cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7 (3) 2018" : 14 Documents clear
Identifikasi Dan Prevalensi Infeksi Protozoa Saluran Cerna Babi Yang Dipotong Di Rumah Potong Hewan Denpasar Widyasari, Ni Nyoman Ayu; Apsari, Ida Ayu Pasti; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.388 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.194

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan prevalensi protozoa gastrointestinal babi yang dipotong di Rumah Potong Hewan Denpasar. Sampel feses diambil langsung dari usus 100 babi saat babi dipotong, lalu dimasukkan kedalam tabung yang mengandung 2,5% kalium bicromate. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan modifikasi metode gula sheater. Sampel diperiksa secara mikroskopis untuk mengetahui adanya kista atau ookista protozoa saluran pencernaan pada babi. Hasil yang diperoleh adalah 48 sampel (48%) terinfeksi protozoa. Setelah identifikasi protozoa tersebut adalah Coccidia dengan prevalensi 44% dan Giardia sp. dengan prevalensi 4%.
Penggunaan Berbagai Kuning Telur Sebagai Bahan Pengencer Terhadap Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Pelung Widiastuti, Wayan Arni; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.434 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan berbagai macam kuning telur dalam bahan pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4ºC selama 48 jam. Penampungan semen menggunakan metode pemijatan kemudian diencerkan dengan tiga pengencer kuning telur berbeda sebagai perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak delapan kali sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 24 sampel. Perlakuan terdiri dari T1 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur ayam ras), T2 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur puyuh), dan T3 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur bebek). Variabel yang diamati adalah motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa ketiga pengencer fosfat kuning telur berpengaruh nyata terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung. Uji lanjutan menggunakan uji Duncan menunjukkan pengencer fosfat kuning telur bebek memberikan hasil yang paling optimal dalam mempertahankan motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa ayam pelung yang disimpan pada suhu 4ºC selama 48 jam.
Laporan Kasus: Urolithiasis Pada Anjing Mix Rottweiller Men, Yulia Vista; Arjentina, I Putu Gede Yudhi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.867 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.211

Abstract

Hewan kasus adalah seekor anjing bernama Rott ras Mix Rottweiler, berjenis kelamin jantan, dan berumur 1,5 tahun. Hewan kasus menunjukkan gejala klinis kencing berdarah, terjadi peningkatan frekuensi urinasi, volume urinnya sedikit disertai kesakitan saat urinasi. Hematologi rutin menunjukkan leukositosis dan eosinofilia. Urin berwarna kuning transparan, tidak berbuih, dan berbau pesing amis. Pemeriksaan kimia urin menunjukkan pH 6,5, leukosit (-), protein (10), urobilinogen (-), eritrosit (++), keton (5), berat jenis 1,015. Pada pemeriksaan sedimen urin ditemukan adanya kalkuli yaitu urate urolith Selain itu, pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan bahwa terdapat partikel-partikel benda asing yang diduga kalkuli pada vesika urinaria Berdasarkan serangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, hewan didiagnosis menderita urolithiasis. Terapi yang diberikan amoxicillin (Betamox LA) 1,5 mL dengan dosis 11mg/kg BB dan sedian 100 mg/mL, ibuprofen sirup 5 mL per 12 jam yang diberikan secara oral dengan dosis 15 mg/kg BB dan sedian 100 mg/mL selama 5 hari, ciprofloxacin tab 500 mg dengan dosis 15 mg/kg BB dua kali sehari selama5 hari, dan Nefrolit sebanyak dua kapsul diberikan satu kali sehari. Anjing kasus sembuh dan mulai aktif kembali kurang lebih dua minggu pasca terapi.
Vermisidal dan Ovisidal Ekstrak Metanol Biji Pepaya Muda Terhadap Ascaridia galli Secara In-Vitro Sonda, Kristina Sartika; Samsuri, Samsuri; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.826 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.295

Abstract

Di dalam biji pepaya muda terkandung beberapa zat aktif seperti glikosida, alkaloid karpain, benzyl-isothiocianate (BITC) dan enzim papain yang telah terbukti dapat membunuh cacing dan menghambat daya berembrio telur cacing Ascaridia galli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui vermisidal dan ovisidal ekstrak methanol biji pepaya muda terhadap cacing Ascaridia galli. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini yakni untuk uji vermisidal terdiri dari 6 perlakuan (P0, P1, P2, P3, P4, P5) dan 5 ulangan, sedangkan untuk uji ovisidal dibagi menjadi dua uji, yaitu kontak langsung dan kontak tidak langsung. Perlakuan yang diberikan; Kontrol Negatif (P0) dengan larutan NaCl Fisiologis, Kontrol Positif (P1) dengan larutan Albendazole (Benzamidazole 0,15 ml/kg berat badan), perlakuan II (P2), ekstrak biji pepaya muda konsentrasi 0,07 %, perlakuan III (P3), ekstrak biji pepaya muda konsentrasi 0,14 %, perlakuan IV (P4), ekstrak biji pepaya muda konsentrasi 0,21 %, perlakuan V (P5), ekstrak biji pepaya muda 0,28 %. Untuk uji vermisidal data dianalisis dengan Analisis Probit untuk mengetahui LC100 (Lethal Concentration) dan LT100 (Lethal Time) dari ekstrak biji pepaya muda sedangkan untuk uji ovisidal data dianalisis dengan Sidik Ragam Hasil penelitian vermisidal didapatkan LC100 ekstrak biji pepaya muda adalah 0,371 % dan LT100 34,614 jam. Untuk uji ovisidal kontak langsung dan kontak tidak langsung didapatkan bahwa ekstrak biji pepaya muda berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap daya berembrio telur cacing Ascaridia galli. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji pepaya muda efektif sebagai vermisidal dan ovisidal kontak langsung terhadap cacing Ascaridia galli secara in-vitro.

Page 2 of 2 | Total Record : 14