cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Political Science Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2021): July" : 7 Documents clear
Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Sokoyoso Tahun 2019 Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Merliana, Fanny; Suhardiyanto, Andi
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.46757

Abstract

Pemilihan kepala desa merupakan salah satu bentuk partisipasi politik sebagai perwujudan terselenggaranya proses demokrasi yang baik di tingkat lokal. Penelitian ini meneliti tentang partisipasi politik masyarakat di Desa Sokoyoso dalam Pilkades 2019 Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Bentuk-bentuk partisipasi politik dalam Pilkades Sokoyoso yaitu : menjadi Calon Kades bagi masyarakat yang bersedia dan memenuhi persyaratan, menjadi Panitia Pemilihan Kepala Desa, diskusi politik dengan keluarga, teman, membahas mengenai Pilkades, menjadi tim sukses serta pemberian suara. Pemberian suara merupakan bentuk partisipasi politik masyarakat yang paling dominan. Adapun faktor-faktor penyebab partisipasi politik Masyarakat Desa Sokoyoso dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor internal (kesadaran politik, kepercayaan politik, karakteristik pribadi) dan faktor eksternal (sejauh mana menerima rangsangan politik atau lingkungan politik melalui ikatan hukum formal yang mewajibkan warga negara berpartisipasi politik).
Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangduwur dalam Pengembangan Potensi Wisata Pantai Menganti Kabupaten Kebumen Wandira, Praba; Lestari, Puji
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.46948

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan potensi wisata Pantai Menganti Kebumen dan untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan sejak awal penerencanaan pembangunan. Pemberdayaan dilakukan berdasarkan tujuh tahapan yang meliputi tahap persiapan, tahap pengkajian (assessment), tahap perencanaan alternatif program atau kegiatan, tahap performalisasi rencana aksi, tahap pelaksanaan (implementasi) program atau kegiatan, tahap evaluasi, dan tahap terminasi. (2) Pemberdayaan dilaksanakan dengan kerjasama antara Pemerintah Desa Karangduwur dengan LMDH selaku pengelola objek wisata Pantai Menganti. Bentuk kerjasama tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 9 Tahun 2007 tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan. Penerapan kebijakan ini dinilai berdasarkan 5 variabel yakni: standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi dan penguatan aktivitas, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial, ekonomi, dan politik.
Religious Bodies as Catalyst For National Development in Africa: The Case of The Living Faith Church Omodunbi, Olumide Olumuyiwa; Akinrinde, Olawale Olufemi; Ige, Richard; Olawole, Oluwadamilare
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.47061

Abstract

Politics and religion overtime have become two sides of a coin. This is particularly through of Africa, Nigeria inclusive, due to the nature of colonialism that accompanied introduction of Christian religion. No matter how conceived, the activities of the various missionary bodies that came with colonialism brought about development to Nigeria in all spheres of live especially in the education sector. This can be attested to by many schools set up by the Christian missionaries that provided quality education for many generations during and after colonial rule in the country. This paper attempts to investigate the activities of the Living Faith church (Winners Chapel) in bringing development through education. The paper found that the Living Faith church have invested vigorously in the education sector as manifested in the establishment of two Universities and chains of Secondary and Primary schools across the country that have continued to train scores of Nigerians and in turn contributing to the development of the country. Although it has been argued that the type of education provided by this church is too expensive and targeted at the elites when compared to the education provided by the early Christian missionaries. The paper concludes that since governmental authorities at various levels have continued to neglect the education sector in spite of the teeming yearning of Nigerians for quality education, the cost of ignorance cannot be compared to the services rendered by the Living faith church in the education sector and thereby contributing its own quota to the development of Nigeria. Keywords: Religion, Church, Development, Winners Chapel, Education
Respon Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Kebumen Dalam Kebijakan Pengelolaan Pasar Tumenggungan Di Masa Pandemi Covid-19 Prasmita, Kabul; Sunarto, Sunarto
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.48560

