle in drug administration (p value 0.390) and there is a relationship between the length of work of nurses by applying the "six right" principle in drug administration (p value 0.028). Keywords: Six-right, drug, level education, length o f working
PEMANFAATAN VAKUM KARAMPUAN DALAM MENGURANGI RASA NYERI DAN PENANGANAN PUTTING TENGGELAM Almayaripa Almayaripa; Cuti Cahayani; Husnul Khatimah; Satriani G; Ashriady Ashriady; Nurdiana Nurdiana
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.118 KB)

Abstract

Hakekatnya setiap ibu dapat menyusui bayinya. Keyakinan diri dan berfikir positif dapat mempengaruhi produksi ASI, produksi ASI juga ditentukan oleh hormon. Terdapat beberapa kesulitan atau hambatanibu dalam pemberian ASI yaitu putting datar atau putting tenggelam, putting lecet, payudara bengkak yang menyebabkan nyeri, saluran susu tersumbat, mastitis dan abses payudara. Putting susu tenggelam adalah putting susu yang tidak dapat menonjol dan cenderung masuk kedalam sehingga ASI tidak dapat keluar dengan lancar karena disebabkan saluran susu terlalu pendek kedalam, kurang perawatan dan pengetahuan tentang perawatan payudara. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan terapi Vakum Karampuan (Kreatifitas Mahasiswa Peduli Ibu dan Anak) dalam mengurangi rasa nyeri dan penanganan putting tenggelam pada ibu nifas di RSKDIA Siti Fatimah dan RS Haji Makassar. Jenis penelitian eksperimental dengan desain penelitian eksperimen semu (quasy-experiment). Waktu penelitian pada bulan November– Desembertahun 2018. Populasi adalah ibu nifas yang memiliki payudara dengan kondisi putting tenggelam. Sampelyang digunakan adalah aksidental sampling dengan jumlah sampel 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan terapi vakum karampuan diperoleh nilai rata-rata skala nyeri pada kelompok kontrol sebesar 7.60 dengan kategori nyeri berat terkontrol sedangkan pada kelompok vakum karampuan nilai rata-rata skala nyeri yaitu 3.90 dengan kategori nyeri ringan hingga sedang. Kata kunci: putting tenggelam, terapi vakum, pengurangan rasa nyeri ABSTRACT Essentially every mother can breastfeed her baby. Self-confidence and positive thinking can affect milk production, milk production is also determined by hormones. There are several difficulties or obstacles in breastfeeding, namely flat nipples or nipples sinking, blisters put on, breast swelling that causes pain, blocked milk ducts, mastitis and breast abscesses. Dripping nipples are nipples that cannot stand out and tend to go inside so that milk cannot come out smoothly because the ducts are too short in, lack of care and knowledge about breast care. The purpose of this study was to determine the use of Vacuum Capability Therapy (Creativity of Students Caring for Mothers and Children) in reducing pain and handling of drowning nipples in puerperal women at RSKDIA Siti Fatimah and Haji Hospital Makassar. This type of experimental research design is quasy-experimental research. The time of the study was November-December 2018. The population was postpartum mothers who had breasts with submerged nipples. The sample used was accidental sampling with a sample size of 10 people. The results of this study indicate that the utilization of vacuum therapy ability obtained an average value of pain scale in the control group of 7.60 with the category of severe pain controlled while in the vacuum group the mean value of the pain scale is 3.90 with the category of mild to moderate pain. Keywords: putting sinking, vacuum therapy, pain reduction
PENGARUH TELENURSING TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS I Wayan Wahyu Pratama; Putu Oka Yuli Nurhesti; Made Dian Sulistiowati
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.796 KB)

Abstract

Perawatan diri adalah perilaku gaya hidup sehat yang dilakukan oleh individu untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perawatan diri juga bisa menjadi strategi yang dijamin untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan. Saat ini, ada banyak cara untuk mendukung pasien penyakit kronis. Salah satunya adalah telenursing. Telenursing sebagai proses pemberian, pengelolaan, dan koordinasi perawatan dan administrasi layanan kesehatan melalui teknologi informasi dan telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Telenursing terhadap kemampuan perawatan diri pasien. Intervensi diberikan selama tiga minggu. Ini adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest menggunakan desain kelompok kontrol. Teknik sampel adalah purposive sampling. Jumlah sampel adalah 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada kelompok kontrol dan 30 orang pada kelompok perlakuan. Uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,000 <0,05 yang berarti ada pengaruh yang signifikan kemampuan perawatan diri telenursing baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari Telenursing terhadap kemampuan perawatan diri. Kata kunci: telenursing, perawatan diri, penyakit kronis ABSTRACT Self care is healthy lifestyle behaviors committed by individuals to maintain optimal growth and development. Self care can also become a strategy that are guaranteed to promote and maintain health. Currently, there are many ways to support chronic illness patients. One of them is telenursing. Telenursing as a process of giving, managing and coordinating of care and administering health services through information technology and telecommunications. This research aims to know the influence of Telenursing to the self care patient ability. The intervention given for three weeks. This was quasi experimental with pretest-posttest using control group design. The sample technique was a purposive sampling. The number of sample were 60 people consisting of 30 people in control group and 30 people in treatment group. The Mann-Whitney test obtained p value = 0.000 < 0.05 which means there is significant influence of telenursing self-care ability both on treatment group and the control group. So it can be concluded that there is significant influence of the Telenursing to the self care ability. Keywords: telenursing, self care, chronic diseases
PENGARUH STIMULASI DUA DIMENSI TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS PASIEN STROKE NON HEMORAGIK Ni Luh Eka Tuastri Fitriani; Made Sukarja; Luh Mira Puspita
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.724 KB)

