cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Linears
ISSN : -     EISSN : 26143976     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal LINEARS adalah sebuah media publikasi Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Tujuannya adalah sebagai media komunikasi, desiminasi dan pertukaran informasi dunia arsitektur serta media publikasi hasil pengembangan penelitian,pengabdian maupun hasil karya arsitektur. Secara umum jurnal ini berisi tentang dunia arsitektur dan secara spesifik dapat berupa: - Ilmu dan teknologi arsitektur; - Teori, sejarah dan desain arsitektur; - Arsitektur kota dan perancangan kota; - - Arsitektur rumah dan perumahan; - Desain interior dan eksterior. Jurnal ini adalah Jurnal online yang berisi karya ilmiah bagi peneliti dan mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Unismuh Makassar, sebagai bagian dari publikasi karya ilmiah penelitian ataupun tugas akhir. Jurnal ini terbit 2 kali dalam 1 tahun dengan kontent dari berbagai keminatan Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears" : 8 Documents clear
POLA TATA RUANG PERUMAHAN DAN PERKEMBANGANNYA DITINJAU DARI KEARIFAN LOKAL DESA CIKOANG Andi Teddy M.; Mimi Arifin; Ninik Dwi Resky; Aris Sakkar Dollah
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1808

Abstract

Desa adat merupakan sebuah permukiman tradisional yang memiliki tradisi yang masih dipertahankan sampai saat ini seperti Maudu Lompoa, yang dilakukan setahun sekali dan dijadikan sebagai wisata budaya di Sulawesi Selatan. Hal tersebut mendorong pertumbuhan permukiman di sekitar ruang kegiatan budaya yang dapat menurunkan daya dukung kawasan perumahan. Oleh sebab itu, perlu mengidentifikasi karakteristik fisik pola tata ruang perumahan dan perkembangannya ditinjau dari kearifan lokal. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, penyebaran kuesioner dan pendataan instansional. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, komparatif, spasial dan grid index. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan perumahan mengikuti ruang yang tersedia di sekitar ruang kegiatan budaya. Pemakaian ruang kegiatan budaya yang tetap. Pola perumahan terikat dengan ruang kegiatan budaya.
ANALISIS KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN SIFAT FISIS SEMEN ORGANIK TERBUAT DARI BAHAN LIMBAH DAUR ULANG Muhammad Syarif
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1813

Abstract

Semen organik merupakan semen alternatif terbaru selain semen portland, dibuat dari mendaur ulang sampah organik, limbah batu bara berupa fly ash dan bottom ash serta mensubtitusi tanah mediteran dan tanah liat. Penelitian ini sebagai langkah kebijakan dalam  penyelamatan lingkungan. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton silinder menggunakan semen organik dan sebagai pembandingnya menggunakan semen portland melalui metode water curing dan dry curing pada umur 3,7,14,21 dan 28 hari. Hasil uji tekan beton menggunakan semen organik diperoleh  8,52 MPa pada metode water curing dan 14,52 MPa pada metode dry curing, sedang pada beton yang  menggunakan semen portland yaitu 22,37 MPa pada metode water curing dan 19,71 MPa pada metode dry curing. Hasil uji kuat tarik belah menggunakan semen organik  pada umur beton 28 hari mencapai 0,96 MPa pada metode water curing dan 1,22 MPa pada metode dry curing. Adapun yang menggunakan semen portland yaitu  2,03 MPa pada metode water curing dan 2,03 MPa pada metode dry curing. Hasil uji fisis berat jenis semen organik adalah 3,01 gr/ml sedang untuk semen portland adalah  3.16 gr/ml.  Berat jenis semen organik  3,05 gr/ml dan berat jenis semen portland yaitu 3,15 gr/ml.  Kehalusan butiran semen organik  yang lolos pada ayakan 200 mesh sebanyak 56%, lebih halus dari semen portland yaitu 52%. Berat padat semen organik 1200 kg/m3 lebih ringan dari semen portland yang mencapai 1250 kg/m3. Waktu ikat awal semen organik adalah 105 menit dan waktu ikat akhir semen organik adalah ke 225. Untuk semen portland waktu ikat awalnya adalah 90 menit sedang waktu ikat akhirnya mencapai 180 menit.
KEBUTUHAN FASILITAS REKREASI DI KAWASAN TEPIAN SUNGAI CENRANAE PADDUPPA KOTA SENGKANG Andi Yusri; Sherly Wunas; Ria Wikantari
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1809

Abstract

Mengingat potensi serta kecenderungan pertumbuhan fisik secara cepat sering terjadi di kawasan ini, namun belum diiringi dengan ketersediaan fasilitas rekreasi yang memadai dan menarik sehingga kawasan tersebut menjadi kurang produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebutuhan jenis fasilitas rekreasi, dan sarana prasarana pendukungnya berdasarkan karakteristik responden. Data diperoleh melalui survei lapangan dengan mewawancarai seratus responden yang terdiri dari pengunjung, pedagang kaki lima, dan masyarakat disekitar kawasan. Analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) kondisi permukaan air tergenang dengan elevasi mencapai 6 meter dipermukaan air dengan luas area genangan 14,32 km2. Elevasi banjir besar mencapai 9 meter diatas muka air dengan luas genangan 195.00 km2. Kedalaman sungai 5 meter dalam kondisi normal. Ketersediaan fasilitas rekreasi belum. 2) Kebutuhan jenis fasilitas berdasarkan karakteristik responden mencakup ruang terbuka hijau publik (RTH Publik), ruang terbuka hijau privat (RTH Privat), fasilitas rekreasi, sarana pendukung, water catchment area, dan prasarana penunjang transportasi. 3) Arahan pengembangan adalah penambahan dan perbaikan fasilitas rekreasi baik dari segi kualitas dan kuantitasnya agar dapat meningkatkan ekonomi warga serta meningkatkan pendapatan asli daerah.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN WILAYAH PESISIR DI KABUPATEN MAMUJU TENGAH Nurhikmah Paddiyatu
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1814

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan di wilayah pesisir menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem pesisir. Ketidakmampuan mengelola secara berkelanjutan tersebut antara lain dipicu oleh kurang diperhatikannya prinsip-prinsip pembangunan terpadu dan berkelanjutan dalam kegiatan pemanfaatan sumberdaya pesisir. Dengan realita permasalahan pesisir yang demikian maka diperlukan analisis tingkat kerusakan wilayah pesisir sebagai langkah awal mewujudkan kelestarian dan keberlanjutan wilayah pesisir kabupaten Mamuju Tengah. Oleh karena itu, penelitian ini  bertujuan untuk menentukan kawasan prioritas penanganan wilayah pesisir khususnya kawasan yang memiliki ekosistem mangrove  serta sebagai referensi untuk program-program pengembangan wilayah pesisir kabupaten Mamuju Tengah. Selain itu, mengidentifikasi tingkat kerusakan wilayah pesisir Kabupaten Mamuju Tengah sebagai dasar dan referensi menentukan wilayah pesisir yang menjadi prioritas penanganan. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu, analisis regression, analisis IPA (Importance Performance Analysis) serta analisis SWOT dimana dari analisis ini diperoleh strategi penanganan pada wilayah prioritas.
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DARI ASPEK KETERLAKSANAAN FUNGSI SOSIAL DI KOTA MAKASSAR Aris Sakkar Dollah; Rasmawarni Rasmawarni; Andi Teddy M.
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan keterlaksanaan fungsi sosial Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara terstruktur dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis RTH yang ada di Kota Makassar mayoritas dalam bentuk lapangan, sedangkan keterlaksanaan fungsi sosial RTH lebih didominasi oleh aktivitas olah raga. Unit RTH dengan keterlaksanaan fungsi sosial tertinggi terdapat di RTH Kompleks Lapangan Karebosi sedangkan yang terendah terdapat di RTH Taman Pattimura. Tingkat keterlaksanaan fungsi berdasarkan analisis skalogram berada pada angka 35 persen, tergolong masih rendah.
PLACEMAKING SEBAGAI STRATEGI REVITALISASI KAWASAN Studi Kasus : Kawasan Pecinan Kota Makassar Sri Wahyuni
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1815

Abstract

Pecinan Makassar merupakan bagian dari perkembangan sejarah kota Makassar. Pecinan Makassar terletak di pusat kota dekat dengan pelabuhan sehingga menjadi awal kegiatan perdagangan dan jasa. Letaknya yang strategis menjadikan kawasan sebagai pusat perdagangan yang vital pada zaman kolonial. Namun sejalan dengan perkembangan zaman, Pecinan Makassar mengalami penurunan kualitas fisik, aktifitas ekonomi, dan sosial budaya yang mengakibatkan pudarnya identitas pecinan Makassar. Secara perlahan kawasan mulai ditinggalkan dan kegiatan ekonomi berpindah ke pusat perdagangan baru di luar pecinan. Oleh karenanya kawasan membutuhkan upaya penataan untuk mengembalikan vitalitas pecinan yang kontekstual dengan masa kini tanpa menghilangkan jejak sejarah kawasan.Pembahasan ini bertujuan untuk merumuskan strategi perancangan dalam mempertahankan identitas kawasan pecinan sebagai kawasan perdagangan yang unik dan meningkatkan kualitas lingkungan dengan revitalisasi kawasan. Penurunan kualitas fisik, penurunan kegiatan ekonomi dan sosial budaya pada kawasan Pecinan Makassar diselesaikan dengan strategi penciptaan kembali makna (identitas) kawasan melalui pendekatan placemaking.Langkah-langkah dalam upaya revitalisasi kawasan dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis komponen fisik, fungsi dan aktifitas, serta citra budaya kawasan pecinan. Hasil dari analisis kemudian menjadi dasar panduan yang selanjutnya diuraikan dalam strategi pengembangan kawasan untuk memberi gambaran mengenai arahan penataan Pecinan Makassar.
PENATAAN ESTETIKA PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN BERBASIS PENATAAN FASAD BANGUNAN STUDI KASUS: JALAN INSPEKSI KANAL, MARICAYA BARU KEC. MAKASSAR KOTA MAKASSAR Armi Indrayuni
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1811

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan permukiman kumuh khususnya di Kota Makassar merupakan masalah tersendiri bagi kehidupan kota. Mempengaruhi secara tidak langsung berbagai aspek ekonomi, kesehatan, keamanan dan keindahan yang ditimbulkan dari permukiman dan masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh. Penataan estetika permukiman kumuh di lakukan untuk menghilangkan citra kekumuhan demi terciptanya sebuah kota baru yang menuju kota dunia dengan melibatkan berbagai sektor pemerintah, swasta dan masyarakat. Tulisan ini bersifat deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap masyarakat yang bermukim di permukiman kumuh, dilakukan pada permukiman kumuh sepanjang jalan inspeksi kanal dari Pasar Pabaeng-Baeng hingga jalan Pelita. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penataan estetika permukiman kumuh membutuhkan penataan desain sederhana sehingga mudah diterapkan diantaranya penataan keteraturan bangunan, permainan warna pada bangunan dan penggunaan material yang tepat guna. Di perlukan pula pendekatan sosial, ekonomi dan politik secara personal karena tingkat kepekaan masyarakat khususnya tingat bawah sangat rentan dan sensitivitas tinggi. Keberadaan mereka untuk dihargai dan diakui tinggal di kota sebagai masyarakat  “berguna” membutuhkan perhatian khusus dari berbagai sektor khususnya pemerintah. Dibutuhkan pemberdayaan ekonomi yang kreatif guna meningkatkan kesejahteraan dan keberadaan permukiman kumuh yang lebih berestetika sehingga dapat digunakan sebagai aset, daya tarik dan ciri khas Kota Makassar.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS TERMINAL MAKASSAR METRO Ashari Abdullah
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1812

Abstract

Kebijakan relokasi Terminal Makassar Metro menyisakan persoalan serius yaitu fungsi terminal sebagai fasilitas transit bagi penumpang bus antar kota kurang efektif, hal ini dapat di lihat dari rendahnya tingkat pemanfaaan terminal oleh penumpang. Situasi ini berdampak pada munculnya terminal bayangan di kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas Terminal Makassar Metro berdasarkan persepsi penmpang. Teknik analisis yang di gunakan adalah Principal Component Analysis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima faktor yang mempengaruhi efektifitas terminal yaitu kondisi fasilitas, kualitas lingkungan, desain arsitektur, Informasi, da kemudahan transfer.

Page 1 of 1 | Total Record : 8