cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MUDARRISA is an Indonesian journal of Islamic Education Studies published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Indonesia. MUDARRISA covers the study of Islamic education all over the world, especially at the primary and secondary (school) levels. The study should aim at gaining some new knowledge in the scope Islamic education (at those levels) or gaining any developmental advantages.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2014)" : 5 Documents clear
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pembiasaan Beragama dan Berbudi Pekerti Siswa yani, Handa
MUDARRISA: Journal of Islamic Education Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.207 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i2.168-193

Abstract

Penelitian ini membahas peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam mewujudkan budaya pendidikan budi pekerti di SMP Negeri 3 Salatiga. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana pembiasaan beragama dan berbudi pekerti siswa SMP Negeri 3 Salatiga tahun 2014/2015. Sesuai dengan pendekatan kualitatif, kehadiran peneliti di lapangan penting sebagai instrumen langsung sebagai pengumpul data dari observasi mendalam dan terlibat secara aktif dalam penelitian. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai pengamat untuk data yang telah diperoleh dari hasil wawancara terhadap peran kinerja kepemimpinan kepala sekolah dalam pembiasaan beragama dan berbudi pekerti di SMP Negeri 3 Salatiga pada tahun 2014/2015. Analisis data dilakukan dengan memeriksa data yang ada, reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan kemudian validitas data dengan menggunakan pengamatan triangulasi. Berdasarkan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa peran kepemimpinan sekolah sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator dan motivator. Pembiasaan karakter religius dan budi pekerti adalah untuk mengatur kegiatan, baik yang bersifat rutin, spontan, terprogram, maupun keteladanan. This study discusses the role of Principal leadership in bringing cultures of moral education in SMP Negeri 3 Salatiga. The problems are examined in this study is how the religious and well-mannered habituated to students of SMP Negeri 3 Salatiga in the year of 2014/2015. In accordance with a qualitative approach, the presence of researchers in the field is important to remember to act directly as a researcher and as a direct instrument of collecting data from the depth observation and are actively involved in research. The author uses data collection techniques by observation, interviews, and documentation as an observer to the data which have been obtained from interviews on the role of school leadership performance of religious habituation and virtuous character in SMP Negeri 3 Salatiga in the year of 2014/2015. The data analysis was done by examining existing data, data reduction, data presentation, draw conclusions then entered into the validity of the data using triangulation observations persistence. Based on the research, the researcher concludes that the role of school leadership is as an educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator and motivator. The principal religious and virtuous character habituations are to organize activities both routine, spontaneous, programmatic, and exemplary. Kata kunci: kepemimpinan, pembiasaan, budi pekerti
Peranan Guru PAI dalam Pendidikan Akhlak di Sekolah Edi Kuswanto
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.58 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i2.194-220

Abstract

Pendidikan moral saat ini memiliki peran penting di suatu negara, sehingga layaknya pendidikan sekarang ini lebih diarahkan untuk membentuk karakter bangsa. Masalah yang timbul di bidang pendidikan, khususnya pendidikan moral merupakan tanggung jawab seorang pendidik (guru). Guru (pendidik) sebagai pelaksana kurikulum harus mampu menerapkan kurikulum dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang diamati dalam penelitian ini adalah apa yang harus dilakukan guru (pendidik) supaya pendidikan akhlak tidak hanya dipahami oleh peserta didik tetapi mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode interaktif dan non interaktif. Dalam pendidikan moral di sekolah, guru memiliki peran yang sangat dominan, sedangkan peran yang dapat dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut: 1) peran sebelum proses pembelajaran adalah: guru sebagai desainer instruksional, guru sebagai penjaga system nilai (teladan) serta guru pengganti orang tua; 2) peran dalam proses pembelajaran adalah: organizer, fasilitator, motivator, inovator dan mentor; 3) peran setelah proses pembelajaran adalah: evaluator. Moral education has an important role in the state, so that education is directed to shape the character of the nation. Issues that arise in the educational field, especially moral education is the responsibility of educator (teacher). Teachers as curriculum implementers should be able to apply the curriculum in the learning process. The problems observed in this study is what should teacher / educator do so that moral education is not only understood by learners but can be applied in everyday life. This research is a qualitative descriptive approach using interactive and non-interactive methods. In moral education at schools, teachers have a very dominant role, while the role which can be done by the teacher in outline as follows: 1) the role of pre-learning such as: teachers as instructional designers, teachers as a guard value (role model) as well as a substitute teacher parents; 2) role in the learning process such as: organizer, facilitator, motivator, innovator and mentor; 3) the role after learning such as: the evaluator. Kata kunci: guru pendidikan agama islam, akhlak, moral
Implementasi Manajemen Diri Mahasiswa dalam Pendidikan Islam Hanum Jazimah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.054 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i2.221-250

