cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013): April" : 16 Documents clear
KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI GUGUS RAMA 2 UPT DISDIKPORA KECAMATAN KEMBANG KABUPATEN JEPARA Dewi Puspita Sari ikip pgri semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.414

Abstract

Abstract.The problems of this study are: (1) Is there any contribution of the principal?óÔé¼Ôäós leadership style to the quality of education.? (2) Is there any contribution of the achievement motivation of the teachers to the quality of education? (3) Is there any contribution of the principal?óÔé¼Ôäós leadership style and the achievement motivation of the teachers simultantly to the quality of education?The population of this study was all the teachers in Rama 2 Cluster UPT Department of Education, Youth and Sports, Kembang District, of Jepara Regency with the sample of 43 people. The method used in this study is a quantitativedescriptive through questionnaires with type of correlational research. Based on the description of the data, analysis and discussion of the hypotheses in this study, it can be concluded that: (1) there is a contribution of the principal?óÔé¼Ôäós leadership style to the quality of education by providing an effective contribution of 18.2%. (2) There is a contribution of the achievement motivation to the quality of education by providing an effective contribution of 30.3%. (3) There is contribution of principal?óÔé¼Ôäós leadership style and the achievement motivation on the quality of education by providing an effective contribution at 32.2%.Abstrak.Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apakah ada kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan? (2) Apakah ada kontribusi motivasi berprestasiguru terhadap mutu pendidikan? (3) Apakah ada kontribusi gayakepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru secara bersama-sama terhadap mutu pendidikan?Populasi penelitian ini adalah semua guru di Gugus Rama 2 UPT DinasPendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara dengan jumlah sampel 43 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatifmelalui angket/kuesioner. Berdasarkan deskripsi data, analisis hipotesis dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Terdapat kontribusi gayakepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan dengan memberikan sumbangan yang efektif yaitu 18,2%. (2) Terdapat kontribusi pemberian motivasi berprestasi terhadapmutu pendidikan dengan memberikan sumbangan yang efektif sebesar 30,3%. (3) Terdapat kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi terhadap mutupendidikan dengan memberikan sumbangan yang efektif sebesar 32,2%.Kata-kata Kunci: gaya kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, mutu pendidikan.
PENILAIAN PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP KINERJA GURU YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK PROFESIONAL Soebagyo Brotosedjati Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.405

Abstract

Abstract. Teacher who got certification will receive professional allowance. The problem is there any significant different performance between teacher who got certification allowance than before? The objectives of this research are to describe and to evaluate teacher performance of professional teacher. The result of this result will benefit to government education policy maker. Research method use mixed approach of quantitative and qualitative of naturalistic and phenomenology model. Information sources come from education stakeholders consist of school principal, school committee, superintendent, province and district education office, education board, sub-district education office, and district human resource board in all district cover of 386 persons. Data validation use triangulation and resources availability. Research result shows that stakeholder evaluation to teacher performance of 25,5 % is very good; of 54,96 % is good for every competence. While evaluation from school committee shows 31,8% is very good and 52,2% is good. It is concluded that teacher certification is very good to improve teacher professionalism. It is suggested that certification process should be continued to all teachers so they have opportunities to become professional teacher. Abstrak. Guru yang telah lulus sertifikasi memperoleh tunjangan profesi.Masalahnya adalah adakah perbedaan yang signifikan kinerja guru sebelum dan sesudah menerima tunjangan profesi? Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran dan menguji seberapa jauh kinerja guru yang telah berpredikat profesionaltersebut. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengambilan kebijakan pendidikan oleh pemerintah. Metode penelitian ini menggabungkan metode penelitian yang kuantitatif dan kualitatif dengan model naturalistik dan pendekatan fenomenologis. Sumber informasi penelitian ini berasal pemangku kepentingan (stakeholder) yang meliputi kepala sekolah, komite sekolah, pengawas, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, dewan pendidikan, UPTD dan BKD yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten /kota dengan responden 386 orang. Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan dua tehnik pemeriksaan trianggulasi dan kecukupan referensial. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penilaian stakeholder terhadap kinerja guru bersertifikat pendidik 25,5 % sangat baik; 54,96 % baik pada setiap kompetensi (pedagogi, profesional, kepribadian dan sosial. Sedangkan penilaian dari KomiteSekolah adalah 31,8% sangat baik; 52,2% baik. Kesimpulanya adalah sertifikasi sangat baik untuk memajukan guru menjadi guru professional. Saran yang diberikan adalah proses sertifikasi ini dilanjutkan sehingga semua guru memperoleh kesempatan untuk menjadi guru profesional.Kata-kata Kunci: Kinerja, Stakeholder, Profesional
POTRET BIROKRASI PENDIDIKAN DI INDONESIA Nurkolis PPs IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.407

