cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018" : 21 Documents clear
OPINI MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM DANA DESA DI KABUPATEN WAJO Saiful Saiful; Alwi Alwi; Muhammad Akbar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6169

Abstract

ABSTRACT Implementation of village fund program in Wajo cause a variety of responses and opinions from various circles. The aims of this study were to assess public opinion and community leaders opinion on the implementation of the village fund program in Wajo. The method used in this research, is a qualitative approach. The object of this research that the public and community leaders on the District Tanasitolo Wajo. The research data was collected through observation, interview, and documentation. Data were analyzed through three grooves activities going on simultaneously: data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study indicated that community elements considered themselves less involved in the village fund programs, the development of infrastructure was appropriate because It was relevant to community needs, and they were less concerned with the accountability of public funds.community leaders were often involved in the meetings and were active in the decision making process. For leaders, village fund should also be used for community empowerment and community economic development, and necessity of village institution control.  Keywords : Opinion, The village Fund, Accountability, Infrastructure  ABSTRAK Pelaksanaan program dana desa di Kabupaten Wajo menimbulkan berbagai tanggapan dan opini dari berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji opini masyarakat dan opini tokoh masyarakat terhadap pelaksanaan program dana desa di Kabupaten Wajo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini yaitu masyarakat dan tokoh masyarakat pada Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini masyarakat terhadap pelaksanaan program dana desa di Kabupaten Wajo yaitu masyarakat menganggap kurang dilibatkan, pembangunan infrastruktur sudah tepat karena sesuai kebutuhan masyarakat. Sedangkan untuk pertanggungjawaban dana desa masyarakat kurang peduli. Tokoh masyarakat sering dilibatkan dalam musyawarah desa serta aktif dalam proses pengambilan keputusan. Sebaiknya dana desa digunakan juga untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi masyarakat, serta diperlukan adanya pengawasan dari lembaga-lembaga desa. Kata Kunci : Opini, Dana Desa, Pertanggungjawaban, Infrastruktur
PERTARUANGAN ANTAR KELUARAGA DI PILKADA KABUPATEN GOWA 2015 Widiah Restuti Hasan; Harullah Hasrullah; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6165

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah merupakan fenomena berlangsungnya transaksi komunikasi politik yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab Tenri Olle Yasin Limpo dan Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo sehingga keduanya memutuskan untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2015 dan strategi komununikasi kedua calon dalam meraih suara pemilih pada Pilkada Kabupaten Gowa 2015. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik sampling purposif dengan jumlah informan yang diperoleh dua belas orang. Mereka yang menjadi narasumber merupakan kandidat yang berkompetisi, tim pemenang dan pengamat politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tenri Olle Yasin Limpo dan Adnan Purichta Ichsan memiliki modal ekonomi, simbolik, kultural, sosial yang berpadu dengan kompetensi yang mereka miliki sehingga pantas untuk berkompetisi dalam sebuah perebutan kursi nomor satu di Gowa. Walaupun mereka berada dalam trah yang sama membawa nama keluarga Yasin Limpo tidak menghalangi mereka maju berkompetisi. Aturan dalam keluarga yang menyepakati boleh tidak setuju namun tidak boleh melarang atau menghalangi menjadi landasan mereka untuk bersaing secara penuh. Kerelaan kedua kandidat untuk melepas jabatan sebagai anggota DPRD provinsi sebagai tanda kedua orang ini serius untuk berlaga di kompetisi sekaligus menghalau banyaknya isu majunya kedua calon dari keluarga Yasin Limpo hanyalah sebuah skenario. Strategi komunikasi yang kedua tim ini diawali dengan mengamati permasalahan, ketokohan dan kelembagaan, perencanaan dan pembuatan program, mengambil tindakan berkomunikasi dan evaluasi program kerja. Walaupun tahapan strategi sama, keduanya tetap juga memiliki perbedaan
VIDEO BLOG SEBAGAI MEDIA REPRESENTASI DIRI VLOGGER DI KOTA MAKASSAR Siti Aisyah; Tuti Bahfiarti; Alem Febri Sonni
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6166

