cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam
ISSN : 25033506     EISSN : 25276190     DOI : -
Core Subject : Science,
Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam (E-ISSN: 2527-6190; P-ISSN: 2503-3506) adalah jurnal ilmiah berkala sebagai media desiminasi hasil kerja akademik para peneliti, dosen dan penulis. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah konsepsional dan hasil penelitian seputar Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Islam secara umum dan ditinjau dari berbagai aspeknya. Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam terbit berkala setiap bulan Juni dan Desember. Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2016)" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DI PESANTREN DARUL ULUM PETERONGAN JOMBANG Rikza, Abdullah; Masyhari, Fauziah
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.018 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi mengenai kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren Darul Ulum  Jombang dan inovasinya dalam mengembangkan lembaga pendidikan di bawah naungan system pendidikan pesantren. Studi ini bersifat  eksploratif  dengan pendekatan kualitatif dengan harapan dapat memberi gambaran tentang pola kepemimpinan yang dibangun di pondok pesantren Darul Ulum, serta upaya-upaya yang dilakukan oleh para kiainya dalam mengembangkan lembaga pendidikan. Data dalam penelitian ini diperoleh  melalui literatur dan wawancara dengan para kiai dan orang-orang  yang  yang  terkait dengan objek penelitian  serta pengamatan langsung. Sedangkan analisis data dipergunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam menjalankan kepemimpinannya Kiai Muh. As’ad Umar, objek utama penelitian ini, telah mengimplementasikan prinsip-prinsip kepemimpinan  dan manajerial modern. Dalam menyelasaikan persoalan kepesantrenan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang rasional. Pengembangan lembaga pendidikan di Pondok Pesantren ini disesuaikan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan. Tipologi kepemimpinan yang dikembagkan oleh Kiai As’ad adalah rational-collective-managerial.Abstract: This study aimed to obtain information about the leadership of Kiai in Pondok Pesantren (Islamic boarding school) Darul Ulum Jombang and his innovation in developing educational institutions under the auspices of pesantren system. This study uses qualitative approach and tries to give an idea of leadership that was built in the Pondok Pesantren Darul Ulum, as well as the efforts made by the kiais of pesantren in developing educational institutions. The data in this study were obtained through literatures and interviews with the kiais and the people associated with the object of study, and also through direct observation. The data analysis used in this study is descriptive and qualitative method. The results show that Kiai Muh. As’ad Umar has implemented the principles of leadership and managerial style. In solve problems of pesantren, Kiai As’ad used rational approach. The development of educational institutions in the pesantren is tailored to the demands of the times and the needs of the educational society. The leadership typology developed by Kiai As’ad is rational-collective-managerial.
PELAKSANAAN MANAJEMEN PERSONLIA SEKOLAH DI SMA DARUL ULUM 2 BPPT JOMBANG Zaki, Muhamad; Jihad, M Zahrul
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.542 KB)

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas pelaksanaan manajemen personalia sekolah di salah satu sekolah menengah atas terkemuka di Jombang, yaitu SMA Darul Ulum 2 BPPT Jombang yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum. SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang adalah salah satu sekolah yang relevan dengan persoalan manajemen personalia. Dengan latar belakang pesantren, maka kurikulum yang diterapkan di SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT tentu tidak lepas dari warna-warni dunia pesantren. Ini bisa dianggap sebagai pengembangan kurikulum nasional khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dua warna yang berbeda namun bisa disejajarkan bersama inilah yang menjadi ciri khas yang unik dan bisa dibilang tidak terdapat pada sekolah lain.  Dari latar belakang tersebut peneliti bermaksud untuk melakukan sebuah kajian dan penelitian yang terkait dengan bagaimana manajemen personalia yang ada di SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang Jawa Timur Indonesia.Abstract: This article discusses implementation of school personnel management in one of the best high schools in Jombang, namely SMA Darul Ulum 2 BTTP Jombang located inside the Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. SMA Darul Ulum 2 BTTP Jombang is one of the schools that are relevant to the issue of personnel management. Because of it’s pesantren (Islamic boarding school) background, the curriculum applied in SMA Darul Ulum 2 BPPT Jombang is not separated from the pesantren world. This can be considered as a national curriculum development, especially on the subjects of Islamic education. Two different colors can be lumped together. It is the characteristic of the SMA Darul Ulum 2 BTTP Jombang that may not be found in other reguler schools. Thus, the researcher intend to conduct research related to how is the implementation of personnel management at SMA Darul Ulum 2 BPPT Jombang located inside Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, East Java, Indonesia.
PRAKTIK PEMIKIRAN INKLUSIF-SOSIAL KH M SHOLEH BAHRUDDIN NGALAH SEBAGAI MANIFESTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PESANTREN Sholikhudin, M Anang
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.989 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam sejarah hidupnya, praktik pemikiran inklusif-sosial Kiai Sholeh sangat dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, atas perintah ayahanda dengan pesan seperti berikut: “sak temene dek pasar, dek masjid, dek dalan, kabeh iku dulurmu (sesungguhnya baik di pasar, di masjid, maupun di jalanan, di seluruh tempat itu ada saudaramu).” Kedua, penerapan teori Abraham, yakni mencontoh perilaku ayahanda KH M Bahruddin Kalam (almarhum) dan juga perilaku kakek KH M Kalam (almarhum). Ketiga, praktik dari rukun Tarekat Naqshabandiyah pada poin kelima dan keenam, yakni “ambugusi kabeh konco, cilik gede, lanang wadon, enom tuo, lan ambagusi kabeh makhluk (bergaul secara baik dengan semua teman, baik kecil maupun besar, laki-laki maupun perempuan, muda maupun tua, dan bergaul secara baik dengan semua makhluk).” Penelitian ini memfokuskan pada praktik pemikiran inklusif-sosial KH M Sholeh Bahruddin dengan model studi kasus, pendekatan yang dipakai adalah expose facto. Data diambil melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik pemikiran inklusif-sosial KH.. M. Sholeh Bahruddin sebenarnya mempertemukan misi perintah masing-masing agama (Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu) untuk membangun perdamaian, keamanan dan memelihara kasih sayang bersama-sama dan meminimalisir terjadinya konflik agama.Abstract: In the history of his life, the practice of inclusive social thought by Kiai Sholeh greatly influenced by several things. First, on the orders of his father with the following message: “In the markets, in the mosques, as well as on the streets, all over the places there are your brothers.” Secondly, the application of Abraham’s theory, which was practiced by KH M Bahruddin Kalam, the father (deceased) of Kiai Sholeh, as well as KH M Kalam, the grandfather (deceased) of Kiai Sholeh. Third, the practice of the Naqshabandi pillars that say: “being good with all friends, both small and great, both men and women, young and old, and being good with all creatures). This study focuses on the practice of inclusive social thought of KH M Sholeh Bahruddin, and the approach used in this study is expose-facto. The data retrieved through observation, interviews and documentation. The study concluded that the practice of inclusive social thought of KH M Sholeh Bahruddin actually tries to unite each mission commanded by religions (Islam, Christianity, Catholicism, Buddhism and Confucianism) that establish peace and security, as well as maintain affection together and minimize religious conflicts.
INOVASI MANAJEMEN UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM SEBAGAI PERGURUAN TINGGI ALTERNATIF BAGI MASYARAKAT Halil, Moh.; Anwar, M Ansor
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.641 KB)

Abstract

Perguruan tinggi saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat dalam pendidikan, namun tidak banyak perguruan tinggi yang bisa memberi pendidikan plus bagi mahasiswanya. Perguruan tinggi dalam pesantren banyak dilirik masyarakat, namun keraguan masyarakat akan perguruan tinggi dalam pesantren masih menghantui benak mereka. Dengan pertanyaan apakah perguruan tinggi dalam pesantren mampu memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bisakah memberi nilai-nilai keislaman sebagai ruh dari pesantren itu sendiri, penelitian ini dilakukan, Penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi dan interview. Untuk menuju kepada kesimpulan yang diharapkan, penulis menjelaskan landasan teori yang berkenaan dengan konsep inovasi manajemen perguruan tinggi dalam pesantren serta bagaimana implementasinya, kemudian dipadukan dengan hasil data yang diperoleh untuk merumuskan kesimpulan yang akurat. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) telah melakuan inovasi dan mengimplementasikan manajemen perguruan tinggi secara umum. Secara umum Unipdu menjadi perguruan tinggi alternatif masyarakat dengan indikator mahasiswa setiap tahunnya semakin meningkat dan output-nya banyak berkiprah ditengah-tengah masyarakat.Abstract: The college is currently one of the main needs in education, but not many universities can provide proper education for students. Higher education in the pesantren (Islamic boarding school) is often ogled by the society, but they are often still in doubt of colleges quality in the pesantren. Set out from the question of whether higher education at the pesantren is able to provide good service to the public in accordance with society needs, and able to provide the values of Islam as pesantren spirit itself, this field research conducted by qualitative methods is necessary. To collect data, the researcher uses documentation, observation and interviews. To achieve the expected conclusion, the researcher describes the theoretical basis of the concept of innovation management in the pesantren and colleges as well as it’s implementation, then combined with the results of the data obtained in order to achieve an accurate conclusion. In this study, the researcher concluded that the High Pesantren University of Darul Ulum (Unipdu) has been innovating and applying the college management. Unipdu into college alternatives characterized by an increased number of students annually. In addition, the graduates of Unipdu also active in the society.
PROSPEKTIF PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM KONSTRUKSI MULTIKULTURAL MASYARAKAT INDONESIA Bustomi, Abu Amar
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.625 KB)

Abstract

Abstrak: Multikulturalisme dalam hal ini bukan hanya sebuah wacana namun sebuah ideologi yang harus diperjuangkan, karena dibutuhkan sebagai landasan bagi tegaknya demokrasi, HAM, dan kesejahteraan hidup masyarakat.  Multikulturalisme bukan sebuah ideologi yang berdiri sendiri terpisah dari ideologi-ideologi lainnya. Multikulturalisme membutuhkan seperangkat konsep dalam bentuk bangunan konsep yang dapat dijadikan sebagai acuan pemahaman dan pengembangan dalam konteks kehidupan bermasyarakat.   Untuk dapat memahami multikulturalisme diperlukan landasan pengetahuan berupa bangunan konsep yang relevan dan mendukung keberadaan serta fungsinya dalam kehidupan manusia.  Bangunan konsep ini harus dikomunikasikan antar para ahli yang mempunyai perhatian ilmiah yang sama tentang multikulturalisme sehinga terdapat kesamaan pemahaman dan saling mendukung dalam memperjuangkannya.  Berbagai konsep yang relevan dengan multikulturalisme antara lain adalah, demokrasi, keadilan dan hukum, nilai-nilai budaya dan etos, kebersamaan dalam perbedaan yang sederajat, sukubangsa, kesukubangsaan, kebudayaan suku bangsa, keyakinan keagamaan, ungkapan-ungkapan budaya, domain privat dan publik, HAM, hak budaya komuniti, dan konsep-konsep lain yang relevan.Abstract: Multiculturalism in this case is not just a discourse but an ideology that must be fought, because it is needed as a foundation for democracy,  human rights and the welfare of society. Multiculturalism is not an ideology that is independent from other ideologies. Multiculturalism requires a set of concepts in the form of building a concept that can be used as a reference for understanding and development in the context of social life. To understand multiculturalism, someone needs a foundation of knowledge in the form of building concepts that are relevant and supportive to the existence and function of the human life. The building concept is to be communicated between the experts who have the same scientific concern about multiculturalism, thus there is a common understanding and mutual support in the struggle. Various concepts that are relevant to the multiculturalism include democracy, justice and law, cultural values and ethos, unity in diversity, equal ethnic, ethnicity, culture, religious beliefs, expressions of culture, domain private and public, human rights, cultural rights of community, and other concepts that are relevant.
HUBUNGAN ANTARA HASIL PENILAIAN KINERJA GURU DENGAN KOMPETENSI GURU PAI TINGKAT SLTP/MTS DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM JOMBANG Ashari, Moh. Yahya; Widiyaningsih, Puspa Mia
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.305 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian lapangan tentang hubungan antara hasil penilaian kinerja guru dengan kompetensi guru PAI tingkat SLTP/MTs  di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau tidak antara kedua variabel tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan uji analisis statistik korelasi product moment. Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu hasil penilaian kinerja guru (variabel X) dan kompetensi guru PAI (variabel Y). Adapun data penelitian diperoleh dari dokumentasi data , interview dan penyebaran angket dengan bentuk tertutup. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel X tergolong baik, dengan hasil perhitungan sebesar 79 %. Sedangkan untuk variabel Y juga tergolong baik, dengan perolehan prosentase sebesar 85%. Dari hasil analisis statistik korelasi product moment didapatkan hasil rxy=0,98 untuk taraf kesalahan ditetapkan 5% dan N=24, maka r tabel=0,40. Dari hasil tersebut didapatkan data bahwa r hitung lebih besar dari r tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hasil penilaian kinerja guru dengan kompetensi guru PAI tingkat SLTP/MTs di pondok Pesantren Darul Ulum Jombang.Abstract: It’s field research that discusses the connection between teacher performance appraisal results and the competence of PAI (Islamic lessons) teachers in MTs (junior high school) located in Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. The purpose of this study was to determine the existence of a connection between two variables. This quantitative research uses statistical analysis on product moment correlation test. This research consisted of two variables, namely the assessment of teacher performance (variable X) and the competence of PAI teachers (variable Y). The data obtained from documentation, interviews and questionnaires with a closed form. The results of this research is that the variable X is quite good: 79%. The Y is also quite good, with the acquisition of the percentage of 85%. The results of statistical analysis of the results obtained product moment correlation r xy = 0.98 for the error rate set at 5%, and N = 24, then the tables r = 0.40. The results obtained from the data that r count larger than r table, so Ho is rejected and Ha accepted. It can be concluded that there is a significant connection between teacher performance assessment results and the competence of PAI teachers of MTs at Pesantren Darul Ulum Jombang.
GURU SEBAGAI ORANG TUA DALAM HADIS “AKU BAGI KALIAN LAKSANA AYAH” Amrulloh, Amrulloh
Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.532 KB)

Abstract

Abstrak: Salah satu peran yang dituntut untuk dimainkan oleh guru sebagai pendidik di sekolah adalah peran orang tua, mengingat guru memang adalah orang tua kedua di sekolah. Setidaknya karena itulah dalam sistem pendidikan modern terdapat unsur kompetensi afektif yang harus ada pada diri guru profesional. Guru tidak hanya sekadar mentransfer pengetahuan dari dirinya kepada para peserta didik kemudian bersikap ‘lepas tangan.’ Ini tentu jauh dari idealisme guru profesional. Jauh-jauh hari Rasulullah dalam satu hadis yang berbunyi “aku bagi kalian laksana ayah” telah memberi teladan baik (uswah hasanah) tentang bagaimana guru harus berperan sebagai orang tua dalam setiap proses pendidikan dan pengajaran. Dengan metode deskriptif-analitis serta pendekatan ilmu hadis dan ilmu pendidikan, di sini penulis bermaksud menelusuri otentisitas dan validitas hadis “aku bagi kalian laksana ayah,” mengekspos pemahaman hadis “aku bagi kalian laksana ayah” sebagaimana terdokumentasikan dalam literatur-literatur syarah hadis, dan mengidentifikasi relevansi antara hadis “aku bagi kalian laksana ayah” dan sistem pendidikan modern. Selanjutnya penulis akan membuktikan bahwa peran guru sebagai orang tua kedua peserta didik di sekolah mempunyai dasar yang otentik dan valid sekaligus spesifik dalam hadis Nabi.Abstract: One of the roles needed to be played by teachers as educators at schools is the role of parents, because indeed teachers are the parents of students at schools. At least that’s why there is an element of affective competencies that must exist in the professional teachers. Teachers don’t just transfer knowledge to students and then leave them alone. It’s certainly far from the ideals of professional teachers. In the 7th century the Prophet in a hadīth that says “I’m for you like a father” gave a good example (uswah hasanah) about how teachers should act as parents in every process of education and teaching. Using the descriptive-analytic method and the science of h}adīth and science of education approach, the Author intends to explore the authenticity and validity of the h}adīth “I’am to you like a father,” exposing understanding of the tradition of “I’m to you like a father,” as documented in the literature of sharh hadīth, and identify the relevance between the h}adīth “I’am to you like a father” and the modern education system. Furthermore, the Authors will prove that the teachers role as second parents at school has an authentic, valid and specific base in the hadīth of the Prophet.

Page 1 of 1 | Total Record : 7