Abstract

Abstract.Birocracy can be mean aswork procedure, organization system, and power to make decisions. This analisys of education birocracy through four approachs.First, the attitude of birocrat either at school, subdistrict, district, provinsi and national level besides organization caracteristics.Second, level of services given by education birocrats.Thirth, the power to make decisions.Fourth, the quality of personel. The result of analisys shows as follows. First, attitude of birocrats and organizational caracteristics did?óÔé¼Ôäónt support to finish their duties well. It was proven from the the low of budget absorbtion, usually the budget ubsorbtion happen on the last two month of the year. When it?óÔé¼Ôäós happen the program and activities in eduation sector will not effective. Second, level of services given by education birocrast are still low as shown from the apaty of personel, brush off, coldness, condesclusion, robotism, role book, and round around.Thirth, education birocrat have no power to make decision of education problems especially on evaluation and finance of education. Fourth, the quality of education personel did not qualified because they were selected politically rather than by their capability background. The betterment of education birocracy will happen through the betterment of attitudes of education personel, organizational system and prosedures, give higher power to make decisions, and capacity building to education personel.Abstrak.Birokrasi dapat dipahami sebagaiprosedur kerja, sistem keorganisasian, dan kekuasaan untuk mengambil keputusan.Analisis birokrasi pendidikan dapat dilakukanmelalui empat pendekatan.Pertama, melalui tingkah laku para pelaku pendidikan mulai dari sekolah/UPT pendidikan, serta dinas pendidikan dan karakteristik birokasi. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan dalam konsep administrasi publik (karena membahas birokrasi tidak lengkap tanpa melongok bahasan administrasi public).Ketiga, kewenangan untuk mengambil keputusan pendidikan secara mandiri.Keempat, kualitas para birokrat bidang pendidikan.Hasil analisis birokrasi dari keempat telaah tersebut adalah sebagai berikut.Pertama, tingkah laku para pelaku pendidikan belum menunjukkan perilaku yangbaik sebagai birokrat dan dikukung belum adanya sistem organisasi yang baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari rendahnya penyerapan anggaran secara merata, dan biasanyaserapan anggaran terjadi besar-besaran terjadi pada 2 bulan terakhir pada setiap tahun sehingga hasilnya tidak efektif. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan para penyedialayanan pendidikan banyak sekali sikap apatis, menolak berurusan, sikap dingin, memandang rencah masyarakat, para pegawai pendidikan bekerja secara mekanis dantaat prosedur.Ketiga, lembaga pendidikan di kabupaten dan sekolah tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan pendidikan secara mandiri terutama dalampenilaian pendidikan dan pembiayaan pendidikan.Keempat, kualitas birokrat pendidikan banyak yang tidak berkualitas karena pengangkatan birokrat pendidikan tidak didasarkanpada kompetensi tapi lebih banyak pertimbangan politis.Untuk memperbaiki birokrasi pendidikan maka dapat dilakukan melalui perbaikan tingkah laku karyawan, sistem danprosedur keorganisasian, pemberian kewenangan yang lebih kepada para pelaku pendidikan, dan peningkatan kapasitas para birokrat pendidikan.Kata Kunci: birokrasi pendidikan, otonomi pendidikan, pengambilan keputusan.
KOMITMEN MENJADI KEPALA SEKOLAH BERKUALITAS MELALUI OTORITAS PROFESIONAL DAN MORAL Noor Miyono PPs IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.408

Abstract

Abstract. The results of research on school leadership elementary and secondary schools show that school principals showed good characteristics such as having a clear vision, strong leadership and have high expectations for student achievement and teacher performance.Good school management can not be avoided will be found that the principal?é?á aggressive, dynamic and professionally cautious in providing educational programs that are considered important. There is no / very rare good school with a bad principal, or school with the principal ugly either.Indicators that describe the characteristics of an effective school is a school management and democratic decision-making, instructional leadership, the maximum learning time, collaborative planning and the pattern of collegial relationships among teachers.Abstrak.Hasil-hasil penelitian tentang kepemimpinan sekolah dasar dan sekolah menengah menunjukkan bahwa kepala sekolah yang baik menunjukkan ciri-ciri antara lain memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat dan memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa dan kinerja guru.Manajemen sekolahyang bagus tidak dapat dihindari akan dijumpai kepala sekolah yang agresif, dinamis dan secara profesional berhati-hati dalam menyediakan program-program pendidikan yang dianggap penting. Tidak ada/sangat jarang dijumpai sekolah baikdengan kepala sekolah jelek, atau sekolah jelek dengan kepala sekolah baik.Indikator yang menggambarkan ciri sekolah yang efektif adalah manajemen sekolah dan pengambilan keputusan secara demokratis, kepemimpinan instruksional, waktu belajar maksimal, perencanaan kolaboratif dan adanya pola hubungan kolegial di antara para guru.Kata kunci: kepala sekolah, profesional
PENGARUH KETERAMPILAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI SUB RAYON 03 KABUPATEN JEPARA Nur Cahya Edi Sukendar PPs MP IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.409

