cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication" : 10 Documents clear
Mitigasi Bencana Pandemi Covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ulu Darwadi MS; Akhmad Rosihan; Bambang Setyo Utomo
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4807

Abstract

AbstrakInformasi  tentang seputar  bencana seringkali dianggap kurang penting oleh sebagain besar masyarakat terutama bagi masyarakat di daerah. Permasalahan ini menjadi penting, terutama bencana non-alam seperti Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Dalam hal ini disebabkan  bukan karena masyarakat di daerah tidak peduli terhadap Pandemi Covid-19,  melainkan akses yang terbatas terhadap informasi  kebencanaan. Keterbatasan akses tersebut meliputi keterbatasan media informasi,  pengetahuan, sampai  keterbatasan informasi yang disajikan oleh pemerintah daerah  terkait mitigasi bencana non-alam seperti yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu.  Diantara cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan  new media (media baru) dalam mendistribusikan informasi tentang mitigasi bencana Non-Alam Pandemi Covid-19. Oleh sebab  itu,  peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana mitigasi non bencana yang dilakukan pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam pemanfaatan media baru sebagai media alternatif dalam  proses mitigasi bencana Pandemi Covid-19. Untuk menganalisis permasalahan  peran new media dalam proses mitigasi bencana, penelitian ini  menggunakan teori  uses and  gratification, dan menggunakan metode  penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik  pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam  pada  Pemda Kabupaten Ogan Komering Ulu dan masyarakat, dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa proses pelaksanaan mitigasi bencanan non-alam pandemi covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ulu belum berjalan maksimal, hal ini terlihat dari kurangnya sumber informasi yang sediakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ogan Koemring Ulu dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan yang disebabkan kurangnya informasi yang mereka ketahui melalui media.AbstractNowadays, information about disasters is often considered less important by the majority of the community, especially for people in the regions. This problem becomes important, especially non-natural disasters such as the Covid-19 Pandemic which is currently happening. In this case, it is not because people in the regions do not care about the Covid-19 Pandemic, but because they have limited access to disaster information. The limited access includes the limited media of information, knowledge, and limited information provided by the local government regarding the mitigation of non-natural disasters such as what happened in Ogan Komering Ulu District. One way to actually deal with this problem is to use new media in distributing information about mitigation of the Non-Natural Disaster of the Covid-19 Pandemic. Therefore, researchers are interested in examining the role of new media as an alternative media in the process of mitigating the Covid-19 Pandemic disaster in Ogan Komering Ulu Regency. To analyze the problem of the role of new media in the disaster mitigation process, this study used Uses and Gratification Theory, and used descriptive qualitative research methods with data collection techniques using in-depth interviews at the local government of Ogan Komering Ulu Regency and the community, with informant selection techniques using purposive sampling. From the results of the study, it was found that the implementation process of mitigating the covid-19 pandemic non-natural disaster in Ogan Komering Ulu Regency has not been running optimally, this can be seen from the lack of information sources provided by the Covid-19 Task Force in Ogan Koemring Ulu Regency and the low awareness of the community in carrying out health protocol due to the lack of information they know through the media.
Pengelolaan Kecemasan Dan Ketidakpastian Dalam Menghadapi Wabah Covid-19 Pada Jurnalis Sidoarjo Lukman Al Farisi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4755

Abstract

Pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dalam mengahadapi wabah Covid-19 merupakan hal yang menarik untuk diteliti. Sebab di dalamnya memunculkan budaya baru di dalam proses interaksi sehari-hari. Jurnalis termasuk profesi yang memiliki aktivitas interaksi yang tinggi. Pada kondisi saat ini para jurnalis di Sidoarjo juga merasakan kecemasan dan ketidakpastian. Sebab mereka dituntut untuk bertemu dengan banyak orang di saat bekerja. Penelitian ini kemudian mencoba melihat bagaimana pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian yang dilakukan oleh para jurnalis di Sidoarjo. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berhasil mengungkapkan bagaimana para jurnalis di Sidoarjo melakukan pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dirinya saat bekerja. Di antaranya dengan memegang teguh prinsip etika komunikasi, menghilangkan reaksi yang berlebihan hingga kesadaran diri dengan profesinya yang mendorong mereka tetap bisa melakukan interaksi dan komunikasi dengan orang di sekilingnya termasuk narasumber informasi.
Peran Komunikasi dalam Pemberdayaan Remaja Broken Home Melalui Gerakan Survivor Broken Home Yuni Retnowati; Partini Partini; Endang Sulastri
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.5071

Abstract

Abstrak Meningkatnya jumlah perceraian di Indonesia menyebabkan jumlah remaja broken home juga meningkat. Dampak negatif keluarga broken home pada umumnya berupa gangguan psikologis, perilaku dan emosi. Di kalangan masyarakat berkembang stigma terhadap remaja broken home sebagai remaja yang nakal, tidak bisa diatur, dan memberi pengaruh buruk kepada lingkungannya. Stigma ini menyebabkan mereka kehilangan motivasi dan menarik diri dari kehidupan sosial kemudian mencari pelarian sehingga terjerumus dalam pergaulan negatif. Hal ini menghambat perkembangan potensi dan kekuatan mereka. Gerakan survivor broken home bertujuan melakukan pengembangan diri remaja broken home sehingga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan. Gerakan tersebut dilakukan melalui Komunitas Inspirasi Hamur yang memiliki aktivitas online di media sosial dan aktivitas offline berupa pertemuan rutin, pelatihan pengembangan diri dan kelas-kelas inspiratif untuk pemberdayaan anggota. Komunikasi memegang peranan penting dalam proses pemberdayaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pemberdayaan remaja broken home dan (2) peran komunikasi pada setiap tahapan proses pemberdayaan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi media sosial virtual, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan mengikuti 3 tahapan yaitu penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan. Peran komunikasi dalam proses pemberdayaan adalah sebagai sarana pembentukan konsep diri, perubahan sikap, keyakinan, dan perilaku serta penggerak tindakan. Kesimpulannya , komunikasi berperan penting dalam pemberdayaan remaja broken home melalui pembentukan konsep diri yang berada pada tahap pembentukan kesadaran dalam proses pemberdayaan. Kontribusi penelitian adalah mendeskripsikan peran komunikasi dalam proses pemberdayaan remaja broken home.Abstract The increasing number of divorces in Indonesia also increases the number of broken home children. The negative impacts of broken home families are generally psychological, behavioral, and emotional disorders. There is a growing stigma against broken home adolescents as naughty, unruly, and negatively influencing their environment. This stigma causes them to lose motivation and withdraw from social life and then look for an escape to fall into negative associations. It hampers the development of their potential and strength. The survivor’s broken home movement aims to develop the broken home adolescent’s self to functions as a means of empowerment. This movement is carried out through the Hamur Inspiration Community, which has online activities on social media and offline activities like regular meetings, self-development training, and inspirational classes for member empowerment. Communication plays an essential role in this empowerment process. This study aims to determine: (1) the process of empowering broken home adolescents and (2) the role of communication at each stage of the empowerment process. This research is qualitative with a case study approach. The informant selection was carried out using the purposive sampling technique, while data collection was carried out by observing virtual social media, in-depth interviews, and focus group discussions. The results showed that the empowerment process followed three stages: awareness, capacity building, and empowerment. The role of communication in the empowerment process is as a means of forming self-concepts, changing attitudes, beliefs, behavior, and driving action. In conclusion, communication plays an essential role in empowering broken home adolescents by developing self-concepts at the empowerment process’s awarenessbuilding stage. The research contribution is to describe the part of communication in the empowerment process of broken home adolescents.
Strategi Account Executive Dalam Memasarkan Produk Periklanan Widya Sekar Dwisari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4792

Abstract

AbstrakIklan sudah menjadi konsumsi harian di kalangan masyarakat luas melalui berbagai media. Pelaku usaha dapat memilih tayangan iklan melalui media konvensional maupun media digital sesuai kebutuhan. Dalam bidang ekonomi, periklanan merupakan salah satu strategi pemasaran dalam berupaya memperkenalkan produk atau jasa baru yang diusung melalui merek (brand) tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan, baik dari sisi finansial maupun citra merek atau brand image. Account Executive memiliki tanggung jawab atas proses komunikasi terhadap pekerjaan periklanan yang ditanganinya, baik proses komunikasi internal di biro iklan, maupun proses komunikasi eksternal yaitu terhadap klien. Oleh karena itu, Account Executive mempunyai peranan penting dalam sebuah biro iklan, untuk menjaga hubungan baik antar keduanya. Penelitian ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di PT. Mara Advertising, dengan mengumpulkan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti melalui proses wawancara dengan pihak terkait dan observasi lapangan yang dilakukan secara langsung melalui narasumber dan data sekunder yang didapat dari sumber lain yang sudah ada, diambil dari literatur-literatur dan kepustakaan lain yang berhubungan dengan penelitian mengenai strategi Account executive.Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan strategi account executive dalam memberikan layanan pemasaran produk periklanan di Mara Advertising Yogyakarta. two. This research was conducted in The Special Region of Yogyakarta, especially in PT. Mara Advertising, by collecting two types of data, namely primary data and secondary data. Primary data is specifically collected by researchers through interviews with related parties and field observations conducted directly through resource persons and secondary data obtained from other existing sources, drawn from literatures and other literature related to research on account executive strategies. This research is expected to describe the executive account strategy in providing advertising product marketing services at Mara Advertising Yogyakarta.AbstractAdvertising has become a daily consumption among the public through various media. Businesses can choose ad impressions through conventional media or digital media as needed.In the field of economics, advertising is one of the marketing strategies in trying to introduce new products or services carried through certain brands with the aim of obtaining profit, both financially and brand image. The Account Executive has responsibility for the communication process for the advertising work it does, both the internal communication process in the advertising agency, and the external communication process that is to the client. Therefore, Account Executive has an important role in an advertising agency, to maintain good relations between the
Pengaruh Word of Mouth, Electronic Word of Mouth dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Andri Astuti Itasari; Nurnawati Hindra Hastuti; Agus Supriyadi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.5069

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh word of mouth, electronic word of mouth dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di desa wisata Sidowayah, Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanatif yaitu menjelaskan generalisasi sampel terhadap populasinya, serta untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel satu dengan variabel yang lainnya. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif eksplanatif dengan penelitian survei. Populasi penelitian merupakan responden yang berkunjung di desa wisata, sedangkan teknik pengambilan sampel secara nonprobabilitas dengan menggunakan accidental sampling atau convinance sampling dengan total 96 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai data primer dan data sekunder didapatkan dari data arsip dan dokumen. Uji Validitas Data menggunakan Uji Product Moment dan Uji Reliabilitas Data menggunakan Uji Cronbach Alpha. Sedangkan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara uji serentak yaitu word of mouth, electronic word of mouth dan kualitas pelayanan secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan di desa wisata Sidowayah, Klaten. Sedangkan secara individual dengan menggunakan uji parsial menunjukkan bahwa variabel word of mouth, electronic word of mouth dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan dengan masingmasing nilai probabilitas sebesar 0,005 (p<0,05), 0,001 (p<0,05 dan 0,000 (p<0,05).AbstractThe aims of this research are to know how big the influence word of mouth, electronic of mouth, and quality of services toward customer’s satisfaction in tourism village of Sidowayah, Klaten. This research is a quantity explanation research; explain the generalization sample to its population and to know the relationship or influence by one variable to another. The method used is quantitaif explanatif survey research. Research population is responds who visit tourism village, Sidowayah, Klaten, and the technique of taking sample is nonprobability by using accidental sampling or convinance sampling with 96 responds. The technique of collecting data is by questionnaire as a primer data and files or documents as a seconder data. Test the validity of data is by using Testing of Product Moment and the test of reliability of data is by using Testing of Cronbach Alpha. Then, the analysis technique uses analysis double regression. The result of the research shows that test all in at once of word of mouth, electronic word of mouth and quality of services having significant influence to customer’s satisfaction in tourism village in Sidowayah, Katen. Meanwhile, individually test using partial test shows that the variable of word of mouth, electronic word of mouth and quality of services have significant influence in each value of probability in 0,005 (p<0,05), 0,001 (p<0,05 dan 0,000 (p<0,05)
Ketidakpercayaan dan Eskapisme Kaum Muda Menghadapi Paparan Informasi Covid-19 Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.5068

Abstract

AbstrakSelama masa pandemi virus COVID-19, media sosial dipenuhi dengan pemberitaan dan informasi tidak hanya seputar virus tersebut saja, melainkan juga kehidupan manusia yang mulai berubah menyertai upaya pencegahan penyebaran virus. Pada tataran ini, kaum muda sebagai generasi digital native yang merupakan pengguna media sosial turut menjadi audiens dalam paparan berita dan informasi terkait topik COVID-19. Oleh karena itu, riset ini tidak hanya mengkaji bagaimana proses paparan informasi yang terjadi, melainkan juga menganalisis persepsi dan dampak yang ditimbulkan oleh proses pemaparan tersebut. Adapun riset ini menerapkan metode etnografi virtual sebagai metode utama dan metode etnografi baru sebagai metode pendukung. Dalam riset ini, ditemukan bahwa dalam terpaan wacana COVID-19 di media sosial, kaum muda cenderung mengalami dua kondisi. Pertama, munculnya ketidakpercayaan, baik terhadap akun tertentu yang menayangkan informasi COVID-19 maupun Pemerintah. Kedua, paparan yang ada di media sosial membuat mereka mencari eskapisme dalam bentuk kegiatan lain di luar media sosial. Pada akhirnya, proses seleksi informasi dilakukan oleh kaum muda dalam menghadapi paparan informasi terkait COVID-19 di media sosial. AbstractDuring the time of COVID-19 pandemic, the social media world has been filled with news and information regarding whether the virus or the changes in human life in the effort to prevent the spread of the virus. At this stage, youth as the generation of digital natives, has become the main audiences who got exposed by news and information of COVID-19. Therefore, this research aims not only to study how the exposure takes place, but also to analyse the perception and impact caused by the process of exposure. This research was conducted by applying virtual ethnography as the main method and new ethnography as supporting method. In this research, we found that within the exposure of COVID-19 discourses in social media, Indonesian youth tends to experience two conditions. First, the emergence of distrust, towards whether certain media institution or the Government itself. Second, the social media exposure leads them to seek for escapism in form of activities outside the social media. In the end, selection information process is conducted by youth
Peran Komunikasi Keluarga Dalam Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Hafifa Zuhra Sanusi; Mohamad Syahriar Sugandi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4440

Abstract

AbstrakBerdasarkan data yang dihimpun Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatat pada tahun 2016 - 2019 terdapat 663 total kasus cyberbullying, dengan rata-rata peningkatan sebesar 38% setiap tahunnya. Cyberbullying dapat menimbulkan gangguan pada anak; mulai dari gangguan fisik, psikis, hingga berujung kematian. Di sisi lain, orang tua memiliki peran dalam menekan perilaku cyberbullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu pola komunikasi keluarga dengan sub-variabel percakapan dan konformitas. Variabel dependen, yaitu perilaku cyberbullying dengan indikator flaming, harassment, denigration, impersonation, outing, trickery, exclusion, dan cyberstalking. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan hubungan kausal dengan teknik analisis data: uji asumsi klasik, analisis korelasi, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling menggunakan rumus disproportionate stratified, dengan sampel 270 responden. Hasil uji hipotesis menunjukkan pola komunikasi keluarga memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku cyberbullying. Hal tersebut dibuktikan dengan variabel Percakapan (X1 ) dan variabel Konformitas (X2 ) memperoleh thitung (-2,877 dan -6,916) < ttabel(-1,284). Hasil uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pola komunikasi keluarga hanya berpengaruh sebesar 21,6% terhadap perilaku cyberbullying dengan variabel konformitas (X2 ) memberi kontribusi lebih besar dibandingkan variabel Percakapan (X1 ). Dapat disimpulkan bahwa percakapan dan konformitas dalam pola komunikasi yang berlangsung dalam keluarga memiliki pengaruh terhadap perilaku cyberbullying.AbstractBased on data compiled by the Indonesian Child Protection Commission (KPAI), in 2016 - 2019 there were 663 total cases of cyberbullying, with an average increase of 38% each year. Cyberbullying can cause disturbances in children. This research uses independent variables, namely family communication patterns with conversation and conformity sub-variables. The dependent variable, is cyberbullying behaviour with indicators of flaming, harassment, denigration, impersonation, outing, trickery, exclusion, and cyberstalking. This research uses quantitative methods with descriptive analysis and causal relationships with data analysis techniques: classic assumption test, correlation analysis, multiple linear regression analysis, coefficient of determination and hypothesis testing. The sampling technique used in this research is stratified random sampling using the disproportionate stratified formula, with a sample of 270 respondents. Hypothesis test results show that family communication patterns have a negative influence on cyberbullying behaviour. This is evidenced by the Conversation variable (X1 ) and the Conformity variable (X2 ) to obtain tcount (-2.877 and -6.916) <ttable (-1.284). The coefficient of determination test results shows that family communication patterns only influence by 21.6% of cyberbullying behaviour with the Conformity variable (X2) contributing more than the Conversation variable (X1). It can be concluded that conversation and conformity in communicationpatterns that take place in the family have an influence on cyberbullying behaviour.
Analisis Resepsi Mahasiswa Terhadap Pemberitaan Hoax di Media Sosial Moch Nurcholis Majid
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4655

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang resepsi mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya terhadap pemberitaan Hoax di media sosial. Dalam media sosial dapat memberikan segala informasi salah satu tentang pemberitaan Hoax yang dapat merugikan para pengguna. Dalam menyebarkan hoax biasaya memiliki tiga cara yakni pertama, pemberitahuan terkait informasi yang dapat menimbulkan kerusuhan dan mudah menimbulkan opini masyarakat. Kedua, hoax pada dasarnya merupakan pemotongan informasi dengan di bumbui pernyatakan publik figur. Ketiga, pelaku penyebaran informasi yang tidak akaurat melalui sosial media yang ada untuk menjadikan opini masyarakat. Maka dalam penelitian ini penting untuk dikaji sebagai bahan acuan dalam mengetahi sikap dan pemahaman mahasiswa UINSA terhadap pemberitaan hoax di media social dengan tujuan untuk mengerahui resepsi mahasiswa UINSA terhadap pemberitan hoax di media sosial. Metode Kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan pemahaman subyek terhadap suatu kondisi tertentu. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik Focus Group Discussion. Model Decoding Stuart Hall Sebagai alat untuk membedah dalam penelitian ini. Hasil penelitian diatas menunjukan bahwa satu informas menempati posisi hegemoni dominan, lebih mengikuti informasi hoax yang diteruima. Empat informan terdapat pada posisi negosiasi, dimana mereka melakukan konfirmasi berita hoax yang menyangkut dirinya. Sedangkan tiga informan dalam posisi oposional mereka mengetahui informasi hoax dan memberikan klarifikasi kebenaran informasinya.AbstractThis research discusses the reception of UIN Sunan Ampel Surabaya students on hoax coverage on social media. In social media, one can provide all the information about Hoax news that can harm users. In spreading hoaxes, there are usually three ways, first, notification related to information that can cause riots and easily generate public opinion. Second, hoax is basically a cutting of information by embellishing the statement of public figures. Third, the perpetrators of disseminating inaccurate information through existing social media to make public opinion. So in this study it is important to study it as a reference in knowing the attitudes and understanding of UINSA students about hoax news on social media with the aim of surrendering UINSA student receptions on hoax reporting on social media. Descriptive qualitative method is used in this research to explain the subject’s understanding of a certain condition. Data collection techniques using the Focus Group Discussion technique. Stuart Hall’s Decoding Model As a tool to dissect in this study. The results of the research above indicate that one informant occupies a dominant hegemony position, more closely following the hoax information received. Four informants are in a negotiating position, where they confirm hoax news concerning him. Meanwhile, three informants in their oppositional position learned about hoax information and clarified the truth of the information.
Strategi Komunikasi Membangun Customer Relationship Pada Inkubator Bisnis Puspiptek Shiddiq Sugiono
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4612

Abstract

AbstrakSaat ini inkubator bisnis menjadi salah satu fasilitas yang memiliki peran dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. Fungsinya adalah untuk melahirkan UMKM yang siap bersaing. Technology Business Incubation Center (TBIC) merupakan inkubator bisnis yang dikelola oleh Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Kementerian Riset dan Teknologi dengan menerapkan metode in wall. Melalui program inkubasi bisnis, TBIC melakukan berbagai aktivitas pendampingan bisnis agar peserta inkubasi (tenant) memiliki jiwa technopreneur dan siap bersaing. Komunikasi menjadi aspek yang penting dalam membangun ikatan dengan tenant inkubator bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tujuan pembangunan ikatan dengan pelanggan, menjelaskan strategi komunikasi yang dilakukan oleh TBIC Puspiptek untuk membangun ikatan dengan pelanggan serta mengevaluasi strategi tersebut. Metode wawancara semi terstruktur digunakan untuk memperoleh data penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah manajemen TBIC Puspiptek yang pernah maupun sedang menjabat hingga akhir tahun 2019. Data hasil penelitian diolah dengan analisis deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pembangunan ikatan dengan pelanggan TBIC Puspiptek dimaksudkan untuk menciptakan kekeluargaan dan memberikan dampak positif. Adapun strategi yang digunakan adalah pendekatan komunikasi informal, membangun iklim komunikasi positif, penggunaan teknologi digital serta mengadakan monitoring dan evaluasi. TBIC Puspiptek masih harus memperbanyak kegiatan informal sehingga dapat menggali informasi lebih dalam dari pelanggan.AbstractCurrently the business incubator is one of the facilities that has a role in improving the economy in Indonesia. Its function is to establish SMEs that are ready to compete. Technology Business Incubation Center (TBIC) is a business incubator managed by the Research Center for Science and Technology (Puspiptek) of the Ministry of Research and Technology by applying the in wall method. Through the business incubation program, TBIC carries out various business assistance activities so that incubation participants (tenants) have a technopreneur spirit and are ready to compete. Communication is an important aspect in building bonds with business incubator tenants. This study aims to describe the objectives of building bonds with customers, explain the communication strategies used by TBIC Puspiptek to build bonds with customers and evaluate these strategies. The semi-structured interview method was used to obtain research data. The informants in this study were TBIC Puspiptek management who had or are currently serving until the end of 2019. The research data were processed with descriptive analysis with a qualitative approach. The research result states that the building of bonds with TBIC Puspiptek customers is intended to create family bonds and have a positive impact. The strategy used is an informal communication approach, building a positive communication climate, using digital technology and conducting monitoring and evaluation. TBIC Puspiptek still has to multiply informal activities so that it can dig deeper information from customers.
Kekerasan Verbal di Konten Youtube Indonesia Dalam Perspektif Kultivasi Moh. Adli Ahdiyat
ETTISAL : Journal of Communication Vol 5, No 2 (2020): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v5i2.4578

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi informasi telah menghadirkan Youtube sebagai media penyaing televisi untuk menjadi media pembelajaran bagi masyarakat. Kebebasan berekspresi melalui konten Youtube menghadirkan konten-konten dengan unsur kekerasan verbal yang nampaknya menjadi perhatian sebagian besar khalayak Youtube di Indonesia. Sayangnya, kreator konten dan khalayak sering mengabaikan efek yang dihasilkan dari mengonsumsi konten dengan unsur kekerasan verbal. Dari latar belakang tersebut, peneliti merumuskan masalah pada penelitian ini dalam bentuk pertanyaan: apa saja efek yang dihasilkan dari mengonsumsi konten kekerasan verbal di Youtube dalam perspektif kultivasi?, dan apa saja bentuk kekerasan verbal yang ada dalam konten Youtube di Indonesia?. Hasil penelitian menemukan dua jenis efek yang terjadi dari mengonsumsi konten kekerasa verbal di Youtube. Pertama, pembentukan budaya berkomentar dengan bahasa kasar di konten Youtube. Kedua, peningkatan agresivitas verbal khalayak dan peningkatan pengabaian khalayak terhadap efek dari kekerasan verbal. Hasil berikutnya mengemukakan kategorisasi kekerasan verbal yang ada di Youtube. Pertama, konten Youtube dengan penggunaan bahasa kasar. Kedua, konten Youtube dalam bentuk cyberbullying. Berdasarkan perspektif kultivasi, intensitas khalayak dalam menonton bentuk-bentuk kekerasan verbal tersebut memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku verbal khalayak, baik dalam berkomentar di kolom komentar video Youtube ataupun dalam berperilaku secara verbal. Hal ini tentunya berpengaruh kepada perubahan sosial di masyarakat.AbstractThe development of information technology has presented Youtube as a competitor for television to become a learning medium for the community. Freedom of expression through Youtube content presents verbal violence contents that seems to be the concern of most Youtube audiences in Indonesia. Unfortunately, content creators and audiences often ignore the effects from consuming verbal violence contents. From this background, the researcher formulated the research question: what are the effects from consuming verbal violence content on YouTube in a cultivation perspective ?, and what are the forms of verbal violence that exist in YouTube content in Indonesia?. The results found two types of effects that occur from consuming verbal violence content on Youtube. First, culture of commenting with abusive language on Youtube content. Second, the increase in verbal aggressiveness of the audience and an increase in audience disregard for the effects of verbal violence. The next results reveal the categorization of verbal violence in Youtube content. First, Youtube content that using abusive language. Second, Youtube content in the form of cyberbullying. Based on a cultivation perspective, the intensity of watching forms of verbal violence has an influence in shaping the verbal behavior of the audience, both in commenting in the YouTube video comment column or in verbally behaving. This certainly affects social change in society.

Page 1 of 1 | Total Record : 10