Abstract

This research aims;  (1). to analyze vloggers intimately in representating identity in their video blog; and (2). to categorize in depth what that influence vloggers in representing identity in their video blog. This study was taken place in Makassar. Informants of this research were the vloggers of Makassar who have the criteria necessarily related to this study. The informants were selected using purposive sampling technique based on certain criteria. The type of this research was descriptive. The primary data were collected through observation and interview, and the secondary data were collected through library research related to this research. The data collected were then presented in the research findings and discussion and analyzed qualitative descriptively. The study results showed that the how the three of observed informants used YouTube as the media of self-representation is different with one another depending on the experiences and their self-background. The three informants form new identities in their video blog that can be seen from how they wear, speak, and determine content presentation, and the factors that form their identity are the environment, social group, and idols. Keyword : Self-Representation, Video Blog, YouTube, Self-Identity  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis secara mendalam vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya 2. Untuk mengkategorikan secara mendalam apa yang mempengaruhi vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar. Adapun informan penelitian ini adalah vlogger yang berada di kota Makassar yang memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian ini. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dan data sekundernya dikumpulkan melalui hasil studi pustaka yang terkait dengan penelitian.  Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya disajikan didalam hasil penelitian dan pembahasan lalu dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga informan yang diteliti cara memanfaatkan YouTube sebagai media representasi dirinya itu berbeda satu sama lain tergantung dari pengalaman serta latar belakang diri mereka masing-masing. Hasil representasi diri yang mereka ciptakan di YouTube bukanlah identitas mereka yang sebenarnya. Ketiga informan membentuk identitas baru di video blognya yang dapat dilihat dari pakaian yang dikenakan, cara berbicara, content yang dibawakan serta hal-hal yang dapat mempengaruhi pembentukan identitas tersebut ialah karena lingkungan, kelompok acuan serta tokoh idola.  
KOMPLEKSITAS ANTARA HAK GUNA USAHA (HGU) DAN PENYELAMATAN ASET NEGARA TERHADAP TANAH-TANAH TERLANTAR MELALUI KOMUNIKASI (NEGOSIASI) OLEH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) DI KABUPATEN ENREKANG Saefullah Saefullah; Hafied Cangara; Aminuddin Salle
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6484

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine (1) the factors of abandonment of The Land Cultivation Rights, (2) the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands, and (3) the communication effort (negotiation)conducted by BPN in the handling of abandoned lands. This research was conducted at the Regional Office of the Provincial National Land Agency South Sulawesi and Enrekang. The method performed was qualitative descriptive approach.The informantswere determined by the use of purposive sampling technique. The data have been obtained through observation, in-depth interviews,and documentation as well. The results showed that the the factors of abandonment of The Land Cultivation Rightsare consisting oftechnical factors, business management and socio-economic factors. Then the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands were preparing all forms of data and facts eitherresearch based or document based. The communication (negotiation) efforts by BPN in the handling of abandoned lands have been conducted to public tenants by the direct dialogueor personal approachfor deliberation, group and formal/bureaucracy approach through socialization and involvement of the community leaders and authorities. The communication effort (negotiation) conducted by BPN in the handling of abandoned lands has been in the form of coordination in order to achieve public common goals: the common perception and common pattern-making on economic resource benefits. Keywords: Communication effort (negotiation), The Land Cultivation Rights (HGU), abandoned land ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah-tanah Hak Guna Usaha (HGU), (2) peranan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah-tanah terlantar, dan (3) upaya komunikasi (negosiasi) oleh BPN dalam penanganan tanah-tanah terlantar. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Enrekang. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan dilakukan secara sengaja (purposive). Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah Hak Guna Usaha (HGU) terdiri atas : faktor teknis manajemen usaha dan faktor sosial ekonomi. Kemudian peranan BPN dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah terlantar sebagai lembaga berwenang yang menyiapkan segala bentuk data dan fakta baik yang ditemukan berdasarkan hasil kajian lapangan maupun dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan dalam rangka melakukan penanganan tanah-tanah terlantar melalui mekanisme yang berlaku. Adapun upaya komunikasi (negosiasi) dalam penanganan tanah terlantar yaitu komunikasi (negosiasi) dengan masyarakat penggarap dengan melakukan dialog secara langsung untuk musyawarah mufakat dengan melakukan pendekatan pribadi, pendekatan kelompok dan pendekatan formal/birokrasi melalui sosialisasi dan pelibatan tokoh masyarakat maupun aparat desa. Selanjutnya upaya komunikasi (negosiasi) dengan instansi/pihak-pihak terkait dengan melakukan koordinasi dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk kepentingan publik sehingga terjadi kesamaan persepsi dan pola pengambilan manfaat ekonomi atas sumberdaya ekonomi di areal HGU.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENUMBUHKAN INTEGRASI DAN KEBERSAMAAN PARA KARYAWAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI MALUKU PASCA KONFLIK HORIZONTAL DI KOTA AMBON Zainudin Fajri Samal; Hafied Cangara; Muhammad Farid
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6480

Abstract

ABSTRACT This study aims to: (1) Describe the role of organizational communication in fostering the integration of the employees of the Regional Office of the Ministry of Religion of Maluku post horizontal conflicts in the city of Ambon, (2) describe the way what is used in fosters employees through communication Organization of post-conflict horizontally in town ambon (3) identify any obstacles that occur in growing integration and togetherness employees through Organizational Communication. The method used in the study is a qualitative approach desriptif. Data were obtained through interviews, observation and documentation. Respondent In determining the informant, the authors used a purposive sampling technique according to the job position and the position of working with informants who met the requirements were then analyzed and presented descriptively. The results showed that the role of Organizational Communication in terms of decision-making processes, message delivered, as well as environmental organizations and the relationship of the post-conflict employees felt pretty good. Tops in this case the Head Office has an important role, it is not inseparable from the efforts of the Head of the office when the conflict in the release of segregation among employees to maintain the unity among fellow employees. The limiting factor in fostering integration and togetherness of employees post-conflict, not too felt, this is because the experience during the conflict, as well as information related to the process of creating an exchange of information, as well as the role of the boss is quite important during the conflict. Keywords : Organizational Communication, Integration, Togetherness, Conflict Horizontal ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan peran komunikasi organisasi dalam menumbuhkan integrasi para karyawan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku pasca konflik horizontal di kota ambon, (2) Mendeskripsikan Cara yang digunakan dalam menumbuhkan kebersamaan para karyawan melalui komunikasi Organisasi pasca konflik horizontal di kota ambon (3) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam menumbuhkan integrasi dan kebersamaan para karyawan melalui Komunikasi Organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan pendekatan desriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penentuan responden Dalam menentukan informan, penulis menggunakan teknik purposive sampling menurut posisi jabatan dan kedudukan kerja dengan persyaratan informan yang terpenuhi yang kemudian dianalisis dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Komunikasi Organisasi dalam hal proses pengambilan keputusan, pesan yang disampaikan, maupun lingkungan organisasi serta hubungan para Karyawan pasca konflik dirasakan cukup baik. Atasan dalam hal ini Kepala kantor mempunyai peran yang cukup penting, hal ini tidak terlepas dari upaya-upaya Kepala kantor saat konflik dalam melepaskan segregasi antar karyawan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama karyawan. Adapun faktor penghambat dalam menumbuhkan integrasi dan kebersamaan para karyawan pasca konflik, tidak terlalu dirasakan, hal ini dikarenakan pengalaman saat konflik, terkait proses menciptakan informasi maupun saling menukar informasi, serta peran atasan yang cukup penting saat konflik.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BK TERHADAP TINGKAT KENAKALAN SISWA Basril Bading; Andi Alimuddin Unde; mursalim Mursalim
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6481

