cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MUDARRISA is an Indonesian journal of Islamic Education Studies published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Indonesia. MUDARRISA covers the study of Islamic education all over the world, especially at the primary and secondary (school) levels. The study should aim at gaining some new knowledge in the scope Islamic education (at those levels) or gaining any developmental advantages.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
Efektivitas Penilaian Sertifikasi Guru Kelas MI melalui Kegiatan PLPG Kuota Tambahan Tahun 2013 Sutris no
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.386 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i2.283-312

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan tentang evektivitas penilaian sertifikasi guru kelas MI melalui kegiatan PLPG. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan mengkaji referensi yang bersumber dari perpustakaan. Dalam penelitian ini didapatkan beberapa kesimpulan kesimpulan: pertama, proses dan intstrumen penilaian sertifikasi guru kelas MI melalui PLPG pada guru kelas MI se-kecamatan Mejobo kabupaten Kudus yang telah mengikuti PLPG sudah terlaksanakan dengan baik dan sesuai dengan peraturan pemerintah; kedua, pandangan guru kelas MI se-kecamatan Mejobo kabupaten Kudus yang telah mengikuti PLPG terhadap penilaian sertifikasi guru kelas MI melalui PLPG sudah baik, karena banyak guru yang pada awal datangnya terlihat pasif kemudian menjadi aktif dan kreatif; ketiga, ketercapaian penilaian sertifikasi guru melalui kegiatan PLPG dapat dilihat melalui meningkatnya motivasi para guru dalam mengajar, membangun mental positif para guru dalam melaksanakan pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, guru terdidik melaksanakan tugas dengan sepenuh hati, dan guru dapat melaksanakan pembelajaran aktif; keempat, kurang efektifnya penilaian sertifikasi guru melalui kegiatan PLPG di LPTK Rayon 232 IAIN terkendala pada sisi teknis waktu pelaksanaan PLPG yang singkat sehingga berimbas pada kedalaman pemahaman guru terhadap materi yang diberikan.This paper aims to describe the effectiveness of assessment of MI (Madrasah Ibtidaiyah: Indonesian State Islamic Primary School)  teacher certification through PLPG activities. This research uses descriptive analytical method to assess references from the library. In this study, as the first conclusion, the processes and the assessment instrument of certification in PLPG LPTK Rayon 232 IAIN Surakarta (additional quota of 2013) for the teachers of District Mejobo, Kudus has properly fulfilled the standard in accordance with the regulations and operational guidelines as directed by the government. Secondly, from the teachers’ point of view, the assessment of MI teachers certification through PLPG is already good because many teachers look passive initially then becomes active and creative at last. Thirdly, the assessment of teacher achievement, to be certified through PLPG activities, basically aims to increase the motivation of teachers in their teaching implementation. Fourthly, the ineffective assessment of teacher certification through PLPG is due to the “short time” (the length of time) allotted for the PLPG which brings about the effect on the deepness of the teachers' understanding on the materials supplied.  
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Karakter Anti Korupsi Nidhaul Khusna
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.169 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i2.173-200

