cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication" : 9 Documents clear
Mengkaji Efektivitas Kampanye Politik dalam Perspektif Public Relations Rofiq Anwar
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.3072

Abstract

AbstrakKampanye politik dalam perspektif public relations menekankan pada bagaimana organisasi dan aktor-aktornya seperti elit politik membangun dan meningkatkan kualitas hubungan dengan publik. Tulisan ini merupakan kajian konseptual yang berusaha menguraikan bagaimana perspektif public relations memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas dan efektifitas kampanye partai politik. Kualitas kampanye politik dalam perspektif public relations dapat dilihat dalam tiga hal mendasar: pertama, komunikasi dalam public relations tidak semata-mata sebagai aktivitas menyampaikan pesan melalui media kepada khalayak tetapi lebih fokus pada bagaimana membangun hubungan-hubungan (relationship) dengan publik. Kedua, hubungan-hubungan dengan publik ditujukan pada hubungan jangka panjang. Ketiga, Ada usaha dan strategi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan dengan publik termasuk hubungan dalam media sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kampanye politik dalam konteks menjaga kepentingan publik belum dapat dikatakan efektif jika visi, misi, dan program yang dijanjikan belum direalisasikan. Perspektif  political public relations meskipun kurang populer dibandingkan dengan komunikasi politik dan marketing politik namun memiliki keunggulan terutama memberi perhatian utama pada upaya membangun hubungan organisasi partai politik dan publik (konstituen). Dalam konteks public relations, publik bukanlah obyek yang dipandang pasif tetapi subyek aktif yang memiliki partisipasi dalam menjaga kepentingannya. Publik yang aktif tersebut dapat ditemukan dalam ruang media sosial yang berkembang beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu perspektif public relations memiliki masa depan yang baik dengan melihat meningkatnya partispasi publik dalam isu-isu politik dalam media sosial. AbstractPolitical campaigns in the public relations’s perspective emphasize how organizations and actors such as the political elite build and improve the quality of relations with the public. This paper is a conceptual study that seeks to describe how the public relations perspective contributes to improving the quality and effectiveness of political party campaigns. The quality of political campaigns in the perspective of public relations can be seen in 3 basic things: first, communication in public relations is not merely an activity of conveying messages through the media to the public but more focused on how to build relationships with the public. Second, relations with the public are aimed at long-term relationships. Third, there are efforts and strategies to maintain and improve the quality of relations with the public including relationships on social media. The conclusion of this study is that political campaigns in the context of protecting the public interest cannot be said to be effective if there is a realization of the promised vision, mission, and programs that have not been realized. The political public relations perspective even though it is less popular than political communication and political marketing, but has the advantage, especially giving main attention to efforts to build organizational relations between political parties and the public (constituents). In the context of public relations, the public is not an object that is seen as passive but an active subject who has participation in maintaining his interests. The active public can be found in the social media space that has developed in recent years. Therefore the public relations perspective has a good future by seeing increasing public participation in political issues on social media.
Disintermediasi Industri Musik Melalui Konstruksi Pengguna Akhir Most Viral Project MIchael Tristan; Teguh Priyo Sadono; Rustono Farady Marta
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.2969