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research are : (1) To know the principles of guidance and counseling teacher interpersonal communication on the level of delinquency students in junior high school 2 Enrekang, (2) To find out how the application of the principles of guidance and counseling teacher interpersonal communication on the level of delinquency students in junior high school 2 Enrekang. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that, The Communication between counselor and counselee already contain the principles of interpersonal communication in it, but the application of the principles of interpersonal communication in the counseling process still needs to be improved. The reseacrh also found several obstacles in the counseling process. One of the obstacles is the lack of self-disclosure as a counselee to express his feelings or problems. Keyword : Interpersonal communications, Principles of interpersonal communications, counseling ABSTRAK Tujuan dari penilitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui prinsip-prinsip komunikasi interpersonal guru Bimbingan Konseling terhadap tingkat kenakalan siswa SMP Negeri 2 Enrekang , (2) Untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip komunikasi interpersonal guru Bimbingan Konseling terhadap tingkat kenakalan siswa di SMP Negeri 2 Enrekang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komunikasi yang dilakukan oleh konselor kepada konselee sudah memuat prinsip-prinsip komunikasi interpersonal didalamnya, namun penerapan prinsip-prinsip komunikaksi interpersonal dalam proses konseling masih perlu untuk ditingkatkan. Penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan-hambatan dalam proses konseling, salah satu hambatan itu adalah masih kurangnya keterbukaan dari siswa selaku konselee untuk mengungkapkan perasaan-perasaan atau masalah-masalahnya
PENGGUNAAN KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM PENYELESAIAN MASALAH PEMAKAIAN AIR IRIGASI DI KALANGAN PETANI DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS JAMPUE DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN PINRANG Supardi Supardi; Andi Alimuddin Unde; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6477

Abstract

ABSTRACTGroup communications has a very important role in solving the problem of irrigation water use in Pinrang becauseof water problems among farmers often cause problems if not handled properly. This study aimed to describe andstudy about the use of Group Communications in Solving Problems among Farmers Irrigation Water Use atRegional Technical Implementation Unit Jampue Department of Water Resources Management Pinrang. Thisresearch is the study of group communication are qualitative. Data collected through observation, study ofdocuments and interviews. Data were analyzed by examining, reduce, present, and conclusion. Data fromobservation presented in the form of images. Data from the literature are presented in the form of quotations tostrengthen the research findings. The results showed that the setting and the use of irrigation water by the dischargerequirements per tertiary, especially prevalent in the dry season when the water flow is reduced and the behaviorof farmers who have not been able to give an appreciation of the economic value of irrigation water so that theefficiency of irrigation water use can not be achieved. To address these issues, the role of group communicationthrough regular meetings can reduce the problems that exist among farmers and other meetings conducted incompletion of irrigation water use. As for decision making by consensus and expert opinion. On that basis, itsuggests to improve the implementation of regular meetings by P3A / GP3AKeywoord: Group communications, Irrigation Water Problems, farmersABSTRAKKomunikasi kelompok mempunyai peran yang sangat penting dalam penyelesaian masalah pemakaian air irigasiDi Kabupaten Pinrang karena masalah air sering menimbulkan masalah dikalangan petani jika tidak ditanganidengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan komunikasi kelompok dalam penyelesaianmasalah pemakaian air irigasi dikalangan petani di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Jampue Dinas PengelolaanSumber Daya Air Kabupaten Pinrang. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumen dan wawancara dengan 30 orang sebagai informansampai pada Data dianalisis dengan menelaah, mereduksi, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pengaturan dan pemakaian air irigasi berdasarkan debit kebutuhan per petaktersier, terutama banyak terjadi pada musim kemarau dimana debit air berkurang serta perilaku petani yangbelum bisa memberikan apresiasi terhadap nilai ekonomi air irigasi sehingga efisiensi penggunaan air irigasibelum bisa tercapai. Untuk penyelesaian masalah ini, maka peran komunikasi kelompok melalui rapat rutin dapatmengurangi permasalahan yang ada dikalangan petani serta rapat-rapat lain yang dilakukan dalam penyelesaianpemakaian air irigasi. Adapun pengambilan keputusan yang dilakukan berdasarkan musyawarah dan pendapatahli. Atas dasar tersebut, penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan pelaksanaan rapat rutin olehP3A/GP3A.
SEMIOTIKA SIMBOL KOMUNIKASI NON VERBAL JAMAAH AN-NADZIR DALAM MENYEBARLUASKAN IDEOLOGI ISLAM DI KABUPATEN GOWA Juliadi Juliadi; Hafied Cangara; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6482

