cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018" : 17 Documents clear
PROMOSI PEMASARAN POTENSI INDUSTRI PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN SINJAI Andi Nenni Asmawati Haki
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6965

Abstract

ABSTRAK Industri pariwisata adalah sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) potensi industri pariwisata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), (2) promosi pemasaran potensi industri pariwisata terkait dengan peningkatan PAD (3) hubungan antara promosi pemasaran dengan peningkatan PAD oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method. Teknik pemilihan informan dan responden dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan kuesioner. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) potensi industri pariwisata Kabupaten Sinjai terdiri dari: Kelompok industri yang berkontribusi secara langsung terhadap PAD, Kelompok industri yang belum berkontribusi terhadap PAD yaitu makanan dan minuman khas Sinjai serta home industry . (2) promosi pemasaran potensi industri pariwisata berdasarkan model AIDA secara umum masih kurang efektif umumnya terhambat pada tahapan desire dan action. (3) Adanya kesadaran yang dimiliki masyarakat Kabupaten Sinjai mengenai pentingnya promosi potensi industri pariwisata menujukkan hubungan yang positif dan signifikan. Namun hubungan tersebut masih berada dalam kategori “sedang” yang menunjukkan upaya promosi potensi industri pariwisata masih kurang efektif dalam proses komunikasinya.
INTEGRASI TRANSMIGRAN ETNIK BALI DAN LOKAL DI KECAMATAN WOTU KABUPATEN LUWU TIMUR: SUATU PENDEKATAN DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI ANTARBUDAYA Helmy Hamzah; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6890

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to know the integration process that has occurred and the form of social integration of Balinese and local ethnic transmigrants in Wotu Sub-district of East Luwu Regency, as well as the factors that support and hinder the occurrence of such integration.The approach used is descriptive qualitative. The study was conducted among Balinese ethnic transmigrants and local residents. Techniques used to collect data are observations and interviews with informants who deliberately considered to provide information.The results showed that Balinese ethnic transmigrants were able to adapt to the environment and interact with local communities after completing the integration process that ultimately resulted in normative social integration. This is also influenced by supporting factors such as national language. Assimilation and social relationships. In addition, this cultural integration is also influenced by inhibiting factors such as religion, ethnocentrism and stereotypes. Keywords: intercultural communication, social integration, ethnicity, transmigrants. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses integrasi yang terjadi dan bentuk integrasi sosial transmigran etnik Bali dan Lokal di Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat terjadinya integrasi tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap transmigran etnik Bali dan warga lokal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan pemilihan informan secara sengaja dianggap dapat memberikan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmigran etnik Bali mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan berinteraksi dengan masyarakat lokal setelah melalui proses-proses integrasi yang akhirnya menghasilkan integrasi sosial yang bersifat normatif. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti bahasa nasional. Asimilasi, dan hubungan sosial. Selain itu integrasi budaya ini juga dipengaruhi oleh faktor penghambat seperti agama, etnosentrisme, dan stereotipe. Kata Kunci : komunikasi antarbudaya, integrasi sosial, etnik, transmigran.
PENGGUNAAN SIMBOL-SIMBOL KOMUNIKASI NON VERBAL ANTARA PENGUNGSI IRAN DAN WARGA LOKAL DI MAKASSAR Nugrah Juniar Umar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.7351

