cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA" : 30 Documents clear
Gangguan Pendengaran Akibat Bising Septiana, Nur Rizqi; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) merupakan gangguan berupa penurunan fungsi indera pendengaran akibat terpapar oleh bising dengan intensitas kebisingan yang berlebih secara terus menerus dalam waktu lama. Penelitian ini membahas tentang faktor yang berhubungan dengan GPAB di PT. Indonesia Power UBP Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Jumlah sampelnya adalah 110 terdiri dari 55 kasus dan 55 kontrol diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan faktor yang berhubungan dengan GPAB adalah intensitas kebisingan (p=0,034, OR=2,779), lama kerja (p=0,022, OR=2,625), masa kerja (p=0,022, OR=3,656) dan umur (p=0,036, OR=2,429). Variabel yang tidak berhubungan adalah penggunaan alat pelindung telinga (p=0,775). Simpulan dari penelitian adalah ada hubungan antara intensitas kebisingan, lama kerja, masa kerja dan umur dengan GPAB. Tidak ada hubungan antara penggunaan alat pelindung telinga dengan GPAB. Kata Kunci: Gangguan Pendengaran Akibat Bising, Faktor Resiko, Pekerja. Noise induced hearing loss (NIHL) is a disorder in the form of decreased function of the sense of hearing as a result of exposure to noise with excessive noise intensity continuously for a long time. This study discusses the factors related to NIHL at PT. Indonesia Power UBP Semarang. This type of research is analytic observational with case control approach. The sample size is 110 consisting of 55 cases and 55 controls taken by purposive sampling technique. The results showed factors associated with NIHL is intensity of noise (p = 0.034, OR = 2.779), lenght of work (p = 0.022, OR = 2.625), period of work (p = 0.022, OR = 3.656) and age (p = 0.036 , OR = 2.429). Variables that are not related is the use of ear protection (p = 0.775). The conclusion from this study is there is a relationship between the intensity of noise, length of work and age woth NIHL. There is no relationship between the use of ear protection with NIHL. Keywords: Hearing disorder, Noise, Risk Factor
Kehamilan Tidak Diinginkan pada Remaja Amalia, Elisa Happy; Azinar, Muhammad
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan merupakan termonilogi yang biasa dipakai untuk memberi istilah adanya kehamilan yang tidak dikehendaki oleh wanita yang bersangkutan. Salah satu faktor penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah perilaku seksual remaja yang berisiko. Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja di Kota Madiun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja di Kota Madiun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dan kasus tersebut terjadi maksimal 2 tahun sebelum tahun penelitian yaitu antara tahun 2013-2015. Jumlah subjek penelitian 4 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah perilaku seksual pranikah yang beresiko, pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas, sikap remaja terhadap seksualitas yang permisif, akses media informasi tentang pornografi, sikap orang tua, dan perilaku teman dekat. Saran untuk orangtua yaitu lebih menjalin kedekatan dengan anak dengan cara mengajak anak untuk sharing atau berdiskusi tentang kegiatan sehari-hari maupun permasalah di sekolah serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya yang menginjak usia remaja sedangkan saran untuk Dinas Pendidikan Kota Madiun adalah mencanangkan kebijakan baru berkaitan dengan pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja. Kata Kunci: Faktor yang mempengaruhi, Kehamilan Tidak Diinginkan pada Remaja Unwanted pregnancy is a common terminology to refer a pregnancy that is unwanted by the woman. This study aims at revealing and describing the factors which hinfluence the occurrence of unwanted pregnancy in adolescents in Madiun City.The study employed qualitative approach. The subjects were adolescents who experienced unwanted pregnancies and the cases occurred up to 2 years before the study, between 2013 to 2015. There were 4 people serving as research subjects. The technique of data collection was depth interview. The results show that the cause of unwanted pregnancy inrisky sexual behavior, lack of knowledge about reproductive health and sexuality, attitudes toward sexual permissiveness, media access on pornography information, parental attitude who are less concerned with their children, peer relationship, and adolescent sexual behavior which is at risk.. Factor which associated unwanted pregnancy are informant inrisky sexual behavior, lack of knowledge about reproductive health and sexuality, attitudes toward sexual permissiveness, media access on pornography information, parental attitude who are less concerned with their children, peer relationship, parental attitude who are less concerned with their children and adolescent sexual behavior Keyword: Factors, unwanted pregnancies 
Drill Bermedia Flash Card dan Praktik CTPS pada Anak Tunagrahita Sedang Andayani, Rita; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode drill bermedia flash card dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik cuci tangan pakai sabun pada anak tunagrahita sedang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan pre-test-post-test control group. Sampel berjumlah 10 responden tiap kelompoknya, dengan 2 kelompok maka total sampel sebanyak 20 responden. Instrumen yang digunakan berupa, flash card, kuesioner, dan check list. Hasil uji T Berpasangan dan Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan (p=0,005) dan praktik (p=0,011) pada kelompok eksperimen. Dari hasil uji Mann-Whitney terdapat peningkatan pengetahuan antara kelompok eksperimen dan control (p=0,025) dan peningkatan praktik (p=0,010). Hasil penelitian adalah metode drill bermedia flash card efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik cuci tangan pakai sabun pada anak tunagrahita sedang. Kata Kunci: Metode Drill bermedia flash card, cuci tangan, tunagrahita Purpose of the research is to discover the effectiveness of drilling method using flash card to improve knowledge and practice of handwashing for children with moderate mental retardation. The research is a quasi-experiment that uses pre-test-post-test control group approach. There are 10 respondents in each group. As a result, the total samples are 20 respondents. The instruments that have been used are flash card, questionnaire, and check list. The result of Paired t-test and Wilcoxon shows that there is a knowledge improvement (p=0,005) and practice (p=0,001) of experimental group. The result of Mann-Whitney test shows that there is a knowledge improvement of experimental and control group (p=0,025) and practice (p=0,010). The research result concludes that drilling method using flash card is effective to improve knowledge and practice of handwashing for children with moderate mental retardation. Keyword: flash card, handwashing, mental retardation.  
Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dengan Status Karies Juniarti, Desti; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies merupakan kerusakan jaringan keras gigi yang disebabkan oleh asam dari bakteri yang ada dalam suatu karbohidrat yang difermentasikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi di negara berkembang adalah perilaku. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dengan status karies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dengan status karies pada pasien BP gigi usia 17-45 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan rancangan penelitiannya menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien BP Gigi Puskesmas Margorejo. Sampel penelitian berjumlah berjumlah 65 yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner dan lembar DMFT. Hasil penelitian menggunakan uji Chi square didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan status karies adalah cara menyikat gigi (p=0,006), waktu menyikat gigi (p=0,016), periode penggantian sikat gigi (p=0,019) dan konsumsi makanan kariogenik (p=0,033). Variabel yang tidak berhubungan dengan status karies adalah frekuensi menyikat gigi dan frekuensi periksa gigi. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan status karies yaitu cara menyikat gigi (p value=0,011, exp=5,713). Saran yang diberikan bagi Masyarakat adalah tindakan preventif tentunya akan jauh lebih baik dari tindakan kuratif, maka sebaiknya: lebih giat dalam menyikat gigi, terutama menyikat gigi sebelum tidur malam dan memperhatikan cara menyikat gigi yang benar agar pembersihan plak gigi dapat maksimal. Kata Kunci: Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi, Karies, Puskesmas Margorejo Dental caries is the localised destruction of susceptible dental hard tissues by acidic by-products from bacterial fermentation of dietary carbohydrates. Caries is hard tooth tissue damage caused by acid from bacteria in a carbohydrate that is fermented. One of the factors that affect dental health in developing countries is behavior. The aim of this study was to determine the relationship of dental health maintenance behavior with dental caries in patients aged 17-45 years. This research is a survey research design analytic research using cross sectional approach. These samples included amounts to 65 obtained by using purposive sampling technique. Instruments used in the study was a questionnaire and DMFT sheet.The results using Chi square test showed that factors associated with caries status is brushing method (p = 0.006), while brushing teeth (p = 0.016), the period of replacement toothbrush (p = 0.019) and consumption of foods cariogenic (p = 0.033 ). Variables that are not associated with caries status is the frequency of tooth brushing and dental check frequency. The most dominant factor associated with caries status is brushing method (p value =0.011, exp=5,713). Keywords: Dental Health Maintenance Behavior, Dental Caries, Margorejo health centers
