cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
BERITA BIOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2002)" : 58 Documents clear
KAJIAN BUDIDAYA POHON EBONI Alrasyid, Harun
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.544 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1484

Abstract

-
EFISIENSI PEMANFAATAN RENDEMEN KAYU DAN DEGRADASI POTENSI TEGAKAN EBONI DI HUTAN ALAM Soenarno, Soenarno
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.316 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1498

Abstract

Sampai sekarang kayu eboni {Diospyros celebica Bakh.)masih tetap diminati banyak kalangan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.Jenis kayu ini merupakan tanatnan khas Sulawesi dengan kualitas sangat baik.Karena struktur garis serat dan warna kayu teras yang indah serta sifat kayunya yang awet maka menjadikan kayu eboni bernilai komersial tinggi.Di lain pihak, keberadaan kayu eboni alam tersebut yang dahulu merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan, bahkan dijadikan komoditas andalan sektor kehutanan untuk menghasilkan devisa negara.Tetapi, kini kondisi eboni alam dirasakan makin memprihatinkan.Hal tersebut diindikasikan oleh makin sulit/langkanya ditemukan kayu eboni di pasar bebas.Banyak faktor penyebab makin merosotnya potensi eboni alam, di antaranya adalah faktor teknis berupa borosnya tingkat efisiensi pemanfaatan dan rendahnya rendemen kayu teras yang terkandung pada pohon eboni yang ditebang serta faktor non teknis yang berkaitan dengan implementasi kebijakan, penebangan ilegal,lemahnya pengawasan dan rendahnya kesadaran serta dukungan penelitian yang tidak memadai.
KAJIAN KONSERVASI EBONI Achmad, Amran
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.787 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1489

Abstract

-
KEBIJAKAN, OTONOMI DAERAH DAN ERA PASAR BEBAS DALAM PEMANFAATAN HASIL HUTAN Ponulele, Aminuddin; Gintings, A Ngaloken
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.599 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1480

Abstract

-
PENDEKATAN TEKNIS PELESTARIAN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) SECARA EX-SITU Oka, Ngakan Putu
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1503

Abstract

Pohon eboni (Diospyros celebica) pada hutan alam telah mengalami tekanan eksploitasi yang intensif karena kayunya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Keadaan ini mengakibatkan popuiasi jenis pohon endemik Sulawesi ini menjadi sangat berkurang, sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan kelestariannya. Oleh karena itu, D.celebica telah ditetapkan sebagai tumbuhan yang tergolong vulnerable species dan sebagian besar habitat tempat hidupnya ditetapkan sebagai suaka alam atau kawasan yang dilindungi khusus untuk melestarikannya. Pendekatan pelestarian eboni secara in-siiu seperti yang diuraikan di atas belumlah memadai untuk dapat dengan cepat memulihkan popuiasi dan potensi eboni.Selain itu, pendekatan pelestarian sebagaimana tersebut di atas tidak memberikan peluang bagi pemanfaatan kayu eboni pada saat popuiasi dan potensinya telah memungkinkan untuk dimanfaatkan. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dipikirkan beberapa pendekatan pelestarian lainnya, di antaranya adalah pelestarian secara ex-situ.Pendekatan pelestarian secara ex-situ dapat diarahkan pada upaya pengelolaan dan pemanfaatan eboni secara lestari. Namun untuk mengarah pada pendekatan pelestarian secara ex-situ diperlukan telaahan mengenai preferensi ekologis dan karakteristik fisik maupun fisiologis yang terkait dengan bentuk-bentuk pengembangannya. Telaahan mengenai kemungkinan pengembangan beberapa bentuk tanaman D. celebica sebagai upaya pelestarian secara ex-situ dipaparkan.
PEMBUDIDAYAAN POHON EBONI (Diospyros celebica Bakh.) Santoso, Budi; Anwar, Chairil; Nompo, Sahara
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.773 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1494

Abstract

Besamya tingkat kerusakan tegakan eboni akibat eksploitasi hutan, kelihatannya makin diperburuk dengan kurang dilaksanakannya kegiatan penanaman kembali eboni di lapangan.Seandainya HPH telah melakukan upaya penanaman kembali pohon eboni, diperkirakan tingkat keberhasilannya masih sangat rendah atau mungkin belum sepadan antara luas areal yang ditanami dengan luasan areal bekas tebangan.Cara pembudidayaan tanaman menjadi sangat penting dalam pengusahaan pohon eboni ini. Penanaman pohon eboni tidak jauh berbeda dengan tanaman tropis lainnya. Saat ini kendala yang dihadapi dan perlu mendapat perhatian adalah belum dikuasai bagaimana teknologi benih, pengadaan bibit berkualitas serta apa hama penyakit pada eboni.Disajikan bagaimana pembudidayaan eboni secara praktis berdasarkan hasil penelitian, pengalaman dan pustaka pendukung, dan diharapkan dapat menambah informasi bagi praktisi lapangan atau pihak-pihak yang membutuhkan, sehingga keberhasilan penanaman eboni lebih terjamin.
KAJIAN BIOLOGI EBONI DAN KAJIAN BUDIDAYA EBONI Paembonan, Samuel A; Nurkin, Baharuddin
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.145 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1485

Abstract

-
EBONI DAN HABITATNYA Allo, Merryana Kiding
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.144 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1492

Abstract

Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan komoditi primadona dari hutan Sulawesi.Dunia mengenal bahwa jenis pohon eboni hanya dapat dijumpai tumbuh di hutan-hutan Sulawesi yang masuk ke dalam wilayah Wallacea.Lingkungan merupakan syarat dari suatu kondisi ekosistem bagi pertumbuhan suatu jenis tumbuhan, jadi pengetahuan tentang habitat suatu jenis merupakan dasar bagi kegiatan pengembangan eboni.Dengan menggunakan cara 'purposive' sesuai keberadaan kelompok eboni di alam, ditemukan bahwa eboni dapat tumbuh dan berkembang optimal pada ketinggian tempat mulai dari 60 m sampai 450 m di atas permukaan laut, kemiringan 10° sampai 30°,tanah-tanah bertekstur lempung, liat dan berpasir tanpa genangan, pH tanah agak masam yaitu 6,44, tipe iklim A dengan curah hujan berkisar 2000 - 2500 mm per tahun dengan suhu rata-rata 26,6°C dan kelembaban rata-rata 93%.Eboni umumnya ditemukan hidup berasosiasi dengan jenis-jenis tumbuhan yang berasal dari famili Rubiaceae.
EFEK NAUNGAN DAN ASAL ANAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EBONI (DIOSPYROS CELEBICA BAKH.) Rahman, Wirianto; Abdullah, Muh. Nurdin
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1497

Abstract

Percobaan pengaruh naungan dan asal anakan eboni terhadap pertumbuhannya, telah dilakukan dj Persemaian Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin, Bengo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan selama tiga bulan. Rancangan yang digunakan adalah split plot design dengan dua faktor yaitu naungan dan asal anakan. Asal anakan sebagai petak utama terdiri dari dua tingkat, dan naungan sebagai anak petak ke dua terdiri dari empat tingkat Analisis data dengan menggunakan analsis sidik ragam, dan diuji dengan metoda Beda Nyata Jujur (BNJ). Naungan 50% secara nyata, meningkatkan pertumbuhan diameter balang dan jumlah daun dengan nilai 0,09 mm dan 4,9 lembar, sedangkan naungan 75% lebih meningkatkan pertumbuhan tinggi dengan nilai 1,52 cm. Sedangkan untuk asal anakan, basil percobaan menunjukkan bahwa anakan eboni asal tegakan hutan alam,lebih baik dalam pertumbuhan diameter batang dan jumlah daunnya. Interaksi antara naungan dan asal anakan eboni secara nyata lebih meningkatkan pertumbuhan tinggi anakan dengan pertumbuhan yang terbaik dijumpai pada anakan alam. Untuk pengadaan bibit eboni yang bermutu baik dapat dikembangkan dari anakan alami dan persemaian dengan memberi naungan 50% -75%, dan khususnya untuk bibit anakan asal persemaian pada medium tumbuhnya perlu dicampur dengan tanah humus yang berasal dari tanah pada daerah perakaran pohon induk eboni.
EFISIENSI PEMANFAATAN RENDEMEN KAYU DAN DEGRADASI POTENSI TEGAKAN EBONI DI HUTAN ALAM Soenarno Soenarno
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1498

Abstract

Sampai sekarang kayu eboni {Diospyros celebica Bakh.)masih tetap diminati banyak kalangan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.Jenis kayu ini merupakan tanatnan khas Sulawesi dengan kualitas sangat baik.Karena struktur garis serat dan warna kayu teras yang indah serta sifat kayunya yang awet maka menjadikan kayu eboni bernilai komersial tinggi.Di lain pihak, keberadaan kayu eboni alam tersebut yang dahulu merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan, bahkan dijadikan komoditas andalan sektor kehutanan untuk menghasilkan devisa negara.Tetapi, kini kondisi eboni alam dirasakan makin memprihatinkan.Hal tersebut diindikasikan oleh makin sulit/langkanya ditemukan kayu eboni di pasar bebas.Banyak faktor penyebab makin merosotnya potensi eboni alam, di antaranya adalah faktor teknis berupa borosnya tingkat efisiensi pemanfaatan dan rendahnya rendemen kayu teras yang terkandung pada pohon eboni yang ditebang serta faktor non teknis yang berkaitan dengan implementasi kebijakan, penebangan ilegal,lemahnya pengawasan dan rendahnya kesadaran serta dukungan penelitian yang tidak memadai.

Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 3 (2022): Berita Biologi Vol 21, No 2 (2022): Berita Biologi Vol 21, No 1 (2022) Vol 21, No 3 (2021): Berita Biologi Vol 20, No 2 (2021): Berita Biologi Vol 20, No 1 (2021) Vol 19, No 3B (2020) Vol 19, No 3A (2020) Vol 19, No 2 (2020) Vol 19, No 1 (2020) Vol 18, No 3 (2019) Vol 18, No 2 (2019) Vol 18, No 1 (2019) Vol 18, No 1 (2019) Vol 17, No 3 (2018) Vol 17, No 3 (2018) Vol 17, No 2 (2018) Vol 17, No 2 (2018) Vol 17, No 1 (2018) Vol 17, No 1 (2018) Vol 16, No 3 (2017) Vol 16, No 3 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 6 (2011) Vol 10, No 6 (2011) Vol 10, No 5 (2011) Vol 10, No 5 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 6 (2009) Vol 9, No 6 (2009) Vol 9, No 5 (2009) Vol 9, No 5 (2009) Vol 9, No 4 (2009) Vol 9, No 4 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 6 (2007) Vol 8, No 6 (2007) Vol 8, No 5 (2007) Vol 8, No 5 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 4(a) (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 4(a) (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 6 (2005) Vol 7, No 6 (2005) Vol 7, No 5 (2005) Vol 7, No 5 (2005) Vol 7, No 4 (2005) Vol 7, No 4 (2005) Vol 7, No 1&2 (2004) Vol 7, No 1&2 (2004) Vol 7, No 3 (2004) Vol 7, No 3 (2004) Vol 6, No 6 (2003) Vol 6, No 6 (2003) Vol 6, No 5 (2003) Vol 6, No 5 (2003) Vol 6, No 4 (2003) Vol 6, No 4 (2003) Vol 6, No 3 (2002) Vol 6, No 3 (2002) Vol 6, No 2 (2002) Vol 6, No 2 (2002) Vol 6, No 1 (2002) Vol 6, No 1 (2002) Vol 5, No 6 (2001) Vol 5, No 6 (2001) Vol 5, No 5 (2001) Vol 5, No 5 (2001) Vol 5, No 4 (2001) Vol 5, No 4 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 5 (1999) Vol 4, No 5 (1999) Vol 4, No 2&3 (1998) Vol 4, No 2&3 (1998) Vol 4, No 4 (1998) Vol 4, No 4 (1998) Vol 4, No 1 (1997) Vol 3, No 9 (1989) Vol 3, No 8 (1988) Vol 3, No 7 (1987): (Supplement) Vol 3, No 7 (1987) Vol 3, No 6 (1986) Vol 3, No 5 (1986) Vol 3, No 4 (1986) Vol 3, No 3 (1985) Vol 3, No 2 (1985) Vol 3, No 1 (1985) Vol 2, No 9&10 (1984) Vol 2, No 9&10 (1984) Vol 2, No 8 (1984): (Supplement) Vol 2, No 8 (1984) Vol 2, No 7 (1983) Vol 2, No 6 (1981) Vol 2, No 5 (1979) Vol 2, No 5 (1979) Vol 2, No 4 (1979) Vol 2, No 3 (1979) Vol 2, No 2 (1977) Vol 2, No 1 (1977) Vol 1, No 4 (1974) Vol 1, No 3 (1971) Vol 1, No 2 (1968) Vol 1, No 1 (1968) More Issue