cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019" : 30 Documents clear
MASA KERJA, BEBAN KERJA, KONSUMSI AIR MINUM DAN STATUS KESEHATAN DENGAN REGANGAN PANAS PADA PEKERJA AREA KERJA Nofianti, Diah Wahyu; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.28158

Abstract

ABSTRAK Heat strain merupakan dampak akut atau kronis yang diakibatkan paparan tekanan panas yang dialami oleh seseorang dari aspek fisik maupun mental. Dampak fisik yang ditimbulkan dapat bervariasi mulai dari keluhan ringan seperti ruam pada kulit atau pingsan sampai situasi yang mengancam kehidupan saat terjadi terhentinya pengeluaran keringat dan  heat stroke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja, beban kerja, konsumsi air minum dan kesehatan dengan regangan panas pada pekerja di PT. Barata Indonesia (Persero) Pabrik Tegal. Jenis penelitian cross sectional. Populasi pekerja 100 pekerja dengan besar sampel 34 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner heat strain score index (HSSI), lembar kuesioner untuk mengetahui masa kerja, dan jumlah konsumsi air minum dan kesehatan, serta pengukuran beban kerja dengan perhitungan denyut nadi secara manual. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara masa kerja  (p=0,530), beban kerja (p=0,666) dan konsumsi air minum (p= 0,166) dengan regangan panas serta terdapat hubungan antara kesehatan (p=0,001) dengan regangan panas. ABSTRACT Heat strain is an acute or chronic impact caused by exposure to heat stress experienced by a person from both physical and mental aspects. The physical impact can vary from minor complaints such as skin rashes or fainting to life threatening situations when there is cessation of sweating and heat stroke. The purpose of this study was to determine the relationship of tenure, workload, drinking water consumption and health with heat strain on workers at PT. Barata Indonesia (Persero) Pabrik Tegal. The type of research was cross sectional project. The worker population was 100 people with sample size was 34 people. The instruments used were the heat strain score index (HSSI) questionnaire, questionnaire sheets to determine the working period, and the amount of water consumption and health, and measurement of workload by manually calculating the pulse. The data analysis varied from univariate and bivariate. The results of the study showed no relationship between working period (p = 0.530), workload (p = 0.666) and water consumption (p = 0.166) with heat strain and there was a relationship between health (p = 0.001) and heat strain.  
RASIO LINGKAR PINGGANG PANGGUL DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Ningrum, Trinanda Agustina Sapta; Azam, Mahalul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.28809

Abstract

Risiko kejadian hipertensi meningkat hingga 2,6 kali pada subyek laki-laki dengan obesitas dan meningkat 2,2 kali pada subyek perempuan obesitas dibandingkan subyek dengan badan normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan IMT, Lingkar Pinggang, RLPP dan Persentase Lemak Tubuh dengan Hipertensi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional . Sampel penelitian ini adalah dengan teknik cluster sampling , dengan sampel besar minimal yaitu 79 sampel. Instrumen yang digunakan adalah skala digital elektronik , microtoise , pita ukur, Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-squaredan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi obesitas berdasarkan IMT (59,5%), lingkar pinggang (63,3%), RLPP (63,3%), dan persentase lemak tubuh (55,7%). Prevalensi hipertensi (46,8%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa semua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi. Hasil uji multivariat memperoleh hasil yang paling berhubungan dengan hipertensi adalah RLPP dan Persentase Lemak Tubuh.
KUALITAS HIDUP ORANG YANG PERNAH MENDERITA KUSTA Muna, Isyfina Fikrotul; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.29492

