Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY"
:
20 Documents
clear
Eksistensi Pedagang Batik di Wisata Religi Desa Sapuro Kebulen Kota Pekalongan (Studi di Kawasan Makam Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alatas)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76724
Pedagang dapat ditemui di lokasi wisata religi makam wali, seperti di kawasan wisata religi Makam Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alatas, yang berlokasi di Desa Sapuro Kebulen Kota Pekalongan. Pemberlakuan sistem pocokan atau rolling lapak batik menjadi salah satu keunikan dari pedagang batik di wisata religi Desa Sapuro Kebulen. Tujuan dari penelitian adalah (1) Mengetahui latar belakang berdagang batik; (2) Mengetahui strategi berdagang dari pedagang batik; dan (3) Mengetahui relasi sosial pedagang batik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di kawasan wisata religi Makam Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Alatas Desa Sapuro Kebulen Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dari James S. Coleman dan teori hubungan interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pedagang batik dipengaruhi oleh latar belakang berdagang batik seperti faktor keuntungan, faktor sosial, dan faktor lingkungan. Strategi berdagang yang diterapkan seperti strategi barang, strategi pelayanan, strategi harga, dan strategi spiritual. Pedagang batik memiliki relasi sosial yang terjalin dengan berbagai pihak seperti dengan pedagang, pembeli, pengurus wisata religi dan pengurus paguyuban batik, serta dengan shohibul maqom wisata religi. Hubungan spiritual pedagang batik dengan shohibul maqom di wisata religi tersebut yang menjadi perbedaan antara pedagang di wisata religi dengan pedagang di lokasi wisata biasa.
Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Peningkatan Perekonomian Keluarga Melalui Tenun Di Desa Renda Manggarai NTT
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76725
Ibu rumah tangga di Desa Renda turut ikut bekerja membantu suami meningkatkan perekonomian keluarga melalui tenun (tenung) yang berakibat pada beban ganda yang ditanggung oleh perempuan. Kain tenun yang pada awalnya sebagai identitas perempuan dan digunakan untuk upacara adat kini berorientasi pada kebutuhan pasar karena nilai jual kain tenun yang tinggi, permintaan pasar dan tuntutan biaya hidup yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui peran ibu rumah tangga dalam peningkatan perekonomian keluarga melalui tenun di Desa Renda, 2) Dampak peranan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) ibu rumah tangga di Desa Renda bukan hanya menjalankan satu peran melainkan lebih yaitu reproduktif, produktif dan sosial, 2) Peranan yang dijalankan oleh ibu rumah tangga di Desa Renda berdampak positif dan negatif pada keluarga dan penenun. Dampak positif seperti terpenuhinya kebutuhan ekonomi keluarga, pelestarian budaya tenun dan menjadi lebih dekat dengan warga sekitar sedangkan dampak negatif yaitu beban ganda yang ditanggung oleh penenun, kelelahan fisik dan kebersihan anak yang kurang diperhatikan.
Pemaknaan Tari Ronggeng Sebagai Antisipasi Bencana Alam Oleh Masyarakat Dukuh Jumbleng Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah Kabupaten Batang
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76746
Bencana alam merupakan suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar karena bisa merenggut nyawa yang membuat manusia menderita secara fisik, mental maupun sosial ekonomi. Masyarakat yang dihadapkan pada peristiwa bencana membuat mereka memiliki cara dalam antisipasi bencana. Dukuh Jumbleng memiliki cara dalam antisipasi bencana melalui tari ronggeng. Antisipasi bencana melalui tari ronggeng lahir dari pengalaman nyata yang dialami warga. Ronggeng yang tidak terselenggara dalam waktu satu tahun ternyata menimbulkan bencana alam berupa tanah longsor di wilayah bukit. Masyarakat percaya bahwa tari ronggeng yang tidak pentas menjadi penyebab peristiwa bencana yang mengancam wilayah dan nyawa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tari ronggeng sebagai upaya antisipasi bencana alam tanah longsor di Dukuh Jumbleng, Desa Kemiri Barat, kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Nilai Sosial Budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai Daya Tarik Desa Wisata Penggarit di Kabupaten Pemalang
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76748
Penelitian ini dilatar belakangi adanya fenomena menarik bahwa hadirnya globalisasi telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan menggeser segala sesuatu yang dianggap kuno dengan lebih memilih hal-hal yang dianggap modern salah satunya dalam aspek pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis Wage, (2) mengetahui aktualisasi nilai sosial budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai daya tarik, (3) mengetahui upaya pelestarian nilai sosial budaya yang dilakukan oleh masyarakat yang terlibat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Wisata Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan konsep komodifikasi oleh Karl Marx. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya beberapa alasan yang melatarbelakangi penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis Wage, (2) aktualisasi nilai sosial budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai daya tarik diantaranya nilai kesederhanaan, nilai gotong royong, nilai kejujuran dan nilai hiburan, (3) upaya pelestarian nilai sosial budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai daya tarik diimplementasikan dengan penyediaan ruang sosial budaya, menetapkan aturan penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis wage, aktivasi edukasi budaya lokal dengan mengadakan pelatihan kebudayaan dan kerjasama dengan pihak terkait melalui media sosial sebagai promosi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan Pasar Tradisional Kamis Wage mengaktualisasikan nilai sosial budaya sebagai daya tarik wisata.
