cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Search results for , issue "2017: SEMINAR NASIONAL " : 64 Documents clear
FENOMENA GLOBAL DALAM PROSA FIKSI INDONESIA Endang Sriwidayati
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia telah bergaul dengan  bangsa-bangsa lain di dunia sebelum abad ke 20. Pergaulan tersebut mengakibatkan saling  pengaruh dan mempengaruhi.  Saling pengaruhmempengaruhi terjadi pula di dalam karya sastra  di Indonesia,  seperti Mahabarata dan Ramayana (pengaruh dari India yang beragama Hindu) atau bangsa Indonesia yang mempengaruhi bangsa lain, dengan cerita Panji yang dikenal luas di Malaysia, di Hindia Belakang. Pengaruh mempengaruhi inilah yang menjadikan  fenomena prosa fiksi Indonesia  saat ini menjadi  global. Fenomena global yang  dikemukakan pengarang prosa fiksi tersebut  menarik untuk dicermati, dan diapresiasi,agar dalam era globlalisasi saat ini, kita sebagai warga masyarakat sastra, mampu  beradaptasi maupun  berkreasi  sesuai keinginan  zamannynya. Berdasarkan pada apa yang telah diuraikan, maka rumusan masalahnya adalah: Bagaimanakah Fenomena global  dalam prosa fiksi Indonesia dalam karya-karyanya. Fenomena  prosa fiksi Indonesia setelah dicermati  menunjukkan bahwa prosa  fiksi  Indonesia baik sebelum Perang  Dunia Kedua sampai dengan  prosa fiksi Indonesia modern, dan  kontemporer  berfenomena globlal. Simpulan yang diperoleh  menunjukkan; Jika seseorang mampu menghayati makna global dalam prosa fiksi, baik dari sisi isi, pandangan dan sikap hidup, bahasa dan ide kreatif yang dikemukakan pengarang, maka dapat dipastikan dapat menyiasati  arus globlalisasi saat ini maupun yang akan datang. Kata Kunci: fenomena global, prosa fiksi, Indonesia 
PERAN BAHASA DAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PEMBANGUN CITRA DIRI DI ERA GLOBAL Tia Puspita Sari; Angga Wahyu Ajeng
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial kini menempati puncak teratas dalam akses pencarian berita, maupun dalam interaksi sosial. Bahkan, dalam perkembangannya, media sosial juga dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Selain itu, media sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap bahasa masyarakat. Masyarakat bisa memperoleh perbendaharaan kata baru melalui media sosial. Oleh karena itu, penggunaan bahasa di media sosial perlu diperhatikan oleh para penggunanya. Dalam hal ini, bahasa melalui media dapat dijadikan sebagai pembangunan citra positif bagi orang-orang yang memiliki kepentingan. Pencitraan tersebut merupakan motif salah satu pihak untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat. Misalnya, bahasa dalam media yang dimanfaatkan dalam urusan politik. Banyak orang yang berkepentingan mencitrakan dirinya melalui media agar dikenal oleh masyarakat, mendapatkan simpati, kepercayaan, dan segala hal yang ingin menguntungkan orang tersebut. Salah satu media sosial yang kini digemari mulai dari kalangan pejabat hingga remaja adalah Instagram. Pembahasan dalam makalah ini adalah analisis wacana kritis terhadap caption yang diunggah oleh akun @ridwankamil sebagai bentuk pembangunan citra diri sebagai kepala daerah.Kata Kunci: media sosial, instagram, citra diri
KONSEP PEMERKAYAAN KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA DAN POLITIK BAHASA DALAM DINAMIKA GLOBAL Ahmad Sirulhaq; Muhammad Syukri; Syamsinas Djafar
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di satu sisi, keberadaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makin meneguhkan status (perbendaharaan) kosakata dasar maupun derivasional bahasa Indonesia.  Di sisi lain hal ini seolaholah mengekslusi bentuk potensial yang muncul dalam bahasa Indonesia, baik itu berupa bentuk potensial yang kemunculannya disebabkan oleh kreativitas penutur bahasa dan atau bentuk potensial yang kemunculannya disebabkan karena memiliki potensi untuk menjadi perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia karena memenuhi standar Kaidah Pembentukan Kata (KPK) bahasa Indonesia. Sehubugan dengan itu, makalah ini bertujuan untuk membahas bentuk-bentuk potensial dalam bahasa Indonesia, yang diharapkan  dapat dijadikan pijakan alternatif pengembangan dan atau pemerkayan perbendaharaan kata (dasar dan bentukan) dalam bahasa Indonesia yang dituangkan dalam KBBI. Selain itu, dalam makalah ini, akan dibahas pula peran pemerkayaan  KBBI sebagai bentuk politik bahasa dalam dinamika global. Untuk melihat potensipotensi yang sudah dan atau bisa muncul sebagai bahasa yang kongkret, makalah ini bertumpu pada teori morfologi generatif. Berdasarkan teori ini, suatu bahasa memiliki (1) list of morphemes (daftar morfem, selanjutnya disingkat DM); (2) word formation rules (kaidah/aturan pembentukan kata, selanjutnya disingkat KPK); (3) dan filter (saringan, penapis, tapis). Saringan inilah yang menetukan apakah daftar morfem bisa lolos menjadi bahasa kongkret yang terdapat direkomendasikan sebagai daftar lema dalam kamus atau tidak.  Kata Kunci: pemerkayaan, KBBI, KPK, bentuk potensial,
PENGEMBANGAN TEKS MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Fitri Amilia
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dapat disebut berbasis teks apabila teks menjadi dasar kegiatan pembelajaran. Pengertian teks mengacu pada semua wacana tulis dan lisan yang bersumber dari ungkapan pikiran manusia. Setiap teks memiliki tugas untuk menyampaikan pesan yang dipengaruhi oleh konteksnya. Konteks mengacu pada segala sesuatu yang ada dalam diri pebelajar dalam lingkungannya. Karena teks selalu berhubungan dengan konteksnya, maka pendekatan yang bisa dipakai adalah pembelajaran kontekstual. Pembelajaran teks melalui pendekatan kontekstual akan memudahkan pencapaian standar kompetensi. Melalui latar belakang kehidupan pebelajar, teks dapat disajikan, dianalisis, sampai dikembangkan. Di Indonesia, terdapat berbagai perbedaan budaya, bahasa, sistem sosial, ekonomi dan lainnya. Perbedaan ini akan menuntut teks yang berbeda. Teks akan berbeda antardaerah (bahkan antarsekolah) bergantung pada konteks pebelajarnya. Kondisi ideal seperti ini belum sepenuhnya ditemukan dalam penerapan kurikulum pendidikan 2013 pada pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan teks pembelajaran bahasa Indonesia yang sesuai dengan konteksnya, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran teks. Capaian tersebut bisa terealisasi dengan pendekatan pembelajaran kontekstual.Kata Kunci: pembelajaran, teks, konteks, dan kontekstual.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA MADURA DI SEKOLAH Akhmad Sofyan
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan problematika pembelajaran Bahasa Madura di sekolah selama ini serta mencari solusi atas problematika tersebut. Problematika pembelajaran BM di sekolah secara umum bersumber dari 2 persoalan pokok, yakni ketersediaan bahan ajar dan kompetensi pengajar. Kedua persoalan pokok tersebut harus segera ditangani secara sinergis dan simultan. Dalam hal ketersediaan bahan ajar, sampai sekarang belum ada buku pegangan yang dapat digunakan sebagai materi pembelajaran BM yang lengkap, praktis, dan mudah. Untuk itu, perlu segera disusun buku ajar BM yang materinya: lebih mudah dipelajari baik oleh guru maupun oleh siswa, sesuai dengan GBPP,  dan sesuai dengan tingkat sekolah. Dalam hal kompetensi pengajar, saat ini, tidak seorang pun guru yang  memiliki kompetensi sebagai guru BM. Tidak jarang pembelajaran BM di banyak sekolah dilakukan oleh guru yang  ketika bersekolah dulu tidak mendapatkan pelajaran BM. Bahkan di beberapa sekolah ada guru yang bukan penutur asli BM. Untuk mengantisipasi problematika ketersediaan guru BM, perlu segera dilakukan pembukaan Jurusan Pendidikan Bahasa Madura di perguruan tinggi di Jawa Timur.  Kata Kunci: guru, kompetensi, pembinaan, regenerasi, dan solusi.
PEMBELAJARAN MACAPAT SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL MADURA Syaiful Arif Wahyudi; Rini Eka Setyawati
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian di era globalisasi adalah masalah identitas kebangsaan. Derasnya arus globalisasi dikhawatirkan berdampak pada terkikisnya rasa kecintaan terhadap sastra daerah. Agar eksistensi sastra daerah tetap kukuh, maka perlu penanaman terhadap sastra daerah melalui pembelajaran. Pembelajaran karya sastra lisan macapat melalui pembelajaran muatan lokal merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan budaya. Tembang macapat merupakan karya sastrawan Madura yang mengandung nilai-nilai local wisdom (kearifan lokal) Madura. Melalu tembang macapat tersebut para sesepuh madura memberikan pendidikan moral dengan cara menyiratkan nilai-nilai yang arif dan adi luhur dalam syair-syair teks tembang macapat untuk mencetak generasi yang bermoral dan berakhlak. Dengan demikian, pada era globalisasi ini perlu perhatian khusus terhadap sastra daerah.Kata Kunci: pembelajaran, macapat, kearifan lokal
MENDUNIAKAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGINDONESIAKANNYA M. Rus Andianto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kemungkinan dan harapan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional berhadapan dengan situasi ironis paradoksal. Meskipun banyak negara lain yang bersemangat menjadikan bahasaIndonesia sebagai bahasa kedua, justru banyak sekali orang Indonesia sendiri memperlakukannya dengan kurang simpatik, yang di antaranya dengan lebih menonjolkan unsur-unsur  bahasa asing. Akibatnya, bahasa Indonesia terkesan kurang meng-Indonesia. Oleh karena itu, untuk menjadikannya sebagai bahasa internasional atau Menduniakannya, bangsa Indonesia harus meng-Indonesiakannya dengan “mantap”, “cantik”, dan “menarik”. “Mantap” berkenaan dengan penerapan kaidah semantik dan gramatikal serta prinsip pragmatik kerjasama, sedangkan “cantik” terkait dengan penerapan prinsip pragmatik sopan santun, sedangkan “menarik” bergayut dengan penyajian substansial keeksotikaan alam dan budaya Indonesia. Kata Kunci: bahasa Indonesia, global, pragmatik
KALIMAT EFEKTIF DAN PENGAJARANNYA DI SMP/MTs PADA ERA GLOBAL Parto Parto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan (berkomunikasi), ... dan kurikulum 2013 menyadari peran penting bahasa sebagai wahana untuk menyebarkan pengetahuan dari seseorang ke orang-orang lain. Komunikasi ataupun proses penyebaran pengetahuan akan berlangsung dengan baik hanya bila ada pemahaman bahasa yang dipergunakan dengan baik. Ketidaksempurnaan pemahaman bahasa akan menyebabkkan terjadinya distorsi dalam proses pemahaman terhadap pengetahuan. Apapun yang akan disampaikan hanya akan dapat dipahami dengan baik apabila bahasa yang dipergunakan dapat dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak (Kemendikbud, 2013), namun untuk dapat berkomunikasi dengan baik diperlukan kemampuan menyusun kalimat-kalimat efektif. Dalam artikel ini dipaparkan ihwal kalimat efektif, kedudukan kalimat efektif dalam kurikulum 2013 silabus  Bahasa Indonesia SMP/MTs, dan alternatif pengajarannya di SMP/MTs. pada era global. Kata Kunci: kalimat efektif, pengajaran BI, SLTP, era global. 
SASTRA ANAK SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA UNTUK MENUMBUHKAN BERBAGAI KARAKTER DI ERA GLOBAL Purbarani Jatining Panglipur; Eka Listiyaningsih
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) hakekat sastra anak, (2) genre sastra anak, (3) manfaat sastra anak, (4) hakekat karakter, (5) sastra anak sebagai sarana pembelajaran bahasa dan sastra, dan (6) menumbuhkan karakter melalui sastra anak. Sastra anak merupakan sastra yang ditujukan kepada anak-anak agar anak mendapatkan banyak manfaat yang berguna di masa depan. Sastra anak memiliki karakteristik yang berbeda dari sastra orang dewasa. Sastra anak dan bahasa merupakan dua hal yang saling berhubungan. Seorang anak akan belajar bahasa melalui bunyi dan ucapan-ucapan yang didengar dari sekelilingnya, salah satunya melalui sastra yang berkembang di masyarakat. Dengan kata lain, bahasa digunakan sebagai media berkembangnya sastra. Sastra identik dengan perkembangan anak. Pasalnya mulai bayi anak sudah dikenalkan dengan dunia sastra. Sejak masih bayi dan belum mengenal tulisan, anak sudah akrab dengan bunyi-bunyian yang mengeksploitasikan permainan bahasa lewat puisi, prosa, cerita bergambar, lagu, tembang-tembang dolanan, dan berbagai cerita tradisional. Sastra anak memiliki peran bagi perkembangan psikologis dan perkembangan intelektual seorang anak. Dengan sastra seorang anak akan memperoleh kepuasan batiniah dan pengetahuannya akan bertambah. Oleh karena itu, sastra anak perlu dikembangkan dan diajarkan sejak dini agar kelak menjadi pribadi yang baik dan berwawasan luas. Melalui sastra seorang anak secara tidak langsung juga mempelajari bahasa. Selain itu, dapat menumbuhkan karakter-karakter baik pada anak melalui pesan-pesan yang terkandung dalam karya sastra..Kata Kunci: sastra anak, pembelajaran bahasa dan sastra, karakter
EFEKTIFITAS “PEWARISAN PERIBAHASA” MELALUI PENDIDIKAN MASYARAKAT SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK KARAKTER BANGSA INDONESIA DI ERA GLOBAL Nani Sunarni
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peribahasa merupakan kearifan lokal yang berupa produk lama dan terus hidup sampai zaman modern bahkan bisa sampai masa mendatang apabila terus diwariskan dari generasi ke generasi. Sistem pewarisan tidak hanya dapat disampaikan melalui pendidikan formal saja, namun dapat pula diwariskan melalui pendidikan di masyarakat secara nonformal. Penggunaan peribahasa dalam komunikasi sehari-hari baik lisan maupun tulisan dapat dianggap lebih efektif daripada hanya disampaikan secara formal tanpa membudayakannya dalam komunikasi sehari-hari. Peribahasa dalam bahasa Indonesia sangat bervariasi dan salah satu diantaranya yaitu peribahasa yang terkait dengan “etika berkehidupan”. Contoh “di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung”. Peribahasa tersebut bermakna agar bangsa Indonesia dapat hidup menyesuaikan diri di mana mereka berada”mengingat  bangsa Indonesia yang sangat beraneka ragam baik suku, agama,  maupun budaya. agar saling menghormati dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptrif. Data yang digunakan yaitu peribahasa bahasa Indonesia yang terkait dengan etika. Sebagai landasan analisis data digunakan teori tentang pembelajaran bahasa menurut pandangan Michiya (1983). Hasil penelitian ini, teridentifikasi bahwa penggunaan peribahasa dalam komunikasi di masyarakat sangat efektif sebagai pewarisan budaya. Penelitian ini bermanfaat untuk dijadikan model aplikasi pewarisan budaya melalui peribahasa sebagai dasar pandangan hidup masyarakat Indonersia di era global. Kata Kunci: era global, bangsa Indonesia, peribahasa, pendidikan masyarakat