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelet merupakan salah satu Rumah Sakit Umum yang memiliki Unit Rehabilitasi Kusta dan desa Rehabilitasi yang diberi nama Rehabilitation village Sumbertelu. Jumlah mantan penderita kusta di Rehabilitation village adalah 97 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta di Rehabilitation village Sumbertelu. Jenis penelitian ini analitik observasional  dengan metode rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 67 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia responden (PR= 2,036), tingkat pendidikan (PR= 2,036), status pekerjaan (PR= 2,045), tingkat pengetahuan (PR= 2,011), tingkat sosial (PR= 3,826), dukungan keluarga (PR= 2,031), dukungan masyarakat (PR= 2,583), tingkat kecacatan (PR= 1,787), tingkat stres (PR= 2,304), penyakit penyerta (PR= 1,905), lingkungan fisik (PR= 1,805) dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta (PR= 0,992).   ABSTRACT             RSUD Kelet is one of the General Hospitals that has a Leprosy Rehabilitation Unit and Rehabilitation village named Rehabilitation village Sumbertelu. The number of former lepers in there is 97 people. The purpose of study was to determine the risk factors related to quality of life of people who had leprosy at the Rehabilitation village. This type of research is observational analytic with cross sectional design method. The number of samples is 67 respondents taken by the total sampling technique. Data was processed using the chi-square test. The statistical test results showed that there was a relationship between respondent?s age (PR=2,036), education level (PR=2,036), employment status (PR=2,045), level of knowledge (PR=2,011), social level (PR=3,826), family support (PR=2,031), community support (PR=2,583), disability level (PR=1,787), stress level (PR=2,304), comorbidities (PR=1,905), physical environment (PR=1,805) with the quality of life of people who have leprosy. There is no relationship between sex and the quality of life of people who have had leprosy (PR = 0.992).
ANALISIS POTENSI BAHAYA METAL DUST EXPLOSION MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS Arfiyana, Nurida Choirinisa; Widowati, Evi; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30202

Abstract

ABSTRAK CSB menemukan rata-rata sekitar 10 insiden dust explosion terjadi per tahun pada rentang waktu 25 tahun. Satu dekade terakhir, hampir setiap tahun di dunia terjadi kasus metal dust explosion. PT X adalah perusahaan baja yang pernah mengalami ledakan pada tahun 2004 dan 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya metal dust explosion menggunakan metode fault tree analysis di PT X. Jenis metode penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) level 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar proses produksi dan lembar tabel identifikasi awal FTA dengan validasi desain menggunakan penilaian dari ahli. Hasil menunjukkan terdapat 77 penyebab dasar terjadinya metal dust explosion dengan penyebab terbanyak adalah kurangnya biaya dan kurangnya informasi masing-masing sebesar 6,5%. Kombinasi kesalahan untuk menyebabkan metal dust explosion terdapat 75 single minimal cut set yang didominasi desain fasilitas dan 3 double minimal cut set terbanyak adalah kombinasi dengan desain fasilitas.   ABSTRACT CSB found that there were about 10 incidents of dust explosion happened per year within 25 years. For the last decade, metal dust explosion case almost happened every year in the world. PT X is a steel manufacture which had explosion cases that happened in 2004 and 2017. This research aims to identify and evaluate metal dust explosion hazard potential using fault tree analysis method at PT X. This research is Research and Development (R&D) level 1. Instruments that were used in this research are production process sheet and table of identification sheet with the expert as design evaluator. Result shows that there are 77 dust explosion basic causes which mostly caused by lack of fund and lack of information with percentage of 6,5% for each. There are 75 single minimal cut sets which are dominated by facility design and 3 double minimal cut sets with mostly is a combination of facility design as failure combinations that can lead to metal dust explosion.
PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM BANK SAMPAH Yuliana, Ina; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30681

Abstract

Abstrak Di Indonesia salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah adalah dengan dibentuknya bank sampah yang merupakan pengembangan konsep 3R (reuse, reduce, recycle). Ungaran Barat merupakan kecamatan dengan jumlah dan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Semarang. Ungaran Barat memiliki 4 bank sampah dengan jumlah penabung 320 penabung. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini sebesar 100 ibu rumah tangga dengan teknik proportional sampling. Data dianalisis dengan uji chi square untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Hasil menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku memilah, fasilitas pemilah sampah, dan keuntungan bank sampah dengan partisipasi masyarakat. Sedangkan, variabel tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ketersediaan lahan tidak berhubungan dengan partisipasi masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku memilah, fasilitas pemilah sampah, dan keuntungan bank sampah dengan partisipasi masyarakat. Disarankan pengurus bank sampah untuk lebih aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menjalin mitra dengan pihak pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku memilah sampah di masyarakat.   Kata kunci: Bank Sampah, Partisipasi Masyarakat, Sampah   Abstract In Indonesia, one form of community participation in waste management activities is the establishment of a waste bank which is the development of the 3R concept (reuse, reduce, recycle). Ungaran Barat is a sub-district with the highest number and population density in Semarang Regency. Ungaran Barat has 4 waste banks with a total of 320 savers. The type of this research was observational analytic with cross sectional research design. The sample of this study was 100 housewives with proportional sampling technique. Data were analyzed by chi square test to determine factors related to community participation in the waste bank program. The results show that there was a relationship between knowledge, attitudes, sorting behavior, waste sorting facilities, and waste bank benefits with community participation. Meanwhile, the variable level of education, employment, and availability of land were not related to community participation. The conclusion of this study was that there was a relationship between knowledge, attitudes, sorting behavior, waste sorting facilities, and the benefits of waste banks with community participation. It was suggested that the management of the waste bank to be more active in inviting the public to participate and establish partnerships with the government in increasing knowledge and behavior in sorting waste in the community.   Keyword: Waste Bank, Community Participation, Waste
STUDI KOMPARATIF FAKTOR LINGKUNGAN DBD ANTARA DAERAH DENGAN INCIDENCE RATE MENINGKAT DAN MENURUN Rahayu, Ike; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30977

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. Di Kabupaten Pati terdapat daerah dengan IR DBD meningkat, yaitu di Kecamatan Kayen dan daerah dengan IR DBD menurun yaitu di Kecamatan Gembong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor lingkungan yang berkaitan dengan kejadian DBD pada dua wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospektif dan metode penelitian comparative study.  Sumber data penelitian menggunakan data primer. Sampel yang ditetapkan sebanyak 28 desa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 variabel yang berbeda yaitu keberdaan air got yang menggenang (p value = 0,001) dan PSN di luar rumah (p value = 0,023). Saran dari hasil penelitian ini adalah agar masyarakat di daerah dengan IR meningkat dapat lebih giat dalam melaksanakan PSN luar rumah dengan cara kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran air got.   ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the diseases caused by the dengue virus through the Aedes aegypti mosquito vector. In Pati Regency there are areas with increased DHF Incidence Rate (IR), namely in the District of Kayen and the area with IR DHF decreased, namely in the District of Gembong. The purpose of this study was to determine differences in environmental factors associated with the incidence of DHF in the two regions. This study uses a retrospective research design and comparative study research method. The source of research data uses primary data. The sample set was 28 villages. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis. The results showed that there were 2 different variables, namely the presence of stagnant sewage water (p value = 0.001) and PSN outside the house (p value = 0.023). Suggestions from the results of this study are that people in the area with increased IRs can be more active in implementing PSN outside the home by way of cleaning the environment and sewerage.  
KEJADIAN AUTISM SPECTRUM DISORDER PADA ANAK DI KOTA SEMARANG Alfinna, Tahta; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30987

Abstract

Autisme merupakan suatu kelainan perkembangan otak dengan ciri berupa hambatan interaksi sosial baik verbal maupun non-verbal. Provinsi Jawa Tengah diketahui memilki 2.088 siswa SLB laki-laki dan 1.492 siswa SLB perempuan. Data dari BP-DIKSUS menunjukkan Kota Semarang mempunyai jumlah siswa autisme tertinggi ketiga di Jawa Tengah, setelah Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak di Kota Semarang. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus-kontrol. Sampel berjumlah 88 orang dengan 44 kasus dan 44 kontrol yang diambil dengan cara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBLR (p=0,015), riwayat perdarahan antepartum (p=0,001), riwayat preeklamsi (p=0,031), riwayat kelahiran prematur (p=0,010), riwayat persalinan tindakan (p=0,000), riwayat stress kehamilan (p=0,001), dan riwayat konsumsi obat antidepresan (p=0,001) berhubungan dengan kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak. Sedangkan riwayat asfiksi (p=0,120) dan riwayat partus lama (p=0,121) tidak berhubungan dengan kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak. Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian Autism Spectrum Disorder pada anak di Kota Semarang tahun 2018 yaitu BBLR, riwayat perdarahan antepartum, riwayat preeklamsi, riwayat kelahiran prematur, riwayat persalinan tindakan, riwayat stress kehamilan, dan riwayat konsumsi obat antidepresan.                                                                                     
MUTU PELAYANAN DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN Maulidah, Tsalisatul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31037

Abstract

ABSTRAK Tempat pendaftaran pasien rawat jalan merupakan unit pelayanan terdepan bagi setiap puskesmas.Tempat pendaftaran pasien rawat jalan Puskesmas Brangsong II terdapat beberapa permasalahan yaitu, terjadi penumpukan pasien, proses pendaftaran yang terhambat dan pasien menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan. Pasien yang datang harus menunggu kurang lebih 40 menit untuk proses pendaftaran hingga pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi mutu pelayanan yang ada di tempat pendaftaran pasien rawat jalan di Puskesmas Brangsong II. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi.Informan penelitian berjumlah 11 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi.Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan jumlah petugas kurang dan dalam penyampaian informasi kepada pasien kurang jelas, pasien yang berobat tidak membawa kartu sehingga petugas harus mencari terlebih dahulu data melalui komputer sehingga memperlama waktu tunggu, kotak saran tidak dilihat hasilnya oleh petugas. Evaluasi pelayanan belum dilaksanakan terutama pada kotak saran. Sebagai saran, pihak puskesmas melihat hasil dari kotak saran setiap sebulan sekali guna dapat mengetahui keluhan pasien dan dapat melakukan evaluasi untuk pelayanan yang akan datang.   Kata kunci : Evaluasi, Mutu Pelayanan   Abstract The outpatient registration site is the leading service unit for every puskesmas. The outpatient registration of Brangsong II is a number of problems, such as the buildup of patients, inhibited registration processes and long-awaited patients to get service. Patients who come must wait approximately 40 minutes for the registration process until the provision of health services. The purpose of this research is to determine the evaluation of quality of service in the place of outpatient registration in Brangsong II Puskesmas. This type of research is qualitative research with phenomenological methods. The research informant amounted to 11 people selected with the purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews and observations. Data is analyzed qualitatively. The results showed the number of officers lacking and in the delivery of information to patients less obvious, Patients who have medication do not carry the card so that the officer must seek first the data through the computer so that the waiting time, suggestion box not seen result by officer. Service evaluation has not been implemented especially in the suggestion box. As a suggestion, the Puskesmas sees the results of the suggestion box every month in order to be aware of the patient's complaint and can evaluate for future services.   Keywords : evaluation, service quality
PROGRAM PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG Fauziah, Trisna Hani; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31039

Abstract

Abstrak Kasus leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018 sebanyak 55 kasus dan 14 meninggal. Berdasarkan Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Triwulan 3 Tahun 2018 Case Fatality Rate (CFR) Kota Semarang sebesar 26,7%, melebihi CFR Provinsi Jawa Tengah sebesar 21,3% dan Kota Semarang berada di peringkat ketiga tertinggi kasus leptospirosis di Jawa Tengah. Tingginya leptospirosis di Kota Semarang disebabkan perilaku masyarakat, manajemen pengendalian lingkungan, leptospirosis merupakan Neglected Infectious Diseases (NIDs), terdapat kendala pengendalian leptospirosis di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada 5 puskesmas yang mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat leptospirosis, informan penelitian berjumlah 21 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan program telah dilaksanakan namun terdapat kendala anggaran, sinkronisasi waktu, dan SDM. Pengorgnasisasian di Puskesmas Lamper Tengah belum sesuai dengan Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dan terdapat kendala SDM di Puskesmas Ngesrep. Dari segi pelaksanaan 9 kegiatan program pengendalian leptospirosis telah terlaksana namun masih terdapat kendala dari 6 kegiatan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Abstract There were 55 Leptospirosis cases and 14 died in Semarang in 2018. Based on Central Java Province Health Pocket Book for the 3rd Quarter of 2018 , Semarang Case Fatality Rate (CFR) was 26.7%, exceeded the Central Java Province's CFR which has 21.3% cases and Semarang was the third of highest leptospirosis case in Central Java . The leptospirosis case in Semarang was caused by community behavior, environmental control management, leptospirosis was being neglected Infectious Diseases (NIDs), there were constraints in controlling leptospirosis in Semarang. The purpose of this study was to determine the evaluation of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018 which included planning, organizing, and implementing. This type of research was descriptive qualitative with the focus of research on 5 health centers which have increased and death cases due to leptospirosis. Informant of the study amounted to 13 people, selected by purposive sampling technique. Types of data collected by interviews and observations. Data were analyzed qualitatively. The results of this study showed that program planning has been carried out and there were the problem with the budget, time synchronization, and HR. The organizing at Lamper Tengah Community Health Center was not in accordance with the Puskesmas Mini Workshop Guidelines and there were problems with human resources at the Ngesrep Health Center. In the terms of the implementation,  9 leptospirosis control program has been carried out, however there were obstacles from the 6 activities of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018. 
KORELASI METEOROLOGI DAN KUALITAS UDARA DENGAN PNEUMONIA BALITA DI KOTA SEMARANG TAHUN 2013-2018 Utami, Halimah Tri; Windraswara, Rudatin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31063

Abstract

ABSTRAK Pneumonia merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama dan terbesar dari kematian balita di dunia. Dari tahun 2013 hingga 2018, terdapat 25.038 kasus pneumonia balita di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia di Kota Semarang tahun 2013-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi korelasional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, dan BMKG Kota Semarang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan adalah kelembaban udara (p=0,043), konsentrasi NOx (p=0,048), dan konsentrasi CO (p=0,029) dan variabel yang tidak ada hubungan adalah suhu udara (p=0,722), curah hujan (p=0,329), kecepatan angin (p=0,393), konsentrasi SOx (p=0,061), dan konsentrasi debu (p=0,521). Simpulan dari penelitian ini ada hubungan antara kelembabn udara, konsentrasi NOx, dan konsentrasi CO dengan pneumonia balita di Kota Semarang dan tidak ada hubungan antara suhu udara, curah hujan, kecepatan angin, konsentrasi SOx, dan konsentrasi debu dengan pneumonia balita di Kota Semarang. ABSTRACT Pneumonia is an infectious disease which is the main and biggest cause of under-five mortality in the world. In 2013 until 2018, were 25.038 cases of pneumonia in infant in the City of Semarang. The purpose of this study was to determine the risk factor associated with pneumonia in Semarang City in 2013-2018. The type of this study was descriptive quantitative with correlational study design. Trhis study used secondary data obtained from Dinas Kesehatan  Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, and BMKG Kota Semarang. Data analysis used univariate and bivariate with Spearman correlation test. The result shows that there is a relationship between  humidity (p=0,043), NOx concentration (p=0,048), and CO concentration (p=0,029) with pneumonia and there is no relationship between air temperature (p=0,722), rainfall (p=0,329), SOx concentration (p=0,061), and particulate (p=0,521) with pneumonia. There is a correlation between pneumonia with humidity, NOx concentration, and CO concentration and there is no correlation between air temperature, rainfal,l wind speed, SOx concentration, and particulate with pneumonia in Semarang City.

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue