cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2022)" : 8 Documents clear
Pengaruh Kecepatan Nozel terhadap Kekasaran Permukaan Produk 3D Printing Berbentuk Kurva Sally Cahyati; Amira Alyssiya
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v15.i01.p01

Abstract

Additive Manufacturing (AM) adalah proses menambahkan material untuk membentuk suatu objek. Proses pembentukan tersebut dikenal sebagai 3D printing, yang memungkinkan untuk menciptakan suatu model atau prototipe yang lebih kompleks menjadi lebih mudah. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh parameter kecepatan gerak nozel terhadap ketelitian dimensi dan kekasaran permukaan produk hasil cetak mesin 3D printer berbentuk kurva. Model didesain dalam bentuk kurva agar efek tangga (staircase effect) dapat terlihat dengan jelas, sehingga dapat dibandingkan perubahannya pada setiap kecepatan nozel yang berbeda. Benda yang sudah didesain pada perangkat lunak Catia kemudian diatur beberapa parameternya untuk pencetakan dengan perangkat lunak pengiris yaitu Ultimaker Cura (versi 4.8.0). Perbedaan parameter kecepatan dan penambahan support (pendukung) diatur pada perangkat lunak ini. Kemudian hasil kostumisasi tersebut akan disimpan dalam format GCode File. Parameter kecepatan yang diuji dalam penelitian ini 30mm/detik, 40 mm/detik, 50 mm/detik, 60 mm/detik, dan 70 mm/detik. Masing-masing GCode File dengan kecepatan yang berbeda akan dicetak sebanyak 5 kali. Setiap cetakan akan mempunyai hasil yang berbeda. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran ketelitian dimensi dan kekasaran permukaan produk 3D printing agar didapatkan parameter kecepatan terbaik sebagai acuan referensi pencetakan prototipe suatu benda berbentuk kurva pada mesin 3D Printer FDM.
PENERAPAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA TURBIN UAP DI PLTU REMBANG ILHAM AKBAR ISLAMI
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v15.i01.p06

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) saat ini memiliki peran yang strategis dalam sistem kelistrikan di Indonesia. Sistem pemeliharaan yang diterapkan oleh perusahaan pembangkit listrik tenaga uap akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan listrik yang dihasilkan. Pembangkit listrik tenaga uap memiliki beberapa bagian utama dalam sistem produksinya, salah satunya adalah turbin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab bagaimana perawatan turbin uap di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan pihak yang bersangkutan dibagian perawatan turbin uap. Hasil penelitian menunjukan bahwa preventive maintenance pada turbin uap di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang terbukti efektif serta efisien untuk meminimalisir berbagai gangguan atau masalah yang terjadi pada komponen-komponen turbin uap serta dapat memininalisir biaya perawatan serta keselamatan kerja dapat terjamin. Kata kunci: preventive maintenance, turbin uap.
Komposit PLA (Poly Lactic Acid) untuk aplikasi biomaterial scaffold mampu terdegradasi Irza Sukmana; Rizal Adi Saputra; Shirley Savetlana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v15.i01.p02

Abstract

Penggunaan alat Kesehatan atau biomaterial diindonesia mengalami peningkatan. Material untuk alat kesehatan dapat disebut dengan biomaterial suatu disiplin ilmu Teknik Material dan Metalurgi. Biomaterial mencakup ilmu kedokteran, ilmu dasar (biologi, kimia dan fisika) dan ilmu teknik (mesin, elektro dan material). Biomaterial dapat diartikan suatu material untuk membuat berbagai alat kesehatan dan berinteraksi dengan sistim biologi. Biomaterial banyak digunakan sebagai implan dan devices (surgical implants and devices) untuk memperbaiki (to repair), mengganti (to replace), mendukung (to support) dan atau mengembalikan (to restore) fungsi organ tubuh secara aman. Biomaterial dapat berupa implan permanen atau implan sementara berupa scaffold. Biomaterial pengganti (scaffold) bagi sel atau jaringan di sekitarnya untuk merangsang, tumbuh, dan membimbing regenerasi jaringan baru. Setelah perbaikan dan penyembuhan jaringan selesai kemudian scaffold terdegradasi in vivo secara klinis dan biomekanik, sehingga tidak memerlukan operasi kedua untuk pengangkatan, biomaterial biodegradable harus mendukung proses regenerasi dan perbaikan jaringan dengan dukungan mekanis dan tidak beracun. PLA merupakan biopolimer yang sering digunakan sebagai biomaterial selain dari sifat biodegradable dan biocompatible karena propertiesnya yang baik digunakan sebagai scaffold. Penggunaan PLA atau biokomposit PLA banyak diaplikasikan sebagai bahan pengganti sementara atau scaffold pada tissue engineering seperti skin, tendon, ligamen, cartilage, arteri, aorta dan lain-lain. Perkembangan teknologi dibidang disipilin ilmu teknik metalurgi, fisika-kimia, biologi dan medis. Penggunaan polimer khususnya PLA dan biokompositnya telah berkembang dibidang tissue engineering dan alat kesehatan, untuk implan hard tissue masih dalam proses pengembangan. Paper review penelitian bertujuan untuk memudahkan, mengembangkan dan memulai penelitian baru dan review hasil penelitian untuk dijadikan acuan sebagai bahan penelitian selanjutnya agar lebih baik.
Analisis Fatigue Failure Pada Shaft Propeller Sebagai Instrumen Utama Penggerak Kapal Irhami Al Adaby; Lintang Larasati Adi Putri; Sarmilah .; Syafrie Muliarastu Dhiaulhaq; Yasmina Amalia
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v15.i01.p07

Abstract

Kegagalan struktur kapal laut menunjukkan bahwa persentase kegagalan yang signifikan disebabkan oleh desain yang tidak memadai karena kurangnya pertimbangan operasional, evaluasi elemen struktur yang tidak lengkap, dan metode perhitungan yang salah. Maka dari itu dilakukan analisa kelelahan pada shaft guna meminimalisir kecelakaan mengingat shaft bekerja sepanjang berjalannya kapal. Bahan yang digunakan dalam analisa adalah baja tahan karat austenitik atau baja kromium-nikel dengan kandungan nikel diatas 8%. Pengamatan dilaksanakan melalui metode pendekatan kepustakaan terhadap berbagai literatur terkait Analisis Fatigue Failure pada Shaft Propeller sebagai Instrumen Utama Penggerak Kapal. Getaran aksial dari sistem propulsi dapat menyebabkan getaran paksa. Kerusakan akibat getaran torsional dan aksial paling sering menyebabkan gurat, deformasi, dan patah. Hal terburuk yang akan terjadi dalam proses kegagalan shaft adalah fracture akibat pembebanan secara kontinyu dan diikuti dengan kemunculan crack pada permukaan shaft dan akhirnya shaft tidak dapat menahan tegangan yang dialami hingga mengalami fracture menjadi dua bagian atau lebih. Korosi pada stainless steel khususnya pada instrumen penggerak kapal juga memungkinkan untuk terjadi stress corrosion cracking.Untuk mengurangi efek korosi pada fatigue failure pada sebuah shaft, maka dapat dilakukan perlindungan katodik atau coating sebagai usaha memperlambat laju korosi yang terjadi.
Simulasi Unjuk Kerja Kolektor Pelat Datar Dengan Absorber Pipa Spiral Ahmad Yonanda; Amrizal Amrizal
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v15.i01.p03

Abstract

Simulasi kolektor surya pelat datar dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak antar pipa absorber berbentuk spiral terhadap unjuk kerja termal dan pressure drop kolektor surya pelat datar. Pengujian dilakukan dengan metode CFD. Material pelat dan pipa kolektor adalah tembaga dengan ukuran pelat 760 x 760 mm dan tebal 3 mm, diameter pipa adalah 8 mm, variasi jarak pipa spiral yang dipilih yaitu 25, 50 dan 75 mm. Fluida kerja yang digunakan adalah air dengan temperatur masuk 30oC dan laju aliran massa 0.015 kg/s, pada bagian atas permukaan kolektor diberi heat flux sebesar 825 W/m2. Simulasi dilakukan dengan kondisi steady state. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kolektor spiral jarak susunan pipa absorber 25 mm menghasilkan nilai pressure drop terbesar yaitu 3927 Pa dan terendah terjadi pada kolektor spiral jarak susunan pipa absorber 75 mm yaitu sebesar 1603 Pa, temperatur keluar air tertinggi dihasilkan pada kolektor spiral 25 mm yaitu sebesar 35,124oC sementara temperatur keluar air terendah terjadi pada kolektor spiral 75 mm yaitu sebesar 34,824oC. Efisiensi termal tertinggi diperoleh pada kolektor spiral dengan jarak susunan pipa absorber 25 mm yaitu mencapai 86,854%.
STUDY KELAYAKAN HEAT EXCHANGER NOMOR 3 PADA KILANG PPSDM MIGAS CEPU Arsal naufal Yudhatama
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v15.i01.p08

Abstract

Alat penukar panas merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk mempertukarkan energi dalam bentuk panas antara aliran fluida yang berbeda suhu yang dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Salah satu tipe dari alat penukar kalor yang banyak dipakai adalah Shell and Tube Heat Exchanger. Namun dalam perawatannya kita perlu adanya evaluasi lapangan sebelum dilakukan maintenace. Metode evaluasi data lapangan selama 5(lima) hari dari heat exchanger ini lebih efisien karena kita tidak perlu mengevaluasi data lapangan setiap hari serta kita dapat mengetahui hasil lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan data selama 1 bulan untuk mengetahui apakah alat penukar panas masih layak digunakan / dioperasikan selama 30 hari kedepan. Tujuan penulisan ini adalah untuk menentukan besar neraca panas, Log Mean Temperature Different, temperatur kalorik, luas daerah aliran, kecepatan aliran massa, bilangan Reynold, faktor perpindahan panas, bilangan Prandtl, koeffisien perpindahan panas, temperatur dinding tube, rasio viskositas, koeffisien perpindahan panas terkoreksi, clean overall heat transfer coefficient, overall heat transfer coefficient design, faktor pengotoran, pressure drop, dan effisiensi efektif dari alat penukar kalor. Hanya dengan menggunakan data awal dari heat exchanger yang meliputi suhu masuk serta suhu keluar dari shell dan tube, densitas, kapasitas produksi, dan spesifikasi alat dari heat exchanger selama 5(lima) hari.
Pengaruh Variasi Bentuk Adsorben Karbon Aktif dan Scale-up Kolom Terhadap Kinerja Adsorpsi CO2 Dalam Biogas Yanti Suprianti; Yoga Rahmat Pangestu; Purwadi Iriani
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v015.i01.p04

Abstract

Biogas as a renewable energy source is now starting to be considered as an alternative energy to replace BBM and CNG. Biogas from cow dung generally has a concentration of 50-70% CH4 as a substance that can be used as fuel, accompanied by 25-50% CO2, 0.3-3% N2, 1-5% H2, and H2S. The presence of accompanying substances, especially CO2, which has no calorific value (cannot be burned), can reduce the overall calorific value of biogas. One way to separate the CO2 gas is by adsorption. However, at a small column capacity, the adsorbent is often saturated quickly after being operated for a certain time. One way to get around this is to make the adsorbent into a more compact form, such as pellets. By combining granular and pellet activated carbon, this study wanted to identify the effect of variations to produce the best biogas composition and compare its performance when scaled up. The results showed that mixture A (70% granular activated carbon and 30% pellet) produced the best biogas, namely 83.1% in the initial column and 89.3% in the scale up column, with CO2 impurities removed and a small amount of other gases. The absorption performance in the form of adsorption effectiveness showed that each variation showed 100% effectiveness. The breakthrough curve shows that mixture C (30% granular activated carbon and 70% pellet) gave the highest resistance for 7 minutes on the initial column and 10 minutes on the scale up column. The volume of biogas that was adsorbed, the volume of biogas/column height, and the total amount of remove solute were best indicated by mixture A with 72 Liters, 180 Liters/m, and 8,208 Liters in the initial column, and 159 Liters, 212 Liters/m, respectively. and 21,942 Liters in the scale up column. Scale up has a significant impact on the performance of mixed C adsorbent with an increase in the volume of biogas that is adsorbed by 2.75x, the volume/height of the column increases by 1.47x, and the total of remove solute by 3.29x. Keywords: adsorption, adsorbent, granular activated carbon, pellet, scale up
Maintenance Boiler MEMINIMALISIR GANGGUAN DENGAN PREVENTIVE MAINTENANCE BOILER DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP AGUS FERI KRISTANTO
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2022.v015.i01.p05

Abstract

Tulisan ini merupakan studi kasus yang terjadi pada boiler di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang setelah penulis melaksanakan magang di sana. PLTU memiliki peran yang strategis dalam sistem kelistrikan di Indonesia, karena dinilai lebih ekonomis dan hasil energi yang lebih memadai. Salah satu komponen PLTU adalah boiler. Boiler adalah alat untuk mengubah energi panas menjadi energi gerak, menggerakkan turbin agar menghasilkan energi listrik. Boiler yang bekerja terus menerus akan mengalami gangguan. Preventive maintenance kali ini dipilih sebagai solusi untuk menangani gangguan tersebut. Preventive maintenance adalah kegiatan antisipatif yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang tidak diharapkan. Metode yang digunakan, peneliti melakukan observasi secara langsung ketika magang di perusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk meminimalisir gangguan pada boiler sebelum terjadi gangguan yang lebih besar. Hasil implementasi mendapatkan bahwa preventive maintenance lebih efektif dan efisien untuk diterapkan pada boiler dalam jangka panjang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8