cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025" : 12 Documents clear
PENGARUH KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS, IKLIM SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI Ngabdi, Ngabdi; Khoiri, Nur; Nurkolis, Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22486

Abstract

Guru yang profesional harus memiliki tekad yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan pembentukan akhlak mulia. Indikator naik turunnya komitmen seorang guru dapat dilihat dari perubahan perilaku kerjanya. Kualitas kerja yang baik ditunjukkan melalui kedisiplinan, produktivitas yang tinggi, dan tingkat ketidakhadiran yang rendah. Komitmen ini dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, iklim organisasi dan praktik sumber daya manusia yang berkaitan dengan motivasi kerja. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui sejauhmana efektivitas komitmen organisasi sekolah dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, iklim sekolah, dan motivasi kerja guru di SMP Negeri Sub Rayon 01 Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan populasi 292 guru. Teknik pengambilan sampling memakai proporsional random sampling yang berjumlah 166 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner, sebelum pengujian hipotesis dilakukan uji persyaratan analisis, yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan keberartian regresi, untuk analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil kajian diperoleh adanya korelasi yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, iklim organisasi sekolah, motivasi kerja baik personal maupun secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi bagi guru dengan persamaan Y=-2,558+0,501X1+0,235X2+0,215X3. Nilai koefisien korelasi 0,844 masuk kategori sangat kuat, dengan kontribusi kategori kuat sebesar 70,7%. Hasil kajian bisa dijadikan rujukan bagi kepala sekolah untuk meningkatkan perilaku gaya kepemimpinannya, bagaimana mewujudkan iklim sekolah yang kondusif, nyaman, dan menyenangkan, serta mampu memberikan stimulus bagi anggota untuk meningkatkan integritasnya dalam mewujudkan visi dan misi sekolah.Kata Kunci: kepemimpinan; iklim organisasi; motivasi; komitmen
TRANSFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH: OPTIMALISASI APLIKASI “ALI TOPAN” UNTUK PENCEGAHAN PERUNDUNGAN Majid, Abdul; Egar, Ngasbun; Wuryandini, Endang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22478

Abstract

Perundungan dapat menjadi masalah nyata dalam lingkungan pendidikan yang memengaruhi keamanan dan kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen program pencegahan perundungan berbantuan aplikasi "Ali Topan" dalam meningkatkan iklim keamanan di SDN Sawah Besar 01 Kota Semarang. Studi ini berfokus pada empat aspek utama manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi "Ali Topan" telah membantu sekolah dalam mendeteksi dan menangani kasus perundungan dengan lebih efektif melalui pelaporan digital yang cepat dan transparan. Selain itu, kepala sekolah memainkan peran strategis dalam mengoordinasikan kebijakan anti-perundungan dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Hasil analisis juga menunjukkan peningkatan skor raport mutu pendidikan dalam aspek iklim keamanan sekolah dari tahun 2022 ke 2024. Faktor keberhasilan implementasi program ini meliputi dukungan kebijakan sekolah, keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, serta pemanfaatan teknologi sebagai alat intervensi yang inovatif. Studi ini menyarankan pengembangan lebih lanjut fitur aplikasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi berbasis data dalam mengatasi perundungan di lingkungan sekolah dasar.
DAMPAK KEPEMIMPINAN GURU PENGGERAK TERHADAP KEBERHASILAN KURIKULUM MERDEKA Putri, Intan Romana; Harjiro, Harjito; Soedjono, Soedjono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22674