Abstract

Stroke adalah penyakit darurat neurologis yang terjadi karena gangguan aliran darah otak yang tiba-tiba mengakibatkan kematian sel-sel saraf otak yang mengakibatkan disfungsi sensorik dan motorik yang memengaruhi timbulnya kecacatan dan bahkan kematian. Stimulasi dua dimensi harus diberikan kepada pasien stroke dalam membantu mempercepat peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke adalah dengan menggabungkan berbagai latihan gerakan aktif dengan terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efek stimulasi dua dimensi terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke non-hemoragik ekstremitas atas. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol pretest posttest. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling yaitu purposive sampling. Teknik analisis data uji normalitas Shapiro Wilk karena sampel kurang dari 50, distribusi normal uji parametrik data uji t berpasangan dan distribusi abnormal uji non-parametrik uji Mann Whitney. Penelitian ini dilakukan di ruang nagasari dan Rumah Sakit mawar Sanglah hingga 13 Mei hingga 29 Mei 2015. Hasil intervensi pretest dan posttest serta kelompok kontrol diuji paired T-test diperoleh Sig. (2 ekor) 0,000 dan 0,004. Perbedaan nilai pretest dan posttest perbedaan dalam kelompok perlakuan dan kontrol diuji dengan hasil Mann-Whitney Sig. (2 tailed) 0,000 (p?0,05) yang berarti ada efek stimulasi dua dimensi terhadap kekuatan otot tungkai atas. Kata kunci: terapi musik, stroke non hemoragik, latihan rentang gerak, kekuatan otot ekstremitas atas ABSTRACT Stroke was a neurological emergency disease that occurs due to disruption of cerebral blood flow suddenly resulted in the death of brain nerve cells resulted in sensory and motor dysfunction which affected the onset of disability and even death. Two-dimensional stimulation should be given to stroke patients in helped to accelerate the increased in upper extremity muscle strength in stroke patients is to combine active range of motion exercises with music therapy. This study aims to determine how the two-dimensional stimulation effect to increased muscle strength of upper limb non-hemorrhagic stroke patients. This study design was a quasi experimental design with pretest posttest control group design. In this study, the sampling technique used is Non Probability Sampling is purposive sampling. Data analysis technique Shapiro Wilk normality test because the sample is less than 50, the normal distribution of data parametric test of paired t test and abnormal distribution a non-parametric test Mann Whitney test. This research was conducted at room nagasari and mawar Sanglah Hospital until May 13 to May 29, 2015. The results of pretest and posttest intervention and control groups were tested paired T-test results obtained Sig. (2 tailed) 0,000 and 0,004. Difference in value of pretest and posttest differences in treatment and control group were tested with the Mann-Whitney result Sig. (2 tailed) 0,000 (p?0,05) which means there is a two-dimensional stimulation effect on upper limb muscle strength. Keywords: music therapy, non haemorrhagic stroke, range of motion exercises, upper extremity muscle strength

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2024): April 2024 Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023 Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023 Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023 Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2023): April 2023 Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022 Vol 10 No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 10 No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022 Vol 10 No 2 (2022): April 2022 Vol 10 No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9 No 6 (2021): Desember 2021 Vol 9 No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 9 No 3 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2021): April 2021 Vol 9 No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8 No 4 (2020): Desember 2020 Vol 8 No 3 (2020): Oktober 2020 Vol 8 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 8 No 1 (2020): April 2020 Vol 7 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7 No 1 (2019): April 2019 Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 6 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 6 No 1 (2018): April 2018 Vol 5 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 5 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 5 No 1 (2017): April 2017 Vol 4 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 4 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 4 No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 3 No 3 (2015): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2015 Vol 3 No 2 (2015): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2015 Vol 3 No 1 (2015): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2015 Vol 2 No 3 (2014): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014 Vol 2 No 2 (2014): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2014 Vol 2 No 1 (2014): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2014 Vol 1 No 2 (2013): JURNAL EDISI JULI-DESEMBER 2013 Vol 1 No 1 (2013): JURNAL EDISI JANUARI-JUNI 2013 More Issue