Evaluasi Program Konseling Menyusui di Puskesmas Klikiran Kabupaten Brebes Normalasari, Evi; Mardiana, Mardiana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program konseling menyusui di Puskesmas Klikiran Kabupaten Brebes dilihat dari segi kegiatan pogram rkonseling menyusui, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program konseling menyusui. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara  purposive sampling. Informan berjumlah 11 orang yang terdiri dari petugas gizi puskesmas, kepala sie gizi masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, konselor menyusui, motivator menyusui dan klien menyusui. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program konseling telah berjalan  baik dengan bentuk kegiatan yaitu konseling individu dan konseling kelompok. Faktor yang mendukung program yaitu Keaktifan konselor, sikap konselor ketika memberikan konseling, Partisipasi dan sikap klien dan kerjasama lintas program. Faktor penghambat program konseling yaitu penyampaian informasi yang kurang tepat, pemanfaatan sarana dan prasarana yang belum optimal dan faktor lingkungan klien. Kata Kunci: Evaluasi Program, Konseling, Konseling menyusui Scope of exclusive breastfeeding in Klikiran PHC on 2013 and 2014 respectively is 65.12% and 32.56%. Based on these data, it shown that the exclusive breastfeeding in PHC coverage Klikiran Brebes decreased. Therefore, evaluation of breastfeeding counseling program need to be investigated.This study aims to evaluate of breastfeeding counseling programs in PHC Klikiran Brebes according by type of activity, enabling and inhibiting factors program. This study using qualitative research methods with collecting informant by purposive sampling. Number of informants is 11 people. It is consist of officers nutritional health centers, chief of community nutrition Brebes District Health Office, breastfeeding counselor, motivator and breastfeeding clients. Data collected by in-depth interviews and participant observation. The result is counseling program appropriated. It is showns that there’re individual and group counseling. The enabling factor is active participation and counselling attitude of counselor, participation and attitudes of clients and cooperation across programs. The inhibiting factors is missing information, infrastructure not used optimaly and environmental factors of client. Keywords: Evaluation Program, Counseling, Counseling breastfeeding
Potensi Ekstrak Daun Kamboja (Plumeria acuminata) sebagai Insektisida terhadap Nyamuk Aedes aegypti Utami, Ika; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor utama pembawa virus dengue bersama Ae. Albopictus. Penggunaan insektisida kimiawi yang populer digunakan di masyarakat untuk upaya pengendalian vektor dapat menyebabkan resistensi pada nyamuk vektor. Salah satu pengendalian yang efektif adalah menggunakan insektisida nabati alternatif yang berasal dari tumbuhan, yaitu daun kamboja(Plumeria acuminate) dengan metode elektrik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas obat nyamuk elektrik cair berinsektisida daun kamboja untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan post test only with control group design dengan enam variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, 25 % dan 30 % dengan empat kali pengulangan. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata jumlah kematian nyamuk Aedes aegypti pada berbagai konsentrasi ekstrak daun kamboja, ditunjukkan dengan nilai signifikansi atau probabilitas adalah 0,007< 0,05.  Analisis probit didapatkan LC50 pada konsentrasi 9,041 %dan LC90 pada 26,774 %. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun kamboja (Plumeria acuminata) dapat menyebabkan kematian nyamuk Aedes aegypti  dengan LC50= 9,041 % dan LC90= 26,774 %. Saran peneliti adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolasi alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid secara tersendiri dari daun kamboja untuk mengetahui kandungan zat aktif secara pasti. Kata kunci: Aedes aegypti, ekstrak daun kamboja, elektrik cair Aedes aegypti with Ae. Albopictus is the main vector of dengue virus carriers. Using chemical insecticide that popular in society as vector control can impact resistance mosquito. One of the effective control is using insecticide from plants, e.g cambodia leaf (Plumeria acuminate) with electric liquid vaporizer method. The purpose of this research is to determine the effectiveness electric liquid insecticide of cambodia leaves as the Aedes aegypti mosquito killer. Method of research is true experimental by post test only with control group design, six variations of the extract concentration 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, 25 %, and 30 % with four times repetitions. The results of Kruskal Wallis test show that there are differences average of mortality Aedes aegypti various concentrations of cambodia extract, which significance or probability value is 0,007 < 0,05. From probit analysis test, LC50 is found in level 9,041 % and LC90 in level 26,774 %. Conclusion of this study is extract of Cambodia (Plumeria acuminata) causes the death of Aedes aegypti with LC50 in level 9,041 % and LC90 in level 26,774 %. The researcher suggests to further researcher to concerning alkaloid, saponin, tanin, and flavonoid that separate from cambodia leaf extract as Aedes aegypti kill agent. Keywords: Aedes, cambodia leaves, electric liquid vaporizer
Kondisi Sanitasi Lingkungan Kolam Renang, Kadar Sisa Khlor, dan Keluhan Iritasi Mata Rozanto, Novan Esma; Windraswara, Rudatin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi sanitasi lingkungan dan kualitas air kolam renang merupakan aspek penting yang harus dikelola untuk mencegah penyebaran bibit penyakit dan gangguan kesehatan di lingkungan kolam renang. Sisa khlor dalam air kolam renang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme patogen namun jika kadarnya berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi perenang seperti keluhan iritasi mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan kolam renang, kadar sisa khlor, dan keluhan iritasi mata pada perenang di beberapa kolam renang umum Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 orang yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan di kolam renang lokasi penelitian telah memenuhi syarat, namun kadar sisa khlor tidak memenuhi syarat sesuai standar Permenkes RI No.416 tahun 1990. Jumlah reponden yang mengalami keluhan iritasi mata setelah berenang sebanyak 56 orang. Pengguna kolam renang disarankan untuk menghindari kebiasaan buruk seperti buang air kecil sembarangan di dalam kolam renang dan disarankan untuk menggunakan kacamata renang sewaktu malakukan aktivitas berenang untuk menghindari gangguan iritasi mata akibat kontak dengan air kolam renang. Kata Kunci: Sanitasi lingkungan kolam renang, kadar sisa khlor, keluhan iritasi mata Environmental  sanitation  and  quality  of  the  pool  water  is  an  important  subject  that  must  be managed to prevent the spread of germs and illness in the pools area. Residual chlorine in the pool water  is  needed  to  kill  the  pathogens,  but  its  excessive  levels  can  cause  health  problems  for  swimmers.  The  purpose  of  this  study  was  to  determine  the  sanitary  condition  of  the  pool environment,  the  levels  of  residual  chlorine,  and  complaints  of  eye  irritation  in  swimmers  in  several public swimming pools in Semarang. This study used a cross-sectional research design. The  total  sample  in  this  research  were  85  people  who  were  determined  by  proportional  random sampling  technique.  The  results  showed  that  condition  of  the  pool  environment  in  the  research  location  had  been  eligible,  but  the  levels  of  residual  chlorine  was  not  eligible  according  to  the  standards of Permenkes RI No.416 Tahun 1990. The total of respondents who had complaints of  eye irritation after swimming were 56 people. The swimmers was suggested to avoid bad  behavior such  as  pee  carelessly  in  the  pool  and  should  have  used  goggles  during  swimming  to  avoid  eye irritation after contact with the pool water. Keyword: environmental sanitation  pools, levels of residual chlorine, eye irritation complaints  
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. Ahmadaris Fitriana, Laela; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja mengandung nilai perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Jumlah kecelakaan kerja di PT Ahmadaris selama kurun waktu 3 tahun dari tahun 2012 sampai 2014, terbanyak tahun 2014 terdapat 10 kasus atau 2,94% dari kecelakaan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 di PT Ahmadaris. Jenis dan rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan responden pihak yang berwenang dalam penerapan SMK3 di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 di PT Ahmadaris dengan jumlah kriteria yang tercapai adalah 39 kriteria dari total 64 kriteria penerapan tingkat awal. Kesimpulan dari penelitian ini pencapaian penerapan SMK3 PT Ahmadaris sebesar 60,9% dan termasuk kategori perusahaan dengan tingkat penilaian penerapan baik. Disarankan kepada PT Ahmadaris untuk meningkatkan penerapan SMK3 pada kriteria yang belum sesuai. Kata kunci: Kecelakaan Kerja, Penerapan SMK3 Occupational safety and health contains the value of labor protection from accidents or occupational disease. The number of occupational accidents in PT Ahmadaris during a period of 3 years from 2012 to 2014, most of 2014 there were 10 cases or 2,94% of the accidents occurred. The purpose this study was implementation of Goverment Regulation No. 50 in 2012 about SMK3 at PT. Ahmadaris. The type and design study used a qualitative descriptive method by respondents from the authorities in the implementation of SMK3 in the company. The results showed that the implementation of the Goverment Regulation No. 50 in 2012 about SMK3 at PT. Ahmadaris with a number is 39 criteria from a total 64 criteria for adoption of the initial level. Conclusions of this study was achievement of the implementation of SMK3 at PT Ahmadaris by 60,9% and are included in the category of companies with good levels of implementation assessment. Keywords: Occupational Accident, application SMK3
