cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Search results for , issue "2017: SEMINAR NASIONAL " : 64 Documents clear
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YANG INOVATIF Supriyadi Supriyadi
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia inovatif sangat memperhatikan kompetensi dan hak-hak yang dimiliki siswa, sehingga dikatakan pembelajaran bahasa Indonesia inovatif adalah pembelajaran bahasa yang humanis. Sehubungan dengan itu, tujuan yang ingin dicapai adalah guru bahasa Indonesia harus dapat mewujudkan model pembelajaran inovatif agar pembelajaran bahasa Indonesia menjadi pembelajaran yang humanis. Pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang berpusat pada siswa dan meyakini bahwa siswa memiliki kompetensi.  Dalam upaya mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif. Sumber datanya adalah proses pembelajaran dengan model inovatif dan data penelitian berupa dampak pembelajaran terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran dengan model inovatif siswa dapat belajar dengan aktif, kreatif, dan inovatif. Hal itu selaras dengan pembelajaran inovatif yang dilandasi oleh filsafat konstruktivisme. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan pembelajaran inovatif di kelas agar proses pembelajaran berpusat pada siswa dan siswa memiliki kompetensi. Pembelajaran yang berpusat pada siswa dilandasi oleh filsafat konstruktivisme. Konstruktivisme artinya bahwa siswa membangun pengetahuannya tentang dunia melalui sejumlah interaksi yang bermakna dengan lingkungan sosial budayanya. Hasil penelitian memiliki implikasi luas terhadap guru bahasa Indonesia di sekolah untuk mewujudkan pembelajaran bahasa Indoesia yang inovatif untuk selalu memberikan variasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Kata Kunci:  pembelajaran, bahasa dan sastra Indonesia, humanis, inovatif, kontruktivisme
FIKSI LOTUS SEBAGAI LANGKAH AWAL MENGENAL FIKSI DUNIA Rifqi Risnadyatul Hudha; Chalifatus Sahliyah
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini, yaitu (1) mengenalkan Fiksi Lotus, (2) mengenalkan konteks Fiksi Lotus, (3) memaparkan manfaat Fiksi Lotus, (4) mendeskripsikan Fiksi Lotus Vol 1, (5) mendeskripsikan Lotus Audio, (6) mendeskripsikan kelas menulis kreatif, (7) mendeskripsikan menulis kreatif, (8) mendeskripsikan workshop gratis, dan (9) mendeskripsikan Fiksi Lotus sebagai penunjang pembelajran sastra. Melalui Fiksi Lotus, dapat mengenal fiksi dunia. Fiksi Lotus mengenalkan karya sastra terjemahan dalam bentuk cerpen klasik dunia serta mengajarkan menulis kreatif kepada pembaca. Karya terjemahan memberikan nilai tambah untuk mengasah kemampuan menulis karena satu kunci penting agar selalu bisa produktif, yaitu dengan menambah bahan bacaan secara konstan. Mengenal sastra terjemahan akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas serta berimplikasi terhadap kesadaran dan pemahaman kita sebagai bagian dari masyarakat dunia. Melalui Fiksi Lotus, dapat mengenal budaya, sejarah, nilai rasa bahasa, nilai-nilai budaya, politik, dan sosial manca negara. Hal ini akan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca sehingga Fiksi Lotus bermanfaat dalam pembelajaran sastra.Kata Kunci: sastra terjemahan, fiksi dunia, Fiksi Lotus.
BAHASA KREATIF DALAM WACANA HUMOR Anita Widjajanti
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

makalah ini mengkaji bahasa kreatif dalam wacana humor. Penelitian ini didasarkan pada kajian Sosiolinguistik. Artinya, peneliti mengkaji bahasa kreatif dalam hubungannya dengan pemakaian bahasa dalam masyarakat. Tujuan kajian ini adalah (1) membandingkan bahasa yang digunakan dalam situasi wajar dengan bahasa yang digunakan dalam wacana humor, (2) mengkaji pemanfaatan aspek linguistik dalam bahasa kreatif yang terdapat pada wacana humor, (3) menghubungkan wacana humor dengan konteks yang melatarbelakanginya. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa kreatif  dalam wacana humor dapat berupa ragam bahasa baku maupun ragam bahasa santai. Pemanfaatan aspek linguistik berupa kreativitas fonologis, akronimisasi dan penyingkatan, homonimi, sinonimi, polisemi, dan ketaksaan gramatikal. Bahasa kreatif dalam wacana humor memanfaatkan latar belakang konteks kesenian, profesi, trend masyarakat, dan keyakinan (nilai hidup). Kata Kunci: bahasa kreatif, wacana humor, masyarakat  
MANUSIA INDONESIA DI ERA GLOBAL: REFLEKSI IDENTITAS DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG RANTAU KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA Akhmad Taufiq
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi mengandaikan hadirnya problem identitas sebagai isu utama yang menarik untuk dilakukan kajian. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan problem identitas itu, yang secara khusus berkenaan dengan refleksi identitas manusia Indonesia di era global. Dengan metode deskriptif-kualitatif-reflektif, penelitian ini berusaha secara akademis mendeskripsikan data berupa teks dalam novel Burung-burung Rantau karya Y.B. Mangunwijaya, yang kemudian diikuti dengan proses merefleksikannya secara lebih dalam. Selanjutnya, hasil penelitian ini menyatakan tiga hal sebagai temuannya. Pertama, transformasi manusia Indonesia di era global mengandaikan kesadaran transformatif yang dibutuhkan dalam rangka melakukan adaptasi dan strategi atas globalisasi yang dihadapi. Kedua, kesadaran atas dunia yang sedang berubah dan bergerak tersebut melahirkan kegalauan identitas bagi manusia Indonesia, yang pada proses berikutnya melakukan pencarian identitas sebagai akibat dari kegalauan atas identitas yang diterimanya. Ketiga, kesadaran bahwa manusia Indonesia adalah manusia pascanasional merupakan bentuk kesadaran transformatif. Sebagai implikasinya, menuntut manusia Indonesia memiliki sikap yang terbuka dalam interaksi global yang tidak dapat dihindarinya. Kata Kunci: Manusia Indonesia, refleksi identitas, era global, novelBurung-burung Rantau 
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DOMAIN AFEKTIF PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KEMENDIKBUD KELAS VII KURIKULUM 2013 EDISI REVISI Firda Ariani; Ika Puji Lestari
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua orang di seluruh dunia pada era global dapat dengan mudah mengakses berbagai hal atau peristiwa. Muslich dan Oka (2010:52) mengemukakan banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing (Inggris) dan menganggap remeh bahasa Indonesia. Kemudahan akses yang dirasakan para generasi muda membuat peniruan banyak terjadi. Pembelajaran bahasa Indonesia dapat mengambil bagian untuk menjadi solusi persoalan di era global melalui pembelajaran domain afektif. Siswa Kelas VII merupakan tingkatan awal yang menempuh pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran tersendiri. Pengkajian pembelajaran bahasa Indonesia domain afektif bisa difokuskan pada buku teks milik Kemendikbud yang biasanya menjadi pegangan guru. Metode penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah metode kualitatif dengan data berupa buku teks. Yahaya dkk. (2005:16) menyatakan domain afektif merangkumi tingkah laku yang berkait dengan sikap, minat, perhatian, mengambil berat, tanggung jawab dan nilai. Domain afektif sejalan dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat menjadi solusi persoalan di era global. Pembelajaran bahasa Indonesia domain afektif pada buku teks Kemendikbud kelas VII kurikulum 2013 edisi revisi berupa penanaman sikap kepedulian, jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerjasama, cinta bahasa Indonesia, cinta tanah air, kreatif, santun, bersyukur atas nikmat tuhan, tekun dalam belajar, percaya diri, dan menghargai karya orang lain.Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Afektif, Pendidikan Karakter, Buku Teks, Kelas VII, Era Global
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR BAHASA RUSIA Susi Machdalena
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia dewasa ini banyak diminati oleh banyak negara di dunia. Hal ini terlihat salah satunya dari banyaknya permintaan pengajar yang berkualifikasi doctor  khususnya dalam bidang bahasa Indonesia untuk mengajar bahasa Indonesia di luar negeri. Permintaan ini masuk  ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui kedutaankedutaan besar Indonesia di berbagai negara. Salah satu Negara yang selalu meminta pengajar bahasa Indonesia adalah Rusia. Untuk mempelajari bahasa Indonesia penutur bahasa Rusia memiliki cara atau model tersendiri mengingat bahasa Rusia menrupakan bahasa berfleksi dan mereka terbiasa dengan berbagai macam aturan bahasa yang kompleks dan teratur. Modelmodel yang digunakan adalah model pengajaran bahasa yang dimulai dengan sejarah bahasa Indonesia secara singkat lalu  bunyi-bunyi huruf dalam alfabet bahasa Indonesia, lalu bunyi-bunyi huruf dan cara-cara pengucapannya serta contoh-contoh katanya. Pengajaran vokal diftong akan mendapat perhatian lebih dari pada pengucapan huruf-huruf lain. Selain itu, bunyi /ng/ mendapat perhatian lebih juga karena bunyi-bunyi ini  tidak terdapat dalam bahasa Rusia, misalnya, kata angin akan dibaca /an gin/. Suku kata perlu diajarkan lebih awal, lalu latihan pengucapan dengan kata-kata yang sudah dibagi ke dalam suku kata. Teks dipelajari agar pengucapan kata yang berada dalam kalimat-kalimat pendek dapat dihafal tanpa mengetahui gramatika bahasa Indonesia terlebih dahulu. Setelah menguasai kosa kata mulai dipelajari tata bahasa dan kalimat-kalimat sederhana. Kelas kata yang pertama diajarkan adalah nomina, preposisi lalu pembentukan kata dengan prefiks-prefiks secara bertahap, verba refleksif, kontruksi-konstruksi kalimat dengan modal harus, dapat,  bisa, kalaimat-kalimat yang menyatakan etika berbicara sampai pada semua pembetukan kata dengan prefiksasi sufikasasi dan konstruksi kalimat majemuk koordinatif dan subordinatif. Pelajaran gramatika dalam seminggu diberikan tiga kali pertemuan, sedangkan latihan dan bacaan diberikan 5 kali dalam seminggu. Dengan jumlah mahasiswa yang sangat ideal antara 6 -12 orang dalam satu grup serta kualifikasi dosen yang sangat tinggi maka target pendidikan akan tercapai dengan sangat baik. Dari pengamatan selama enam tahun di Institut Asii i Afriki di Moskow hasil belajar mahasiswa   tercapai 100%. Semua mahasiswa yang lulus dari institute tersebut memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan siap untuk bekerja dibidangnya. Kata Kunci: Pembelajaran, BIPA
PROYEKSI DALAM TEKS SURAT KABAR INDONESIA Amrin Saragih
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyeksi merupakan representasi pengalaman linguistik ke pengalaman linguistik lain. Makalah ini menampilkan temuan penelitian tentang proyeksi ekspresi dari suatu sumber berita ke dalam teks berita surat kabar Indonesia berdasarkan teori linguistik fungsional sistemik (LFS). Makalah ini bertujuan mendeskripsi jenis proyeksi dalam pemberitaan, menemukan jenis proyeksi yang dominan, dan mengkaji konteks sosial yang memicu penggunaan proyeksi yang dominan. Sumber data adalah teks berita surat kabar tingkat nasional (harian Kompas, Republika) dan tingkat lokal atau provinsi (Waspada, Analisa), Sebanyak 28 teks berita keempat surat kabar itu dianalisis berdasarkan teori LFS dengan fokus pada analisis proyeksi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di samping penggunaan proyeksi yang lazim, yakni lokusi parataksis (1 “2) seperti dia berkata, “Saya akan pergi”, lukosi hipotaksis seperti dia mengatakan bahwa dia akan pergi, ide hipotaksis seperti “saya akan pergi”, seperti dia berpendapat dia akan pergi Quasiproyeksi seperti saya akan pergi, katanya dominan digunakan dalam surat kabar Indonesia. Quasiproyeksi ini menunjukkan bahwa, bunyi, kata, frase, klausa, klausa-kompleks, paragraf dan teks dapat berfungsi sebagai frase dalam teks pemberitaan surat kabar. Temuan quasiproyeksi berimplikasi revisi terhadap definisi frase yang lazim dikenal dan keterkaitan dengan konteks sosial Indonesia.Kata Kunci: proyeksi, surat kabar, quasiproyeksi
MEDIA VIDEO EMOTIF SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN PUISI M. Syirojudin A‟malina Wijaya
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan media elektonik sebagai sarana pendidikan karakter pada siswa. Pendidikan karakter merupakan proses pembentukan karakter yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, spiritualitas, dan kepribadian seseorang. Dengan cara menampilkan media video emotif diharapkan dapat merangsang rasa emosional pada diri siswa. Rangsangan emosi yang mengena pada diri siswa akan tersimpan kuat pada ingatan siswa sehingga dapat membentuk karakter pada diri siswa. Video emotif adalah media yang menyajikan audio dan visual yang bersifat menimbulkan emosi pada diri siswa. Media video emotif sangat cocok untuk ditampilkan pada saat pembelajaran puisi. Puisi yang merupakan karya sastra yang mewakili ekspresi perasaan penulisnya. Sehingga media video emotif dapat ditampilkan pada saat pembelajaran puisi, serta sifat video emotif yang menggunah rasa emosional dapat digunakan sebagai sarana pendidikan karakter pada diri siswa.Kata Kunci: media video emotif, pendidikan karakter, puisi
MITOS TENTANG RAJA-RAJA MAYA DI GUA LAWA TRENGGALEK PADA ZAMAN NUSANTARA PURBA Sukatman Sukatman
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita lisan yang berkembang di masyarakat menerangkan bahwa bangsa Nusantara adalah bangsa yang sangat tua. Cerita lisan tersebut bertolak belakang dengan catatan sejarah Indonesia. Raja Nusantara baru dikenal ada sejak abad ke lima. Peneliti dari UGM menemukan bahwa nenek moyang bangsa Nusantara memilih Kendenglembu Banyuwangi untuk tinggal pertama kali dan telah lama ada. Kesenjangan informasi tersebut berdampak negatif bagi pengembangan teori kebudayaan dan  identitas bangsa Indonesia. Salah satu cara mengatasi masalah kesenjangan kebudayaan tersebut adalah dengan menelusur jati diri bangsa melalui penelitian dengan memanfaatkan tradisi lisan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan kualitatif-multidisipliner. Sasaran penelitian ini adalah cerita lisan yang terdapat dalam Gua dan situs megalitikum di kawasan Trenggalek. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumenter, observasi, dan wawancara bebas mendalam. Data penelitian  berupa cerita rakyat, nama tempat, nama kota, nama bangunan megalitikum, tuturan masyarakat tentang hal yang terkait dengan budaya lisan purba, dan situs Gua. Sumber data penelitian (a) masyarakat penutur cerita lisan, (b) juru kunci gua, (c) bangunan megalitikum di Gunung Jompong, dan (d) gua dan bukit purba di kawasan Trenggalek. Hasil penelitian menginformasikan bahwa terdapat berbagai cerita lisan yang terkait dengan situs gua Lawa.  Batu purba  Trenggalek memuat  nama raja dalam penyamaran. Kronogram di Gua Lawa menyatakan bahwa Gua Lawa dibangun sebagai situs peribadatan Raja Elang atau Raja Garuda tahun 9991 Pra Saka atau 9913 SM. Bangunan purba kawasan Trenggalek memuat nama (a) Raja Elangsura alias Raja Sulahimana yang menyamar, (b) Raja Elang Kawi, (c) Raja Nagamaya, dan (d) Raja Dhawang Agung. Pemerintahan zaman purba di sekitar Trenggalek cenderung bergaya pemerintahan spiritual. Perlu  dilakukan penggalian, pelestarian, dan pengemasan situs megalitikum di kawasan Trenggalek menjadi sumber belajar dan wisata budaya secara terpadu. Kata Kunci: Mitos, Tradisi Lisan, Kronogram, Batupurba 
METODE AUDIO-LINGUAL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MAHASISWA REGIONAL POLYTECHNIC INSTITUTE TECHO SEN TAKEO, KAMBOJA Exti Budihastuti Budihastuti
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan Metode Audio-Lingual pada pembelajaran BIPA yang digunakan di RPITS Takeo pada Maret-Juni 2016. Takeo terletak delapan puluh lima kilometer dari Phnom Penh, ibukota Kamboja. Mahasiswa RPITS Takeo belum mengenal Indonesia, hampir lima puluh persen dari mereka belum lancar membaca huruf Latin dan tidak menguasai bahasa Inggris. Penelitian ini mengunakan teori pembelajaran bahasa Abdul Chaer dan teori metode pengajaran BIPA Ridwan Abdullah Sani dan Nuny Sulistiany Idris. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengamatan dan studi pustaka. Responden yang diamati adalah 175 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan pengamatan selama empat bulan siswa dapat mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan menyebutkan hari, bulan, dan tahun, serta angka satu sampai dengan sepuluh dalam bahasa Indonesia.Kata Kunci: BIPA, Pembelajaran Bahasa, Metode-Audio Lingual, RPITS Takeo