Abstract

Manajemen diri berarti menempatkan segala sesuatu secara teratur dalam hidup, dalam penggunaan waktu, pilihan, kepentingan, kegiatan, serta dalam keseimbangan fisik dan mental. Ini juga berarti mendorong diri untuk maju, mengatur semua unsur pribadi, mengendalikan potensi kemauan untuk mencapai hal-hal yang baik, dan mengembangkan berbagai aspek kehidupan pribadi untuk membuatnya lebih sempurna. Syarat pertama untuk semua mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan mereka adalah motivasi diri. Kedua, organisasi diri, menyiapkan sebaik mungkin terhadap pikiran, tenaga, waktu, tempat, benda dan semua sumber daya lainnya dalam kehidupan seseorang sehingga mahasiswa mencapai efisiensi pribadi. Sehingga peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja dapat berjalan beriringan. Dari pengakuan informan tentang mahasiswa  yang menerapkan strategi pembelajaran dalam hal memenuhi kebutuhan sendiri menunjukkan bahwa ada sejumlah mahasiswa yang sadar bahwa manajemen diri yang baik akan membawa keuntungan bagi mereka. Divisi waktu antara kuliah dan kegiatan lainnya tidak terganggu, jadwalnya menjadi terorganisir, kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan lainnya tidak terganggu, bisa mengatur belajar, serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Self management  means putting everything on a regular basis in life, in the use of time, choice, interests, activities, as well as in the physical and mental balance. It also means pushing self to get ahead, arrange all the elements of the personal, controlling potential willingness to accomplish good things, and develop various aspects of private life to make it more perfect. The first requirement for all students to achieve their education goals is self-motivation. Secondly, self organization is setting up as well as possible against the thought, effort, time, places, objects and all other resources in one's life so that students achieved personal efficiency. So that his dual role as students and workers can go hand in hand. From recognition of the informant about the students apply learning strategies in regards to qualify themselves indicate that there are a number of students who are aware of a good self management will bring a profit for them. Among them, the Division of time between lectures and other activities are not interrupted, his schedule became organized, as students and other activities are not disrupted, could set out the lesson, as well as being able to tackle the problems facing it.            Kata kunci: managemen diri, mahasiswa, peran ganda
Konsep Kepribadian Anak yang Shalihah dalam Kitab Al Akhlaq Lil Banat Ulin Nadlifah Ummul Khoir
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.404 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i2.251-276

Abstract

Akhlak mulia merupakan cerminan dari kepribadian seseorang, selain moralitas unggul akan dapat membawa seseorang ke martabat yang tinggi. Akhir-akhir ini, akhlak yang baik adalah barang mahal dan sulit ditemukan. Membentuk pribadi berakhlak mulia harus ditanamkan paada anak sejak usia dini, karena pembentukannya akan lebih mudah daripada setelah anak tumbuh dewasa. Buku Al-Akhlaq lil Banat membahas beberapa akhlak untuk diterapkan dalam kehidupan, lingkungan keluarga yang baik, sekolah atau masyarakat. Hal ini akan membentuk pribadi-santun sesuai dengan petunjuk Al Qur'an. Penelitian ini adalah kajian literatur. Untuk mendapatkan data yang representatif digunakan studi pustaka untuk mencari, mengumpulkan, membaca, dan menganalisa buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah penelitian. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses pendidikan, materi dalam buku al-Akhlaq lil Banat dapat digunakan sebagai referensi untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Materi yang disajikan dalam buku ini tidak hanya mengacu pada hubungan antara manusia dan Tuhan (transendental), tetapi juga pada hubungan antara manusia (antroposentris), seperti moralitas kepada orang tua, saudara, tetangga, teman sebaya dan juga untuk adab atau tata cara , sopan santun seperti mengunjungi, berjalan, bepergian, dan sebagainya. Noble character is a reflection of one’s personality, in addition to the superior morality will be able to bring someone to the high dignity. Lately, a good manner is costly and hard to find. To form a noble personal, moral cultivation against children should be encouraged from an early age, since its formation will be easier than after the child’s adulthood. Al-Akhlaq lil Banat book discusses some manners to apply in life, good family environment, school or community. It will create private-mannered accordance with the guidance of the Qur’an. It is a kind of literature review. To obtain representative data in the discussion, it is used library research to find, collect, read, and analyze the books with no relevance to the research problem. To achieve success in the educational process, the material in the book al-Akhlaq lil Banat can be used as a reference in order to achieve educational success. The material presented in this book is not only refers to the relationship between man and God (transcendental), but also on the relationship between humans (anthropocentric), such as morality to parents, relatives, neighbors, peers and also to the adab or ordinances, such manners visit, walking, traveling, and so forth.  Kata kunci:    konsep pendidikan Islam, al-Akhlaq lil Banat, pribadi shalihah
Tafsir Pendidikan Tauhid Keluarga dalam Qs. al-Baqarah 132-133 Siti Sukrillah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.959 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v6i2.277-300