Buku Gizi Braille sebagai Media Pendidikan untuk Meningkatkan Pengetahuan Anak Tunanetra Wahyuni, Resa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunanetra memiliki risiko yang sama seperti anak awas untuk mengalami masalah gizi karena kurangnya pengetahuan gizi. Oleh karena itulah diperlukan pendidikan gizi beserta media yang tepat untuk dapat meningkatkan pengetahuan gizi anak-anak tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media buku gizi braille untuk meningkatkan pengetahuan gizi tentang manfaat buah dan sayur pada anak tunanetra di Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa (MILB) Budi Asih Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan total sampling karena jumlah populasi yang terbatas, yaitu sebanyak 7 sampel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, analisis bivariat dilakukan dengan uji t test berpasangan karena data terdistribusi normal. Skor pengetahuan gizi buah dan sayur pada anak tunanetra di Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa (MILB) Budi Asih Semarang sebelum diberi intervensi memiliki rata-rata (mean) sebesar 10,57 sedangkan rata-rata (mean) sesudah diberi intervensi sebesar 16,71. Karena nilai sig (0,018) < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skor pre test dan post test pengetahuan gizi buah dan sayur anak tunanetra di MILB Budi Asih Semarang tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci: Pengetahuan, buta, buku, braille Children with visual impairment have the same risk as usual children to have a nutrition problems because the lack of nutrition knowledge. In order to the nutrition education is required with the appropriate media to be able to improve the nutrition knowledge of children with visual impairment. This study aims to know the effectiveness of nutrient braille books to increase knowledge about the nutrition benefits of fruits and vegetables in children with visual impairment at Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa (MILB) Budi Asih Semarang. The type of this research is pre experiment with one group pretest posttest design approach. Sampling in this study conducted with a total sampling because the population is limited, as many as 7 samples. Data analysis was performed using univariate and bivariate, bivariate analysis. Nutrition knowledge score of fruits and vegetables in children with visual impairments at MILB Budi Asih Semarang before by the intervention had an average (mean) of 10.57 while the average (mean) after the intervention given at 16.71. Because the value sig (0.018) <0.05, it can be concluded that there are significant differences score pre test and post test knowledge of nutrition of fruits and vegetables of blind children in MILB Budi Asih Semarang at 2014/2015. Keywords: Knowledge, blind, book, braille
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Sondari, Aer; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JKN adalah program untuk menjamin kesehatan masyarakat secara menyeluruh, dimulai sejak 1 Januari 2014. Indikator keberhasilan JKN adalah kepuasan masyarakat yang dinilai dari pelayanan rumah sakit, tetapi setelah berjalan > 1 tahun kepuasan peserta cenderung rendah. Studi Pendahuluan di RSUD Kabupaten Brebes menyatakan bahwa pasien JKN merasa belum puas terhadap pelayanan rawat jalan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien peserta JKN terhadap pelayanan pasien rawat jalan di RSUD Kabupaten Brebes tahun 2015. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 70 pasien JKN yang diperoleh melalui stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner harapan pelayanan sebanyak 21 item (α>3,06) dan kuesioner pengalaman pelayanan sebanyak 21 item (α>3,06). Analisis yang dilakukan adalah univariat menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata tingkat kepuasan yaitu 91,3 % dimana tingkat kesesuaian dimensi reliability 88,8%, responsiveness 92,2%, assurance 92,7%, emphaty 93% dan tangible 90,1%. Berdasarkan analisis dengan diagram kartesius dimana dari 21 atribut, terdapat 7 item berada di kuadran A,  9 item di  kuadran B, 2 item di kuadran C, dan 3 item di kuadran D. Saran yang diberikan adalah mempertahankan  dan meningkatkan kinerja dengan cara melakukan evaluasi secara rutin terhadap pelayanan yang diberikan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, Rawat Jalan, JKN Since 1st January 2014 the government has organized a program National Health Assurance (JKN) to ensure public health as a whole. The indicators of success JKN was the satisfaction of the public who rated by hospital service. The research was made to know the description of JKN patient satisfaction generally based on health service quality in the regional hospital Brebes. This research is a deskriftif quantitative. This sample amount of 70 patients of JKN. Data collected by questionnaire of service expectations as much as 21 items (α>3,06) and sevice experience as much as 21 items (α>3,06). Analysis tool used the Importance-Performance Analysisi (IPA). The results of this study indicated that average value of fitness levels for all dimensions are 91,3 % which the level of concordance 88,8% reliability dimensions, responsiveness 92,2%, assurance 92,7%, emphaty 93% and tangible 90,1%. Based on the importance-performance matrix of 21 attributes which are investigated there are 7 (seven) items that are in quadrant A, 9 (nine) items in quadrant B, 2 (two) items in quadrant C and 3 (three) items in quadrant D. The advice given is to improve the performance of the regional hospital Brebes in a way to evaluate regularly to the service provided. Keywords: Patient Satisfaction, Quality of Service, Outpatient , National Health Assurance

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue