Articles
58 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2002)"
:
58 Documents
clear
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN EBONI DALAM SISTEM DAERAH PENYANGGA
M. Bismarck
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1500
The increasing value of ebony (Diospyros celebica Bakh.) recently, causes extensive exploration of the species, and as the consequency the natural population of this species become endangered.Conservation of ebony depends on the management of the Nature Conservation areas or the National Parks in Sulawesi.Conserving the gene pool and management of the surrounding area i.e.the buffer zone is important for the species diversity and the social economic aspect of the local community.The buffer zone has three different functions, as greenbelt zone, interaction zone and cultivation zone.These zones are managed in an integrated system where the progress of the region is responsible on the conservation and community development is implemented. The progress of the ebony forest plantation and agriculture zone of the buffer zone area develops into a mixed plantation forest of an agroforestry system in a community forest management.
MORFOLOGI SEL-SEL SERAT PADA KAYU EBONI (Diospyros celebica Bakh.)
Sunaryo Sunaryo
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1491
Sel-sel serat pada kayu eboni (Diospyros celebica) merupakan sel-sel mati yang menyusun massa kayu secara masif. Selain berfungsi sebagai pengalir air dari tanah, sel-sel serat juga mengambil peran sebagai sel-sel penguat. Kekuatan kayu biasanya ditentukan oleli jenis,bentuk dan susunan sel-sel seratnya.Sebagai pengalir,dengan membentuk suatu hidrosistem, sel-sel serat memiliki pola-pola perforasi yang tertentu.Untuk keperluan identifikasi, sel-sel serat diurai dan dipisahkan satu dengan yang lain dengan menggunakan teknik maserasi. Hasilnya menunjukkan ada 4 tipe sel-sel serat pada eboni, yaitu serat trakeida, trakea bertipe penapis, trakea bertipe spiral dan parenkim kayu. Keragaman morfologi dari sel-sel serat yang teramati disampaikan dalam makalah ini.
UPAYA PELESTARIAN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) DIAREAL PTINHUTANIIPOSO SULAWESI TENGAH
H Erry Muharam;
Pujda Satata
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1505
Makalah ini membahas tentang Ebony Centre sebagai sarana pengamatan, analisa dan mengisi kekosongan pengetahuan tentang pertumbuhan eboni dari semai,tingkat bibit, pancang dan pohon dan uji coba pelbagai perlakuan silvikultur.Output yang diharapkan adalah diperolehnya informasi dalam pengembangan jenis eboni termasuk perlakuan yang dibutuhkan dalam upaya mencari metode dan teknik silvikultur yang dapat menunjang pengembangan eboni pada masa yang akan datang.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) DIPERSEMAIAN
VVirianto Rahman;
Budirman Bachtiar
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1496
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang ayam dan asal anakan agar bibit eboni tumbuh dengan baik.Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah dengan asal anakan (alam dan persemaian) sebagai petak utama dan lima taraf pupuk kandang sebagai anak petak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertambahan tinggi serta pertambahan diameter batang anakan asal alam lebih baik dari pada anakan persemaian. Hal ini diduga adanya pengaruh positif dari mikoriza pada anakan yang berasal dari alam.Perlakuan pemupukan mempunyai pengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi dan jumlah daun anakan, tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertambahan diameter anakan eboni.Terdapat interaksi nyata antara asal anakan dengan perlakuan pemupukan terhadap pertambahan tinggi anakan dan tidak berpengaruh nyata terhadap perkembangan diameter batang dan pertambahan jumlah daun.
KONSERVASI EBONI (Diospyros celebica Bakh.)
Sunaryo Sunaryo
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1487
Kelimpahan jenis pohon eboni di kawasan hutan alam menurun sebagai akibat eksploitasi dan pemanfaatan secara komersial. Kayu eboni dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku kerajinan tangan, mebel dan bahan bangunan sebagai mata pencaharian tambahan.Untuk mencegah penurunan kelimpahan yang dapat mengarah pada kepunahan jenis tanpa menghilangkan mata pencaharian masyarakat, perlu dilakukan suatu cara pemanfaatan yang berkelanjutan dari jenis-jenis eboni tersebut seperti pembangunan hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan.Diusulkan suatu cara pengelolaan yang berkelanjutan baik dengan cara pelestanan in-situ, ex-situ, dan dengan teknik budidayanya. Diharapkan melalui pengembangan hutan tanaman, eboni dapat terus dipanen tanpa penurunan populasi di hutan alam.
GAGASAN KONSERVASI FLORA ENDEMIK (Diospyros celebica Bakh.) DIKAWASAN WALLACEA SULAWESI - INDONESIA
Mappatoba Sila
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1501
Eboni Sulawesi (Diospyros celebica Bakh.)adalah salah satu flora endemik Sulawesi yang tergolong rentan punah (vulnerable species) disebabkan degradasi dan fragmentasi habitat serta nilai jual yang sangat menggiurkan. Hasil-hasil konvensi intemasional menyatakan kasus eboni Sulawesi bukan kasus local tetapi termasuk kasus intemasional yang wajib ditangani bersama-sama oleh penduduk bumi.Konservasi eboni Sulawesi yang paling efektif adalah mengkonservasi ekosistemnya.Untuk ini diperlukan dana yang besar dari berbagai data base antara lain "Minimum Viable Population" (MVP) dan "Minimum Dynamic Area" (MDA).Dana yang besar dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai sumber pendanaan baik lokal, nasional maupun intemasional antara lain dana "Hedonic Pricing & Existence Value" yang berasal dari keberadaan eboni itu sendiri.
EBONI DAN HABITATNYA
Merryana Kiding Allo
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i2.1492
Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan komoditi primadona dari hutan Sulawesi.Dunia mengenal bahwa jenis pohon eboni hanya dapat dijumpai tumbuh di hutan-hutan Sulawesi yang masuk ke dalam wilayah Wallacea.Lingkungan merupakan syarat dari suatu kondisi ekosistem bagi pertumbuhan suatu jenis tumbuhan, jadi pengetahuan tentang habitat suatu jenis merupakan dasar bagi kegiatan pengembangan eboni.Dengan menggunakan cara 'purposive' sesuai keberadaan kelompok eboni di alam, ditemukan bahwa eboni dapat tumbuh dan berkembang optimal pada ketinggian tempat mulai dari 60 m sampai 450 m di atas permukaan laut, kemiringan 10° sampai 30°,tanah-tanah bertekstur lempung, liat dan berpasir tanpa genangan, pH tanah agak masam yaitu 6,44, tipe iklim A dengan curah hujan berkisar 2000 - 2500 mm per tahun dengan suhu rata-rata 26,6°C dan kelembaban rata-rata 93%.Eboni umumnya ditemukan hidup berasosiasi dengan jenis-jenis tumbuhan yang berasal dari famili Rubiaceae.