Abstract

Kebijakan yang diterapkan Disperindag Kabupaten Kebumen untuk mencegah angka persebaran virus Corona serta menjaga stabilitas ekonomi pedagang di Pasar Tumenggungan yang merupakan pasar tradisional terbesar dan berada di pusat kota merupan hal yang sangat penting menghadapi pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah medeskripsikan dampak Pandemi Covid-19 terhadap kegiatan perekonomian di Pasar Tumenggungan Kebumen serta kebijakan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen sebagai respon terhadap dampak pandemi Covid-19 di Pasar Tumenggungan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian berada di DISPERINDAG Kabupaten Kebumen dan Pasar Tumenggungan. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diambil melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi atas sumber data tertulis berupa dokumen dan arsip profil DISPERINDAG Kabupaten Kebumen, arsip profil Pasar Tumenggungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini memberikan pengaruh terhadap kegiatan perekonomian di Pasar Tumenggungan Kebumen antara lain adalah sepinya pengunjung, penurunan pemasukan pedagang, perputaran uang yang semakin lambat. Respon DISPERINDAG Kabupaten Kebumen menghadapi kondisi tersebut adalah mengeluarkan kebijakan di Pasar Tumenggungan berupa pemasangan banner dan stiker himbauan; pengadaan fasilitas cuci tangan; pengadaan bantuan masker; woro-woro protokol kesehatan; pantauan kegiatan pasar; sterilisasi pasar; pengadaan rapid tes; pengurangan target pendapatan; work from home; dan kerja bakti. Kebijakan yang dilakukan DISPERINDAG Kabupaten Kebumen mendapat respon positif dari masyarakat.
Modal Sosial dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Diskriptif Kualitatif di Desa Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang) Maulidah, Salasatun; Setiajid, Setiajid
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.48839

Abstract

MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI DISKRIPTIF KUALITATIF DI DESA PANDANSARI KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG)Salasatun Maulidah, Drs. Setiajid, M.SiProgram Studi Ilmu Politik (S-1), Jurusan Politik dan Kewarganegaran, Fakultas Ilmu Sosial,Universitas Negeri SemarangE-mail: salasatunmaulidah@gmail.com Abstrak: Terbentuknya desa wisata Pandansari bertujuan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki Desa Pandansari serta diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Keinginan masyarakat dalam membantu pengembangan pariwisata di desa wisata Pandansari tentunya tidak dapat terlepas dari modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Desa Pandansari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan modal sosial dalam pengembangan desa wisata Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan fokus penelitian modal sosial dalam pengembangan desa wisata Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Sumber data diperoleh dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam unsur modal sosial di desa wisata Pandansari, yaitu: (1) jaringan digunakan untuk membangun hubungan yang baik dengan semua elemen masyarakat; (2) kepercayaan dibagun dengan mengadakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif kepada masyarakat; (3) norma digunakan untuk mengatur kegiatan yang ada di desa wisata Pandansari; (4) nilai yang digunakan adalah nilai khas masyarakat yaitu nilai kedesaan berupa nilai paseduluran, dan gotong royong. (5) resiprocity diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan kegiatan sosial lainnya tidak membeda-bedakan, saling peduli, dan membantu; (6) proactive action berupa perilaku aktif, kreatif, dan inisiatif yang dituangkan oleh pengelola dalam bentuk program. Saran yang diberikan penulis adalah (1) pemerintah Desa Pandansari diharapkan dapat ikut berperan aktif dalam mempromosikan desa wisata Pandansari; (2) pengelola desa wisata Pandansari diharapkan dapat membuat program dan kegiatan yang inovatif dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Desa Pandansari; (3) masyarakat Desa Pandansari diharapkan dapat menyumbangkan ide/gagasannya terkait pengembangan desa wisata Pandansari.
Implementasi Kebijakan Pelayanan Publik Berbasis Electronical Government melalui Aplikasi Blakasuta di Tiga Kantor Kecamatan Kabupaten Brebes Ilman, Ahmad Azis Nur; Arumsari, Nugraheni
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.50318

Abstract

Dindukcapil Kabupaten Brebes membuat Aplikasi Blakasuta sejak tahun 2018 Hingga sekarang ini seluruh Kantor Kecamatan di Kabupaten Brebes sudah menjalankan aplikasi tersebut, namun dalam penelitian ini objek yang menjadi kajiannya ialah Kantor Kecamatan Brebes, Kantor Kecamatan Jatibarang dan Kantor Kecamatan Songgom. Pada masa pandemi covid-19 instansi pemerintah harus lebih memanfaatkan teknologi informasi sehingga pelayanan berkonsep e-government harus lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelayanan publik berbasis electronical government yaitu aplikasi Blakasuta di Kabupaten Brebes, dan faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanakan aplikasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara secara langsung, observasi di lapangan dan dokumentasi. Terdapat dua sumber yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Uji keabsahan yakni melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian yang telah dijabarkan, sesuai dengan konsep George Edward III mengenai variabel keberhasilan implementasi aplikasi Blakasuta yang meliputi (1) Komunikasi, Komunikasi yang terjadi berupa komunikasi internal dan komunikasi eksternal: (2) Sumber daya Sumber daya dalam implementasi kebijakan yaitu sumber daya manusia, sumber daya infrastruktur dan sumber daya finansial (3) Disposisi pelaksanaan implementasi kebijakan aplikasi Blakasuta dapat dinilai komitmen dari Dindukcapil Kabupaten dan (4) Struktur Birokrasi, dalam pelaksanaan aplikasi Blakasuta diatur dalam Peraturan Kepala Dinas. Saran peneliti ditengah pandemi covid-19 penggunaan pelayanan online harus dilakukan, oleh karena itu Dindukcapil Kabupaten Brebes hendaknya memaksimalkan sosialisasi aplikasi Blakasuta dan membuat wifi corner serta menyediakan hardware di lingkungan Kantor Kecamatan untuk masyarakat agar mempermudah penggunaan aplikasi Blakasuta.
Pola Kaderisasi Organisasi Ekstra Kampus: Studi Kasus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FISIP UIN Syarif Hidayatullah Nurtanto, Anggian; Munandar, Aris
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.50418

Abstract

Kaderisasi merupakan hal penting dalam organisasi, terutama organisasi perkaderan seperti HMI. Kaderisasi merupakan proses penurunan nilai dari senior ke junior dan menandakan adanya sebuah keberlanjutan dalam sebuah organisasi. Himpuan mahasiswa Islam Komfisip UIN Syarif Hidayatullah dianggap merupakan salah satu komisariat terbaik yang melakukan kaderisasi dan menghasilkan kader-kader berkualitas. Baik dalam prestasi akademik, non akademik maupunn gerakan politik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pola kaderisasi HMI Komfisip UIN Syarif Hidayatullah Cabang Ciputat? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa pola kaderisasi organisasi HMI Komfisip UIN Syarif Hidayatullah terdiri dari 3 fase, yaitu: fase pengenalan, pembentukan dan pengabdian. Dalam fase pengenalan berisi agenda pengenalan ideologi HMI dan rekrutmen anggota, fase pembentukan berisi kegiatan kaderisasi formal, non formal dan informal. Kaderisasi formal memiliki kegiatan terstruktur, sistematis dan berjenjang. Diawali dengan MAPERCA dan Latihan Kader 1 kemudian dilanjut dengan follow up dan upgrading. Kaderisasi non formal terdiri dari kegiatan minat bakat seperti pelatihan menulis, debat, sekolah kepemimpinan, diskusi (study club), akademi insan cita serta rekreasi dan olahraga. Sedangkan kaderisasi informal bersifat pembangunan kualitas SDM berdasarkan rasa kekeluargaan disertai dengan manajemen organisasi. Fase pengabdian dilakukan oleh alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI. Metode yang sering dilakukan dalam proses kaderisasi adalah ceramah dan diskusi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7