Abstract

ABSTRACTAn-Nadzir congregation is an Islamic community based in Gowa District. An-Nadzir's da'wah method is based on the action of examples and symbols. Their symbols include; Symbols of clothing, symbols of worship movements and symbols of society. This research is intended to know, analyze, and explain the meaning of symbols of An-Nadzir and methods of da'wah An-Nadzir. This research use desciptive qualitative approach. Data collection is done through observation and in-depth interviews with the leadership and members of An-Nadzir. The data were analyzed by using semiotic analysis to study the meaning of An-Nadzir symbols through Roland Barthes meaning analysis model, meaning denotation, connotation, myth and ideology. The results show that the symbols of An-Nadzir contain philosophical, cultural and sociological meaning based on the sunnah of Prophet SAW. An-Nadzir clothing symbols range; cloak, turban, beard and long hair that colored. Symbols of worship movement and symbol of the way of society which is contained in the concept of exemplary action. Hopefully, with this research will be known the form of missionary movement of An-Nadzir through symbols and meanings contained in it. Keywords: semiotics, An-Nadzir symbols, meaning ABSTRAK Jamaah An-Nadzir merupakan komunitas Islam yang bermarkas di Kabupaten Gowa. Metode dakwah An-Nadzir berbasis pada aksi keteladan dan simbol-simbol. Simbol mereka meliputi; simbol pakaian, simbol gerakan ibadah dan simbol cara masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan makna simbol-simbol An-Nadzir dan metode dakwah An-Nadzir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pimpinan dan anggota An-Nadzir. Data dianalisis dengan menggunakan analisis semiotika untuk mengkaji makna simbol-simbol An-Nadzir melalui model analisis makna Roland Barthes makna tanda denotasi, konotasi, mitos dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol An-Nadzir mengandung makna filosofis, budaya dan sosiologis yang berbasis pada sunnah-sunnah Nabi SAW. Simbol pakaian An-Nadzir meliputi; jubah, surban, janggut dan rambut panjang yang dipirang. Simbol gerakan ibadah dan simbol cara bermasyarakat yang tertuang dalam konsep aksi keteladanan. Diharapkan, dengan penelitian ini akan diketahui bentuk gerakan dakwah An-Nadzir melalui simbol serta makna yang terkandung di dalamnya.
PENGGUNAAN SIMBOL-SIMBOL KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM MENGHINDARI KECELAKAAN TRANSPORTASI LAUT DIKALANGAN ANAK PERAHU DI KEPULAUAN PADAIDO KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA Yulius Sitandung; Hafied Cangara; jeanny Maria fatimah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6478

