cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (3) 2017" : 10 Documents clear
Cemaran Bakteri pada Pisau Sembelih Sapi Ditinjau dari Angka Lempeng Total Bakteri di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Alhamdani, Yusuf Riska; Suada, I Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.004 KB)

Abstract

Pisau merupakan salah satu alat yang digunakan dalam proses pemotongan hewan, mulai dari penyembelihan, pengulitan, pengeluaran jeroan dan pemisahan karkas. Pisau yang mengandung bakteri bisa menyebabkan kualitas daging menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah ALTB pada pisau sembelih di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran. Sebanyak 24 sampel berupa swab pisau sembelih diambil selama 6 kali penelitian, masing-masing penelitian diambil 4 sampel pada menit ke-0, ke-30, ke-60 dan ke-90. Data dianalisis dengan bantuan Statistical Package for the Social Science (SPSS) yaitu rerata plusminus standar deviasi dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Log ALTB 9,75±0,27 pada menit ke-0, 9,84±0,28 pada menit ke-30, 10,01±0,17 pada menit ke-60 dan 10,00±0,10 pada menit ke-90. Sedangkan lama penggunaan pisau pada setiap perlakuan (menit ke-0, ke-30, ke-60 dan ke-90) berpengaruh nyata terhadap jumlah ALTB pisau sembelih (P<0,05). Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah ALTB pada pisau adalah tidak terpenuhinya syarat higiene dan sanitasi pada fasilitas/bangunan, peralatan dan higiene personal yang menyebabkan adanya kontaminasi bakteri pada pisau sembelih. Data yang dihasilkan dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.
Prevalensi Protozoa Eimeria tenella pada Ayam Buras di Wilayah Bukit Jimbaran, Badung Simamora, Saruedi; Apsari, Ida Ayu Pasti; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.943 KB)

Abstract

Koksidiosis sekum merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa spesies Eimeria tenella yang menyerang ayam. Eimeria tenella adalah spesies yang paling patogen dan menyebabkan diare berdarah pada ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi infeksi protozoa Eimeria tenella pada ayam buras yang dipelihara di wilayah Bukit Jimbaran, Bali. Objek penelitian yang digunakan adalah ayam buras berumur 4 – 6 bulan sebanyak 110 ekor. Sampel feses diambil langsung dari sekum ayam post-mortem. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik pengapungan dengan menggunakan NaCl jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi Eimeria tenella di wilayah Bukit Jimbaran adalah 44,5% (49/110). Prevalensi Eimeria tenella pada ayam buras jantan 46,7% dan betina 43,8%. Setelah dilakukan analisis data untuk membandingkan jenis kelamin jantan dan betina dengan menggunakan uji Chisquare, ternyata tidak ada hubungan yang nyata antara jenis kelamin ayam buras jantan dan betina dengan prevalensi Eimeria tenella. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi Eimeria tenella di wilayah Bukit Jimbaran, Bali tergolong tinggi.
Penyebaran dan Korelasi Kejadian Rabies pada Anjing dan Manusia di Kabupaten Karangasem Tahun 2009-2014 Septianingsih, Rayni; Kardena, I Made; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.423 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daerah penyebaran, pola penyebaran, dan korelasi kejadian rabies pada anjing dan manusia di Kabupaten Karangasem pada tahun 2009-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Balai Besar Veteriner Denpasar, Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karangasem dan, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem serta beberapa media massa yang memberitakan kasus rabies di Bali terutama di Kabupaten Karangasem pada tahun 2009-2014. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dengan Shapiro Wilk atau Kolmogorov Smirnov, uji homogenitas dengan Lavene Statistic test, dan analisis korelasi dilakukan dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang tertular rabies adalah 58 dari 77 desa yang ada di Kabupaten Karangasem. Kejadian rabies dari tahun 2009 sampai 2014 sebanyak 103 ekor pada anjing dan 40 orang pada manusia. Kejadian rabies terbanyak pada anjing dan manusia terjadi pada tahun 2010. Kejadian rabies pada anjing dan manusia di Kabupaten Karangasem memiliki korelasi kejadian yang sangat nyata (P<0,01) dan hubungan sebab akibat yang positif, artinya jika kejadian rabies pada anjing meningkat maka diikuti pula dengan meningkatnya kejadian rabies pada manusia, begitupun sebaliknya. Kesadaran masyarakat untuk tidak melepasliarkan anjing peliharaannya sangat dibutuhkan guna mengurangi kasus terkait penyakit rabies. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan rabies di Kabupaten Karangasem.
Susunan Nukleotida Gen Hemagglutinin-Neuraminidase dari Virus Newcastle Disease Isolat Denpasar-03/AK/07 Widiarta, Lutfi; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.476 KB)

Abstract

Virus Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu agen penyakit unggas infeksius yang tersebar di Bali dan bersifat endemik. Virus ND merupakan virus dengan materi genetik RNA sehingga memiliki tingkat mutasi yang tinggi. Oleh karena itu evaluasi keragaman genetik virus di lapangan perlu diadakan secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui susunan nukleotida gen penyandi protein HN dari Virus ND isolat lapangan asal kota Denpasar. Isolat Denpasar-03/AK/07 diisolasi dari kasus penyakit ND di Denpasar, Bali. Isolasi RNA dilakukan dengan metode Trizol. Fragmen gen penyandi protein HN diamplifikasi dengan RT-PCR. Hasil RT-PCR divisualisasikan pada gel agarosa 1% kemudian produk PCR ini disekuensing di PT. Genetika Science, Jakarta. Untuk melihat jarak genetik dan variasi asam amino, sekuen nukleotida yang didapat kemudian dijajarkan dengan beberapa isolate Virus ND terdahulu yang diakses dari Gen Bank. Analisis filogenetik dilakukan dengan menggunakan aplikasi MEGA version 6.0. Dari hasil analisa filogenetik didapatkan bahwa jarak genetik isolate ini dekat dengan isolat Bali-1/07 yakni 2,3 %. Namun terhadap isolat Banjarmasin /010/10, Gianyar /013/10, Kudus /018/10, dan Sragen /014/10 jarak genetiknya adalah 8,5%. Sementara itu dengan isolat Badung-02/AK/14 adalah 9 %. Jarak genetik anatara isolat Denpasar-03/AK/07 dengan isolat vaksin LaSota/46 (genotipe II) adalah 84,8%. Dari analisis susunan asam amino didapatkan bahwa ada variasi antara isolat Denpasar-03/AK/07 dengan isolat terdahulu dari genotipe VII.
Prevalensi dan Intensitas Infeksi CacingAscaridia galli pada Ayam Buras di Wilayah Bukit Jimbaran, Badung Pabala, Meiksilano Ferdy; Apsari, Ida Ayu Pasti; Sulabda, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.977 KB)

Abstract

Infeksi cacing Ascaridia galli merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu kesehatan ayam buras dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar setiap tahun bagi para peternak ayam buras, karena didukung oleh penerapan sistem pemeliharaan dan kebersihan lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi cacing Ascaridia galli pada ayam buras di wilayah Bukit Jimbaran, Badung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 110 organ usus halus yang diambil langsung dari ayam buras yang berumur 3-5 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi infeksi cacing Ascaridia galli pada ayam buras di wilayah Bukit Jimbaran, Badung sebesar 34,5%. Pada ayam jantan prevalensi infeksi sebesar 46,7% dan pada ayam betina 30,0%. Prevalensi berdasarkan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05). Intensitas infeksi yang ditemukan sebesar 1-16 ekor cacing Ascaridia galli per satu usus halus yang diperiksa.
Prevalensi Infeksi Cacing Ancylostoma spp. pada Anjing di Kawasan Wisata di Bali Dharma, I Putu Panji Nara; Oka, Ida Bagus Made; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.113 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Ancylostoma spp. pada anjing di kawasan wisata di Bali. Pengumpulan dan pelaporan data dilakukan secara deskriptif. Pemeriksaan sampel menggunakan metode konsentrasi apung dengan NaCl jenuh. Untuk mengetahui hubungan antara prevalensi terhadap jenis kelamin, umur, ras dan cara pemeliharaan dilakukan analisis Chi-square. Hasil pemeriksaan 100 sampel feses anjing yang berasal dari beberapa kawasan wisata di Bali ditemukan prevalensi sebesar 34%. Perbedaan jenis kelamin, umur, ras, dan cara pemeliharaan anjing di kawasan wisata di bali tidak berhubungan dengan prevalensi infeksi Ancylostoma spp.
Identifikasi dan Prevalensi Nematoda Saluran Pencernaan Kuda Lokal (Equus caballus) di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa Prawira, Satria Yuda; Apsari, Ida Ayu Pasti; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.63 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada kuda lokal di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis cacing dan mengetahui prevalensi infeksi cacing nematoda saluran pencernaan kuda lokal (Equus caballus). Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 100 feses kuda dan diperiksa menggunakan metode konsentrasi apung dengan larutan pengapung garam jenuh.Hasil penelitian mengidentifikas telur cacing tipe Strongyl, Oxyuris equi, dan Parascaris equorum. Simpulan dari penelitian prevalensi nematode saluran pencernaan kuda lokal di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa sebesar 87%, dan hasil identifikasi ada tiga jenis cacing yaitu tipe Strongly 87% (87/100), Oxyuris equi 34% (34/100), dan Parascaris equorum 4%(4/100).
Prevalensi Infestasi Tungau Kudis pada Anjing di Kawasan Wisata di Bali Satria, Julian; Oka, Ida Bagus Made; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.467 KB)

