cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12 (2) 2023" : 12 Documents clear
Kajian Pustaka: Mendiagnosis Kejadian Stenosis Pilorus pada Anjing Maranata, Pieter Mbolo; R, Ni Wayan Ayu; Christiani, Zefanya; Br Sembiring, Irene Cristina; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (2) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.2.335

Abstract

Penyakit stenosis pilorus atau disebut juga gastropati pilorus hipertrofik kronis merupakan kejadian menyempitnya bagian lumen pilorus yang dikarenakan penebalan pada lapisan mukosa atau lapisan otot. Tanda klinis yang muncul pada anjing yang mengalami penyakit ini adalah muntah projektil, lemas, dan dehidrasi. Pada kasus kronis sering terjadi penurunan berat badan dan muntah yang berulang. Diagnosis penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan radiografi dan ultrasonografi. Salah satu hal yang menciri pada kejadian pilorus stenosis adalah ditemukannya massa radiopak dengan ukuran bervariasi pada lambung anjing yang disebut dengan tanda gravel. Pemeriksaan menggunakan ultrasonografi lebih sensitif dikarenakan dapat mengamati kontraktibilitas antrum gastrik, pengosongan gastrik, aliran transpilorik, adanya benda asing, serta mengukur ketebalan dinding gastrik. Penanganan stenosis pilorus biasanya dilakukan tindak pembedahan dengan metode piloroplasti dan piloromiotomi. Prognosis kasus ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya, tetapi hasil operasi pada anjing dapat dikatakan baik dan tidak menimbulkan gejala muntah dan distensi abdomen pascaoperasi.
Kajian Pustaka : Kasus Megacolon pada Anjing Narendri, Kadek Anggita Puspa; Suprabha, Kadek Dewi; Ruslie, Sabella Ivana; Akbar, Muhammad Wilmar; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (2) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.2.324

Abstract

Salah satu hewan kesayangan yang perlu mendapat perhatian untuk dipelihara dan dikembangbiakkan adalah anjing. Anjing merupakan salah satu hewan kesayangan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pemeliharaan dan perkembangbiakannya. Sebagai hewan kesayangan, anjing mempunyai daya tarik tersendiri karena bentuk tubuh, mata, dan warna rambut yang beranekaragam. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, maka anjing dapat dikembangkan dan dibudidayakan. Banyak pula pemilik anjing yang kekurangan informasi mengenai penyakit-penyakit anjing, padahal banyak penyakit yang jika tidak segera ditangani oleh pihak medis bisa menimbulkan komplikasi penyakit salah satunya penyakit megacolon. Megacolon adalah adanya benda asing yang bercampur dengan kotoran atau yang menyumbat bagian usus besar. Hal ini terjadi akibat kurang gerak, adanya perubahan pada litter box (kotor, perubahan letak, dan ganti dengan yang baru), stres, fraktur (patah) atau dislokasi tulang panggul, abses daerah perineal, tumor, atresia rektal, spinal cord disease,congenital spinal anomaly, paraplegia (paralisis/lumpuh bagian tubuh belakang), central nervous system dysfunction, gangguan sistem saraf otonom, idiopathic megacolon, hipokalemia, dehidrasi, kelemahan otot yang ada kaitannya dengan penyakit lain, dan pemberian obat-obatan seperti antikolinergik, antihistamin, diuretik, dan barium sulphate. Dapat dilihat dari 6 kasus megacolon pada anjing menunjukkan gejala klinis yang hampir sama, yaitu nafsu makan menurun, penurunan bobot badan, dan sering muntah. Pencegahan dan pengobatan yang dapat dilakukan dengan obat pencahar (Bisacodyl), prokinetika (Cisapride) dan katarsis (laktulosa) harus dimulai. Pengobatan pascaoperasi, terapi antibiotik, dan vitamin secara parenteral juga dilakukan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12