Abstract

ABSTRACTFirst observation shows that the refugees can interact with local people and it is called as intercultural communication. This study aims to identify and mengategorisasi (1) the use of symbols of non-verbal communication among Iranian refugees in interacting with local communities (2) barriers to Iranian refugees in symbols, while interacting with the local community. This study uses qualitative descriptive method to describe a social phenomenon. The research was conducted in the city of Makassar with some informants were scattered in various places of refuge. The types and sources of data used are primary data and secondary data. The primary data or main data in the form of interviews with informants and secondary data or supporting documents such as books, theses, journals, articles, and internet. The informant of seven Iranian refugees and three local residents. Data were collected in the form of interviews with informants. Data were analyzed using several theories. The results showed that (1) Refugee Iran using symbols while communicating with local residents to clarify the message to be conveyed. Iranian refugees also learn and understand the local culture symbols and use them when interacting with locals although they differ with their culture. As; nod and smile. (2) There are three obstacles in the use of symbols of non-verbal communication is currently in progress, namely; cultural barriers, psikolgi barriers, and barriers of perception.Keywords: symbol, non-verbal, Iranian refugees ABSTRAK Dari hasi observasi awal terlihat bahwa pengungsi dapat berinteraksi dengan warga lokal dimana ini disebut sebagai komunikasi antar budaya. Penelitian ini kemudian bertujuan untuk mengetahui dan mengategorisasi (1) penggunaan simbol-simbol komunikasi non verbal di kalangan pengungsi iran dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal (2) hambatan pengungsi Iran dalam menggunakan simbol-simbol saat berinteraksi dengan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kulitatif dengan menggambarkan fenomena sosial. Penelitian ini dilaksanakan di kota Makassar dengan beberapa informan yang tersebar di berbagai tempat penampungan pengungsi. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer atau data utama berupa hasil wawancara dengan informan dan data sekunder atau data pendukung berupa buku, tesis, jurnal, artikel, dan internet. Informan terdiri atas tujuh orang pengungsi Iran dan 3 orang warga lokal. Data dikumpulkan berupa hasil wawancara dengan para informan. Data dianalisis menggunakan beberapa teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengungsi Iran menggunakan simbol-simbol saat berkomunikasi dengan warga lokal untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Pengungsi Iran juga mempelajari dan memahami simbol-simbol budaya lokal dan menggunakannya saat berinteraksi dengan warga lokal meskipun berbeda dengan budaya mereka. Seperti; anggukan dan senyuman. (2) Terdapat 3 hambatan dalam penggunaan simbol-simbol saat komunikasi non verbal berlangsung yaitu; hambatan budaya, hambatan psikolgi, dan hambatan persepsi.Kata kunci : simbol, non verbal, pengungsi Iran
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENGAMPANYEKAN PROGRAM LISTRIK PINTAR DI PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR Ade Irma Surani Haliq
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.7352

Abstract

ABSTRACTThis study aims to find out the implementation stage, campaign appearance, community acceptance, strengths and weaknesses of using Facebook in campaigning for the Smart Electricity program at PT. PLN. (Persero) South Sulawesi Region. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation. Data were analyzed using the Miles & Huberman model. The results show that (1) There are four phases of the implementation of the Smart Electricity program campaign using Facebook, namely creating content, creating campaign designs, submitting to superiors and publishing on social media. (2) The appearance of the presented campaign is interesting because it contains interesting content and the results of acceptance by the community are positive and negative. (3) The strength of Facebook as a campaign tool for the Smart Electricity program is its wide reach, easy access, low campaign costs and easy to send information, while the weak points are the lack of budget and not all PLN customers yet. cover. From the opportunities seen from the Smart Electricity program campaign to increase smart electricity users, help the community economy and become a source of income for PLN. Point Region PLN (Persero) Sulselrabar Private PR sees the opportunity to innovate in a campaign for Smart Electric via Facebook.Keywords: Social Media, Facebook, Campaign, Smart Electricity ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui tahap pelaksanaan, tampilan kampanye, penerimaan masyarakat, kekuatan dan kelemahan dari penggunaan Facebook dalam mengampanyekan program Listrik Pintar di PT. PLN. (Persero) Wilayah Sulselrabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada empat tahap pelaksanaan kampanye program Listrik Pintar menggunakan Facebook yaitu membuat konten, membuat desain kampanye, pengajuan kepada atasan, dan publish ke media sosial. (2) Tampilan kampanye yang disuguhkan menarik karena memuat konten yang menarik dan hasil penerimaan masyarakat ada yang positif dan negatif. (3) Kekuatan yang dimiliki Facebook sebagai sarana kampanye program Listrik Pintar yaitu jangkauannya luas, mudah diakses, biaya kampanye rendah dan mudah mengirimkan informasi.sedangkan kelemahannya yaitu minimnya anggaran serta belum mencakup seluruh pelanggan PLN. Dari peluang yang dililihat dari kampanye program Listrik Pintar yaitu meningkatkan pengguna Listrik pintar, membantu perekonomian masyarakat serta menjadi sumber pendapatan untuk PLN. PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar terkhusus pihak Humas dapat melihat peluang dengan berinovasi dalam mengampanyekan program Listrik Pintar menggunakan Facebook.Kata kunci: Media Sosial, Facebook, Kampanye, Listrik Pintar
STRATEGI PEMASARAN ONLINE (STUDI KASUS FACEBOOK MARKETING WARUNK BAKSO MAS CINGKRANK DI MAKASSAR) Ridho Azlam Ambo Asse
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6907

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine and analyze facebook marketing communication strategy used by Warunk Bakso Mas Cingkrank includes planning and implementation results to increasing sales in each branch. The methods used are observation, in-depth interviews and documentation. The research was carried out in Makassar with ten informants (business owners and founders, online marketing managers as well as personal Facebook admins, digital marketing as well as fanpage admins, social media content creators, consultants who also acted as social media marketing observers, as well as five selected consumers. purposive). Data were analyzed using Miles & Huberman model. The results show facebook accommodate existing components in marketing communication strategies such as providing consumer data to validate segmentation, targeting, and positioning as well as research materials in determining the production of facebook marketing content. Paid campaign advertisements facilities with specific detail targeting become the advantage of advertising using Facebook than conventional media, the amount of the advertising costs and the admin expertise as well as content creators are influence the distribution of publications and message interactions embedded in advertising campaigns. The marketing strategy was executed on Facebook fanpage, personal and group accounts. The three main components of facebook marketing are running the marketing mix such as advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, public relations and publicity. The popular marketing content on Facebook is soft selling methode and video. Facebook marketing as a new media tool in accordance with the key concept of new media including; collective intelligence, convergence, digital economy, interactivity, economic knowledge, Mobile Media, networking, participatory, user-generated content / user-guided innovation, Web 2.0. Keywords: facebook marketing, new media, online marketing communication strategy. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran facebook yang digunakan oleh Warunk Bakso Mas Cingkrank meliputi perencanaan dan hasil pelaksanaannya dalam meningkatkan penjualan di setiap cabang. Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Makassar dengan informan sebanyak sepuluh orang (Pemilik dan pendiri usaha, Manajer online marketing sekaligus admin facebook personal, digital marketing sekaligus admin fanpage, pembuat konten sosial media, konsultan yang merangkap sebagai pengamat sosial media marketing, serta lima orang konsumen yang dipilih secara purposif). Data dianalisis dengan menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan facebook mengakomodasi komponen yang ada pada strategi komunikasi pemasaran seperti menyediakan data-data konsumen untuk memvalidasi segmentasi, targeting, dan positioning sekaligus menjadi bahan riset dalam menentukan produksi konten facebook marketing. Fasilitas Iklan kampanye berbayar dengan detail targeting yang spesifik menjadi keunggulan beriklan menggunakan facebook dibandingkan media konvensional, besar kecilnya biaya iklan serta keahlian admin juga pembuat konten berpengaruh pada sebaran publikasi pesan dan interaksi yang terjalin pada suatu kampanye iklan tersebut. Strategi marketing di eksekusi pada akun facebook fanpage, personal dan grup. Tiga komponen utama facebook marketing tersebut menjalankan bauran pemasaran seperti periklanan, promosi penjualan, penjualan secara pribadi, pemasaran langsung, hubungan masyarakat dan publisitas. Konten marketing populer pada facebook ialah dengan ciri cover/soft selling dan video. Pemasaran facebook sebagai piranti media baru sesuai dengan kunci konsep new media diantaranya; kecerdasan kolektif, konvergensi, ekonomi digital, interaktifitas, pengetahuan ekonomi, Mobile Media, jaringan, partisipatif, konten yang dibuat pengguna/inovasi yang dipandu pengguna, Web 2.0. Kata kunci: facebook marketing, new media, strategi komunikasi pemasaran online.
ADAPTASI KOMUNIKASI INTERKULTURAL MAHASISWA ASING DI KOTA MAKASSAR Indah Elza Putri
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.8563

Abstract

Adaptasi dan komunikasi interkultural adalah proses yang digunakan mahasiswa asing untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosio-kultural di Makassar. Hadirnya beberapa perbedaan karakter baik fisik maupun nonfisik antara Indonesia dan beberapa Negara asal mahasiswa asing (China, Eritrea, Papua New Guinea, Korea, Sudan, dan Kepulauan Solomon) mulai dari perbedaan bahasa, agama, makanan, lingkungan, nilai-nilai yang berbeda, kebudayaan serta topografi wilayah tentunya akan menimbulkan keterkejutan budaya bagi mahasiswa asing tersebut. Mahasiswa Asing ini dalam menjalani kehidupan di Kota Makassar tentunya memerlukan proses adaptasi dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial budaya yang baru. Penelitian yang menggunakan tipe deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui proses adaptasi diri dan penyesuaian budaya yang dilakukan oleh mahasiswa asing dalam kegiatan komunikasi interkultural di Kota Makassar. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam proses adaptasi komunikasi interkultural, mahasiswa asing telah melakukan penyesuaian diri dengan menggunakan empat cara yaitu: pertama belajar Bahasa secara mandiri digunakan untuk lebih dapat memahami dan mempererat komunikasi dengan dosen, mahasiswa dan masyarakat lokal dari budaya baru; kedua belajar melalui teknologi cyber yang digunakan untuk mencari informasi awal mengenai Indonesia khususnya Makassar; ketiga bergaul dan bersosialisasi dengan mahasiswa lokal untuk mengetahui seperti apa kebiasaan dalam budaya yang baru; keempat melakukan penyesuaian dan membuka diri dengan kebiasan budaya baru sebagai langkah untuk memberikan toleransi terhadap perbedaan yang ada. Kata kunci: Komunikasi Interkultural, Adaptasi, Gegar Budaya
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM DANGAL (SEBUAH ANALISIS DISKURSUS KRITIS) Insani Nur CItra Sanusi; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6891

Abstract

ABSTRACTThis observation aims to cognize how feminism is represented and analyzed in movie “Dangal”. Film as one of the biggest medium of mass media makes advocating ideologies and/or movements through film is a great choice. “Dangal” by director Nitesh Tiwari proves it with the feminism that they slipped in. Feminism is an ideology and movement that share the common goal to achieve equal rights for women. The method used in this observation is critical discourse analysis by Norman Fairclough with qualitative descriptive approach and full object observation. By the time the observation is done, the writer find out that women is represented in this film by the scenes in which analyzed with textual data and classified into to aspects; social aspect and professional aspect. The author also analyzed the research object by seeing the discourse practice and sociocultural discourse. Thus, the author concludes that feminism gained a lot of recognition and development after the Phogat sisters, Geeta and Babita, became World Wrestler Champions. The society in India who follow a patriarchal system finally see that women can also compete in professional works outside of family. The same situation can be found in Indonesia. Keywords: critical discourse analysis, film, feminism, representation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi perempuan dikonstruksikan dalam film “Dangal” dan perbandingannya dengan realitas keadaan perempuan di India dan Indonesia ini.. Film sebagai salah satu medium media massa yang paling berpengaruh menjadikan advokasi ideologi atau kepercayaan melalui film menjadi ampuh. Film “Dangal” karya sutradara Nitesh Tiwari mengandung advokasi feminisme, sebuah gerakan atau ideologi yang memperjuangkan persamaan hak bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian analisis diskursus kritis pendekatan Fairclough dengan tipe penelitian pendekatan deskriptif kualitatif serta pengamatan secara menyeluruh pada objek. Dari penelitian yang dilakukan, peneliti memperoleh hasil bahwa representasi perempuan dalam film “Dangal” dapat dilihat dari potongan-potongan scene yang dianalisis secara tekstual yang dapat dikelompokkan dalam aspek sosial dan profesional. Peneliti juga menganalisis pada level praktik diskursus dan praktik sosiokultural. Diperolah bahwa emansipasi perempuan mengalami perkembangan di daerah Haryana dan India setelah Geeta Phogat dan Babita Phogat menjurai kontes gulat dunia, kesuksesan dua bersaudari ini membuat masyarakat berpenganut sistem patriarki mulai melihat bahwa perempuan dapat bersaing di dunia profesional di luar ranah urusan domestik keluarga. Keadaan serupa ditemukan di Indonesia.Kata Kunci: analisis diskursus kritis, film, feminisme, representasi

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue