cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA" : 30 Documents clear
Partisipasi Pasangan Pernikahan Dini terhadap Program Keluarga Berencana Tati, Susi Dwi Maret; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini di Kabupaten Rembang mencapai 1183 kasus. Tingginya angka perkawinan anak menimbulkan berbagai masalah kesehatan diantaranya ibu yang berusia dibawah 18 tahun yaitu memiliki 35% hingga 55% risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana partisipasi pasangan pernikahan dini dalam program keluarga berencana. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasangan pernikahan dini terkait KB masih kurang dimana hal ini ditunjukkan 2 dari pasangan pernikahan dini hanya mampu menyebutkan kepanjangan dari istilah KB bukan isi dari program KB, pasangan pernikahan dini pernah ikut dalam program KB. Simpulan dari penelitian ini adalah kurangnya edukasi terkait KB menyebabkan rendahnya partisipasi terhadap program KB, sikap pengambilan keputusan untuk ikut serta dalam program KB dikarenakan pada pengalaman masa lampau. Kata Kunci: KB, Pernikahan Dini Early marriage in Rembang reached 1183 cases. The high rate of child marriage raises any health problems among women under the age of 18 who have a 35% to 55% higher risk of delivering babies with low birth weight . This study aims to describe how early marriage partner participation in KB programs. The study used a qualitative method with purposive sampling technique. Techniques owith depth interviews using interview guide. The results showed that early marriage partner knowledge of the KB is still less where it is shown second from early marriage know name only of the term KB not the contents of KB program, a couple of early marriage ever participated in the program. The conclusion is the low of education related to KB leads to low participation to family planning, the decision to participate in the program because past experience. Keywords: KB, couple early marriage
Karakteristik Kondisi Fisik Rumah dan Personal Hygiene Penderita Kusta dan Sekitarnya Prasetyaningtyas, Astri Yunita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Bonang II merupakan salah satu wilayah dengan kasus kusta yang terus meningkat dari tahun ke tahun dengan jumlah kasus kusta tahun 2012 sebanyak 2 kasus, 2013 sebanyak 5 kasus, 2014 sebanyak 16 kasus dan 2015 terdapat 7 kasus baru per Januari-Maret dengan sebagian besar terjadi di Desa Weding. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko penularan penyakit khususnya penyakit berbasis lingkungan termasuk kusta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kondisi fisik rumah dan personal hygiene di lingkungan penderita kusta dan sekitarnya. Jenis penelitian adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 87 responden. Instrumen berupa angket dan lembar pengukuran. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa gambaran lingkungan fisik dan personal hygiene di sekitar penderita kusta adalah pencahayaan buruk (85,1%), suhu baik (51,7%), kelembaban buruk (85,1%), jenis lantai tidak baik (56,3%), ventilasi kurang baik (85,1%), kepadatan hunian baik (57,5%), dan personal hygiene buruk (57,5%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi buruk karena hasil tidak memenuhi syarat ketentuan, sedangkan kondisi suhu dan kepadatan hunian sudah baik, tetapi hasil dari personal hygiene masih buruk. Kata Kunci: Kusta, Lingkungan fisik rumah, Personal hygiene Puskesmas Bonang II is one of the areas with leprosy cases continues to increase with the number of cases of leprosy in 2012 by 2 cases, in 2013 by 5 cases, in 2014 by 16 cases and in 2015 there were 7 new cases with most occurring Weding Village. Construction of houses and environments has to risk factor for transmission of various kinds of diseases, especially environment-linked diseases including leprosy. This research aims to identify of the characteristics of the lepers’ homes and personal hygiene and surrounding environment. This is descriptive research using cross sectional approach. The number of samples taken is 87 respondents. The instruments used are questionnaire and measurement sheet. The data are analyzed using univariate technique. The results of the data analysis show that the descriptions of physical conditions and personal hygiene around the lepers’ homes are poor lighting (85,1%), good temperature (51,7%), poor humidity (85,1%), unwell types of floors (56,3%), poor ventilation system (85,1%), good residential density (57,5%), and bad personal hygiene (57,5%). The concluded is lighting, humidity and poor ventilation because the results are not eligible conditions, conditions of temperature and density has been good, but the result of personal hygiene is poor. Keywords: leprosy, personal hygiene, home characteristic
Faktor yang Mempengaruhi Praktik Mucikari dalam Mendukung Penggunaan Kondom 100% di Lokalisasi Petamanan Banyuputih Atika, Maelani Dewi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian kondom dinilai cukup menekan penularan HIV-AIDS. Salah satu aktor yang berperan penting terhadap penggunaan kondom pada WPS adalah dukungan mucikari. Hasil wawancara kepada pengelola lokalisasi adalah program penggunaan kondom 100% masih sulit diterapkan meskipun sudah ada himbauan dari petugas kesehatan padahal sudah 70% WPS menderita IMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi praktik mucikari dalam mendukung penggunaan kondom 100% di Lokalisasi Petamanan Banyuputih Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 53 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh maka semua anggota populasi dijadikan sampel yaitu 53 responden. Variabel dalam penellitian ini meliputi variabel bebas yaitu sikap mucikari dan norma subjektif, variabel antara yaitu niat mucikari, dan variabel terikat yaitu praktik dukungan mucikari. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Sedangkan instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian ini adalah sikap mucikari (p=0,024) dan norma subjektif p=(0,031) memiliki pengaruh terhadap niat mucikari, sedangkan niat mucikari (p=0,01) berpengaruh dengan praktik mucikari dalam mendukung penggunaan kondom 100%. Saran dalam penelitian ini adalah responden diharapkan berpartisipasi dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui dukungan program penggunaan kondom 100%. Kata Kunci: praktik, kondom, mucikari The use of condoms is considered quite suppress the spread of HIV/AIDS even though the results are not comparable with the number of the cases. One of the actors who play an important role against the use of condoms in Female Sex Worker (FSW) is the pimps’ support. An interview with managers of the localization shows that 100% condom use program is still difficult to be applied in spite of the call of health workers when 70% WPS has been suffering from Sexually Transmitted Infection (STIs). The purpose of this study is determining the factors that affect the practice of pimps in support of 100% condom use in Petamanan Banyuputih Localization of Batang Regency. This research used cross sectional approach, with a sample of 53 respondens and sampling techniques using saturated sampling. The independent variables are pimps’ behavior and subjective norms, moderator variabel which is pimps’ intention, and dependent variable is the pracitice of pimps’ motivation. The data analysis used univariate and bivariate with chi-square test. The result of this research showed that the attitude of pimps (p = 0.024) and the subjective norm p = (0.02) had an influence on the pimps’ intention while the motivation given by health care workers (p = 0.000) and motivation given by the pimps’ companions (p = 1.000) did not affect the pimps’ intention. Whereas the pimps’ intention (p = 0.01) affected pimps practice in support of 100% condom use. Keywords: practice, condom, pimp’s
Kebisingan terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja Logam Bagian Produksi Laziardy, Mayola
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja yang mempunyai kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dapat menimbulkan gangguan kesehatan pekerja seperti auditorial (daya dengar pekerja menurun) serta dampak non-auditorial berupa kelelahan pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kebisingan terhadap kelelahan kerja pada pekerja sentra kerajinan logam bagian produksi Cepogo Boyolali. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah pekerja bagian produksi berjumlah 256 pekerja dengan sampel berjumlah 72 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah KAUPK2. Analisis data dilakukan secara bivariat (uji chi square dengan α=0,05), dan multivariat (analisis regresi logistik dengan α=0,05). Hasil penelitian ini yaitu adanya pengaruh kebisingan (p=0,001 dengan nilai koefisien 2,481) terhadap kelelahan kerja. Pengaruh kebisingan terhadap kelelahan kerja sebesar 14,1%. Sehingga nilai kebisingan exp (B = 11,447) artinya apabila ada kenaikan kebisingan sebesar 1 dBA maka akan meningkatkan kelelahan kerja sebesar 11,447 kali lebih tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara kebisingan dengan kelelahan kerja pada pekerja logam bagian produksi. Kata kunci: Kebisingan, Kelelahan, Industri Logam The working environment has noise exceeds of Threshold Limit Value may cause health problems of workers. It’s auditory effects (the power of worker auditory function decreased) and non-auditory effects such as worker fatigue. The purpose of this research is to know the influence of noise environment the fatigue of work on metal handicraft workers part of the production Cepogo Boyolali. This research uses the approach of cross sectional. The population was part of the production workers totalled 256 workers with sample amounted to 72 workers. The instrument used was a KAUPK2. The data analysis bivariat (chi square test with α=0.05), and multivariate (logistic regression analysis with α=0.05). Results of the research there is the influence of noise (p=0.001 with the value of the coefficient of 2.481) against fatigue. Impact of noise of 14,1%. So the noise value of exp (B) = 11.447) means that when there is an increase in amount of 1 dBA noise then it will increase the fatigue of work of 11.447 times higher. Because of that, we can concluse that there is influence between noise with fatigue of workers in metal worker production departement. Keywords: Noise, Fatigue, Metal Industry
Lingkungan Tempat Perindukan Nyamuk Culex quinquefasciatus di Sekitar Rumah Penderita Filariasis Harviyanto, Imaduddin Zaid; Windraswara, Rudatin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pekalongan adalah salah satu kota di Jawa Tengah dengan banyak penderita filariasis (Mf rate 3,8%). Puskesmas Jenggot merupakan puskesmas dengan kasus terbanyak. Culex quinquefasciatus merupakan nyamuk yang mempunyai kepadatan populasi tertinggi. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran lingkungan tempat perindukan nyamuk Culex quinquefasciatus di sekitar rumah penderita filariasis. Jenis dan rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita filariasis di wilayah kerja Puskesmas Jenggot berdasarkan Survey Darah Jari tahun 2016 dengan jumlah 21 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 42,9% rumah responden terdapat genangan air dan berjarak 0100 meter dari rumahnya. Sebanyak 100% rumah responden terdapat sungai dengan jarak 0-100 meter dan airnya mengalir. Sungai yang ada sampahnya terdapat di 76,2% rumah responden. Sebanyak 66,7 % rumah responden terdapat bekas potongan bambu di sekitar rumahnya dengan jarak 0-100 meter. Sebanyak 66,7% rumah responden terdapat selokan di sekitar rumahnya dengan kondisi terbuka. Kondisi selokan yang terdapat sampah sebanyak 57,1%. Air selokan tidak mengalir di 47,6 % rumah responden. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tempat perindukan yang paling banyak disukai oleh nyamuk adalah bekas potongan bambu. Kata Kunci: filariasis, lingkungan, tempat perindukan, Culex quinquefasciatus Pekalongan is one of the cities in Central Java with a lot case of filariasis (Mf rate of 3.8%). Puskesmas Jenggot is a health center with a lot of cases. Culex quinquefasciatus is mosquito which has the highest population density. This research was conducted to obtain information on the environment of Culex quinquefasciatus mosquito breeding sites around the home filariasis sufferers. The type and design of this research is descriptive quantitative with survey method. The sample population was all patients with filariasis in Puskesmas Jenggot with the number of 21 people. The results of this study are 42,9% respondents there’s puddle of water with a distance of 0-100 meters. A total of 100% respondents there’s a river with a distance of 0-100 meters, the water flows, and waste contained at 76.2% of respondent houses. A total of 66.7% respondents, there’re pieces of bamboo with a distance of 0-100 meters. A total of 66,7% respondents, there’re gutters around the house with an open condition. Conditions contained gutter trash are 57,1%. Sewer water is not flowing in the house 47,6% of respondents. The conclusion in this research is breeding place which most like by mosquitos is a pieces of bamboo. Keywords: filariasis, environment, breeding, Culex quinquefasciatus
Implementasi Safety Punishment System untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Prasetyo, Arif Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja PT. Purinusa Ekapersada mengalami penurunan sebesar 11% (2014-2015). Sesuai dengan UU No.13 Tahun 2003 pasal 86 perlindungan keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Program Safety Punishment System merupakan usaha meminimalisir kecelakaan kerja sehingga produktivitas kerja meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran program Safety Punishment System sebagai upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah survei kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran kondisi sebenarnya program Safety Punishment System di lapangan. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan program Safety Punishment System masih memiliki kekurangan pada masing-masing tahapan yaitu tahap pelaksanaan belum ada pelatihan khusus terkait program, program sudah terintegrasi dengan peraturan namun terdapat poin-poin yang kurang jelas, kurangnya personil pada pengawasan, penegakan yang kurang tegas dan belum adanya evaluasi program. Hal tersebut mengakibatkan program tidak maksimal, angka kecelakaan tinggi dan produktivitas kerja karyawan menurun. Simpulan penelitian ini adalah program Safety Punishment System belum mampu meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Kata Kunci: Safety Punishment System, Absenteism, Produktivitas Kerja PT. Purinusa Ekapersada Productivity is decreased by 11% (2014-2015). According Law No.13 2003 Article 86 that in order to protect the safety of workers and to realize optimal productivity,a company need occupational safety and health program. Safety Punishment System Program is an effort to minimize accidents and Absenteism to increase productivity. The purpose of this study is to describe the Safety Punishment System program as an effort to increase the productivity of employees.The research is a qualitative survey with descriptive approach is to give a picture of the actual conditions of Safety Punishment System program in the company. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. Validity data checking with triangulation techniques.The results of this study indicate that the application of Safety Punishment System program still has flaws in each of the phases, namely: There has been no specific training, there are points that are less obvious with the rules, less supervisor, enforcement less assertive and no evaluation program. This resulted not optimal program, accidents is still high, decreasing productivity. Conclusion of this research is Safety Punishment System Program organized yet able to increase productivity. Keywords: Safety Punishment System, Productivit
Penerapan Aspek Keselamatan Penerbangan di Bandara X pada Maskapai Y Situmorang, Untari Christa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerbangan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas umum lainnya. Penumpang pesawat udara pada tahun 2014 mencapai 72,6 juta, naik 5,6% dari tahun 2013 sebanyak 68,5 juta penumpang. Di Bandara Y mencatat jumlah penumpang tertinggi dari beberpa Bandara sebanyak 186.400 penumpang. Namun kecelakaan angkutan udara masih saja terjadi dan dipengaruhi oleh: faktor manusia, faktor teknik, dan cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan aspek keselamatan perkretaapian pada Maskapai X di Bandara Y. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian evaluatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 91 poin aspek keselamatan penerbangan yang terdiri dari SDM, sarana prasarana, SOP, lingkungan, sebanyak 87 (96%) poin sesuai dengan standar, 4 poin (4%) tidak sesuai dengan standar. Simpulan bahwa gambaran penerapan aspek keselamatan penerbangan pada Maskapai Y di X yaitu: dari 91 poin aspek keselamatan penerbangan sebanyak 87 (96%) poin sesuai dengan standar, 4 poin (4%) tidak sesuai dengan dengan standar. Kata kunci: Transportasi, Keselamatan, Penerbangan Flight is an integrated system consisting of the use of airspace, airport, air transport, air navigation, safety and security, environment, as other public facilities. Air passengers in 2014 reached 72.6 million, up 5.6% from the year 2013 many as 68.5 million passengers. In Airport Y recorded the highest of passengers from many as 186.400 passengers. But air transport accident still happen and is influenced by: human factors, technical factors, and the weather. The purpose of this study is to describe the application of safety aspects in X Airline at the Y. The type and design in this research used evaluative research. The results of this study showed that of the 91 points aspects of safety flight consisting of human resources, infrastructure, SOP, environment, as many as 87 (96%) points according to standard , 4 (4%) points did not conform to standard. That the description of the application of aviation safety aspects in Y Airlines at X Airport are: 91 points from safety aspects of flying as many as 87 (96%) according to the standard points, 4 points (4%) does not comply with the standards. Keywords: Aviation, Safety, Transportation
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Kimia Syakbania, Dinda Nur; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus diupayakan bagi seluruh bidang kerja maupun pendidikan salah satunya di laboratorium kimia. Laboratorium kimia merupakan tempat penelitian dan percobaan yang berpotensi menimbulkan suatu kecelakaan. Untuk meminimalisir risiko akibat kerja maka diperlukan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di dalam laboratorium. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan program K3 di Laboratorium Kimia SMK Yayasan Pharmasi Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara dengan 3 informan, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 4 variabel yang terdiri dari faktor kimia, faktor fisik, faktor ergonomi, dan manajemen K3 dari 71 poin , sebanyak 54 poin (76,05%) terpenuhi atau sesuai dengan standar/peraturan dan 17 poin (23,94%) tidak terpenuhi atau tidak sesuai dengan standar. Simpulan dari penelitian ini yaitu tingkat penilaian penerapan dikatagorikan baik menurut Permenaker Nomor 26 Tahun 2014. Kata kunci: Keselamatan, Aplikasi K3, Laboratorium Occupational Health and Safety (K3) should be pursued for t6he entire field of work or study one of them in the chemical laboratory. Chemical laboratory is a place of research and experiments that could potentially cause an accident. To minimize the risk of occupational would require the application of Health and Safety (K3) in the laboratory. This study aims to determine the application of the K3 program at SMK Yayaysan Pharmasi Semarang. This research uses descriptive method qualitative data collection techniques of observation, interviews with three informants, and documentation study. the validity of test data using triangulation techniques and triangulation techniques. The results of this study indicate that consists of 4 variables of chemical factors, physical factors, ergonomic factors, and K3 management of 71 points, a total of 54 points (76.05%) met or in accordance with the standards / regulations and 17 points (23.94% ) is not fulfilled or not according to standard. The conclusions of this study are categorized either level assessment of the implementation by Permenaker No. 26, 2014. Keywords: Safety, Application K3, Laboratory
Faktor Risiko Kejadian Autisme Pangestu, Ningrum; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan suatu kelainan perkembangan otak dengan ciri berupa hambatan interaksi sosial baik verbal maupun non-verbal. Data dari BP-DIKSUS menunjukkan Kota Semarang mempunyai jumlah siswa autisme tertinggi ketiga di Jawa Tengah, 44 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian autisme di Kota Semarang. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus-kontrol. Sampel berjumlah 90 orang dengan 45 kasus dan 45 kontrol yang diambil dengan cara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat asfiksia (p=0,000), usia ibu (p=0,006), usia ayah (p=0,021), riwayat penggunaan obat antidepresan (p=0,006), riwayat stres ibu hamil (p=0,003), jumlah kehamilan (p=0,033), jenis kelamin anak (p=0,030), riwayat pemberian MP-ASI pada anak sebelum usia 6 bulan (p=0,003), riwayat pendarahan maternal (p=0,020) dan riwayat infeksi ibu hamil (p=0,006) berhubungan dengan autisme. Sedangkan berat lahir, metode persalinan, riwayat paparan asap rokok pada ibu hamil dan ras ibu tidak berhubungan dengan autisme (p>0,05). Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian autisme di Kota Semarang pada tahun 2016 yaitu mempunyai riwayat asfiksia, usia ibu >30 tahun, usia ayah >35 tahun, pernah menggunakan obat antidepresan, mengalami stres tinggi saat hamil, kehamilan kedua/seterusnya, anak berjenis kelamin laki-laki, diberi MP-ASI sebelum usia 6 bulan, mengalami pendarahan maternal dan mengalami infeksi saat hamil. Kata Kunci: Autisme, faktor risiko Autism is neurodevelopmental disorder characterized by impaired social interaction. Data from BP-DIKSUS shows that number of autism students in Semarang in 2016 is third highest in Central Java, 44 childs. The purpose of this research is to analyze risk factors of autism in Semarang. Type of this research is analitical survey with case-control design. Total sampels are 90 peoples with 45 case and 45 control which taken by purposive random sampling metodh. The result show that history of asphyxia (p=0,000), mother’s age at delivery (p=0,006), father’s age at delivery (p=0,021), history of antidepressant use (p=0,006), history of maternal stress (p=0,003), number of pregnancy (p=0,033), child’s sex (p=0,030), history of infant food giving before 6 months (p=0,003), history of maternal bleeding (p=0,020) and history of maternal infection (p=0,006) had associated with autism. But birth weight, mode of delivery, history of maternal smoke exposure and mother’s race are not associated with autism (p>0,05). It can be concluded that risk factors of autism in Semarang are asphyxia, mother’s age at delivery >30 years old, father’s age at delivery >35 years old, used antidepressant, high maternal stress, second or more pregnancy, male, given infant food before 6 months, maternal bleeding and infection. Keywords: Autism, risk factors
Penerapan Risk Management pada Pekerjaan di Ketinggian Berdasar SNI ISO 31000: 2011 Safitri, Nunuk; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global dari 142 kematian akibat kecelakaan kerja, penyebab utamanya adalah jatuh dari ketinggian sebesar 45% (ILO, 2015). Menurut Kemenaker (2014), kecelakaan yang dialami pekerja konstruksi yaitu 31,9% dan 26% dari total kecelakaan karena jatuh dari ketinggian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan risk management pada pekerjaan di ketinggian berdasar SNI ISO 31000 di PT. Adhi Karya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel kerangka kerja manajemen risiko yaitu dari 49 komponen yang dibahas, sebanyak 45 komponen (91,8%) telah diterapkan dan 4 komponen (8,2%) belum di terapkan oleh PT. Adhi Karya. Pada variabel proses manajemen risiko dari 41 komponen yang dibahas, sebanyak 100% telah diterapkan. Berdasarkan penilaian risiko pada pekerjaan di ketinggian terdapat 17 potensi bahaya jatuh dari ketinggian. Simpulan dari penelitian ini yaitu PT. Adhi Karya belum sepenuhnya menerapkan komponen manajemen risiko pekerjaan di ketinggian sesuai SNI ISO 31000 serta masih terdapat ketidaksesuaian dalam upaya pengendalian prosedur kerja, teknik bekerja aman, alat pelindung diri, perangkat pelindung jatuh dan tenaga kerja. Kata kunci: Manajemen Risiko, Pekerjaan di Ketinggian Globally out of 142 deaths, the main cause because it falls from a height of 45% (ILO, 2015). According Kemenaker (2014), the accident that was suffered by the construction worker was 31.9% and 26% of total accidents due to fall from a height. The purpose was to find out the overview implementation of risk management in working at elevation based on SNI ISO 31000 in the PT. Adhi Karya. Type of this research was descriptive qualitative. The data source selected using purposive sampling technique with a number of informants 5 people. Data collection techniques such as interviews, observation and documentation.The results showed that variable risk management framework that consist of 49 components, there are 45 components (91.8%) that have been applied and the 4 components (8.2%) have not been applied by PT. Adhi Karya. Meanwhile for variable risk management processed that consist of 41 components (100%) have been applied. Based on the risk assessment there are 17 danger potential of falling from height. The conclusions is PT. Adhi Karya has not fully implemented the risk management component of the working at elevation according SNI ISO 31000 and still there is not compatibility in controlling work procedures, safe working techniques, personal protective equipment, falls protective device, and labor. Keywords: Risk Management, fall from a height

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue