cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SOCIUS : Jurnal Sosiologi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 12 Number 1, January 2013" : 9 Documents clear
KAJIAN KOMUNITAS PETANI RUMPUT LAUT SEBAGAI ALTERNATIF KELANGSUNGAN HIDUP MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN JENEPONTO Mansyur Radjab Radjab; Sultan Djibe Djibe; Ria Renita Renita
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat pesisir Kabupaten Jeneponto khususnya komunitas nelayan Desa Arungkeke merepresentasikan diri sebagai sebuah komunitas yang sedang bertransisi dari kehidupan nelayan yang memiliki sistem sosial budaya berbasis tradisional menjadi kultur petani atau budidaya rumput laut dengan sistem sosial budaya modern. Hal tersebut semakin nyata ketika proses produksi dalam usaha budidaya rumput laut lebih bercirikan kegiatan usaha rumah tangga berhadapan dengan proses pemasaran yang cenderung bernilai kapitalistik. Proses transformasi melalui pembentukan modal sangat lamban dengan tersumbatnya akses permodalan baik terhadap lembaga keuangan pemerintah dan lembaga keuangan swasta. Dari aspek penerapan teknologi pada usaha budidaya rumput laut ternyata belum mampu menciptakan mekanisme produksi maksimal karena dilain pihak bersentuhan dengan optimalisasi produksi melalui pemanfaatan anggota keluarga. Sehingga pembentukan modal yang lamban serta penerapatn tenologi yang tidak optimal menghambat terciptanya bentuk-bentuk spesialisasi dalam usaha budidaya rumput laut.Kata Kunci : Komunitas Petani, Usaha Budidaya Rumput Laut, Kelangsungan Hidup
Menjajaki Kode Etik Penelitian Sosiologi Maria E. Pandu E. Pandu
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika ilmu–ilmu sosial yang objek/subjeknya adalah masyarakat, dimana masyarakat terdiri atas individumanusia (human being) maka perlu ada suatu kode etik penelitian. Kode etik ini seyogyanya diperhatikan secarasungguh–sungguh oleh peneliti agar tidak mengorbankan dan merugikan pihak objek/subjek penelitian. Banyakpeneliti ataupun masyarakat memberikan kesaksian bahwa tidak semua kegiatan penelitian yang dilakukan olehsiapa saja menjaga “kemitraan” antara peneliti dengan objek/subjek penelitian. Sebenarnya hal ini dapatdilakukan dengan adanya kode etik penelitian, di mana isu–isu etika sangat penting untuk pengembanganhubungan sehat antara peneliti dengan yang diteliti.Kata Kunci: Kode etik, penelitian dan kemitraan
Penaggulangan Kemiskinan yang Berkelanjutan Sultan Djibe Djibe
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi dari waktu ke waktu, permasalahan kemiskinan hari inimerupakan rentetan permasalahan yang telah terjadi pada masa yang lalu dan tetap saja akan terjadi pada masamasayang akan datang meskipun dengan tingkat permasalahan yang berbeda. Diharapkan masalah kemiskinanyang terjadi pada generasi saat ini tidak akan terjadi dan menjadi beban pada generasi yang akan datang.Harapannya bahwa semakin ke depan kemiskinan akan terus dapat berkurang baik dari jumlahnya maupunaspek permasalahannya, dan hal ini akan sangat tergantung pada strategi intervensi yang dilakukan. Upayapraktis yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran kritis dan prilaku prososial, penanggulangankemiskinan berbasis pemetaan dan penguatan kelembagaanKata Kunci: Kemiskinan, keberlanjutan
Modal Sosial Sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan secara Mandiri pada Desa Nelayan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Hamka Naping Naping
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan selama ini cenderung mereduksi masalah kemiskinan hanyasebagai persoalan ekonomi semata. Akibatnya solusi yang ditawarkan lebih berfokus pada penanganan masalahekonomi seperti modal, investasi, teknologi dan berbagai aspek finansial lainnya saja. Sementara pada sisi lainkenyataan aktual menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan adalah problem yang multikompleks melibatkansemua aspek dalam kehidupan manusia termasuk masalah kelembagaan dan modal sosial. Tidak dapatdipungkiri bahwa upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan penanganan aspek ekonomi, namun harusdisadari oleh penentu kebijakan baik di level kabupaten kota maupun pada level propinsi, bahwa pendekatanmulti sektor dengan berbasis pada kebutuhan dan potensi masyarakat lokal merupakan alternatif yang memilikisignifikansi tertentu. Artikel ini akan potensi modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat untuk dimanfaatkan bagiupaya pengentasan kemiskinan oleh warga masyarakat lokal itu sendiri.Kata kunci: modal sosial, pengentasan, kemiskinan.
Penaggulangan Kemiskinan yang Berkelanjutan Sultan Djibe Djibe
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi dari waktu ke waktu, permasalahan kemiskinan hari inimerupakan rentetan permasalahan yang telah terjadi pada masa yang lalu dan tetap saja akan terjadi pada masamasayang akan datang meskipun dengan tingkat permasalahan yang berbeda. Diharapkan masalah kemiskinanyang terjadi pada generasi saat ini tidak akan terjadi dan menjadi beban pada generasi yang akan datang.Harapannya bahwa semakin ke depan kemiskinan akan terus dapat berkurang baik dari jumlahnya maupunaspek permasalahannya, dan hal ini akan sangat tergantung pada strategi intervensi yang dilakukan. Upayapraktis yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran kritis dan prilaku prososial, penanggulangankemiskinan berbasis pemetaan dan penguatan kelembagaanKata Kunci: Kemiskinan, keberlanjutan
ANAK-ANAK KURANG BERUNTUNG BERJUANG MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP DI PERKOTAAN (Kasus Anak Jalanan di Kota Makassar) Buchari Mengge Buchari
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKehadiran anak-anak di jalan dalam rangka mencari nafkah ataupun mengelandang adalah tragedy khidupan perkotaan. Realitas kehidupan mereka adalah realitas pengucilan sosial (social exclusion) dari proses urbanisasi daya budaya urbanism yang yang tidak adil terhadap sebagian kelompok masyarakat. Kehadiran meraka dijalan sangat berimpitan dengan gejala social exclusion lainnya seperti kemiskinan, pengangguran, pemukiman kumuh, dan keterbelakangan. Anak jalanan tidak tinggal diam mengadapi masalah itu. mereka mengkreasi kehidupan sendiri (sub-culture) dengan berbagai macam bentuk perjuangan bahkan perlawanan terhadap realitas itu. Perjuangan dan perlawanan itu tidak lain adalah perjuangan mempertahankan kelangungan hidup. Cara mereka melakukan aktivitas, menafsirkan, memperebutkan (contesting), dan memanfaatkan jalan, dan cara mereka menciptakan hubungan dan solidaritas di antara mereka, sesungguhnya adalah strategi utama mereka untuk bertahan hidup.
Strategi Kelangsungan Hidup Janda Cerai Gugat di Kota Makassar Syamsuddin Simmau Simmau
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi kelangsungan hidup janda cerai gugat menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan proses terjadinya perceraian, mengidentifikasi dan menganalisis peran faktor strukturdan internal aktor dalam melakukan pengasuhan anak, mempertahankan kelangsungan kehidupan ekonomi dankehidupan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis studi kasus denganmenggunakan instrumen wawancara mendalam, observasi tidak turut serta, dan kajian dokumen dalammelakukan pengumpulan data. Informan penelitian ini adalah janda cerai gugat yang dinilai telah berdaya(mampu) mempertahankan kelangsungan hidup mereka berdasarkan indikator keberdayaan yang telahditetapkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian merupakan konstruksi sosialyang kemudian memicu terjadinya dorongan perceraian dari dalam diri aktor. Pada praperceraian, ada elemenmodal sosial dan sekuritas sosial yang mendukung terjadinya perceraian. Kemudian, pasca perceraian, informanmengalami tekanan sosial berupa stigma dan tekanan multi beban dalam menjalani kehidupan mereka. Faktorinternal, khususnya motivasi hidup yang kuat mengontrol perasaan informan untuk meningkatkan frekuensikegiatan, interaksi, tindakan dan resosialialisasi secara sosial untuk mengelolah kembali modal sosial dansekuritas sosial guna mendukung kelangsungan hidup mereka. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwafaktor internal aktor mendorong lahirnya kesadaran untuk melakukan refungsi faktor struktur untukmendukung kelangsungan hidup informan.Kata Kunci: Janda cerai gugat, strategi kelangsungan hidup, faktor eksternal, faktor internal, kehidupan ekonomi,kehidupan sosial, pengasuhan anak.
POTENSI DAN KEKUATAN MODAL SOSIAL DALAM SUATU KOMUNITAS Suparman Abdullah
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modal sosial memiliki beberapa elemen yang merupakan sumber dan energy bagi warga dalam suatu komunitas. Kekuatan modal sosial dapat diketahui melalui elemen-elemen yang terlekat dalam struktur sosial komunitas. Beberapa elemen modal sosial antara lain kepercayaan (trust), nilai dan norma timbale balik, institusi dan assosiasi, hubungan timbale balik serta jaringan. Implementasi kekuatan modal sosial dipahami dalam tiga tipologinya yaitu modal sosial sebagai perekat warga komunitas, sebagai penyambung/menjembatani dan sebagai koneksi atau akses. Modal sosial sebagai modal dasar bagi komunitas dapat mengefektifkan modal dan potensi lainnya, namun elemen yang melekat tersebut memberi manfaat dan dapat diakes oleh semua warga komunitas serta tidak bertentangan dengan standar nilai yang berlaku secara universal.Kata Kunci: Modal Sosial, Kekuatan dan Komunitas
PERAN KELEMBAGAAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KEBERDAYAAN MASYARAKAT Studi Kasus Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kota Makassar Anwar Sulili Sulili; Buchari Mengge Mengge
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 12 Number 1, January 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma pemerintahan dari government ke governance memerlukan redefinisi peran negara danmasyarakat dalam pembangunan terutama dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untukberpartisipasi dalam proses pembangunan melalui pendekatan partisipatoris yang mempertemukan gagasanmikro yang kontekstual dan bersifat bottom up dengan gagasan makro yang bersifat top down. PosisiKelembagaan Lokal seperti LPM sangat strategis dalam membangun pendekatan itu yang mempertemukangagasan yag bersifat button up dan top down. Hanya disadari bahwa peran LPM yang strategis dalammenumbuhkan partsisipasi masyarakat masih terbatas jangkauannya, dan hanya menyangkut fasilitasi aspekperbaikan fisik lingkungan. Dengan peran seperti itu, menjadikan institusi LPM kurang berkembang dan tidakmendapatkan respon yang posistif dari pihak masyarakat. Hambatan institusional, dimana LPM bukan lembagayang diprakarsai pembentukannya oleh masyarakat seringkali menjadi hambatan internal, sehinggaeksistensinya lebih pada perpanjangan tangan pemerintah, dan bukan untuk menyelesaikan persoalanpersoalanmasyarakat, sebagaimana lembaga masyarakat lainnya (civil society) yang mengedepankanparticipatory.Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, pendekatan partcipatory, keberdayaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9