Abstract

Pendidikan memegang peran krusial dalam membangun kemampuan intelektual dan emosional individu. Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dengan fleksibilitas dalam metode pengajaran dan penilaian. Guru Penggerak, sebagai agen perubahan, diharapkan dapat memimpin transformasi ini melalui kepemimpinan yang kolaboratif dan inovatif. Namun, implementasi kurikulum ini masih menghadapi tantangan, terutama di sekolah pinggiran seperti SMP N 2 Gemuh, Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kepemimpinan Guru Penggerak terhadap keberhasilan Kurikulum Merdeka di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Guru Penggerak, kepala sekolah, dan guru lainnya, serta analisis dokumen. Teknik triangulasi sumber dan metode diterapkan untuk memastikan validitas data. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kepemimpinan Guru Penggerak di SMP N 2 Gemuh terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pedagogis guru yaitu mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi dan partisipasi siswa dalam peningkatan keterlibatan dalam proyek P5. Model kepemimpinan "GERAK" (Gotong Royong Edukatif Kolaboratif) berhasil mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum, seperti proyek berbasis perikanan dan batik pesisir. Pendekatan kolaboratif dan berbasis aset (asset-based approach) juga mengurangi resistensi guru terhadap perubahan. Temuan ini memperkuat pentingnya kepemimpinan transformasional dan komunitas praktik dalam keberhasilan implementasi kurikulum.Kata Kunci: kepemimpinan; guru penggerak; kurikulum merdeka
IMPLEMENTASI BUDAYA DAN MUTU AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA SD IT UMAR BIN KHATHAB JUWANA Sutarni, Sutarni; Kusumaningsih, Widya; Bunyamin, Bunyamin
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22511

Abstract

Peningkatan prestasi belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya sekolah dan mutu manajemen pendidikan yang diterapkan. Fenomena menunjukkan bahwa banyak sekolah dasar yang masih berfokus pada pencapaian kognitif tanpa mengintegrasikan pembentukan karakter dan budaya sekolah yang kuat. Gap ini menjadi alasan penting untuk meneliti bagaimana implementasi budaya sekolah dan mutu akademik dapat berkontribusi terhadap peningkatan prestasi siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta peserta didik di SD IT Umar Bin Khathab Juwana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah dibangun melalui pembiasaan religius, kegiatan sosial, serta pelatihan kepemimpinan siswa yang konsisten dan terarah. Di sisi lain, mutu akademik diwujudkan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan pembelajaran aktif, evaluasi berkelanjutan, serta tindak lanjut pembelajaran yang konstruktif. Kombinasi antara penguatan budaya dan mutu akademik ini secara signifikan berdampak pada peningkatan prestasi siswa, baik dalam aspek akademik maupun karakter. Saran peneliti, sekolah dapat memperkuat program pembentukan karakter dengan melibatkan orang tua dan masyarakat dan perlu sistem penilaian yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang.Kata Kunci : budaya sekolah; mutu akademik; prestasi siswa; pendidikan dasar
MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS INDUSTRI 4.0 PADA KONSENTRASI KEAHLIAN DESAIN DAN PRODUKSI BUSANA SMK NEGERI 1 KARANGDADAP KABUPATEN PEKALONGAN Susanto, Tri Yuliawan; Yuliejantiningsih, Yovitha; Rasiman, Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22483

Abstract

Industri 4.0 menuntut SMK menyesuaikan diri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah merespons dengan kebijakan kurikulum berbasis industri 4.0, peningkatan fasilitas, dan kurikulum yang selaras dengan dunia kerja. SMK Negeri 1 Karangdadap telah menerapkan kurikulum ini sejak 2021 untuk meningkatkan kesiapan siswa. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan dan, evaluasi kurikulum berbasis industri 4.0 pada Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana SMK Negeri 1 Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, dengan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan secara kolaboratif dengan industri agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Pelaksanaan kurikulum mengintegrasikan teknologi, metode pembelajaran berbasis proyek, serta kerja sama industri melalui TeFa dan magang. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan dan supervisi, dengan hasil menunjukkan peningkatan penyerapan lulusan di dunia kerja. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kesiapan guru dalam pembelajaran digital.
Stres Kerja dan Kesejahteraan Guru di Era Digital: Pengaruh terhadap Kualitas Pembelajaran Sugiyanto, Sugiyanto; Kusumaningsih, Widya; Nurkolis, Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan kesejahteraan guru terhadap kualitas pembelajaran di era digital pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres kerja guru yang tinggi, akibat tuntutan adaptasi terhadap teknologi pendidikan, berdampak negatif terhadap kualitas pembelajaran, ditandai dengan menurunnya inovasi metode pembelajaran dan keterlibatan siswa. Sebaliknya, kesejahteraan guru yang tinggi terbukti mampu memoderasi dampak stres kerja dan membantu guru mempertahankan efektivitas pembelajaran meskipun berada dalam tekanan kerja yang intensif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesejahteraan guru sebagai faktor kunci keberhasilan transformasi pendidikan digital. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi manajemen pendidikan berbasis kesejahteraan guru, khususnya di wilayah semi-pedesaan yang sedang mengadopsi pembelajaran berbasis teknologi.Kata Kunci: stres kerja; kesejahteraan guru; kualitas pembelajaran; pendidikan digital; manajemen pendidikan
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMPN 31 SEMARANG Pamungkas, Hawinda Dwi; Kusumaningsih, Widya; Bunyamin, Bunyamin
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22512