Abstract

 Pembajakan hak karya orang lain sudah menjadi hal yang sangat serius di beberapa tahun ini semenjak teknologi semakin cepat berkembang, terlebih dalam pembajakan musik. Semakin mudah kita memperoleh musik yang free download karena selalu ada orang yang dengan sengaja menyebar luaskan karya orang lain dengan cuma-cuma dan tidak bertanggung jawab. Latar belakang yang mendasari penelitian ini adanya aplikasi yang menyediakan jasa untuk menanggulangi hal tersebut melalui aplikasi streaming musik dan download berbayar, dengan cara tersebut orang yang memiliki karya bisa mendaftarkan karyanya, kemudian pemilik karya pun bisa mendapat keuntungan atas hasil karyanya sendiri, hasil karyanya pun bisa didengar orang lain dan mendapat keuntungan ketika ada yang men-download-nya sehingga dapat mengurangi pembajakan. Hasil penelitian berupa wawancara dan FGD serta temuan lapangan lainya dikaji dalam teknik analisis resepsi Stuart Hall dan pemilahan hasil temuan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bagaimana peluncuran musik online Most Viral Project di kalangan pengguna Smartphone Android dapat mengubah perilaku dan gaya hidup dalam mengkonsumsi musik. Namun penjualan utama dalam target MVP sendiri adalah sebuah bisnis yang berbentuk MLM. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Determinasi Teknologi Marshall Mcluhan. Hasil dari penelitian ini, aplikasi ini memiliki daya jual pada pasar MLM yang sempat meledak di pasar indonesia beberapa tahun lalu, dan kini dikembangkan kembali dan memiliki pusat di Indonesia sendiri. Selain itu aplikasi berguna sebagai peubah pengantara penjualan dari produsen langsung ke pengguna akhir.  Abstract Piracy of the rights of other people's work has become a very serious thing lately since technology is growing rapidly, especially in music piracy. The easier we get music that is free download because there are always people who deliberately spread the work of others for free and irresponsible. The background that underlies this research is an application that provides services to overcome this through music streaming applications and paid downloads, in this way the person who has the work can register his work, then the owner of the work can benefit from his own work, his work can heard by others and get benefits when someone downloads it so it can reduce piracy. The results of the study in the form of interviews and FGDs and other field findings were examined in the analysis techniques of Stuart Hall reception and sorting out the finding. The results of this study show how the launch of the Most Viral Project online music among Android Smartphone users can change behavior and lifestyle in consuming music. But the main sales in the MVP target itself is a business in the form of MLM. The method in this study uses qualitative research methods using Marshall Mcluhan's Determination Technology theory. The results of this study, this application has the selling power of the MLM market which had exploded in the Indonesian market a few years ago, and is now being developed again and has a center in Indonesia itself. Besides that, the application is useful as an intermediary variable for sales from producers directly to end users. 
Media Sosial dan Multikulturalisme Dikalangan Pemuda Surakarta Buddy Riyanto
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.3070

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya isue ujaran kebencian dan konflik sosial sebagai konten di media sosial, yang ternyata berdampak pada kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia ujaran kebencian telah mampu merubah perilaku masyarakat, merubah suasana damai menjadi ketakutan, kerukunan menjadi intoleran, saling curiga, dan memunculkan konflik antar kelompok secara terbuka. Penelitian yang mengambil obyek pemuda Surakarta ini mendeskrisikan perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku pemuda Surakarta sebagai dampak paparan isue multikulturalisme dalam konten media sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik focus group discussion serta wawancara mendalam terhadap informan terpilih secara purposive. Analisis dilakukan secara interaktif selama proses penelitian. Kesimpulan penelitian menunjukkan ada beragam dampak di kalangan pemuda Surakarta terkait isue multikulturalisme dalam konten media sosial.                                                                              This research is motivated by the rise of the issue of utterances of hatred and social conflict as content on social media, which is questioned about how to deal with difficulties in society. In Indonesia the utterances of hatred have been able to change society, turn peace into difficulties, harmony becomes intolerant, mutual suspicion, and openly conflicts between groups arise. The research that took the object of the Surakarta youth described the changes in the knowledge, attitudes and behavior of Surakarta youth in response to the issue of multiculturalism in social media content. Data collection was carried out with focus group discussion techniques and interviews with informants selected purposively. Analysis is carried out interactively during the research process. The conclusions of the study indicate that there is a variety among Surakarta youths regarding the issue of multiculturalism in social media content.
Literasi Media Baru di Kalangan Dosen Menanggapi Isu Politik dalam Pusaran Hoax dan Hate speech Ike Desi Florina
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.2821

