cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Civic Education Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2015)" : 20 Documents clear
FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN REMAJA PADA ANAK KELUARGA BURUH PABRIK ROKOK DJARUM DI KUDUS Shanty, Ida Nor; -, Suyahmo -; Sumarto, Slaemt
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja pada anak keluarga buruh pabrik rokok Djarum yaitu kurang tersedianya waktu orang tua untuk mendidik anak, tidak adanya pengawasan dari orang tua, pengaruh lingkungan, pengaruh teman sepermainan serta faktor kesenangan dari para remaja sendiri. Peran orang tua dalam mencegah kenakalan anak remajanya berjalan kurang efektif. Ibu buruh pabrik rokok Djarum sibuk bekerja, sehingga kurang memperhatikan pendidikan dan aktivitas anaknya sehari-hari. Faktor pendukung peran orang tua dalam mencegah kenakalan anak remajanya yaitu tersedianya sarana televisi tetapi tidak dimanfaatkan secara baik. Faktor penghambatnya yaitu ketidaktegasan orang tua dalam mendidik anak, aktifitas anak yang sering bermain, pengaruh lingkungan, pengaruh teknologi dan pengaruh teman sepermainan.
PENGEMBANGAN SIKAP KEMANUSIAAN SISWA DALAM KEGIATAN PMR DI SMA N 1 DEMAK Matoha, Ali -; -, Suyahmo -; Munandar, Moh. Aris
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemanusiaan merupakan sebuah sikap  universal yang harus dimiliki setiap umat manusia di dunia yang dapat melindungi dan memperlakukan manusia sesuai dengan hakikat manusia yang bersifat manusiawi. Dalam menerapkan sikap kemanusian pada generasi muda dapat dilakukan melalui kegiatan PMR. Dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan PMR SMA N 1 Demak dilakukan dengan menghayati dan mengamalkan pancasila yaitu dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab, melalui kegiatan kemanusiaan proses penyerapan nilai-nilai kemanusiaan dapat dicerna oleh siswa dengan rasa, hati nuraninya, akal dan kehendaknya untuk berbuat baik dengan gemar melakukan kegiatan kemanusiaan maka siswa dapat terbiasa melakukan hal-hal yang baik sehingga dengan pengelolaan jiwanya akan menghasilkan kehendak, sikap dan perbuatan yang dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Dengan begitu proses pengembangan sikap kemanusiaan dapat terus dibina dan dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang secara langsung siswa mampu merasakan dan berbuat untuk kemanusiaan sehingga mampu menumbuhkan manusia yang adil dan beradab terhadap sesamanya.
PENDIDIKAN NASIONALISME MELALUI PEMBIASAAN DI SD NEGERI KUNINGAN 02 SEMARANG UTARA Muthoharoh, Anis Ibnatul; -, Tijan -; -, Suprayogi -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiasaan adalah sesuatu yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu dapat menjadi kebiasaan. Pendidikan nasionalisme sejak dini bagi setiap individu melalui pembiasaan di sekolah. Upaya untuk menggalakkan lagi semangat nasionalisme melalui jalur pendidikan dapat ditempuh dengan melaksanakan pengintegrasian nilai-nilai nasionalisme dalam kegiatan pembiasaan pada satuan pendidikan sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan di SD Negeri Kuningan sangat relevan karena dalam kegiatan pembiasaan itu dapat menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan pembiasaan diantaranya yaitu cinta tanah air, rela berkorban, semangat kebangsaan, kerjasama, tanggungjawab, peduli lingkungan, religi (ketuhanan), berani, dan mandiri. Dalam pelaksanaannya juga anak dilibatkan secara langsung dalam penanaman dan pengembangan nilai-nilai tersebut serta mempraktekannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBANGUNAN DI DESA BANJURPASAR KECAMATAN BULUSPESANTREN KEBUMEN Febriana, Ika -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran tokoh masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan dan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan pembangunan di Desa Banjurpasar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yang didukung dengan wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasi. Untuk mendapatkan validitas data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan bersifat deskriptif analisis yang dilakukan dengan  tahap (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketua RT dan ketua RW telah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dan dalam pengambilan keputusan desa dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Peran ketua RT dan ketua RW dalam pengambilan keputusan pembangunan adalah menampung dan menanggapi semua pendapat atau usulan yang masuk dari masyarakat yang kemudian dibahas dalam rapat RT/RW untuk menentukan pendapat atau usulan apa yang akan disampaikan dalam rembug desa.
LATAR BELAKANG DAN DAMPAK PERKAWINAN ENDOGAMI DI DESA SIDIGDE KABUPATEN JEPARA Nuryani, Duwi -; -, Setiajid -; Lestari, Puji -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan endogami yang terjadi di Desa Sidigede merupakan salah satu budaya masyarakat yang masih tetap dipertahankan. Walaupun dalam kenyataannya banyak yang telah meninggalkan sistem perkawinan endogami karena melihat perkawinan tersebut lebih banyak dampak negatifnya, akan tetapi sebagian masyarakat Sidigede masih ada yang mempertahankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi perkawinan endogami dan dampak yang ditimbulkan dari perkawinan endogami tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi masyarakat tetap mempertahankan perkawinan endogami diantaranya: orientasi spasial (kewilayahan), kemurnian keturunan, menjaga harta, dan perjodohan. Dalam pelaksanaannya perkawinan endogami memiliki dampak terutama bagi pelaku endogami itu sendiri antara lain: mempererat tali persaudaraan, meretaknya hubungan kekerabatan, dan dampak kecacatan fisik/mental pada keturunan.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN JUAL BELI BAWANG MERAH DENGAN TEBAS Sari, Tri Winda; Sumarto, Selamet -; -, Makmuri -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pandangan masyarakat terhadap jual beli bawang merah dengan  tebas di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes yang berkaitan dengan jual beli dalam Hukum Islam, dan (2) Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap jual beli bawang merah dengan  tebas di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Sesuai dengan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) Ingin mengetahui pandangan masyarakat terhadap jual beli bawang merah dengan  tebas di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes yang berkaitan dengan jual beli dalam Hukum Islam, dan (2) mengetahui tinjauan Hukum Islam terhadap jual beli bawang merah dengan  tebas di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Jual beli dapat dikatakan sah apabila memenuhi rukun dan syarat dalam Islam. Pelaksanaan jual beli bawang merah dengan  tebas yang berlangsung di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes merupakan tradisi masyarakat yang berlangsung sejak dahulu. Penggunaan jual beli bawang merah dengan  tebas dalam Islam tidak terdapat adanya hadis yang menjelaskannya, tetapi aturan mengenai jual beli yang baik dan benar semuanya terangkum dalam Hukum Islam. keraguan terhadap pelaksanaan jual beli bawang merah dengan  tebas yaitu adanya ketidakjelasan dalam prosesnya, pihak penjual maupun pembeli sama-sama tidak mengetahui jumlah pasti tanaman yang akan dijual, sehingga akan memberikan keuntungan atau kerugian untuk salah satu pihak baik penjual maupun pembeli. Dalam kenyataan proses jual beli bawang merah dengan tebas telah berlangsung terus menerus hingga sekarang, sebab masyarakat sendiri yang memilih jual beli bawang merah dengan  tebas, yang menunjukan adanya rasa suka sama suka terhadap pelaku.
PROSTITUSI DI KALANGAN PEDAGANG DI JALAN PANTURA ALAS ROBAN KABUPATEN BATANG Rusniawati, Indes -; -, Sunarto -; Handoyo, Eko -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana modus terjadinya prostitusi di kalangan pedagang di Jalan Pantura Alas Roban Kabupaten Batang, (2) Bagaimana respon masyarakat terhadap pelaku prostitusi di kalangan pedagang di Jalan Pantura Alas Roban Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus utama mereka menjadi PSK yaitu dengan cara berdagang di warung. Di samping berdagang mereka juga menyediakan jasa pijat urut dan tempat karaoke. Tempat karaoke yang ada di sekitar jalan pantura atau tanah milik PT. Perum Perhutani KPH Kendal ini bertujuan menarik para pelanggan biasanya tempat karaoke itu banyak dikunjungi waktu malam hari. Kebanyakan yang memanfaatkan jasa mereka adalah supir truk antar kota yang sering melintas di Jalan Pantura Alas Roban. Dari ketiga modus di atas memang dengan sengaja dilakukan untuk menutupi pekerjaan mereka menjadi pelacur. Respon masyarakat Desa Surodadi tentang prostitusi di Kalangan Pedagang di Jalan Pantura  Alas Roban  kebanyakan mereka tidak setuju atau menolak adanya praktik prostitusi karena berbagai alasan seperti tidak menghendaki adanya kemungkaran, menjadikan Desa Surodadi tercemar dan bisa mempengaruhi perkembangan anak karena lokasinya dekat dengan lingkungan pendidikan tetapi ada juga masyarakat yang beranggapan positif atau bersikap masa bodoh dengan adanya praktik prostitusi di kalangan pedagang karena menjadi PSK dijadikan sebagai mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 CIBARUSAH BEKASI TAHUN 2011/2012 Anjarnawati, Piza -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh antara lingkungan keluarga, lingkungan  sekolah  dan  media  pembelajaran  terhadap  hasil  belajar  PKn  siswa kelas X; 2) Besarnya kontribusi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan media pembelajaran terhadap hasil belajar PKn; dan 3) Faktor yang memiliki pengaruh dominan dalam mempengaruhi hasil belajar PKn. Sampel yang digunakan sebanyak 80 siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cibarusah Kabupaten Bekasi Tahun Ajaran 2011/2012. Data diambil melalui kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas data, korelasi parsial, korelasi ganda,  regresi linier berganda dan koefisien determinasi. Hasil analisis data diperoleh angka korelasi untuk lingkungan keluarga sebesar 0,334 dengan kontribusi 11,83%, lingkungan sekolah sebesar 0,399 dengan kontribusi 15,92% dan media pembelajaran sebesar 0,240 dengan kontribusi 5,76%. Hasil analisis korelasi berganda diperoleh angka korelasi sebesar 0,991 dengan kontribusi sebesar 98,2%. Persamaan regresinya Ŷ = 3,520 + 0,316X1 + 0,500X2 + 0,180X3. Lingkungan sekolah adalah faktor yang memiliki pengaruh dominan. Saran yang diajukan, yaitu: 1) kepada peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini, disarankan untuk menambahkan faktor lain sebagai variabel yang akan diuji, 2) kepada sekolah, diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, 3) kepada guru diharapkan dapat menjaga hubungan yang baik dengan siswa serta dapat memanfaatkan media yang ada, 4) kepada keluarga hendaknya memperhatikan aktivitas belajar dan memberikan motivasi kepada siswa/anak.
PENANAMAN NILAI-MORAL ANAK DALAM KELUARGA SAMIN (SEDULUR SIKEP) KABUPATEN BLORA Tafricha, Alifa Nurul; -, Suprayogi -; Suhardiyanto, Andi
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai moral apa saja yang ditanamkan oleh keluarga (orang tua) Samin (Sedulur Sikep) pada anaknya, bagaimana penanaman nilai-moralnya, dan siapa saja yang berperan dalam penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga Samin di Desa Klopodhuwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. Hasil dan simpulan penelitian menunjukkan bahwa orang tua Sedulur Sikep (Samin) menanamkan nilai-moral pada anaknya menggunakan pendekatan teladan atau contoh dan pembiasaan dalam perilaku. Pola sosialisasi yang digunakan dalam penanaman nilai-moral anak dalam keluarga Samin cenderung fleksibel antara pola otoriter, pola permisif, dan pola demokratis. Nilai-moral yang ditanamkan orang tua Sedulur Sikep (Samin) yang tergambar dari hasil interaksi antara orang tua dan anak meliputi nilai kejujuran , nilai kerukunan, nilai sopan santun , nilai disiplin , dan nilai kerjasama  yang sudah terlaksana dengan baik. Pihak yang berperan dalam penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga Samin adalah ibu, ayah, dan kakak dalam keluarga.
PEMANFAATAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN SEMARANG Prestanti, Weni -; -, Setiajid -; Sumarto, Slamet -
Unnes Civic Education Journal Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelas mengenai pemanfaatan taman bacaan masyarakat oleh masyarakat serta hambatan yang dialami oleh pengelola Taman Bacaan Masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data primer adalah wawancara dengan pengelola dan pengunjung taman bacaan masyarakat serta pengamatan terhadap aktivitas pengunjung ketika berada di taman bacaan masyarakat, sumber data sekunder berasal dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Objektivitas dan keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber. Data penelitian dianalisis dengan  analisis model interaksi Milles dan Huberman yang berpangkal dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang mengunjungi taman bacaan masyarakat melakukan aktivitas membaca buku, belajar, serta mengikuti kegiatan pendukung lainnya, serta bermain dan belajar komputer ataupun internet. Buku yang dibaca oleh pengunjung  adalah buku yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat seperti buku cerita, novel, dan majalah.  Pengunjung membaca buku tersebut karena mereka menyukai buku tersebut dan untuk menambah pengetahuan, wawasan. Pengunjung dapat menggunakan semua sarana dan prasarana yang tersedia untuk menunjang belajar. Hambatan yang dialami oleh pengelola TBM Warung Pasinaon adalah minat baca masyarakat sekitar yang tergolong masih rendah, belum adanya penjaga tetap. Selain itu, dalam memenuhi kebutuhan operasional taman bacaan masyarakat sangat bergantung pada dana yang dimiliki pengelola yang terbatas.

Page 1 of 2 | Total Record : 20