Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 8 (1984)"
:
12 Documents
clear
PENGARUH PESTISIDA SEVIN -85S, DIAZINON -60EC DAN GAMMEXANE -26DP TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIOLOGI, KEMATIAN TELUR, PENETASAN TELUR DAN KEMATIAN BURAYAK IKAN MAS CYPRINUS CARPIO L
MARWOTO, RISTIYANTI MARSETIYOWATI
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.378 KB)
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1414
Penggunaan pestisida di Indonesia, seperti juga di negara lain yang mengetrapkan teknologi baru, mempunyai peranan yang sangat penting terutaraa untuk menanggulangi hama dan penyakit tanaman.Di Indonesia, pemakaian pestisida yang meningkat telah menimbulkan pengaruh samping terhadap kelangsungan hidup hewan air tawar baik tanaman ataupun binatangnya (Soekaidi 1974). Berbagai penelitian telah merabuktikan bahwa residu pestisida mengakibatkan berjuta-juta ikan mati, bahkan 50 - 100% telur ikan mas mati akibat pestisida Diazinon, Endrin dan DDT dengan kadar 5 ppm(Johnson dalam Edwards 1973). Ikan mas (Cyprinus carpio L) adalah ikan yang paling banyak dipelihara orang terutama di daerah Jawa Barat. Untuk membudidayakan ikan mas ini perlu penyediaan benih yang baik, artinya benih yang sehat, bebas dari hama dan penyakit agai mendapatkan hasil yang memuaskan.
BEBERAPA ASPEK FEKUNDITAS IKAN-IKAN AIR TAWAR DI LUBUK LIMPAM SUMATERA SELATAN I. SUKU BAGRIDAE, KAN BERINGU MYSTUS NIGRICEPS C.V.
HARTOTO, DEDE IRVING
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.577 KB)
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1410
Studi aspek-aspek fekunditas ikan penting dilakukan karena hasilnya dapat digunakan untuk berbagai hal, antara Iain untuk mengetahui musim pemijahan, ukuran ikan pada saat produktif sebagai penghasil keturunan dan sebagai data masukan dalam proses pemilihan bibit dalam praktek-praktek budidaya ikan. Kegunaan lainnya adalah sebagai data penunjang dalam studi dinamika populasiikan, terutama dalam studi laju peremajaan stok.Penelitian pada ikan-ikan Mystus telah dilakukan antara lain pada Mystus nemurus, M. seenghala, M. gulio, M. aor dan M. bleekeri. Aspek-aspek yang diteliti umumnya mencakup segi-segi budidaya, tingkah laku pemijahan, tingkah laku makan, makanan dan aspek fekunditasnya (Arsyad 1973; Madsuly 1977; Saigal 1964; Saigal & Motwani 1961 dan Pandian 1966).
SIFAT KELAMIN, PEMIJAHAN DAN PERKEMBANGAN LARVA REMIS CORBICULA JAVANICA (MOUSSON, 1849) (MOLLUSCA, PELECYPODA : CORBICULIDAE)
DJAJASASMTTA, M.;
BUDIMAN, A.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1411
Penelitian mengenai aspek-aspek biologi remis marga Corbicula yang ada di Indonesia dapat dikatakan masih amat sedikit.Beberapa aspek yang telah dikerjakan antara lain mengenai sistimatiknya (Benthem Jutting 1953 dan Djajasasmita 1977) dan bebeiapa aspek ekologinya oleh Budiman & Djajasasmita (1979). Tulisan ini menguraikan hasil penelitian lanjutan Budiman & Djajasasmita (1979) dengan tekanan pada aspek-aspek sifat kelamin, pemijahan dan pertumbuhan larva remis Corbicula javanica dari perairan sekitar Bogor.
ABSTRAK MAKALAH PERSIDANGAN POSTER DALAM RANGKA ULANG TAHUN KEBUN RAYA INDONESIA,LBN-LIPI 18 MEI 1817-1984
Lubis, I.;
Sastrapradja, S.
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984): (Supplement)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1384
Potensi jenis-jenis Costus (Zingiberaceae) sebagai sumber diosgenin diungkapkan pada penelitian ini. C speciosus (Koen.) J.E. Smith (pacing) dan beberapa jenis Costus lainnya seperti C. rumphianus Valet., C. spimlis Rose dan C. villocissimus Jacq yang banyak terdapat di Indonesia mengandung 0,8 sampai 2,9% diosgenin pada rimpangnya, sedang pada biji C. speciosus terdapat 3.1 sampai 3.6% diosgenin. Pertumbuhan yang cepat dan bio massanya yang tinggi, merupakan sifat-sifat yang mendukung pemanfaatan Costus ini sebagai penghasil diosgenin. Bagaimana kaitan sifat-sifat pertumbuhan dengan kadar diosgeninnya dianalisis.
DINAMIKA HUTAN DI LONG SEI BARANG, APO KAYAN KALIMANTAN TIMUR
SOEDJITO, HERWASONO
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1412
Hutan tropika mempunyai peianan penting untuk kehidupan manusia, dan menurnt Jacobs (1980) terdapat 12 pokok kepentingan. Tidak dapat dipungkiri bahwa penebangan hutan telah menyebabkan timbulnya bermacam-macam efek negatif (Kartawinata 1977).Perusakan hutan ini, tragisnya, terutama disebabkan oleh kegiatan manusia itu sendiri. Perubahan ekosistem hutan ini, bila tidak mendapat gangguan lebih lanjut akan kembali lagi ke keadaan hutan aslinya. Menurut Ewel (1980), tumbuh kembali dan daya lenting dari hutan tropika dataran tinggi adalah lambat, bahkan mungkin tidak akan kembali lagi setelah adanya penggundulan hutan. Tetapi Hartshorn (1980) menaksir bahwa hutan tropika akan berbalik rata-rata 75 - 150 tahun. Hal ini menunjukkan hal baru dimana temyatu irutan tropika lebih sangat dinamis, tidak seperti perkiraan terdahulu
PERTUMBUHAN BIAK JARINGAN DENDROBIUM SCHULLERI PADA TIGA MACAM MEDIA
GANDAWIDJAJA, DJUNAEDI;
IMELDA, MARIA
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1413
Teknik biakjaringan telah banyak dimanfaatkan baik untuk tujuan perbanyakan tanaman rnaupun untuk tujuan lain. Penerapan teknik ini dalam bidang peranggrekan terutama diarahkan pada tujuan komersial. Pada umumnya anggrek mudah diperbanyak dengan teknik biak jaringan, tetapijenis jenis tertentu ataupun bagian-bagian tertentu dari tanaman anggrek kadang-kadang sulit ditumbuhkan dalam suatu medium buatan (Mitra 1971, Sagawa dan Shoji 1967, Stewart dan Button 1975).Pemilihan bahan biak dan medium sangat menen+ukan berhasil tidaknya suatu biak jaringan (Gamborg et at 1976).Dalam usaha merangsang pertumbuhanbiak, berbagai macam hormon ataupun bahan organik, misalnya air kelapa, telah sering digunakan. Percobaan ini dilakukan dalam rangka mencari medium yang cocok bagi pertumbuhan biak jaringan Dendrobium schulleri J.J.S. sebagai alternatif cara perbanyakan dan pelestariannya. Pemilihan D. schulleri sebagai bahan percobaan didasarkan atas pertimbangan potensinya yang tinggi sebagai tanaman hias penghasil bunga potong. Pertimbangar lainnya ialah bahwa jenis yang asli dari Indonesia ini sudah banyak terkuras dan terdesak dari habitat aslinya sehingga dikhawatirkan akan mengalami erosi populasi ataupun erosi genetik.
SIFAT KELAMIN, PEMIJAHAN DAN PERKEMBANGAN LARVA REMIS CORBICULA JAVANICA (MOUSSON, 1849) (MOLLUSCA, PELECYPODA : CORBICULIDAE)
M. DJAJASASMTTA;
A. BUDIMAN
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1411
Penelitian mengenai aspek-aspek biologi remis marga Corbicula yang ada di Indonesia dapat dikatakan masih amat sedikit.Beberapa aspek yang telah dikerjakan antara lain mengenai sistimatiknya (Benthem Jutting 1953 dan Djajasasmita 1977) dan bebeiapa aspek ekologinya oleh Budiman & Djajasasmita (1979). Tulisan ini menguraikan hasil penelitian lanjutan Budiman & Djajasasmita (1979) dengan tekanan pada aspek-aspek sifat kelamin, pemijahan dan pertumbuhan larva remis Corbicula javanica dari perairan sekitar Bogor.
ABSTRAK MAKALAH PERSIDANGAN POSTER DALAM RANGKA ULANG TAHUN KEBUN RAYA INDONESIA,LBN-LIPI 18 MEI 1817-1984
I. Lubis;
S. Sastrapradja
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984): (Supplement)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1384
Potensi jenis-jenis Costus (Zingiberaceae) sebagai sumber diosgenin diungkapkan pada penelitian ini. C speciosus (Koen.) J.E. Smith (pacing) dan beberapa jenis Costus lainnya seperti C. rumphianus Valet., C. spimlis Rose dan C. villocissimus Jacq yang banyak terdapat di Indonesia mengandung 0,8 sampai 2,9% diosgenin pada rimpangnya, sedang pada biji C. speciosus terdapat 3.1 sampai 3.6% diosgenin. Pertumbuhan yang cepat dan bio massanya yang tinggi, merupakan sifat-sifat yang mendukung pemanfaatan Costus ini sebagai penghasil diosgenin. Bagaimana kaitan sifat-sifat pertumbuhan dengan kadar diosgeninnya dianalisis.
DINAMIKA HUTAN DI LONG SEI BARANG, APO KAYAN KALIMANTAN TIMUR
HERWASONO SOEDJITO
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1412
Hutan tropika mempunyai peianan penting untuk kehidupan manusia, dan menurnt Jacobs (1980) terdapat 12 pokok kepentingan. Tidak dapat dipungkiri bahwa penebangan hutan telah menyebabkan timbulnya bermacam-macam efek negatif (Kartawinata 1977).Perusakan hutan ini, tragisnya, terutama disebabkan oleh kegiatan manusia itu sendiri. Perubahan ekosistem hutan ini, bila tidak mendapat gangguan lebih lanjut akan kembali lagi ke keadaan hutan aslinya. Menurut Ewel (1980), tumbuh kembali dan daya lenting dari hutan tropika dataran tinggi adalah lambat, bahkan mungkin tidak akan kembali lagi setelah adanya penggundulan hutan. Tetapi Hartshorn (1980) menaksir bahwa hutan tropika akan berbalik rata-rata 75 - 150 tahun. Hal ini menunjukkan hal baru dimana temyatu irutan tropika lebih sangat dinamis, tidak seperti perkiraan terdahulu
PERTUMBUHAN BIAK JARINGAN DENDROBIUM SCHULLERI PADA TIGA MACAM MEDIA
DJUNAEDI GANDAWIDJAJA;
MARIA IMELDA
BERITA BIOLOGI Vol 2, No 8 (1984)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v2i8.1413
Teknik biakjaringan telah banyak dimanfaatkan baik untuk tujuan perbanyakan tanaman rnaupun untuk tujuan lain. Penerapan teknik ini dalam bidang peranggrekan terutama diarahkan pada tujuan komersial. Pada umumnya anggrek mudah diperbanyak dengan teknik biak jaringan, tetapijenis jenis tertentu ataupun bagian-bagian tertentu dari tanaman anggrek kadang-kadang sulit ditumbuhkan dalam suatu medium buatan (Mitra 1971, Sagawa dan Shoji 1967, Stewart dan Button 1975).Pemilihan bahan biak dan medium sangat menen+ukan berhasil tidaknya suatu biak jaringan (Gamborg et at 1976).Dalam usaha merangsang pertumbuhanbiak, berbagai macam hormon ataupun bahan organik, misalnya air kelapa, telah sering digunakan. Percobaan ini dilakukan dalam rangka mencari medium yang cocok bagi pertumbuhan biak jaringan Dendrobium schulleri J.J.S. sebagai alternatif cara perbanyakan dan pelestariannya. Pemilihan D. schulleri sebagai bahan percobaan didasarkan atas pertimbangan potensinya yang tinggi sebagai tanaman hias penghasil bunga potong. Pertimbangar lainnya ialah bahwa jenis yang asli dari Indonesia ini sudah banyak terkuras dan terdesak dari habitat aslinya sehingga dikhawatirkan akan mengalami erosi populasi ataupun erosi genetik.