Abstract

Kepala sekolah memegang peran kunci dalam mengarahkan dan meningkatkan kualitas sekolah melalui fungsi manajerial, mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Penelitian kualitatif ini mengkaji peran kepala sekolah SMPN 31 Semarang dalam menerapkan strategi melalui kerja sama dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menjalankan fungsi manajemen dengan baik: (1) Perencanaan berupa penyusunan program strategis berbasis kebijakan sekolah; (2) Pengorganisasian dengan pembagian tugas kepada seluruh elemen sekolah; (3) Penggerakan melalui dorongan partisipasi aktif seluruh pihak; dan (4) Pengawasan dengan evaluasi program. Selain itu, kepala sekolah memberikan dukungan penuh untuk peningkatan kompetensi guru (pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian) melalui studi lanjut, pelatihan, workshop, dan diklat. Fasilitas pendukung seperti beasiswa, tunjangan, dan sarana pendidikan juga disediakan untuk memotivasi guru. Dengan demikian, kepala sekolah berperan sebagai manajer yang efektif dalam mengoptimalkan sumber daya sekolah dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di SMPN 31 Semarang.Kata Kunci : Kepala Sekolah; Manajer; Kompetensi Guru
GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPALA MADRASAH DALAM PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Tualeka, Mohammad Ali Hasan; Nurkolis, Nurkolis; Sumarno, Sumarno
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22548

Abstract

Profesionalisme guru menjadi tolak ukur sebagai upaya mengelola proses pembelajaran dalam pendidikan menjadi lebih berkualitas. Maka tujuan pendidikan dapat tercapai tidak lepas dari gaya kepemimpinan kepala madrasah secara partisipatif untuk diterapkan. Oleh karena itu penelitian ini berfokus pada gaya kepemimpinan partisipatif untuk meningkatkan profesionalisme guru. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, keabsahan data dengan kondensasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Keterlibatan; kepala madrasah menunjukan bahwa selalu mengajak para guru untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan melalui forum rapat dinas, menerima masukan guru dalam membuat keputusan, dan mendukung pengembangan profesionalime guru yang terlibat dalam kegiatan pendidikan/pelatihan. 2) Kolaborasi; kepala madrasah menunjukan sikap memfasilitasi kerjasama dalam mencapai tujuan program madrasah seperti kolaborasi pelaksanaan tim projek P5RA, mendorong anggota tim bekerjasama dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, serta menunjukan komunikasi yang terbangun dalam melaksanakan keputusan bersama. 3) Pendelegasian; kepala madrasah menunjukan karakter penugasan dalam memberikan tanggung jawab dan wewenang di madrasah melalui kepercayaan dalam mengembangkan bidangnya dalam melaksanakan tugas pembiasaan di madrasah dan selalu memberikan kesempatan guru saat pengarahan tim pembimbing perlombaan. 4) Keterbukaan, kepala madrasah selalu membangun transparansi program dengan mengembangkan guru sebagai tim PKKM, memfasilitasi komunikasi terbuka antar warga madrasah ketika melaksanakan kegiatan dari suatu keputusan bersama, dan mendorong keterbukaan anggota dalam berbagi ide saat mengonsep kegiatan berjalan dalam Madrasah. Simpulan penelitian ini terdapat gaya kepemimpinan partisipatif yang dilaksanakan di MTs N 2 Kendal. Penulis menyarankan agar kepala madrasah dapat memperbaharui gaya kepemimpinan partisipatif, sehingga mampu meningkatkan profesionalisme guru agar lebih berkualitas.
PENGELOLAAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN (BOP) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Utami, Rina Kurnia; Yuliejantiningsih, Yovitha; Rasiman, Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan perencanaan dan pelaksanaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di TK Negeri Pembina Kecamatan Kajen. Fokus penelitian mencakup bagaimana perencanaan dan pelaksanaan dana BOP dikelola secara efektif untuk mendukung keberlangsungan operasional sekolah dan peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite sekolah, serta observasi langsung terhadap pelaksanaan dana BOP. Selain itu, dokumentasi terkait perencanaan dan realisasi anggaran juga dianalisis untuk memastikan validitas data. Keabsahan data diuji dengan credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BOP di TK Negeri Pembina Kecamatan Kajen telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang baik dengan melibatkan berbagai pihak dalam prosesnya. Dalam tahap perencanaan, penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilakukan berdasarkan kebutuhan sekolah dengan memanfaatkan aplikasi ARKAS untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan keuangan. Pelaksanaan BOP dijalankan oleh tim belanja yang bertanggung jawab memastikan bahwa penggunaan dana sesuai dengan RKAS yang telah disusun. Pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, serta pencatatan keuangan dilakukan secara sistematis guna menjaga akuntabilitas dalam penggunaan dana. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam pengelolaan perencanaan dan pelaksanaan BOP. Salah satu kendala utama adalah keterlambatan pencairan dana yang dapat menghambat pelaksanaan program sekolah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan mendesak seperti alat pembelajaran dan biaya operasional lainnya. Selain itu, keterbatasan transparansi kepada wali murid menjadi tantangan yang perlu diperbaiki agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana BOP semakin meningkat.Kata Kunci: Pengelolaan BOP, Perencanaan Dana BOP, Pelaksanaan Dana BOP, Manajemen Keuangan Sekolah, Mutu Pendidikan
PENGARUH PERAN KEPALA SEKOLAH, DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP DISIPLIN GURU SEKOLAH DASAR Mugiem, Mugiem; Nurkolis, Nurkolis; Kusumaningsih, Widya
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i1.22236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis: (1) pengaruh peran kepala sekolah terhadap Disiplin Guru, (2) pengaruh Budaya Sekolah terhadap Disiplin Guru, (3) Komitmen Kerja terhadap Disiplin Guru, dan (4) pengaruh peran kepala sekolah, Budaya Sekolah dan Komitmen Kerja secara simultan terhadap Disiplin Guru. Populasi 231 orang, sampel sebanyak 146 orang. Uji instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas. Uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda, uji F (ANOVA) dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Peran kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Guru. Hal ini berdasar hasil Uji t positif, terbukti hasil t1 hitung 8,015 lebih besar sama dengan t tabel 1,9765; (2) Peran Budaya Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Guru. Hal ini berdasar hasil Uji T positif, terbukti hasil t2 hitung 7,817 lebih besar sama dengan 1,9765; (3) Komitmen Kerja sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Guru. Hal ini berdasar hasil Uji T positif, terbukti hasil t3 hitung 10,817 lebih besar sama dengan 1,9765, (4) Pengaruh Peran kepala sekolah dan Komitmen Kerja sekolah secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Guru. Hal ini berdasar hasil Uji F positif, terbukti nilai Fhitung Ftabel (61,149 l2,67).Kata Kunci: peran kepala sekolah; budaya sekolah; komitmen kerja; disiplin guru

Page 1 of 2 | Total Record : 12