cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY" : 23 Documents clear
Dari Tari Nasionalisme Menjadi Komoditas, Komodifikasi Tari Dayakan Di Desa Wisata Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Afianti, Afiat; Gunawan, Gunawan; Husain, Fadly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Dayakan merupakan salah satu pertunjukan tari tradisional masyarakat Desa Panusupan yang mengalami komodifikasi sebagai salah satu tontonan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pementasan Tari Dayakan dan perubahannya setelah menjadi tontonan wisata di Desa Panusupan, mengetahui proses komodifikasi pada Tari Dayakan, serta mengetahui hubungan sosial masyarakat Desa Panusupan pasca komodifikasi pada Tari Dayakan. Hasil penelitian ini yaitu, (1) Pementasan Tari Dayakan mengalami perubahan setelah menjadi salah satu tontonan wisata baik dalam audiens, waktu, durasi, kompleksitas, dan lokasi pementasan setelah dimodifikasi (2) Proses komodifikasi dilakukan langusung oleh anggota Grup Tari Dayakan dengan cara: membuat merk komoditas, pembagian posisi dalam grup, penambahan alat musik, menciptakan lagu-lagu baru, membuat pola-pola gerakan penari, apropriasi budaya massa dalam pertunjukan, serta massalisasi pertunjukan Tari Dayakan. Proses komodifikasi merubah Tari Dayakan yang awalnya benilai historis menjadi bernilai komersial (3) Proses komodifikasi yang terjadi membentuk identitas baik itu pada anggota grup Tari Dayakan, masyarakat Kali Lutung, serta masyarakat Desa Panusupan pada umunya. Identitas komunitas yang tertanam digunakan sebagai sumber daya yang dimanipulasi untuk tujuan sosial dalam hubungan sosial di masyarakat. Dayakan dance is one of the traditional dance performances of Panusupan Village who experienced commodification as one of the tourism spectacle. The purpose of this research is to know the Dayakan dance performance and its change after being a tourist spectacle in Panusupan Village, to know the process of commodification on Dayakan Dance, and to know the social relation of Panusupan Village community after commodification in Dayakan Dance. The result of this research are (1) Dayakan dance performance changed after becoming one of the tourist spectacle in audience, time, duration, complexity, and location of staging after modification (2) commodification process done by member of Dayakan Dayak Group by: making commodity brand, group positioning, adding musical instruments, creating new songs, creating dancers movement patterns, appropriating mass culture in performances, and massising the Dayakan Dance show. The commodification process transformed the Dayakan Dance which was originally historically valuable to commercial value (3) The process of commodification that occurred formed the good identity of the members of the Dayakan Dance group, the Kali Lutung community, and the people of Panusupan Village in general. The embedded community identity is used as a manipulated resource for social purposes in social relationships in society.
Eksistensi Ojek Pangkalan Didalam Perkembangan Transportasi Berbasis Informasi Dan Teknologi Purwanto, Andhika Cahya; Luthfi, Asma; Arsal, Thriwarty
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi ojek pangkalan ditengah perkembangan transportasi berbasis informasi dan teknologi di kota Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didasarkan pada penggunaaan metode pengumpulan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian menemukan bahwa Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Pelanggan Ojek Pangkalan adalah ibu rumah tangga yang memiliki tingkat mobilitas rendah dan lebih banyak berada pada sektor domestik, pekerja swasta yang bertempat tinggal dekat dengan tempat bekerja, serta pelajar dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses kendaraan, (2) Pengemudi Ojek Pangkalan melakukan berbagai strategi dan inovasi seperti meningkatkan pelayanan, memberikan layanan pemesanan melalui pesan singkat, serta memiliki pelanggan tetap yang diupayakan agar para pengemudi ojek pangkalan tetap mendapatkan pelanggan, (3) Faktor yang mempengaruhi ojek pangkalan tetap bertahan adalah rasa solidaritas dan rasa kekeluargaan yang tinggi, adanya sistem antri yang memberikan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pelanggan, adanya arisan bulanan yang menjadi jaminan sosial dan ekonomi, lokasi dari pangkalan ojek yang lebih menguntungkan, dan pelanggan yang setia menggunakan ojek pangkalan   This article aim is to know the existence of motorcycle taxi in the development of information and technology-based transportation in Semarang City, Central Java. This study uses qualitative method based on interview, observation and studying document. The result of this study found that 1) the customer of motorcycle taxis are housewives who have low mobility and more are in the domestic sector, employee who lives near the workplace, and students and college students who have limited access to vehicles. (2) motorcycle taxi drivers perform various strategies and innovation such as improving services, provide booking service via short message, and having a regular customer strived to keep motorcycle taxi drivers steady in getting customers. (3) the factors that affecting the motorcycle taxi survive are a sense of solidarity and high sense of kinship, the existence of queue system that provide equal opportunities in getting customers, a monthly social gathering (arisan) that becomes social and economic security, the location of motorcycle taxi base is more profitable, and the loyal customers that using motorcycle taxi.
Makna Pernikahan Pada Istri Tki Di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Maulina, Annisa Medika; Arsi, Antari Ayuning; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cihonje merupakan salah satu desa pemasok TKI terbesar di wilayah Banyumas. Banyaknya para warga yang menjadi buruh migran menyebabkan para TKI harus menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan konsep Fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  pernikahan dianggap sebagai sesuatu yang penting terlebih dalam hubungan pernikahan jarak jauh yang dijalani oleh istri TKI. Pentingnya makna pernikahan muncul karena adanya konsekuensi atas keputusan memilih menikah dengan pasangan. Konsekuensi tersebut memunculkan tanggung jawab atas pilihan yang diambil dan tujuan yang ingin dicapai dalam pernikahan di masa yang akan datang. Cihonje village is one of the largest village with suppliers TKI in the area of Banyumas. The large number of citizens who became migrant workers led to the TKI must undergo a long distance marriage relationship. This research uses Qualitative Research methods. This Research located in the of Cihonje Village Gumelar Sub-District of Banyumas Regency. This research uses the concept of Phenomenology of Alfred Schutz. The results of this research show that marriage is regarded as something important first in the long-distance marriage relationship according to TKI wifes. The importance of marriage appears because there is a consequence of choosing to marry with partner. A consequence is got the responsibility for option taken and purpose to be achieved in marriage in the future.  
Pelestarian Wayang Di Kabupaten Tegal Melalui Sanggar Satria Laras Setiawan, Dedi Arif; Iswari, Rini; Alimi, Mohammad Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Satria Laras merupakan salah satu sanggar yang ada di Kabupaten Tegal yang memiliki perhatian terhadap kesenian wayang. Sanggar Satria Laras tidak hanya melakukan pementasan wayang saja, melainkan juga melakukan pengembangan wayang dan pementasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk pelestarian wayang dan faktor pendorong pendorong dan penghambat yang dialami Sanggar Satria Laras dalam melestarikan wayang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep pelestarian dinamis milik Sedyawatu dan teori difusi inovasi milik Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Satria Laras diantaranya 1) produksi Wayang, 2) pengembangan wayang dan pementasannya, 3) pemanfaatan Sanggar Satria Laras dan Rumah Wayang 2, dan 4) perlindungan wayang oleh Sanggar Satria Laras. Sanggar Satria Laras (Satria Laras Studio) is one of studios in Tegal Regency which gets attention to the puppets, wheter leather puppets art. Sanggar Satria Laras is not only doing Puppets show, but also doing development to puppets and the show. The purpose of this reseaech is to find out the kinds of puppets preservation and the supportive and the obstacle factors happened to Sanggar Satria Laras in preserving puppets. The research method used is qualitative research method. The technique of collecting data used by observation, interview and documentation. The data analysis used the dinami preservation concept by Sedyawati and diffusion innovation theory by Rogers. The result of the research shows that the kind of preservation done by Sanggar Satria Laras as follow 1) puppets production, 2) puppets development, 3) the utilization of Sanggar Satria Laras and Rumah wayang 2, and 4) the puppets protection by Sanggar Satria Laras.
Kesehatan Rumah Tangga di Lingkungan Pesisir (Kajian Antropologi Kesehatan Lingkungan di Tambak Rejo Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang Hapsari, Frieda Nur; Husain, Fadly; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi lingkungan Tambak Rejo yang kumuh sehingga perlu adanya kajian tentang PHBS di Lingkungan Tambak Rejo sebagai salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) PHBS dalam rumah tangga di Lingkungan Tambak Rejo belum terlaksana sepenuhnya, karena masih banyak terdapat anggapan masyarakat bahwa lingkungan yang kumuh membuat manusia kebal terhadap berbagai penyakit sehingga PHBS dalam Rumah Tangga di Lingkungan Tambak Rejo kurang diperhatikan (2) Tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat sehubungan dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan di Lingkungan Tambak Rejo masih kurang karena budaya masyarakat yang menggunakan tumpukan sampah untuk bahan meninggikan rumah. The background of this research is done for the need of PHBS study at Tambak Rejo as an healthy increasement in that area conducted by the dirty enviromental conditions of Tambak Rejo. Qualitative method is used in this research. data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results are showing (1) PHBS of enviromental health at Tambak Rejo has not been fully applied because people still considered that dirty enviromental will make them immune to any disease, so it makes PHBS at Tambak Rejo less attention (2) the level of awareness of behaviour related to the enviromental health of household in Tambak Rejo is lacking because of the culture of the community who use the garbage for the material to make higher the house.
Etiologi Dan Praktik Pengobatan Penyakit “Demarinen” Pada Masyarakat Desa Lanjan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Suprapti, Lia; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui etiologi penyakit demarinen dan praktek pengobatan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit demarinen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawaancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori sistem medis dan konsep etiologi penyakit milik Foster dan Anderson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita mengalami demarinen disebabkan karena faktor irasional yaitu adanya ibu hamil disalah satu anggota keluarga besarnya. Penyakit tersebut diketahui oleh masyarakat dari pengetahuan yang dimiliki oleh sesepuh-sesepuh dan gagalnya pengobatan pada sistem medis modern. Pengobatan dilakukan dengan menghubungkan penyebab timbulnya penyakit, sehingga pengobatan dilakukan dengan ngedusi anak balita yang perankan oleh ibu hamil. The purpose of this article was to investigate the etiology of demarinen disease and the treatment practices used in the treatment of demarinen diseases. The research method used is qualitative research method. Data completion technique is done by observation, interview, and documentation. The data analysis used system theory and disease etiology concept of Foster and Anderson. The results showed that children under five suffered from demarinen due to irrational factors, namely the presence of pregnant women in one family member. The disease is known to the public from the knowledge possessed by the elders and the failure of treatment in modern medical systems. Treatment is done by causal relationship of the disease, so the treatment is done by ngedusi children under five who play by pregnant mother.  
Kemiskinan Dan Perilaku Konsumtif Masyarakat Petani Cengkeh Di Kabupaten Ende, NTT Sudi, Maria Ansela; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kemiskinan dan perlaku konsumtif masyarakat petani cengkeh Desa Watumite, Kecamatan Nangapanda, KabupatenEnde, NTT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1)masyarakat Watumite memiliki pandangan sendiri mengenai kemiskinan antara lain jika tidak bisa menyelenggarakan pesta, tidak bisa menyekolahkan anak, dan tidak memiliki rumah batu, (2)Bentuk-bentuk perilaku konsumtif masyarakat Desa Watumite antara lain perilaku konsumtif untuk keperluan pesta dan untuk keperluan hiburan dan rekreasi, (3)Faktor yang mendorong masyarakat melakukan perilaku konsumtif antara lain menginginkan pengakuan statu sosial di masyarakat, adanya pengaruh budaya luar , pendapatan petani cengkeh yang tinggi, budaya atau tradisi,  teknologi. This article aims to find out the phenomenon of poverty and consumptive behavior of clove farmers community in Watumite Village, District Nangapanda, Ende Regency, East Nusa Tenggara. This research uses qualitative method with ethnographic approach. The results of this study found that (1) the Watumite community has its own views on poverty, among others, if it can not organize a festivity, can not send children to school, and has no permanent house, (2) Consumtive behavior forms of Watumite villagers include consumptive behavior for festivity puposes and for recreational purposes (3) Some factor that encourage people to engage in consumptive behaviors such as social statue recognition in the community, the influence of external culture, high income of clove farmers, culture or tradition, and technology.
SUBJECT WEEK PROGRAM ANTARA REALITAS DAN HARAPAN (Pengembangan Soft Skills dan Etos Berprestasi Siswa di Semesta Bilingual Boarding School Semarang) Permatasari, Niken Septiana; Fatimah, Nurul; Sulaha, Adang Syamsudin
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan soft skills dan etos berprestasi siswa melalui program subject week dalam mendukung budaya sekolah di Semesta Blingual Boarding School Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program subject week terdiri dari tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Soft skills siswa yang dikembangkan melalui pelaksanaan program subject week ada tiga aspek yaitu: kecakapan mengenal diri, kecakapan berfikir rasional, dan kecakapan sosial. Habitus etos berprestasi telah tertanam baik dalam diri para siswa dan sebagian guru. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program subject week   antara lain waktu pelaksanaan yang kurang, beban kerja guru dan minimnya personil pelaksanaan kegiatan, anggaran dana, perubahan orientasi pendidikan dan iklim sekolah yang cenderung science sentris, serta beban tugas siswa. Upaya yang dilakukan guna mengatasi kendala yang ada yakni: mengadakan seremonial penutupan acara, pembentukan tim pelaksana, membuat rancangan anggaran rendah.   This research aims to analyze the development of soft skills and student achievement ethos through the subject week program in support of school culture in Semesta Bilingual Boarding School Semarang. This research uses Qualitative Research Method. Data collection using observation techniques, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of subject week program consists of the planning stage and implementation phase. Soft skills of students who developed through the implementation of subject week program there are three aspects, namely: self-knowing skills, rational thinking skills, and social skills. Habitus achievement ethos has been embedded in both every students and some teachers. Obstacles encountered in the implementation of the program subject time, among others, less time of execution, teacher workload and lack of personnel implementation activities, budget funds, education orientation and climate changes that tend to science centric, as well as student task load. Efforts are made to overcome the existing obstacles: held ceremonial closing events, the formation of the executive team, making the low budget plan.
Folklor Tabu Pertanian Dalam Menanam Kacang Hijau Pada Masyarakat Dusun Pondok Kecamatan Dempet Kabupaten Demak Afifah, Nor; Brata, Nugroho Trisnu; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis folklor tabu pertanian dalam menanam kacang hijau pada masyarakat Dusun Pondok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengunjukkan bahwa 1) masyarakat Dusun Pondok masih mempercayai dan mempraktikkan folklor tabu pertanian dalam menanam kacang hijau. Bagi masyarakat Dusun Pondok kacang hijau merupakan tanaman yang memiliki jasa bagi kehidupan mereka, sehingga sebagai wujud rasa hormat masyarakat Dusun Pondok dilarang menanam kacang hijau, 2) kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Pondok untuk mendukung folklor tabu pertanian dalam menanam kacang hijau, yaitu slametan yang dilakukan setiap hari Sabtu Wage bertempat di Sawah dan haul yang bertempat di makam, haul diadakan setahun sekali, yaitu pada bulan Sya’ban (kalender Hijriyah), 3) folklor tabu pertanian dalam menanam kacang hijau memiliki tiga fungsi, yaitu religi, ekonomi, dan nilai budaya. This article aims to analyze the folklore of agricultural taboo in planting green beans in the community of Dusun Pondok. This study uses qualitative methods, data collection techniques used, namely observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that 1) Pondok Hamlet people still believe and practice folklore farming taboo in planting green beans. For the people of Dusun Pondok, green beans are plants that have services for their lives, so as a form of respect for the people of Dusun Pondok is prohibited to plant green beans, 2) the activities undertaken by Pondok Dusun community to support folklor taboo of agriculture in planting green beans slametan performed every Saturday Wage located in Sawah and haul located at the grave, haul held once a year, ie in the month of Shaban (Hijri calendar), 3) folklor taboo agriculture in planting green beans has three functions, namely religion, economy , and cultural values.
Redefinisi Konsep Maskulinitas Laki-Laki Pengguna Perawatan Kulit Di Klinik Kecantikan Armina Desa Robayan Jepara Maulida, Nur Awaliya; Arsi, Antari Ayuning; Alimi, Mohammad Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik bahwa perawatan yang identik dengan perempuan, saat ini juga dilakukan laki-laki sehingga muncul redefinisi konsep maskulinitas pada laki-laki. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui redefinisi konsep maskulinitas pada laki-laki yang menggunakan perawatan kulit di klinik kecantikan Armina Desa Robayan Jepara. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di klinik kecantikan Armina, tepatnya di Jalan Raya Welahan Gotri RT.24 RW.03 Desa Robayan Jepara. Penelitian ini dianalisis menggunakan Konsep Maskulinitas yang dikaitkan dengan konsep Chafez mengenai area maskulinitas dalam masyarakat. Hasil penelitian yaitu terdapat tiga aspek yang mengalami redefinisi konsep maskulinitas. Ada aspek yang tetap, redefinisi, dan penguatan. Terkait aspek yang tetap terjadi pada aspek fisik. Kemudian aspek yang mengalami redefinisi terjadi pada aspek penampilan, aspek sikap, aspek perilaku, dan aspek karakter, serta aspek yang mengalami penguatan terjadi pada aspek fungsional. Pada aspek fungsional yang diinginkan tidak sekedar bekerja saja, melainkan pekerjaan yang mapan supaya semua kebutuhan hidup terpenuhi. This research is based on a unique phenomenon which a care done by women, currently done by male so that appears redefinition of masculinity concept for male. The purpose of the research is to know the definition of concept masculinity in the male who use the skin care in the clinic beauty Armina in the villages Robayan Jepara. This study using the qualitative research. The location of the study were in the clinic beauty Armina, precisely at Jl. Raya Welahan Gotri RT.24 RW.03 in the villages Robayan Jepara. This study analyzed using the concept of the masculinity associated with the concept of Chafez about the area of masculinity in the community. The result of the research is there are three aspects that have redefined the concept of masculinity. The aspects is a fixed aspects, redefinition aspects, and reinforcement aspects. Related aspects that remain on the physical aspects. Then, aspects that experience redefinition occurs in aspects of appearance, attitude aspects, behavioral aspects, and aspects of character. Also, the reinforcing aspects occurs on the functional aspects. On the desired functional aspects, a person not only works, but does a steady job so that all life needs are met.

Page 1 of 3 | Total Record : 23