Abstract

Abstrak Informasi Hoax dan Hate speech telah merajai dunia maya, beragam isu digunakan sebagai objek untuk menciptakan keresahan, konflik dan perpecahan melalui informasi tidak benar dan provokatif. Tak terkecuali isu politik yang juga masuk dalam pusaran informasi hoax dan hate speech. Sayangnya pelaku hoax dan hate speech masih muncul dikalangan dosen, yang notabenenya seorang berpendidikan tinggi dan dijadikan role model sehingga perlu dilakukan penelitian untuk melihat sikap dosen dalam menanggapi informasi hoax dan hate speech khususnya terkait isu politik. Melalui pendekatan fenomenologi, diperoleh hasil penelitian : (a) penyebaran isu politik yang bersifat hoax dan hate speech banyak terjadi di media sosial facebook, whatsapp dan twitter, bahkan terjadi polarisasi dua kubu menjadi pendukung atau oposisi bagi masing-masing paslon (b) Aktivitas  di media sosial informan  memperlihatkan adanya kegiatan :  mengomentari sesuai kompetensi dan kredibilitasnya atau sekedar mengklarifikasi kebenaran berita. Aktivitas penyebaran informasi hoax maupun hate speech terkait isu politik, dilakukan karena informan memiliki ketertarikan dan kepentingan  politik yang sama atau sebaliknya. (c) Informasi hoax dan hate speech yang disebar, bukan berasal langsung dari yang bersangkutan, melainkan berasal dari tautan pertemanan di media sosial. Tak jarang pula dosen terlibat emosi dan terprovokasi oleh informasi hoax dan hate speech saat berkomentar dan menyebarkannya kembali (d) Sikap yang harus dimiliki seorang dosen : bersikap kritis, jangan mudah terprovokasi dan berpikiran objektif. AbstractInformation Hoax and Hate speech have dominated the virtual world, various issues are used as objects to create anxiety, conflict, and division through incorrect and provocative information. There is no exception to the political issue which is also included in the information hoax and hate speeches. Unfortunately, hoaxes and hate speeches still appear among lecturers, who in fact are highly educated and role models, so research needs to be done to see the attitudes of lecturers in responding to information on hoaxes and hate speech, especially related to political issues. Through the phenomenology approach, the results of the study were obtained: (a) the spread of hoax and hate speech political issues occurred on social media Facebook, Whatsapp and Twitter, even the polarization of two camps became supporters or opposition for each candidate pair (b) Activities in informant social media shows that there are activities: commenting on their competence and credibility or just clarifying the truth of the news. The activity of disseminating information on hoaxes and hate speech related to political issues is carried out because the informants have the same interests and political interests or vice versa. (c) Information on hoaxes and hate speeches that are distributed, not originating directly from those concerned, but derived from friendship links on social media. Not infrequently also lecturers engage in emotions and are provoked by information hoaxes and hate speeches when commenting and spreading it back (d) The attitude that must be possessed by a lecturer: being critical, not easily provoked and objective minded.
Media Baru Dalam Komodifikasi Waktu Luang Ibu Rumah Tangga Lian Agustina Setiyaningsih; Sri Hartini Jatmikowati
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.3069

Abstract

AbstrakPeralihan dunia aktual ke dunia maya membawa perubahan gaya hidup dan perilaku bermedia masyarakat. Seluruh kelompok sosial sesak dengan konten media baru, tidak terkecuali ibu rumah tangga sebagai kelompok sosial yang dekat dengan penggunaan media. Rutinitas konvensional mereka dalam menggunakan media bergeser menjadikan media sebagai ritual. Kategori media baru yang digunakan berupa media komunikasi interpersonal yakni grup dalam aplikasi (GWA) untuk mendongkrak eksistensi. Masifnya penggunaan GWA yang menjadi ritual bermedia mereka menjadi komodifikasi waktu luang oleh media baru. Media baru berpengaruh besar dan tidak terbatas terhadap perilaku ibu rumah tangga. Penelitian ini membahas tentang praktik media baru dalam mengkomodifikasi waktu luang mereka sehingga memiliki ketergantungan tinggi. Metodologi kualitatif dengan metode analisis kritis media yakni analisis wacana sebagai metode pendahulu, dan mengkombinasikan dengan survei terhadap informan sejumlah empat orang untuk menguak kerja media baru (GWA) dalam mengkomodifikasi waktu luang ibu rumah tangga di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sehingga akhirnya komodifikasi membentuk gaya hidup dan bermedia mereka melalui anggapan menggunakan GWA merupakan ritual yang tidak bisa ditinggalkan. Dengan kata lain menjadikannya sebagai aktifitas primer dan menggeser dunia aktual mereka ke dunia maya. Rekomendasi penelitian ini berupa literasi media bagi ibu rumah tangga pengguna GWA melalui (admin GWA). Komodifikasi bermakna positif apabila pemanfaatan GWA tidak hanya sekedar menerapkan fungsi informasi dan hiburan saja, melainkan memasukkan unsur pendidikan bagi kelompoknya. AbstractThe transition of the actual world to the virtual world brings about lifestyle changes and community-based behavior. All social groups are congested with new media content, including housewives as a social group close to media usage. Their conventional routines in using shifting media make the media a ritual. New media category used in the form of interpersonal communication medium that is group in whatsapp application (GWA) to boost existence. The massive use of GWA that becomes their media ritual becomes a commodity of leisure by new media. New media have a large and unlimited effect on the behavior of housewives. This study discusses the practice of new media in commodifying their spare time so as to have high dependence. Qualitative methodology with media critical analysis method which is critical discourse analysist and combining with survey in four informants to reveals new media work (GWA) in accommodating housewives in Lowokwaru District, Malang City leisure time. So that the end of commodification to form their lifestyle and bermedia through the notion of using GWA is a ritual that can not be abandoned. In other words make it as a primary activity and shift their actual world to the virtual world. The recommendation of this research is media literacy for housewife of GWA user through gate keeper filtering (GWA administrator). Commodification means a positive if the use of GWA is not just to implement the function of information and entertainment only, but to incorporate elements of education for the group.
Pengaruh Strategi Komunikasi Financial Consultant PT. Allianz Life Indonesia Terhadap Minat Beli Nasabah Aditya Eka Putra
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.3071

Abstract

AbstrakTujuan penulisan ini, adalah untuk mengetahui pengaruh promosi yang dilakukan oleh seorang Financial Consultant terhadap minat beli calon nasabah asuransi dan pengaruh penggunaan media promosi oleh Financial Consultant terhadap peningkatan minat beli calon nasabah. Jenis penelitian menggunakan metode survei termasuk penelitian explanatory. Lokasi penelitiannya adalah Asuransi PT. Allianz Life Indonesia. Pengambilan data berupa angket (kuesioner). Populasi adalah seluruh calon nasabah PT. Allianz Life Indonesia pada area kota Malang yang diprospek oleh Financial Consultant, dalam satu bulan sekitar 600 orang dan diambil sampel 10% dari populasi sehingga berjumlah 60 responden. Dilakukan uji instrument berupa validitas dan reliabilitas, dan analisa data menggunakan analisa regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan diperoleh kesimpulan: (1) Terdapat pengaruh signifikan variabel bebas Financial Consultant Sebagai Komunikator terhadap variabel terikat Minat Beli Calon Nasabah di PT. Allianz Life Indonesia yang berada di kota Malang, karena diperoleh nilai signifikansi dari thitung < 0,05. (2) Terdapat pengaruh signifikan variabel bebas Media Promosi terhadap variabel terikat Peningkatan Minat Beli Calon Nasabah di PT. Allianz Life Indonesia Area kota Malang, karena diperoleh nilai signifikansi dari thitung < 0,05.  AbstractThe purpose of this writing is to know the influence of promotion conducted by a financial consultant to the interest of buying prospective customers insurance and the influence of promotion media usage by Financial Consultant on the increasing of buy interest of customer. Type of research using survey method including explanatory research. The location of the research is prospective customer of PT. Allianz Life Indonesia, especially those located in Malang City Area - East Java. Taking data in the form of a questionnaire. This population is all prospective customers of PT. Allianz Life Indonesia, with the limitation of the research location, it is only done in the area of Malang city, prospected by Financial Consultant, in one month about 600 people and sampled 10% of the population so that there are 60 respondents. Performed test instrument in the form of validity and reliability, and data analysis using simple regression analysis. Based on the results of the analysis and discussion obtained conclusion: (1) There is significant influence of independent variables Financial Consultant as Communicator PT. Allianz Life Indonesia Malang city area to the dependent variable Buying Iinterest Candidate Ccustomers, as obtained value significance of t count <0.05. (2) There is significant influence of independent variable Media Promotion PT. Allianz Life Indonesia especially those located in Malang City Area to the dependent variable Increase Buying Interest Candidate Customers, as obtained value significance of t count <0.05.  
Kecerdasan Berkomunikasi Dalam Perbedaan Agama Donal Adrian; Singgih Sasongko
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.3068

Abstract

Abstrak Kecerdasan dalam berkomunikasi berkaitan dengan sopan dalam menyampaikan pesan, memiliki toleransi dan saling membantu dalam segala hal. Tindakan ini bisa dilihat pada perilaku positif pegawai di FISIPOL Universitas Kristen Indonesia.Tujuan penelian yaitu (a) untuk mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi pegawai FISIPOL UKI yang berbeda agama Kristen dan Islam dan (b) strategi komunikasi pegawai pegawai FISIPOL UKI yang berbeda agama Kristen dan Islam untuk mengatasi berita negatif tentang ujaran kebencian melalui media. Metode penelitian menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa proses komunikasi yang dilakukan oleh pegawai FISIPOL Universitas Kristen Indonesia ditunjukkan dalm hal yang positif yaitu seperti saling bertegur sapa, bertoleransi, menggunakan pesan-pesan yang sopan dalam berbicara, tidak saling menyinggung agama meskipun ujaran kebencian melalui media sosial dan media massa sering terpublikasi. Selanjutnya, adanya tindakan rektor yang mengajak seluruh pegawai Islam dan Kristen untuk buka puasa bersama di UKI. Tindakan positif yang lain yaitu pihak UKI kemudian memberikan dana bantuan Gempa dan Tsunami untuk masyarakat Palu dan Donggala yang mayoritas beragama Islam. Tulisan ini direkomendasikan untuk bisa berkembang menjadi sebuah buku yang bermanfaat untuk orang lain.AbstractIntelligence in communication is related to being polite in conveying messages, having tolerance and helping each other in all matters. This action can be seen in the positive behavior of employees at the Indonesian Christian University's FISIPOL. The purpose of the study is (a) to describe and analyze the communication of UKI FISIPOL employees who are different from Christianity and Islam and (b) communication strategies of employees of FISIPOL UKI employees who are different from Christianity and Islam to overcome negative news about hate speech through the media. The research method uses a qualitative type with a case study approach. The results of the study found that the communication process carried out by FISIPOL staff at the Christian University of Indonesia was shown in positive ways, such as exchanging greetings, tolerating, using polite messages in speaking, not offending each other despite religious expressions of hatred through social media and mass media often published. Furthermore, the Chancellor's action invited all Muslim and Christian employees to break the fast together at UKI. Another positive action is that the UKI then provided earthquake and tsunami aid funds to the people of Palu and Donggala who are predominantly Muslim. This paper is recommended to be able to develop into a book that is useful for others.  
Memahami Boy Band Korea SNSD, Penggemar dan Dimensi Progresifnya Abdul Wazib
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.2478

Abstract

AbstrakBudaya popular tidak hanya dapat dimaknai sebatas aparatus milik industri kapitalis yang bertujuan dalam menghasilkan konsumsi berlebih.Tetapi lebih kompleks dari itu, budaya populer juga merefleksikan suatu entitas dari masyarakat yang mengonsumsinya.Konsumsi aktif dari teks-teks popular dapat memicu produktivitas makna sosial, melahirkan progresifitas, ataupun mendorong perubahan sosial.Penelitian ini berusaha mengkaji bagaimana teks-teks popular dalam hal ini musik K-pop Shi Nyoe Shie Dae (SNSD) dan tanggapan serta artikulasi penggemarnya melahirkan dan memicu suatu dimensi alternatif yang progresif.Penelitian ini menggunakan analisis tekstual dan riset audiens sebagai metode.Hasil kajian ini membahas bagaimana (1) SNSD mencitrakan suatu perkembangan kompleks yang dapat direfleksikan sebagai perjuang mencari jati diri, solidaritas dan keteguhan diri. (2) Tanggapan dan artikulasi dari penggemar beragam, salah satu penggemar mengartikulasikan aksi panggung SNSD sebagai ironi-ironi sekaligus krtik terhadap gerekan perempuan yang cenderung superior dan massif diruang publik, tetapi melupakan permasalahan di akar rumput. Penggemar lainya melalui aktifitasnya mendengarkan SNSD ia kemudian dapat membentuk gagasannya sendiri mengenai konsumsi, identitas dan kebudayaan. Tidak hanya dalam gagasan,ia pun mengakui hasil dan proses kerjanya kurang lebih dipengaruhi oleh teks-teks SNSD.abstractPopular culture can not only be interpreted merely asapparatus of capitalist industrywhich aims to produce excess consumption. But it more complex than that, popular culture reflects an entity from the people who consume it. Active consumption of popular texts can trigger the productivity of social meaning, encrease the progressiveness, or encourage social change. This study tries to examine how popular texts in this case girlK-pop music group Shi Nyoe Shie Dae (SNSD), the fans’ responses and articulations gave birth to and triggered a progressive alternative dimension. This study uses textual analysis and audience research as method. The results of this study discuss how (1) SNSD portrays a complex development that can be reflected as a struggle for self-identity, solidarity and self-determination. (2) Responses and articulations from various fans, such as one of the fans articulated SNSD’s stage action as an irony as well as a critic of women’s movements that tend to be superior and massive in the public sphere but forget the problems at the grassroots. Then other fans through SNSD’s listening activities can form their own ideas about consumption, identity and culture. It is not only in ideas, he also acknowledged the results and the process of his work was influenced by SNSD texts
Pola Komunikasi Dinas Sosial Kota Yogyakarta Dalam Program Keluarga Harapan Siti Noor Fauziah; Astri Wulandari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v4i1.3145

Abstract

AbstrakKemiskinan yang terjadi di negara ini masih menjadi masalah yang patut diperhatikan dan diperlukan adanya solusi untuk menanggulanginya. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program penuntasan kemiskinan. Bentuk dari Program Keluarga Harapan sendiri yaitu dengan pemberian bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga Sangat Miskin untuk meningkatkan kesadaran dalam bidang kesejahteraan masyarakat, kesehatan dan kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu untuk mengetahui pola komunikasi Dinas Sosial Kota Yogyakarta dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Teknik analisis data yang digunakan ini adalah analisis kualitatif yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Hasil penelitian dari analisis Pola Komunikasi dan Kinerja Dinas Sosial Kota Yogyakarta dalam Program Keluarga Harapan yaitu pola komunikasi yang terjalin antara atasan dan bawahan sudah terjalin dengan baik. Begitu pula dengan kinerja pendamping yang sudah baik dalam melakukan pendampingan. Namun pada kenyataannya masih ditemui keluarga penerima manfaat yang kurang tepat sasaran. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan proses pengawasan pengawasan belum maksimal dikarenakan masih adanya penerima yang tidak tepat sasaran. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan Ilmu Komunikasi.AbstractPoverty in this country is still being problem with attention and solution to deal with it. The Keluarga Harapan Program is one of poverty alleviation program. The form of Keluarga Harapan Program is giving provison of Conditional Cash Transfers poornes family to increase awareness in the welfare community, health and proverty. The purpose of this research is to find out the communication pattern of the Yogyakarta City Social Service in the Keluarga Harapan Program. Data analysis technique used in this research is analistic in qualitative analysis. The result from the research is communication patterns that occurbetween the leader and employees in the social service has been established and are going well. It same with companion performance who did work. But in reality there are still families of beneficaries who are not on target. The conclusion in this study were in the impplementation of Keluarga Harapan Program the process has not been maximized because who are get the beneficiaries are not on target.

Page 1 of 1 | Total Record : 9