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi dari siswa SMKN 1 Salatiga pada tahun akademik 2014/2015. Hal ini difokuskan pada: 1) bagaimana nilai-nilai pendidikan anti-korupsi dari siswa; 2) apa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina dan menumbuhkan karakter anti-korupsi pada peserta didik; dan 3) faktor-faktor yang mendukung karakter dan hambatan dalam membina anti-korupsi kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum anti-korupsi sudah masuk dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Peran guru Pendidikan Agama Islam bersama dengan guru lain seperti menginformasikan, memberikan saran, dan arahan. Guru PAI menumbuhkan karakter anti-korupsi dengan melatih salat lima waktu, menghargai kejujuran, menggunakan metode untuk melatih anti-korupsi, melatih peserta didik bertanggung jawab, disiplin waktu, belajar di luar kelas dan memberi sanksi. Hal yang mendukung karakter anti-korupsi tumbuh di SMKN 1 Salatiga adalah kerjasama dari semua guru, kantin sekolah, ekstrakurikuler, media informasi tentang bahaya korupsi, serta aturan ketat dari lembaga sekolah. Sementara kendalanya adalah sikap acuh tak acuh dari guru, keterbatasan dalam memantau siswa di luar sekolah, latar belakang yang berbeda dari peserta didik dan tidak ada kesepakatan kurikulum. This study discusses the role of Islamic Religious Teachers  in cultivating anti- corruption  character students of SMKN 1 Salatiga in academic year 2014/2015. It is focused on: 1) how is the educational values of anti-corruption of the students; 2) what is the role of Islamic religious teachers in fostering anti-corruption character on the learner; 3) what factors are supporting characters and obstacles in fostering anti-corruption to the learners. This study used a qualitative descriptive approach. The research findings showed that anti-corruption curriculum already included in the Islamic education curriculum. The roles of Islamic teachers together with other teachers such as inform, advice, and give direction as an example. PAI teachers foster anti-corruption character by trains five prayers on time, appreciate honesty, using methods to train anti-corruption, responsible learners trained, time discipline, learning outside the classroom and sanctioning. Supporters of anti-corruption in growing character in SMKN 1 Salatiga is the cooperation of all teachers, school canteens, extracurricular, many media information about the dangers of corruption, strict rules of school institutions. While the obstacles are the indifferent attitude of the teachers, the limitations in monitoring students outside of school, the different background of learners and there is no curriculum agreement. Kata kunci: guru Pendidikan Agama Islam, karakter, korupsi 
Strategi Pengembangan Profesionalisme Tenaga Pendidik di Madrasah Wakhidati Nurrohmah Putri; Muhammad Aji Nugroho
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.567 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i2.313-340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan profesionalisme tenaga pendidik di madrasah, penelitian ini adalah penelitan diskriptif kualitatif yang mencoba mengeksplorasi makna profesionalisme pendidik sebagai langkah mengembangkan mutu madrasah dengan menyesuaikan tujuan pendidikan. Dalam penelitian ini melihat guru sebagai kunci atau figur sentral dalam penyelenggaraan pendidikan atau peningkatan mutu pendidikan madrasah, yang memiliki posisi yang sangat strategis bagi seluruh upaya reformasi pendidikan yang berorientasi pada pencapaian kualitas murid dan persekolahan. Hal ini disebabkan, pada era globalisasi yang makin masif dan ekstensif ini, tanpa didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, suatu Negara akan tertinggal jauh. Tolak ukur pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi prioritas yang sangat urgen dalam pembentukan kepribadian bagi setiap Negara. Dalam menghadapi persaingan sosial, ekonomi, tekhnologi, dan kemanusiaan, semakin bereskalasi secara massif, Maka persyaratan kemampuan yang diperlukan orang untuk melakukan pekerjaan semakin meningkat, dimulai dari pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Dari sinilah, tuntutan akan perlunya profesionalisme dalam bekerja bagi seorang tenaga pendidik sangat dibutuhkan untuk memacu keberhasilan peserta didiknya. Betapapun baiknya kurikulum yang dirancang para ahli dengan ketersediaan peralatan dan biaya yang cukup sesuai dengan pendidikan, namun pada akhirnya keberhasilan pendidikan secara professional terletak ditangan guru. This study aims to determine the development strategy of the professionalism of educators at the school, this research is descriptive qualitative research that tries to explore the meaning of professionalism of teachers as a step to develop the quality of Islamic education by adjusting educational purposes. In this study, the teacher is a  key or central figure in education or improving the quality of Islamic education, which has a very strategic position for all reforms oriented educational attainment of pupils and the quality of schooling. This is because, in the era of globalization, is more massive and this extensive, unsupported by human resources quality, A State would be left far behind. The measurement of the development of human resources is a priority that is extremely vital in the formation of personality to any State. In the face of social, economics, technology competition, and humanity, increasingly escalated massively, then the requirements of the capabilities required to do the work increased, starting from the knowledge, skills, and attitudes. So  "professionalism in the works" for the educators is needed to spur the success of learners. Although  well-designed curriculum was made by  experts with complete facilities, the success of professional education lies in the
Pendidikan Islam dalam Perspektif Antropologi Wicaksono, Herman
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.024 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i2.201-228

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pendidikan Islam dalam perspektif antropologi. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif. Penelitian ini sangat perlu diteliti mengingat ilmu antropologi merupakan ilmu tentang manusia terkhusus lagi antropologi budaya yang memandang bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa Islam dan antropologi memiliki pandangan yang sama terkait dengan pendidikan Islam. Kesamaan tersebut diantaranya terlihat pada kesamaan pandangan tentang konsep manusia. Manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi atau fitrah sama-sama diakui oleh antropologi dan Islam. Begitu pula dalam aktifitas pendidikan, antara Islam dan antropologi pun memiliki beberapa kesamaan yang subtantif. Pendidikan hendaknya bisa disesuaikan dengan kebudayaan yang ada di sekitar. Hal ini karena selain antropologi menghendaki yang demikian, ternyata Islam juga sangat mengapresiasi mereka yang menghargai budayanya, tentunya budaya-budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Pada akhirnya, pandangan antropologi terhadap pendidikan Islam mengarahkan agar setiap aktivitas pendidikan tidak lepas dari aspek budaya yang berlaku baik dari segi pendidik, peserta didik, tujuan pendidikan, metode pendidikan, serta konteks/lingkungan pendidikan. This article aims to explain Islamic education in the perspective of anthropology. The type of research used in this research is library research  with qualitative methods. This research is very necessary to study because anthropology is the study of man especially  cultural anthropology which holds that humans are creatures of culture. This study showed that Islam and anthropology have similar views related to Islamic education. The similarity can be seen from a common view of the human concept. Human beings have the potential or disposition equally recognized by anthropology and Islam. In educational activities, between Islam and anthropology also has some similarities substantive. Education should be adapted to the culture around. This is because in addition to anthropology such desires, it turns out Islam also greatly appreciate those who appreciate culture, of course, cultures that do not contradict the principles of Islam. Finally, the view of anthropology to Islamic education shows that every educational activity cannot be separated from the cultural aspect that applies both in terms of educators, learners, educational objectives, methods of education, as well as the context/environment education.  
Peranan Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ) Anak dalam Perspektif Islam Zahrotul Badiah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.647 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i2.229-254