Kehadiran Kucing Sebagai Hewan Peliharaan di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Masyarakat Kota Surabaya dan Sidoarjo)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76749
Dalam sejarahnya, hubungan manusia dengan kucing telah berlangsung sejak ratusan juta tahun yang lalu. Pada masa kini, hubungan antara manusia dengan kucing perlu kita pandang secara luas, khususnya pada sudut pandang manusia sebagai aktor yang memelihara kucing. Terlebih, adanya masa pandemi Covid-19 memunculkan pertanyaan mengenai manfaat kucing dalam kehidupan manusia di masa yang serba sulit. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai efek positif dan negatif apa muncul saat memelihara kucing di masa pandemic Covid-19. Untuk mendapatkan serangkaian data dalam menjawab rumusan masalah, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui wawancara dan partisipasi observasi kepada 10 orang narasumber yang merupakan pemilik kucing. Penggalian data dari jurnal ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian juga dilakukan untuk mendukung temuan data penelitian. Hasil dari penelitian yang dilakukan untuk membuat paper ini menunjukan bahwa terdapat efek positif dan negatif yang dirasakan oleh pemilik kucing ketika memelihara kucing di masa pandemi Covid-19 saat ini. Adapun dampak positif yang dirasakan oleh pemilik kucing yaitu memelihara kucing dapat membantu menghilangkan stress ketika sedang melakukan kegiatan di rumah saat kehidupan karantina dimulai. Sedangkan efek negatif yang dirasakan adalah munculnya beban ekonomi yang dirasakan ketika pandemi hingga terjadinya konflik sosial dengan tetangga saat memelihara kucing.
Fenomenologi Pandemi Di Kalangan Santri (Pandangan Santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama'ah Kota Semarang terhadap Pandemi Covid-19)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76842
Ditengah gencar-gencarnya kampanye penanggulangan Covid-19 oleh pemerintah dan ketakutan yang terjadi di tengah masyarakat, justru yang terjadi di beberapapondok pesantren dalam merespon pandemi Covid-19 justru sebaliknya. Hal tersebut bisa saja terjadi karena santri mempunyai budaya, pandangan, dan sikap tersendiri dalam merespon pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan para santri terhadap pandemi Covid-19, faktor-faktor yang melatarbelakangi pandangan tersebut, serta dampak pandangan tersebut terhadap perilaku kesehatan para santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah Kota Semarang di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah fenomenologi dan beberapa konsep tentang sehat dan sakit. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah meyakini bahwa virus Covid-19 datangnya dari Allah SWT. Mereka juga ada yang memandang Covid-19 dari sudut pandang politik dan medis. Para santri lebih memprioritaskan usaha spiritual dengan pembacaan sholawat Nariyah sebanyak 4.444x sebagai bentuk doa tolak balak menolak virus Covid-19. Namun tetap mengadopsi cara penanganan penyakit secara modern. Munculnya pandangan tersebut dilatarbelakangi oleh faktor; (1) pengaruh nasihat Ulama, Kiai, dan para Habaib terhadap keyakian santri dalam memandang pandemi Covid-19, (2) background akademik yang ditempuh santri di perguruan tinggi, (3) faktor pengaruh lingkungan keluarga asal, dan (4) faktor literasi akademik dan media sosial. Hal tersebut berdampak pada sikap para santri dalam merespon pandemi Covid-19 dengan rileks dan tenang, bahkan ketika terdapat teman yang tergejala Covid-19 justru dijadikan sebagai bahan guyonan dan gasakan, tidak malah mengucilkannya. Perilaku kesehatan santri dalam menghadapi pandemi Covid-19 tersebut didasari oleh konsep illness yang mereka yakini, sehingga Covid-19 dianggap bukan sebagai penyakit medis yang mengkhawatirkan. Namun sampai saat ini sikap tersebut masih dipandang negatif, sebagai cara yang menyimpang dalam penanganan Covid-19 oleh dunia modern.
Persepsi Masyarakat terhadap Fenomena Rangda Cilik Turunan Indramayu (Studi terhadap Fenomena Janda Muda di Kabupaten Indramayu)
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76845
Indramayu memiliki angka perceraian yang cukup tinggi, salah satu lokasi dengan angka perceraian yang cukup tinggi adalah Desa Pranggong. Dengan tingkat perceraian yang tinggi menyebabkan banyaknya janda yang ada di Indramayu hingga munculnya pelabelan RCTI yang disematkan kepada janda muda. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui persepsi masyarakat terhadap fenomena janda muda yang disebut RCTI. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Penelitian berlokasi di Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan teori labeling. Hasil penelitian menemukan bahwa persepsi masyarakat terhadap fenomena RCTI yaitu, masyarakat menilai positif bahwa pelabelan RCTI sebagai pendorong untuk mengurangi angka pernikahan dini. Adapun persepsi negatif masyarakat adanya pelabelan RCTI dapat membuat citra masyarakat menjadi buruk. Dan persepsi positif terhadap status janda muda masyarakat menilai janda muda perempuan yang kuat, mandiri dan pekerja keras sebagai orang tua tunggal. Adapun masyarakat yang berpersepsi negatif terhadap status janda muda menilai janda muda perempuan yang nakal dan hanya menjadi beban orang tuanya.
Etika Ekologi dan Kearifan Lingkungan dalam Fenomena Nyadran Di Dukuh Mangunsari
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76848
Nyadran adalah sebuah bentuk upacara selamatan yang dilakukan oleh masyarakat nelayan, dengan melarung sesaji ke tengah laut. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi nyadran dan mengetahui konsep etika ekologi dalam tradisi nyadran di Dukuh Mangunsari. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Analisis data mengunakan konsep deep ecology. nyadran memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Dukuh Mangunsari. Tradisi nyadran tidak hanya sebagai ritual untuk melestarikan kebudayaan saja, akan tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan lingkungan. Hal tersebut dapat di buktikan pada saat akan dilaksankanya upacara nyadran, masyarakat bergotong royong untuk membersihkan sampah-sampah yang berada di pesisir pantai Dukuh Mangunsari. Masyarakat Dukuh Mangunsari sadar akan pentingya menjaga lingkungan, pada dasarnya masyarakat Dukuh Mangunsari mengantungkan hidupnya dari hasil laut, dengan demikian pentingnya menjaga kearifan lingkungan merupakan hal yang sangat penting, agar ekosistem yang ada di dalam laut tidak rusak karena adanya sampah-sampah.
Pengetahuan dan Perilaku Ibu dalam Pemberian Asupan Makanan Balita Sebagai Upaya Menanggulangi Tiga Beban Malnutrisi di Desa Kawungcarang Sumbang Banyumas
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.76849
Ibu merupakan sosok utama yang berperan pola hidup sehat di keluarga termasukpemberian asupan makan balita. Balita atau anak dibawah lima tahun merupakan generasipenerus bangsa yang diharapkan menjadi sumber daya manusia berkualitas di masamendatang, terlebih pada usia ini terjadi pertumbuhan yang pesat pada aspek fisik dankecedasan. Pengetahuan dan perilaku ibu yang terbatas mengenai pemberian asupanmakanan menyebabkan tiga beban malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalahmendeskripsikan pengetahuan dan perilaku dalam pemberian asupan makanan balitasebagai upaya menanggulangi tiga beban malnutrisi di Desa Kawungcarang. Metodepenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1)pengetahuan ibu mengenai pemberian asupan makanan balita dalam penanggulangan tigabeban malnutrisi adalah memberikan makanan yang bergizi seperti sayur, buah-buahan,nasi, dan susu. Pemberian asupan makanan bagi balita mengutamakan pada aspekkuantitasnya. 2) Perilaku ibu dalam memberikan asupan makanan balita dalam upayamenanggulangi tiga beban malnutrisi memfokuskan pada pemenuhan asupan makanan.Pemenuhan asupan makanan yang bergizi dianggap cukup mendukung pertumbuhan danperkembangan balita termasuk penanggulangan terhadap tiga beban malnutrisi padabalita.
Kampung Budaya Piji Wetan: Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 2 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/solidarity.v12i2.77046
Di era dengan kemajuan ilmu dan teknologi sekarang ini, budaya lokal mulai kehilangan eksistensinya. Padahal kebudayaan merupakan salah satu hal yang harus dijaga eksistensinya. Karena terdapat nilai-nilai luhur bangsa dalam setiap budaya. Nilai-nilai tersebut melekat dalam diri setiap masyarakat dan menjadi identitas kebudayaan bagi masyarakat tersebut. Setiap masyarakat mempunyai caranya untuk menjaga eksistensi kebudayaannya. Salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat. Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) merupakan salah santu bentuk pemberdayaan masyarakat di bidang budaya. KBPW ini berupaya merekonstruksi nilai-nilai budaya peninggalan Sunan Muria menjadi bentuk baru yang inovatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dimana data yang diperoleh melalui penelitian kualitatif dapat berupa naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video, dokumen pribadi, memo ataupun dokumen resmi lainnya. Strategi masyarakat yaitu mengemas nilai warisan leluhur menjadi wadah dalam masyarakat berkreasi seperti edukasi, pendidikan dan ekonomi. Sehingga strategi pemberdayaan masyarakat pada KBWP dapat digunakan untuk model pemberdayaan pada masyarakat lain.