cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Health Education
ISSN : 25274252     EISSN : 25282905     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Journal of Health Education (J. Health Edu) is an S5 rated journal (SINTA Ristekdikti) containing writings raised from the results of research or equivalent in the field of health education. Such research includes research in school environments and communities as well as in the general public. Articles published in this journal have never been published / published by other media.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2016)" : 28 Documents clear
KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM PEMILIHAN MAKANAN JAJANAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mavidayanti, Hevi
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan laporan tahunan BBPOM Semarang pada tahun 2014 dilakukan pengujian sampling PJAS di 109 SD di Jawa Tengah, PJAS yang tidak memenuhi syarat sebanyak 15%.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan sekolah dalam pemilihan makanan jajanan pada anak sekolah dasar di SDI Al Madina dan SDK Sang Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara snowball sampling.Informan penelitian yaitu kepala sekolah SDI Al Madina, kepala koperasi SDI Al Madina, guru kelas SDI Al Madina, wali murid SDI Al Madina, sanitarian puskesmas Pegandan, kepala sekolah SDK Sang Timur, petugas UKS SDK Sang Timur, pengelola kantin SDK Sang Timur, wali murid SDK Sang Timur, penjaja makanan jajanan di depan SDK Sang Timur, sanitarian puskesmas Tlogosari Wetan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan pemilihan makanan jajanan di SDI Al Madina lebih konsisten dibandingkan SDK Sang Timur, yaitu meskipun keduanya memiliki kebijakan dalam pemilihan makanan jajanan, tetapi di SDI Al Madina sudah tidak terdapat penjaja makanan di depan sekolah, di SDK Sang Timur masih banyak ditemukan penjaja makanan di depan sekolah.   Kata Kunci    : Anak Sekolah Dasar, Kebijakan Sekolah, Pemilihan Makanan Jajanan
MEDIA BULETIN DAN SENI MURAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG OBESITAS Riswanti, Ika
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan gizi dengan media buletin dan seni mural dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang obesitas di SD Islam Al-Azhar 14 Semarang. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 60 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing berjumlah 20 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, buletin dan seni mural. Hasil uji T Berpasangan dan Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan (p=0,000) pada ketiga kelompok. Dari hasil uji Mann-Whitney terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan antara kelompok I (buletin) dan kontrol (p=0,000) dan antara kelompok II (seni mural) dan kontrol (p=0,000), sedangkan antara kelompok I (buletin) dan II (seni mural) tidak terdapat perbedaan (p=0,879). Simpulan penelitian adalah penyuluhan gizi dengan media buletin dan seni mural efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar tentang obesitas.   Kata Kunci : Buletin; Obesitas; Pengetahuan; Seni Mural
PENGARUH ADVERTENSI DAN PUBLIKASI TERHADAP KETERSERAPAN INFORMASI PADA SOSIALISASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KOTA SEMARANG Wulandari, Respati
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah  bulan April 2014 sebesar 53%. Survey pendahuluan mencatat 92,9% responden belum paham terhadap sosialisasi program JKN,  57% responden belum terdaftar sebagai peserta program JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh advertensi dan publikasi  terhadap keterserapan informasi pada sosialisasi program jaminan kesehatan nasional di kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling  secara probability cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan analisis multivariat antara variabel advertensi  dan publikasi terhadap variabel keterserapan informasi, dengan software SPSS 20. Hasil penelitian  pada tingkat kepercayaan 90% menunjukkan  bahwa advertensi berpengaruh  terhadap keterserapan  informasi  (p=0,058). Demikian juga dengan publikasi berpengaruh terhadap keterserapan informasi ( p=0,002 ). Kata kunci: Advertensi, Publikasi, Keterserapan informasi, Jaminan Kesehatan Nasional.
Hubungan Paparan Pestisida dan Prestasi Belajar Siswa SD di SD Negeri 1 Dukuhlo, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes Yunike, Vina
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background : Organophosphate (OP) pesticides are widely used in agriculture and well-known neurotoxic properties. Previous study at Brebes Region suggested that pesticide exposure as a hipotiroidism risk factor to women at childbearing age and found a fact at Bulakamba District. Average of Elementary Student’s Academic was lower suffer goiter than students wasn’t suffer goiter. The purpose of this study was to identify the relation between pesticide exposure and academic performance in school age students. Methods : Observational study, with cross sectional design, sample size of 48 students. Subjects were interviewed about history of pesticide exposure and internal-external factors that have effect to their academic performance. Pesticide exposure measured by LC/MS-MS tools and got urinary dialkylphosphate (DAP) metabolites pesticide level, and academic performance measured by the student’s score of mid test and final test.  Univariate and bivariate analysis (T-test and Chi-Square) were used to analyze the data. Results: Student proportion with positive DAP metabolites are 31.2% and  negative DAP metabolites are 68.8%.  The data analyze result suggested no significant relationship between pesticide exposure and academic performance (p value range of t-test = 0.396-0.93) and (p value range of Chi-square test = 0.518-1.115). Previous study findings suggested that prenatal exposure to OP pesticides, as measured by urinary DAP metabolites in women during pregnancy, was associated with poorer cognitive abilities in children at 7 years of age. However, DAP concentrations during childhood were not associated with their cognitive scores. Conclusions: Students are exposed pesticides (positive) as many as 15 respondents (31.2%) were detected through examination of pesticide metabolites in urine sample (exposure to lowest levels) Me-research results showed no significant relationship between exposure to pesticides and academic achievement, with a p-value range t-test (.396-.939) and range p-value of Chi-square (0.597 to 1.000). Keywords: Pesticides, Organophosphate, Academic Performance, Urinary DAP Metabolites
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK MENSTRUAL HYGIENE GENITALIA PADA SISWI SMPLB TUNAGRAHITA DI KOTA SEMARANG TAHUN 2015 Yusuf, Dina Fikriyana
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Remaja tunagrahita tidak memahami perubahan yang terjadi dalam dirinya, karena keterbatasan kemampuan berpikir dan kurang informasi. Sehingga praktik menstrual hygiene genitalia remaja tunagrahita kurang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan praktik menstrual hygiene genitalia pada siswi SMPLB tunagrahita di Kota Semarang. Metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 46 orang. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan praktik menstrual hygiene genitalia pada siswi SMPLB tunagrahita di Kota Semarang adalah pengetahuan (p = 0,021), sikap (p = 0,018), dukungan orang tua (p = 0,041), dan akses informasi (p = 0,009). Sementara itu tidak ada hubungan antara faktor dukungan guru (p = 0,988) dan dukungan teman (p = 1,000). Saran yang diberikan adalah meningkatkan komunikasi kepada remaja tunagrahita tentang mentruasi dan menstrual hygiene genitalia. Kata Kunci : Menstruasi, Menstrual Hygiene, Remaja, Tunagrahita.
Keefektifan Permainan SHART JOURNEY dalam Meningkatkan Pengetahuan HIV/AIDS pada Remaja Resosialisiasi Argorejo Afifah, Asni
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan mengenai pengetahuan HIV/AIDS di RW 3 dan 4 Kalibanteng Kulon menyimpulkan bahwa hanya 5,4% (2 responden) berpengetahuan baik, 35,2% (13 responden) cukup, 51,4% (19 responden) kurang, serta 5,4% (2 responden) tidak baik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh SHART JOURNEY terhadap peningkatan pengetahuan. Jenis penelitian adalah Quasi Experiment dengan pretest-postest with control group. Populasi 128 orang, yaitu remaja usia 12-21 tahun. Dengan purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 24 pada tiap kelompok. Kelompok eksperimen diberikan penyuluhan dengan permainan SHART JOURNEY, sedangkan kontrol menggunakan powerpoint. Analisis data menggunakan uji T berpasangan, Uji Wilcoxon, dan Uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis Uji Mann-Whitney, didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05). Hal ini berarti terdapat perbedaan persentase pengetahuan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulannya yaitu SHART JOURNEY efektif untuk meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS. Saran yang diajukan kepada pihak yang akan memberikan penyuluhan yaitu dengan menggunakan media permainan sehingga mampu meningkatkan pengetahuan remaja.
SKRINING KELAINAN REFRAKSI MATA PADA SISWA SEKOLAH DASAR MENURUT TANDA DAN GEJALA Fauzi, Lukman
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skrining gangguan penglihatan (visus) dimaksudkan untuk mencegah kejadian gangguan ketajaman penglihatan yang lebih serius pada populasi risiko tinggi. Tujun skrining ini adalah mengetahui prevalensi kelainan refraksi mata dan validitas alat-alat skrining dengan membandingkan antara gold standard dengan gejala dan tanda yang dirasakan responden. Populasi skrining adalah semua anak dengan usia 6 – 11 tahun (usia sekolah dasar) yang bersekolah di Kecamatan Turi dan belum pernah didagnosis mengalami kelainan refraksi mata yang ditandai dengan sedang atau pernah memakai kacamata. Penegakan diagnosis dilakukan dengan gold standard pemeriksaan mata responden dengan alat Optotipe Snellen dan lensa coba yang dilakukan oleh dokter spesialis mata. Gejala tunggal mata cepat lelah mempunyai sensitivitas terbesar (77,05%), gejala tunggal bentuk benda berubah mempunyai nilai spesivisitas tertinggi (98,04%), gejala tunggal nyeri mata memiliki nilai duga positif tertinggi (31,96%), dan gejala tunggal mata cepat lelah memiliki nilai duga negatif tertinggi (99,05%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi kelainan refraksi mata di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman sebesar 2,32%. Alat skrining yang mempunyai validitas tinggi adalah gejala tunggal mata cepat lelah, gejala kombinasi mata cepat lelah dan bentuk benda berubah, gejala kombinasi nyeri mata dan bentuk benda berubah, serta gejala kombinasi mata cepat lelah dan sakit kepala.   Kata Kunci: Skrining, kelainan refraksi mata, validitas
EFEK SMARTCARDS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK DALAM MEMILIH PANGAN JAJANAN wulandari, ratna
Journal of Health Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terkena keracunan pangan karena masih rendahnya pengetahuan mereka tentang keamanan pangan. Berdasarkan survei yang dilakukan pada bulan Agustus 2015 di SDN Sekaran 02 sebanyak 18 siswa (70%) mempunyai pengetahuan kurang dan 8 siswa (30%) mempunyai pengetahuan cukup. Sebanyak 20 siswa (77%) mempunyai sikap negatif dan 6 siswa (23%) mempunyai sikap positif. Serta sebanyak 22 siswa (81%) tidak mempraktikkan dan 4 siswa (19%) mempraktikkan indikator pemilihan pangan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk menambah tingkat pengetahuan, sikap dan praktik anak sekolah dasar dalam memilih pangan jajanan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Sekaran 02. Sampel berjumlah 30 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji t-berpasangan. Berdasarkan uji t-berpasangan didapatkan hasil p value tingkat pengetahuan, sikap, maupun praktik antara pre-test dan post-test sebesar 0,0001 (p<0,05). Terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan praktik pemilihan pangan jajanan sebelum dan sesudah pemberian media smartcards.

Page 3 of 3 | Total Record : 28