Abstract

Anjing merupakan sahabat terbaik manusia. Dalam pemeliharaannya, anjing dapat terserang berbagai macam penyakit. Kedekatan hubungan antara manusia dan anjing memunculkan potensi terjadinya penularan penyakit, khususnya yang bersifat zoonosis. Potensi penularan penyakit zoonosis tentunya akan berpengaruh pada daerah wisata di Bali karena dapat menyebabkan penurunan jumlah wisatawan yang akan berkunjung. Sarcoptes scabiei, Demodex spp., dan Otodectes cynotis adalah tungau kudis pada anjing yang diklasifikasikan sebagai penyakit zoonosis. Objek penelitian adalah 100 ekor anjing yang ada pada kawasan wisata di Bali yang relatif padat dikunjungi wisatawan. Anjing yang teramati mengalami gejala kudis dikerok kulitnya dan kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengidentifikasi tungaunya. Sampel dinyatakan positif apabila ditemukan minimal satu parasit dalam setiap stadium perkembangannya. Pada penelitian ini, didapatkan 14 ekor anjing yang mengalami gejala kudis. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 8 sampel kerokan kulit yang positif terinfestasi tungau kudis. Jenis tungau yang ditemukan adalah Demodex spp. dengan prevalensi 8%. Sehubungan dengan besarnya prevalensi tersebut, perlu perhatian yang serius terhadap anjing-anjing yang berada di kawasan wisata di Bali, terutama menyangkut kebersihan dan kesehatan kulit.
Prevalensi Nematoda Gastrointestinal pada Gajah Sumatera di Bakas Elephant Tour dan Taro Elephant Safari Park Suandhika, Putu; Dwinata, I Made; Arjana, Anak Agung Gde
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.024 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang infeksi cacing nematoda gastrointestinal pada gajah sumatera.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensidan intensitas infeksinematoda gastrointestinal padagajah sumatera di Bakas Elephant Tour dan Taro Elephant Safari Park, Bali. Sampel feses yang digunakan sebanyak 39 yang terdiri dari 8 sampel dari Bakas Elephant Tour dan 31 sampel dari Taro Elephant Safari Park. Pemeriksaan telur cacing dilakukan menggunakan metode konsentrasi apung dengan NaCl jenuh sebagai larutan pengapungnya. Parameter yang diamati adalah morfologi telur cacing. Intensitas infeksi dihitung dengan metode Mc.Master. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan menunjukkan bahwa prevalensi infeksi nematoda gastrointestinal pada gajah sumatera di Bakas Elephant Tour dan Taro Elephant Safari Park adalah 12,82%. Berdasarkan lokasinya, prevalensi di Bakas adalah 0% dan di Taro Elephant Safari Park adalah 16,13% dengan intensitas infeksi 100 – 200 telur/gram feses.
Perbandingan Gambaran Histopatologi Lambung Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan yang Diberi Amoxicillin Dikombinasikan dengan Asam Mefenamat dan Deksametason Sakura, Yoakim Wilson; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Kardena, I Made; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.611 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi lambung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diberikan amoxicillin dikombinasikan dengan asam mefenamat dan deksametason. Terdapat 3 kelompok perlakuan dengan ulangan 10 ekor tikus. Perlakuan diberi selama 3 hari. Tikus perlakuan 1 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari. Tikus perlakuan 2 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari kombinasi asam mefenamat 45 mg/kgBB/hari. Tikus perlakuan 3 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari kombinasi deksametason 0,5 mg/kgBB/hari. Pada hari ke -7 dan hari ke-14, 5 ekor tikus di setiap kelompok perlakuan lambungnya dikoleksi dan diamati perubahan histopatologinya, kemudian diberikan skoring dan dianalisis menggunakan metode Kruskal-Wallis dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05), antara perlakuan 2 dengan perlakuan 1 dan 3.

Page 1 of 1 | Total Record : 10