Abstract

Fokus penelitian yang akan dikaji adalah: 1. Bagaimana biografi Ibnu Katsir. 2. Bagaimana konsep pendidikan Tauhid dalam Islam menurut al Qur’an Surat al Baqarah ayat 132-133. 3. Bagaimana konsep pendidikan tauhid dalam keluarga menurut Ibnu Katsir. 4. Relevansi konsep pendidikan tauhid dalam keluarga menurut Tafsir Ibnu Katsir di kehidupan sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), sedangkan dalam pengumpulan datanya menggunakan metode dokumetasi (documentation research method),analisis data yang digunakan dalam skripsi ini adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1. Ibnu Katsir adalah seorang ahli tafsir dan sejarah ternama. Ia juga seorang ahli fiqih dan ahli hadis. Ibnu Katsir lahir pada tahun 700 H/1300 M di timur Bashri yang masuk wilayah Damaskus dan wafat pada tahun 774 H di Damaskus. Salah  satu karya ilmiah Ibnu Katsir yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah kitab Tafsîr al Qurân al ‘Azîmyang termasyhur dengan sebutan Tafsir Ibnu Katsirpada Qur’an Surat al Baqarah ayat 132-133. 2. Konsep pendidikan tauhid dalam Islam menurut al Qur’an Surat al Baqarah ayat 132-133 merupakan proses membimbing manusia untuk tetap teguh kepercayaannya bahwa Allah Maha Esa dan hanya tunduk kepada-Nya sampai akhir hayat. 3. Sedangkan konsep pendidikan tauhid dalam keluarga menurut Ibnu Katsir dalam Qur’an Surat al Baqarah ayat 132-133 adalah, upaya membina manusia dalam menyerahkan diri secara mutlak kepada Allah SWT sepanjang hayatnya dalam keluarga secara berkesinambungan sampai keturunannya di masa depan kelak meskipun berbeda cara atau metode dalam pelaksanaannya. 4. Adapun relevansi pendidikan tauhid dalam keluarga dimasa sekarang adalah bahwa pendidikan tauhid di masa sekarang ini harus berusaha lebih keras lagi untuk terus memperhatikan dengan membuat metode yang variatif agar anak didik dapat mengikuti dengan nyaman dan tidak terbebani akan aturan-aturan yang harus dilaluinya untuk mencapai tujuan dari pendidikan tauhid ini. This research focus on: 1) the biography of Ibn Kathir 2) the educational concept of Tawheed in Islam according to the Quran Surah al-Baqarah verse 132-133 3) the concept of monotheism education in the family according to Ibn Kathir 4) The relevance of the educational concept of monotheism in the family according to Ibn Kathir’s interpretation in the present. It is a library research, which uses documentation to collect the data, and content analysis to analyze it. The study concluded that 1) Ibn Kathir (700 H-774 H) is an interpreter, renowned history, expert jurists and scholars of hadith. One of his scientific works is the book of Tafseer al Quran al 'Azîm, Qur'an Surah al-Baqarah verse 132-133. 2) The educational concept of monotheism is the process of guiding people to remain belief in Allah Almighty and subject only to Him until the end 3) While the concept of monotheism education in the family is an effort to develop human who rely on his self to God during his entire life in the family on an ongoing basis until the later offspring in the future despite the different ways in its implementation. 4) Monotheism in the present education must strive harder to continue to pay attention in making varied methods so that students can follow comfortably with the rules that must be gone through to reach the purpose of tawheed education. Kata Kunci: Konsep Pendidikan Tauhid, Keluarga, Ibnu Katsir

Page 1 of 1 | Total Record : 5