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to know the influence of principal leadership skill and work motivation on the teachers?óÔé¼Ôäó performance at Junior High Schools Sub-Cluster 03, Jepara. Total number of population was 364 from 13 Junior High Schools while number of the sample was 78 respondents taken proportionaly. From the result of the study, it is known that the average score of principal leadership skill is 124,29, the average score of teacher work motivation is 99,04 and the average score of teacher performance is 112,45. The results of pre-requisite test were normally distributed, homogenous, linier, non multicollinear and do not occur heteroskedacity. From the hypothesis test, it is discovered the positive influence of principal leadership skill on teacher performance which is stated by the equation Y = 82,966 + 0,590 X1, the strength of correlation is 0,499 with the 24% of contribution. There is positive influence of teacher work motivation on teacher?é?á performance which is stated by the equation Y = 83,599 + 0,734 X2, the strength of correlation 0,476 with 21,6% of contribution. There is positive influence of principal leadership skill and teacher work motivation together on teacher performance which is stated by the equation Y= 40,715 + 0,571 X1 + 0,475 X2, correlation strength 0,614 with 36% of contribution.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterampilan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru SMP Negeri di Sub Rayon 03 Kabupaten Jepara. Populasi berjumlah 364 dan jumlah sampel 78 responden dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata perolehan skor keterampilan kepemimpinan kepala sekolah 124,29, rata-rata perolehan skor motivasi kerja guru adalah 99,04 dan ratarataperolehan skor kinerja guru adalah 112,45. Hasil uji prasyarat diperoleh data berdistribusi normal, homogen, linier, tidak multikolinier dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari uji hipotesis ditemukan terdapat pengaruh positif keterampilan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 82,966 + 0,590 X1, kekuatan korelasi sebesar 0,499 dengan kontribusi sebesar 24%. Terdapat pengaruh positif motivasi kerja guru terhadapkinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 83,599 + 0,734 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,476 dengan kontribusi sebesar 21,6%. Terdapat pengaruh positif keterampilan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secarabersama-sama terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y= 40,715+ 0,571 X1 + 0,475 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,614 dengan kontribusi sebesar 36%.Kata-kata Kunci: kinerja guru, keterampilan kepemimpinan, motivasi kerja guru.
SEKOLAH UNGGULAN: PENDEKATAN PENGEMBANGAN KAPASITAS SEKOLAH Bambang Sumintono Fakulti Pendidikan Universiti Teknologi Malaysia, Skudai 81310-Johor Bahru Malaysi
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.401

Abstract

Abstract. One of the major themes in educational effectivenessresearch is about school capacity building. This study investigates the implementation of the International Standard School (SBI) policy in Indonesia which can be seen as an effort of school capacity building improvement in the particular country. Using program coherence dimension from capacity building framework, a qualitative study conducted in a secondary school that located in a small city in West Java, Indonesia, that involved in the program. It is found that the interpretation to the SBI policy was changing, which established international standard classrooms is the salient aspect of the implementation of the policy. It is discovered that become an SBI school has positive consequence with regard to acknowledgment its quality by the central government, besides the school can collect extra fund from parents with amount nearly ten times that received from the central government. Document analysis reveals the school difficulties to reach ?óÔé¼?£international requirements?óÔé¼Ôäó with particular to master in English by its teachers.Abstrak.Salah satu tema utama dalam penelitian tentang sekolah unggul adalah tentang pembangunan kapasitas sekolah. Makalah ini mengkaji penerapan Sekolah Berstandar Internasional (SBI), suatu kebijakan sekolah unggul di Indonesia yang dapat dilihat sebagai upaya peningkatan kapasitas sekolah.Dengan menggunakan dimensi koherensi program dalam konteks pengembangan kapasitas sekolah, studi kualitatif ini dilakukan di sekolah menengah yang terletak di sebuah kota kecil di Jawa Barat, Indonesia yang terlibat dalam program ini. Hasil studi menunjukkan bahwa interpretasi terhadap kebijakan sekolah unggul dalam konteks SBI mengalami perubahan di konteks sekolah, yang paling nyata adalah munculnya kelas standar internasional sebagai implementasi kebijakan tersebut. Hal lain adalah kebijakan inimembuat pihak sekolah mendapat pengakuan kualitas oleh pemerintah pusat sebagai sekolah unggul, dan saat yang bersamaan pihak sekolah dapat mengumpulkan danatambahan dari orang tua dengan jumlah yang besar. Analisis dokumen sekolah mengungkapkan kesulitan sekolah untuk mencapai 'persyaratan internasional' seperti penguasaan bahasa Inggris oleh guru.Kata-kata Kunci: Perkembangan pendidikan Indonesia, sekolah unggul, sekolah standar nasional, peningkatan kapasitas sekolah, sekolah menengah negeri.

Page 2 of 2 | Total Record : 16