cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9 (1) 2020" : 15 Documents clear
Efektifitas Antelmintik Larutan Asam Jawa Terhadap Cacing Ascaris Suum Secara In Vitro Siswanto, Riefqy Tepu; Sudira, I Wayan; Merdana, I Made; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.957 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.21

Abstract

Pengendalian parasit cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat modern dan obat tradisional. Obat tradisional adalah salah satu pengobatan yang mudah didapat, murah dan tidak berdampak pada lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antelmitik larutan asam jawa (Tamarindus indica) terhadap cacing Ascaris suum. Penelitian ini menggunakan cacing A. suum yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan/RPH Pesanggaran, Denpasar. Sebanyak 100 ekor cacing yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, masing masing perlakuan menggunakan lima ekor cacing dan empat ulangan. Proses pembuatan larutan asam jawa dengan melarutkan daging buah dengan NaCl 0,9% sesuai dengan dosis yaitu 10%, 20%, dan 30%. Kelompok P0 sebagai kontrol negatif, P1 pirantel pamoat 1% sebagai kontrol positif, P2 larutan asam jawa 10%, P3 larutan asam jawa 20%, dan P4 larutan asam jawa 30%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok P2, P3, dan P4 yang diberikan larutan asam jawa sampai jam ke 18 bersifat antelmintik terhadap cacing A. suum dengan urutan rata-rata tingkat kematian 80%, 90%, dan 100%. Kesimpulannya adalah semakin tinggi tingkat konsentrasi dan lama waktu pengamatan semakin jelas efek antelmintiknya dan perlakuan dengan larutan asam jawa 30% memberikan efek antelmintik yang sama dengan pirantel pamoat 1%.
Perubahan Histopatologi Ovarium pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Akibat Pemberian Ragi Tape Wulandari, Meidi Andira; Samsuri, Samsuri; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.621 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi ovarium tikus putih akibat pemberian ragi tape dalam beberapa dosis dan lama pemberian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 ekor tikus putih. Sampel diambil dari bagian ovarium yang diberikan pakan pellet dengan penambahan ragi tape. Tikus putih dikelompokkan menjadi 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape 200 mg/kg BB; dan P3: pemberian ragi tape 300 mg/kg BB. Tikus putih dinekropsi pada minggu ke-3 pada semua kelompok perlakuan. Jaringan ovarium diambil untuk pembuatan preparat dan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Parameter yang diamati meliputi adanya nekrosis dan proliferasi sel epitel. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan perubahan histopatologi ovarium tikus terhadap pemberian perlakuan dengan ragi tape. Pada nekrosis tidak berbeda nyata, dan pada proliferasi sel epitel berbeda nyata.
Laporan Kasus: Luksasi Patella Medial pada Miniatur Pinscher Loa, Gabriella Jenni Alfades; Widyastuti, Sri Kayati; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.73 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.129

Abstract

Anjing pada kasus ini merupakan anjing ras miniatur pinscher berumur 3 tahun 6 bulan dan berjenis kelamin jantan. Anjing mengalami kepincangan dari 4 hari yang lalu, Pada pemeriksaan klinis teramati anjing beberapa kali mengangkat kaki belakang kiri ketika berjalan, berlari dan berdiri, anjing merespon sakit saat dipalpasi dan tidak ada krepitasi. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologi teramati patella luksasi ke arah medial dari trochlear, deviasi medial dari tuberositas tibial, dan patella tidak melekat pada sulcus trochlear. Anjing kasus didiagnosa mengalami luksasi patella medial grade II. Berdasarkan pertimbangan tingkat luksasi patella dan derajat kepincangan yang ringan,maka diberikan terapi suportif berupa antiinflamasi non-steroid carprofen 2,2 mg/kg BB/hari selama 7 hari, suplemen untuk tulang dan sendi dengan dosis 1 cap/hari, fish oil dosis 1 kapsul/hari dan vitamin B1 50mg/ekor/hari, terapi fisik, perbaikan nutrisi dengan pakan diet rumahan, massage, dan edukasi ke pemilik untuk mengontrol berat badan anjing.
Studi Kasus: Gangguan Lower Motor Neuron pada Anjing Lokal Marmanto, Tessa Saputri; Soma, I Gede; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.326 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.28

Abstract

Anjing lokal berusia dua tahun dengan bobot badan 13 kg diperiksa di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil pemeriksaan anjing jantan yang berjalan dengan kaki depan menopang tubuh dan memiliki langkah kaki depan pendek ini, menunjukkan tanda klinis paraplegia dan inkontinensia urin. Pemeriksaan neurologi yang dilakukan mengindikasikan terjadinya gangguan lower motor neuron. Pemeriksaan darah rutin menunjukkan anemia normositik hiperkromik [PCV 22.8% (37-55%), MCV 60.9 fl (60-77 fl), dan MCHC 49.3 g/dl (31-34 g/dl)] dan limfositosis [7.6 x 109 (1.0-4.8 x 109 )]. Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan perubahan anatomis yang terlihat. Dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, anjing didiagnosis menderita gangguan lower motor neuron. Gangguan lower motor neuron adalah gangguan saraf yang menyebabkan kelumpuhan otot skeletal pada kaki belakang dan kandung kemih. Prognosa anjing yang mengalami gangguan lower motor neuron adalah infausta. Terapi yang diberikan berupa terapi supportif dengan pemberian neurotropik, vitamin B kompleks tablet, dan ferrous gluconate 250 mg. Hasil terapi tidak menunjukan adanya perubahan.
Laporan Kasus: Pemberian Terapi Ivermectin dan Sulfur terhadap Kasus Scabiosis pada Kucing Ras Persia Amir, Kiki Lestari; Erawan, I Gusti Made Krisna; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.509 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.89

Abstract

Scabiosis pada kucing merupakan penyakit yang menular disebabkan oleh tungau Notoedres cati dari genus Sarcoptes. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui diagnosa pada penyakit Scabiosisdengan metode skin scraping dan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan hematologi rutin. Seekor kucing persiadiperiksa di Laboratorium Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan anamnesis sering menggaruk dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan klinis terdapat hiperkeratosis pada telinga, alopesia pada regio leher dan pada kedua ekstremitas cranial dan caudal disertai eritema. Kucing menunjukkan gejala pruritus dengan menggaruk-garuk daerah telinga dan tengkuk. Pemeriksaan skin scraping dibawah mikroskop ditemukan tungau Notoedres cati. Hasil dari pemeriksaan hematologi rutin diperoleh white blood cell (WBC) meningkat yang mengindikasikan adanya infeksi. Kucing kasus didiagnosis mengalami Scabiosis. Pengobatan menggunakan ivermektin dengan dosis yang diberikan ialah 0,3 mg/kg BB dengan jumlah yang diberikan sebanyak 0,07 ml dengan dua kali pemberian pada interval 14 hari dan sabun sulfur yang diberikan secara topikal sebagai terapi kausatif. Terapi simptomatik diberikan dyphenhydramine HCl (dosis 1 mg/kg BB, jumlah yang diberikan 0,3 ml satu kali pemberian selama dua hari), dan terapi supportif diberikan fish oil satu kapsul sehari selama 30 hari). Hasil dari penggunaan terapi tersebut menunjukkan hasil yang baikdengan ditandai perubahan pada area lesi yang menunjukkan kesembuhan pada hari ke 8 pasca pemberian terapi.

Page 2 of 2 | Total Record : 15