Abstract

Kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) merupakan penggabungan kecerdasan emosional untuk membentuk hubungan dengan sesama manusia, dan kecerdasan spiritual yang membentuk hubungan dengan Allah, sehingga pada akhirnya akan membentuk  hubungan dengan Allah dan sesama. Asmaul husna adalah kunci dari perkembangan emosional dan spiritual dalam membentuk akhlak yang mulia, karena sumber suasana hati manusia adalah asmaul husna itu sendiri. Selain hal tersebut peran orang tua dalam periode kehidupan seorang anak sangat penting, karena dapat menentukan lebih lanjut tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, orang tua harus memberi kesempatan kepada anak-anak untuk tumbuh dan mengeluarkan ide-ide bagus secara emosional dan spiritual pada anak-anak. Dengan demikian, orang tua turut berkembang untuk mengembangkan kecerdasan emosi dan spiritual pada anak-anak. Hal-hal yang mempengaruhi kecerdasan ESQ adalah hubungan dalam keluarga itu sendiri adapun hubungan yang bersifat spiritual bisa melalui ibadah-ibadah ritual semacam shalat, puasa, berdzikir selalu mengingat Allah. Selain itu orang tua juga harus menanamkan prinsip-prinsip kebajikan pada ruh anak. Dalam tulisan ini penulis memaparkan banyak hal-hal yang mempengaruhi ESQ. Emotional and spiritual intelligence (ESQ) is an amalgamation of emotional intelligence to form relationships with fellow human beings, and spiritual intelligence that formed a relationship with God, so that it can form a relationship with God and human beings. Asmaul Husna is a key of emotional and spiritual development in shaping ahlakul karimah, because the source of human mood is asma al-husnā itself. The roles of parents in the period of a child’s life are very important, because it can determine further developments. Therefore, parents should give an opportunity to children to grow and expend good ideas, in  emotional and spiritual ways to children. Thus, parents  should try to develop emotional and spiritual intelligence of children. ESQ is affected by the relationships within the family itself and the relationship for the spiritual nature  can be through some sort of ritual forms of worship prayer, fasting, always remember Allah. In addition parents should also inculcate principles of virtue in the spirit of the child. In this paper the author exposes many things that affect ESQ.           Kata kunci: kecerdasan, emosional, spiritual
Studi Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dedi Wahyudi; Tuti Alafiah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.51 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v8i2.255-282

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam. Tulisan in merupakan hasil dari penelitian kualitatif yang dengan fokus penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data yang digunakan adalah data-data hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pembelajaran berbasis multiple intelligences. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan sebagai pisau analisis tulisan ini. Hasil dari analisis tersebut adalah Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menciptakan, menjawab atau menyelesaikan suatu masalah baru. Setiap peserta didik mempunyai kecerdasan dengan kemampuan yang berbeda-beda. peserta didik mempunyai cita-cita dan tentunya cita-cita setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu setiap peserta didik mempunyai keunikan tersendiri dalam kecerdasan dan pola berpikirnya. Peserta didik akan lebih mudah menguasai suatu bidang jika memang dia berbakat dalam bidang itu. Begitu juga dengan keterampilan yang dimiliki setiap anak, akan berbeda juga. Jadi, pada dasarnya peserta didik mempunyai keahlian dan kecerdasan dalam bidangnya masing-masing. Dengan menggunakan metode yang sesuai dalam sebuah aktivitas pembelajaran. Maka akan tercipta proses dan hasil pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki setiap peserta didik. This article tries to explain about the application of multiple intelligences learning strategy based on Islamic religious education subjects. This is the result of a qualitative research with a focus on literature or library research. Sources of data used is data of previous research results that are relevant to multiple intelligences based learning. Qualitative descriptive analytical method of analysis used as the blade of this article. The results of the analysis are multiple intelligences, is the ability of a person to create, answer or solve a new problem, Each learner has the intelligence with the various ability and skill and learners also have different aspiration and ideals. Therefore, every student has its own uniqueness in intelligence. Learners will be easily master the field he is gifted on. The skills possessed by each child, will be also different one another. So, basically learners have the expertise and intelligence in their respective fields. In developing the intelligence necessary learning and learning strategies implemented by a teacher. By using the appropriate method in a learning activity. It will create a process and effective learning outcomes, according to the intelligence of every learner. Kata kunci: strategi belajar, multiple intelligences, peserta didik

Page 1 of 1 | Total Record : 6