cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MUDARRISA is an Indonesian journal of Islamic Education Studies published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Indonesia. MUDARRISA covers the study of Islamic education all over the world, especially at the primary and secondary (school) levels. The study should aim at gaining some new knowledge in the scope Islamic education (at those levels) or gaining any developmental advantages.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
The role of career women on children’s worship education in Boyolali Badrus Zaman
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.34 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.74-96

Abstract

The purpose of this research is to understand the role of career women in teaching worship education to their children amid their work. It is a descriptive qualitative research which is conducted in January-March 2017. Career women who have school-aged children in Jatiroto village are the subjects in this study, while their husbands, children and neighbors pose as the informants. The data are collected by interview, observation and documentation. Triangulation is used to validate the data. They are analysed with interactive models include four stages, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results show that the roles of career women (mothers) toward children’s whorship education are a) the educational backgrounds of career women consist of the degrees of Islamic High School (Madrasah Aliyah) and Islamic Boarding School (Pesantren) so that they can educate children in daily basis worship despite having dual roles, b) career women show a good attitude and become models in any aspects especially worship, c) the environment created by the career women in their family is very comfortable and suitable with the needs of children. Keywords: roles of career women, children’s worship education AbstrakTujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran wanita karier dalam memberikan pendidikan ibadah pada anak-anaknya ditengah-tengah kesibukannya berkarier. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan bulan Januari-Maret 2017. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita karier yang memiliki anak usia sekolah dasar yang ada di dusun Jatiroto, sedangkan untuk informannya adalah suami, anak dan tetangga. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Trianggulasi. Adapun teknik analisis data dengan model interaktif meliputi empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa Peran wanita karier (ibu) terhadap pendidikan ibadah anak adalah a) latar belakang pendidikan wanita karier (ibu) terdiri dari Lulusan Madrasah Aliyah dan Pesantren sehingga dapat mendidik anak dalam hal ibadah sehari-hari walaupun memiliki peran ganda, b) wanita karier (ibu) menunjukkan sikap yang baik dan dapat menjadi teladan dalam segala hal khususnya dalam hal ibadah sehingga bisa menjadi model bagi anak, c) lingkungan yang diciptakan wanita karier (ibu) dalam keluarga sangat nyaman dan cocok dengan kebutuhan anak.  Kata kunci: peran wanita karir, pendidikan ibadah anak
Improving students’ learning achievement through group counseling of Islamic Cultural History Su lastri
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.444 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.97-119

Abstract

Learning achievement is the change of cognitive, affective, and psychomotor aspect as the effect of learning process which is measured through assessment, as the treatment to assess how far the material has been mastered by learners after getting learning experiences. This research was aimed to know the improvement of students’ learning achievements that have learning difficulty in group counseling of Islamic Cultural History subject. It was a classroom action research which was conducted in two cycles at the eighth grade of MTs Al Islam Pabelan Bringin in the second semester of 2016 academic year. The instruments which were used in this research were: a) syllabus; b) lesson plan; c) formative test. This research resulted that The research resulted that, the students’ learning outcome in learning the Islamic Cultural History at the eightth grade of MTs Al Islam Bringin in the pre cycle reached 25,80%, then in the first cycle it reached 58,06% so there was an improvement about 19.35%. learning reflection in the first cycle showed an improvement in teacher role as well as the percentage of learning outcome. However, it had not been maximal yet. While in the second cycle, it tend to describe the activity in group, that students were more proactive. As the result, the students’ learning outcome reached 77.41%. although it has not reached 100% yet it can be concluded that learners had passed the passing grade because it had reached over 75%.Keywords: learning ability, group counceling, learning achievement AbstrakHasil belajar merupakan semua perubahan kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai  akibat  dari  proses  belajar  mengajar yang diukur melalui kegiatan penilaian, sebagai suatu  tindakan  untuk  menilai  sejauh  mana materi yang diberikan dikuasai peserta didik, setelah menerima pengalaman belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar anak yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar pada materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VIII MTs Al Islam Pabelan Bringin pada semester II tahun 2016 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: a) silabus; b) rencana pembelajaran; c) tes fomatif. Hasil penelitian yang dilakukan, bahwa kemampuan peserta didik dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas VIII MTs Al Islam Bringin pada pra siklus ketuntasannya mencapai 25,80%, kemudian siklus I mencapai 58,06% sehingga mengalami peningkatan sebesar 32,26%. Penerapan bimbingan belajar kelompok dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mata pelajaran SKI, terlihat dari siklus I mencapai 58,06% dan pada siklus II mencapai 77,41% sehingga mengalami peningkatan 19,35%. Perbaikan pembelajaran pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan baik peran guru maupun persentase ketuntasan belajar. Namun demikian hasil belajar peserta didik belum maksimal. Sementara itu pembelajaran siklus II menjelaskan kegiatan dalam kelompok, peserta didik tampak lebih proaktif.  Hasilnya ketuntasan belajar peserta didik mencapai  77,41% meskipun belum dapat mencapai 100%, namun dapat dikatakan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar sebab telah memenuhi standar ketuntasan belajar 75%. Kata kunci: kemampuan belajar, bimbingan belajar, hasil belajar
Integration of Islamic education with science and technology in Islamic junior high school Bekti Taufiq Ari Nugroho
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.277 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.1-27

Abstract

AbstractThe integration of Islamic education with learning of science and technology is expected to be meaningful and easily understandable so that the goal of Islamic education in leading the students to recognize, understand, contemplate, believe, be piety, and have noble character in implementing the teachings of Islam from the primary source i.e. the holy book of Al-Quran and Al-Hadith through the teaching guidance, practicing, and the use of experience can be accomplished. The key of the integration in controlling and restoring science and technology to its original position, namely: amar ma'ruf, nahi munkar, and having faith in God. This study aims to determine the integration of Islamic education with science and technology in SMP Islam Al-Azhar 21 Solo Baru. By using qualitative descriptive method and also through triangulation technique to test the validity of data, the study is also aimed to search and arrange systematically the data obtained. The data is taken from interviews, field, and documentation by organizing data into categories, describing them into units, synthesizing, preparing into the pattern, classifying the important things that will be learned, and then making a conclusion. From the results of the study, it can be concluded that the observation result of creativity of the students showed that the smooth aspect of the students who have excellent category is 41.28% and the results of the flexibility aspect of the students who have excellent category is 36.69%. The observation results indicate that the detail aspect of the students who have excellent category is 33.98%.Keywords: Islamic Education, Science, Technology AbstrakIntegrasi pendidikan agama Islam dengan sains dan teknologi pembelajaran yang dilaksanakan diharapkan menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami. Sehingga tujuan pendidikan agama Islam dalam mengarahkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Al-Quran dan Al-Hadits, melalui kegiatan bimbingan pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman dapat terlaksana. Kuncinya dalam mengendalikan dan mengembalikan sains dan teknologi ke posisi semula, yaitu: amar ma’ruf, nahi munkar, dan iman kepada Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi pendidikan agama Islam dengan sains dan teknologi di SMP Islam Al-Azhar 21 Solo Baru. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, melalui teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data, yaitu mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, mengklasifikasikan hal-hal penting yang akan dipelajari kemudian membuat kesimpulan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: hasil amatan kreativitas pada peserta didik menunjukkan bahwa untuk aspek kelancaran pada peserta didik yang memiliki kategori baik sekali sebesar 41.28%. Hasil amatan menunjukkan bahwa untuk aspek fleksibilitas pada peserta didik yang memiliki kategori baik sekali sebesar 36.69%. Hasil amatan menunjukkan bahwa untuk aspek kerincian pada peserta didik yang memiliki kategori baik sekali 33.98%. Kata kunci: pendidikan Islam, ilmu pengetahuan, teknologi
Factors determining students’ learning creativity in SMPN 9 Surakarta Ayu Nabila Akifah Noor
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.99 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.120-143

Abstract

The research aims at finding out the determinant factors of: 1) students’ learning creativity; 2) school quality; 3) students’ personality; 4) the correlation between school quality with the students’ learning creativity; 5) the correlation between students’ personality with students’ learning creativity; and 6) the correlation between school qualities with students’ personality. The data used data were derived from VIII students of SMP Negeri 9 Surakarta. The sample was 161 students out of 277 students of the population. The sample were from 9 classes and determined by proporsional random sampling technique. The data gathered thorugh questionnaire, measuring  the students’ learning creativity, the school quality, and the students’ personality. The analysis employed LISREL PROGRAM of 8.54 version.The results of the research showed that:1) there were five determinant factors of learning creativity, namely sensitivity toward problem, the fluency in producing a new idea, the flexibelity in expressing solution, the originality in formulating the idea, and the detail in analyzing the idea; 2) there were seven determinant factors of school quality, namely teacher quality, teaching quality, quality of administration services, students’ commitments, parents support, resources accessibility, and learning comfort; 3) there were eight determinant factors of students’ personality, namely self confident, initiative, competitive, adaptive, responsive, challenge lover, risk taker, and persistency; 4) there was a positive and significant correlation between school quality and students’ personality; 5) there was positive but not significant correlation between school quality and students’ learning creativity; and 6) there was positive and not significant correlation between students’ personality and students’ learning creativity. Keywords: determinant factors, learning creativity, junior high school AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor penentu:1) kreativitas belajar siswa; 2) kualitas sekolah; 3) personalitas siswa; 3) hubungan kualitas sekolah dengan kreativitas belajar; 4) hubungan personalitas dengan kreativitas belajar; (5) hubungan kualitas sekolah dengan personalitas.Data bersumber dari siswa kelas VIII SMP Negeri 9 di Surakarta. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII berjumlah 277 siswa. Penentuan ukuran sampel menggunakan Tabel Isaac- Michael sejumlah 161 siswa yang terbagi dalam 9 kelas. Pengambilan sampel menggunakanproportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan mengukur indikator dari 3 variabel yakni kreativitas belajar, kualitas sekolah, dan personalitas. Analisis data menggunakan Program LISREL Versi 8.54. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) lima faktor penentu kreativitas belajar yakni sensitivitas terhadap masalah, kelancaran menghasilkan gagasan baru, keluwesan mengungkapkan solusi, keaslian merumuskan gagasan, dan kerincian menguraikan gagasan; 2) ada tujuh faktor penentu kualitas sekolah yakni kualitas guru, kualitas pengajaran, kualitas pelayanan administrasi, komitmen siswa, dukungan orangtua, aksesibilitas sumber, dan kenyamanan belajar; 3) ada delapan faktor penentu personalitas siswa yakni percaya diri, memiliki inisiatif, kompetitif, adaptif, responsif, menyukai tantangan baru, senang menghadapi risiko, dan memiliki daya bangkit; 4) ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas sekolah dengan personalitas siswa; 5) ada hubungan yang positif dan tidak signifikan antara kualitas sekolah dengan kreativitas belajar siswa; 6) ada hubungan positif dan tidak signifikan antara personalitas dan kreativitas belajar siswa.  Kata kunci: faktor penentu, kreativitas belajar, sekolah menengah pertama
BCCT learning management: Islamic education’s material in early childhood Nur Hasanah
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.588 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.28-52

Abstract

AbstractThis research is aimed to know the BBCT (Beyond Center and Circle Time) learning management on Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC (Bina Citra Cendekia) Ungaran Kindergarten and to know the supporting and unsupporting management factors of Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC Ungaran Kindergarten. This research belongs to qualitative research which focuses on the BBCT learning management of Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC Ungaran Kindergarten.The subject of this research is the principal and teachers. The method of collecting data is observation, interview, and documentation. And data analysis technique used in this research is inductive analysis method.The results of this research show that BBCT learning management on Early Childhood Islamic Education’ Material in BCC Ungaran Kindergarten is good, because it based on the regulation from Permendiknas (Regulation from the Ministry of Education Affairs of Indonesia) No. 58 Year 2009 of standard contents and evaluation, include: planning, actuating, and learning evaluation. The supporting factors of the BCCT learning management are facilities, such as: buildings, classrooms, teachers’ rooms, giving reward for the best achievement teachers (the funding comes from the institution); BCCT training for one week in Istiqlal, Jakarta. Then, unsupporting factors of BCCT learning management are the limited media of learning and the number of teachers, so that the learning process is still not maximal. Supporting games are limited too, so students do not have options to play with.Keywords: BCCT Learning Management, Islamic education, early childhood education AbstrakPenelitian ditujukan untuk mengetahui manajemen pembelajaran BCCT (Beyond Center and Circle Time) materi Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini di TK BCC (Bina Citra Cendekia) Ungaran serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen pembelajaran BCCT materi Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini di TK BCC Ungaran. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang fokus studinya pada manajemen pembelajaran BCCT materi Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini di TK BCC Ungaran. Subyek penelitiannya adalah Kepala sekolah dan guru. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis datanya adalah teknik analisis induktif. Hasil temuan penelitiannya menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran BCCT materi Pendidikan Agama Islam anak usia dini di Tk BCC Ungaran sudah baik karena sesuai dengan peraturan Permendiknas No. 58 Tahun 2009 tentang standar isi dan penilaian yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan,  dan evaluasi pembelajaran. Faktor pendukung manajemen pembelajaran BCCT adalah sarana dan prasarana seperti: gedung, ruang kelas, ruang guru, jenis-jenis sentra serta pemberian reward bagi guru yang berprestasi dari lembaga yaitu pelatihan pembelajaran BCCT selama 1 minggu di Istiqlal Jakarta. Sedangkan faktor penghambat manajemen pembelajaran BCCT adalah jumlah guru dan media pembelajaran yang terbatas sehingga pembelajaran kurang maksimal, dan keterbatasan permainan pada setiap pijakan sehingga anak didik tidak banyak mempunyai pilihan dalam permainan yang dinginkan. Kata kunci: manajemen pembelajaran BCCT, pendidikan Islam, pendidikan anak usia dini
Cooperative learning index card match model to improve the result of Qur’an Hadith learning Khusnaini Fauzi
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.336 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v9i1.53-73

Abstract

AbstractLearning result of al-Qur’an Hadith was low, the percentage only reach 25%. The researcher choose the cooperative learning index card match model as one solution. The purpose of this research is to know learning result of al-Qur’an Hadith, especially to understand the contents of the womb QS. Al-Qari’ah and al-Zalzalah which contains the law of nature phenomenon at the students in class IX A of MTs Negeri Kedu. This research was done by two cycles, each cycle contains of three meeting. At the first cycle used cooperative learning index card match model but the students were not divided in groups, consequently the students felt interest but learning result was not maximally reached. After reflecting result at the first cycle, therefore cooperative learning index card match model was applied at the second cycle by dividing two groups and each group consist 14 students with the same subject. The source of data taken from result of observation teacher’s and students’, interview with students, and the test result (pretest and posttest). The results of this research indicates that learning result improvement was that the average of range reaches 11. 79 from 66.07 at the first cycle to 77. 86 at the second cycle. Otherwise, the increasing of the goal result is 33% from 46% at the first cycle to 79% in the second cycle. Keywords: Learning result, cooperative learning, index card match model  AbstrakHasil belajar al-Qur’an Hadis rendah, yaitu persentase ketuntasannya hanya mencapai 25%. Peneliti memilih model pembelajaran kooperatif tipe index card match sebagai salah satu solusinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar al-Qur’an Hadis materi memahami isi kandungan QS. Al-Qari’ah dan al-Zalzalah tentang hukum fenomena alam pada siswa kelas IX a MTs Negeri Kedu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas tiga pertemuan. Siklus 1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe index card match dimana siswa belum dibagi dalam kelompok, ternyata siswa sudah merasa tertarik namun hasil belum maksimal. Setelah hasil refleksi di siklus 1, maka model pembelajaran index card match di siklus 2 dikemas dalam dua kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 14 siswa dengan materi yang sama. Sumber data berasal dari hasil observasi guru dan siswa, wawancara dengan siswa, serta hasil tes (pre tes maupun pos tes). Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa berupa rata-rata kelas siswa sebesar 11,79 dari 66,07 pada siklus 1 menjadi 77,86 pada siklus 2. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil ketuntasan belajar siswa sebesar 33% dari 46% pada siklus 1 menjadi 79% pada siklus 2. Kata kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif, model index card match

Page 1 of 1 | Total Record : 6