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine the form of nonverbal communication symbols which used by Anak Perahu Avoiding Sea Transportation Accidents in Padaido islands, to understand the meaning consisted in the nonverbal communication symbols by Anak Perahu and Juru Mudi during the sea voyage going on, and also to examine the using method of nonverbal communication symbols in Padaido island people daily life. The method used in this study is a qualitative method using Ethnomethodology approach. The instrument of the research was a field research conducted through interview, observation and document analysis. The results showed that the existence of Anak Perahu was very important in the sea transportation in Padaido islands. The Anak Perahu of Padaido islands used nonverbal communication symbols that were hand signals in guiding sea voyage by boat in Padaido islands. Keywords: nonverbal, boat children, signals, Padaido. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk simbol komunikasi nonverbal yang digunakan oleh para anak perahu dalam menghindari kecelakaan transportasi laut di kepulauan Padaido, memahami makna yang terkandung dalam simbol-simbol komunikasi nonverbal oleh para anak perahu kepada juru mudi selama pelayaran berlangsung, serta untuk mengetahui cara-cara penggunaan simbol nonverbal tersebut dalam kehidupan masyarakat kepulauan Padaido.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan Etnometodologi. Instrument yang digunakan, yaitu penelitian virtual yang ditempuh melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan anak perahu sangat penting dalam transportasi laut di Kepulauan Padaido. Anak perahu di kepulauan Padaido menggunakan simbol komunikasi nonverbal berupa isyarat tangan dalam memandu pelayaran perahu di Kepulauan Padaido.
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI KOSPERMINDO DALAM MENGKAMPANYEKAN KONSUMSI RUMPUT LAUT PADA MASYARAKAT KOTA MAKASSAR Manggazali Manggazali; Andi Alimuddin Unde; Jeanny Maria Fatimah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6483

Abstract

ABSTRACT Kospermindo stands for Cooperative Unions of independent Indonesia who is the institution that is engaged in the distribution and processing of seaweed. This research aims to know the Kospermindo strategy in support of consumption of seaweed and to know the factor endowments and abarrier for Kospermindo in running campaigns on seaweed consumption Society city of Makassar. This study uses qualitative methods are Purposive Sampling technique that uses by selecting informants based on terms that correspond to the research topic. Technique of data analysis is qualitative descriptive method, namely the reduction of data, display data, and verification or retrieval conclusion. The communication Strategy the results showed seaweed consumption campaign initiated by KOSPERMINDO to Makassar city has been implemented through several stages in accordance with the theory of communication strategies such as determine audiences, how to compose a message, set the method used as well as selecting the use of media delivered thoroughly through the print media and the mass media. In a communication strategy has been planned as activities encourage efforts increased consumption of seaweed with informative method of pursuing such activities as GEMARI (movement of eating Seaweed Indonesia Sehat Fibrous) and ISF (Indonesian Seaweed Forum) with the content of the message is the importance of consuming seaweed health benefits and because the solicitation pengelolahan seaweed independently for home consumption as well as industrial consumption. Key words: Kospermindo, Commiunication Strategy, Seaweed ABSTRAK Kospermindo merupakan singkatan dari Koperasi Serikat Pekerja Merdeka Indonesia yang merupakan lembaga yang bergerak dalam pendistribusian dan pengolahan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi Kospermindo dalam mengkampanyekan konsumsi rumput laut dan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat bagi Kospermindo dalam menjalankan kampanye konsumsi rumput laut pada Masyarakat Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan teknik Purposive Sampling dengan memilih informan berdasarkan syarat yang sesuai dengan topik penelitian. Teknik analisis data adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi atau pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Strategi komunikasi kampanye konsumsi rumput laut yang dicanangkan oleh KOSPERMINDO kepada masyarakat kota Makassar telah dilaksanakan melalui beberapa tahap sesuai dengan teori strategi komunikasi seperti menentukan khalayak, bagaimana menyusun pesan, menetapkan metode yang digunakan serta menyeleksi penggunaan media yang disampaikan secara menyeluruh melalui media cetak dan media massa. Dalam strategi komunikasi yang telah terencana seperti kegiatan mendorong upaya peningkatan konsumsi rumput laut dengan metode informatif dengan melaksakan kegiatan seperti GEMARI (Gerakan Makan Rumput Laut Indonesia Sehat Berserat) dan ISF (Indonesian Seaweed Forum) dengan kandungan pesan pentingnya mengkonsumsi rumput laut karena manfaat kesehatannya dan ajakan pengelolahan rumput laut secara mandiri untuk konsumsi rumahan maupun konsumsi industri.

Page 2 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue