cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 16 Documents clear
KEMAMPUAN MEMVISUALISASIKAN TEKS VERBAL DALAM BENTUK GAMBAR
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks verbal merupakan sebuah ungkapan yang ditata melalui tulisan. Memvisualisasikan teks verbal berarti melakukan perubahan dari teks menjadi gambar dengan prinsip substansi sama atau tidak berubah. Tujuan penelitian ini ialah agar anak dapat mengungkapkan tema dalam bentuk teks yang diwujudkan dalam bentuk gambar. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian di SD Negeri 2 Banjarejo Grobogan. Subjek penelitian siswa kelas 6 yang berjumlah 30 anak. Sasaran penelitian tentang identifikasi teks, dan kemampuan visualisasi gambar. Data primer bersumber dari guru kelas 6 siswa dan kepala sekolah. Sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen sekolah, foto kondisi fisik sekolah, foto proses pembelajaran menggambar, dan gambar. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik teks siswa lebih menceritakan diri sendiri dan menceritakan hal-hal yang positif. Karakteristik gambar siswa menunjukkan realisme awal, bertipe haptik, dan bersifat rebahan. Kemampuan visual anak lebih lancar, lebih orisinil, lebih bersifat naratif, dan lebih khas berdasarkan lingkungan sosial budaya. Berbagai objek-objek ungkapkan anak sangat menunjukkan lokalitas lingkungan sosial budaya, seperti visualisasi rumah yang menyerupai bentuk rumah “Joglo” dan “Blondoran”. Guru di sekolah dasar hendaknya dapat merancang metode menggambar sebagai pelengkap hasil penelitian ini, yaitu dengan siklus pengembangan tema dalam bentuk gambar yang dikembangkan dalam bentuk teks naratif. Verbal text is an expression which is constructed through writing. Visualizing verbal text means that transforming text into picture with substantial principal which is changes or remains the same. The aim of the research is to encourage children to express a theme in the form of text then transform it into picture. The research approach is qualtitative. The locaton of the research is at SD Negero 2 Banjarego, Grobogan. The subject of the research is 30 6th grade students. The target of the research is to identify a text, and ability to visualize a picture. The primary data was taken from the teacher of 6th grade class, the students, and the headmaster. The secondary data were in form of documents such as schools’ documents, pictures about school’s physical condition, pictures of learning to draw process, and pictures. The techniques of data collection were observation of participants, interview, and documentation. The technique of data analysis was divided into three stages which are data collection, data reduction, data display, and conclusion. The result of the research is that it shows students’ text characteristic is more to tell stories about him and positive things. The characteristic of students’ picture shows early stage of realism, haptic, and laying down. The visual ability of the children becomes more smoothly, original, narrativem and exclusive to his sociocultural condition. Various objects of childrens’ expression can show his locality of his sociocultural condition such as visualisation of their houses which is more like “jogloe” and “Blondoran”. Teachers at elementary schools should design drawing methode which can complete the finding of this research, which is by developing theme cycle into drawing then into narrattive text.
MANAJEMEN PRODUKSI PERTUNJUKAN SURABAYA SYMPHONI ORCHESTRA DI SURABAYA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN APRESIASI MUSIK
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajememen produksi pertunjukan Surabaya Symphoni Orchestra, yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus manajemen produksi pertunjukan SSO yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data diperoleh melalui informan, pustaka, dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, verivikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, manajemen produksi pertunjukan SSO yang meliputi tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian bidang artistik dan bidang produksi pertunjukan dilakukan oleh pimpinan SSO yaitu Solomon Tong. Produksi pertunjukan yang dilakukan SSO secara berkala, yaitu setiap 4 bulan selama 15 tahun memiliki pengaruh terhadap sikap masyarakat terhadap kehidupan musik klasik di Surabaya, yaitu munculnya kelompok-kelompok musik orkestra baru, dan lembaga kursus untuk alat musik yang ada dalam orkestra. The aim of this research is to describe Surabaya Symphoni Orchestra show production management, which covers: planning, organizing, moving, and controlling. The research method is qualitative approach, with the SSO show production management, which covers: planning, organizing, moving, and controlling. Data collection technique includes the observation, interview, and documentation. The data source is taken from informant, library, and document. Data analysis is done with data reduction, data display, verification or conclusion. The research found that SSO show production management, which covers: planning, organizing, moving, and controlling artistic art and show production is done by SSO leader which is Solomon Tong. Show production is done by SSO in certain steps, which are every 4 months on 15 years has influence on the society’s attitude on classical music life in Surabaya, the influence is the emergence of new orchestra group, and courses institute for music instrument existing in orchestra.
STUDI KOMPARATIF WAYANG GOLEK PURWA KHAS KUNINGAN DAN SUMEDANG JAWA BARAT DALAM ANALISIS SEMIOTIK TAHUN 2007 SAMPAI 2010
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, memahami, dan menganalisis (1) unsur-unsur petanda dan penanda yang berubah dalam kode visual Wayang Golek Purwa khas Kuningan dan Sumedang tahun 2007 sampai 2010 (2) Perbedaan unsur-unsur petanda dan penanda kode visual Wayang Golek Purwa khas Kuningan dan Sumedang periode tahun 2007 sampai 2010. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumenter. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data dengan kriteria derajat kepercayaan, pertimbangan ahli, kemudian dilakukan analisis data secara semiotika. Hasil penelitian menemukan bahwa perubahan kode visual yang ada pada Wayang Golek Purwa khas Sumedang menunjukkan adanya proses perubahan kode visual bentuk mata, bentuk hidung, bentuk mulut, gurat dahi/runcang, jenggot, jambang, warna wajah dan tubuh yang dibuat lebih menyerupai anatomi manusia atau semula mengacu pada kode-kode simbolik secara konvensi kemudian bergeser kedalam dimensi ikonik. Wayang Golek Purwa khas Kuningan mengalami proses perubahan kode visual pada sebagian unsur rupanya yang direfresentasikan hanya pada warna wajah dan warna tubuh saja, sedangkan untuk unsur-unsur raut lainnya tetap dipertahankan secara konvensi. Sebagai salah satu upaya pelestarian budaya Nusantara maka pemerintah diharapkan dapat memberikan wadah kepada para seniman Wayang Golek Purwa yang ada di Kuningan dan Sumedang agar kreatifitas mereka dapat lebih dikembangkan. The aim of this research is to know, describe, understand, and analyze (1) marking and marker elements which changes in visual code Of Wayang golek purwa from Kuningan and Sumedang of 2007 to 2010 (2) the difference between marking and marker elements of visual code on wayang golek khas Sumedang on the period of 2007 – 2010. This research employs qualitative and descriptive method. The data is collected by observation, interview and documentary. The data validity is assured by triangulation data with the trust degree criteria, consideration of the expert, then data analysis is done semiotically. The finding of the research found that visual code changing on the shape of eyes, nose, mouth, forehead/runcang, beard, whisker, face color and body which is made like human anatomy or which at the beginning refer to symbolical code conventionally then change into iconic dimension. Wayang Golek Purwa from Kuningan has undergone visual code transformation on most of its form which is represented on the face and body color. Meanwhile on the other elements are still maintained conventionally. As the effort of national cultural preservation, our government is expected to give a place for Wayang Golek Purwa artist on Kuningan and Sumedang so that their creativity can be developed.
PENGEMBANGAN MODEL PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGAMBAR MOTIF UKIR PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN UKIR KELAS VII SMP
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelajaran praktik yang pertama kali dilaksanakan oleh siswa ketika belajar keterampilan ukir adalah menggambar motif ukir. Menggambar adalah menghasikan karya berupa gambar yang dibuat pada bidang dua dimensi dengan satu-satunya unsur yang ada yaitu garis, baik kontur maupun isian pewarnaannya semuanya dihasilkan dengan goresan garis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan perangkat pembelajaran menggambar motif ukir pada pelajaran keterampilan ukir kelas VII semester 1 karena kelas VII merupakan kelas awal di jenjang pendidikan SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development). Langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini merujuk pada 10 langkah Research and Development yang diuraikan Borg & Gall. Berdasarkan analisis dan kajian tersebut selanjutnya dapat dirumuskan spesifikasi model perangkat pembelajaran menggambar motif ukir yang baru, dengan beberapa spesifikasi, yaitu: (1) Standar kompetensi dan kompetensi dasar, memiliki spesifikasi sesuai dengan KTSP 2006, berbasis life skill, mengintegrasikan taksonomi hasil belajar, dan disajikan secara sistematis; (2) Silabus, memiliki spesifikasi sesuai dengan KTSP 2006, sesuai dengan prinsip-prinsip: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, serta menyeluruh; (3) RPP, memiliki spesifikasi berdasarkan KTSP 2006, berbasis life skill, berbasis active learning, dilengkapi dengan uraian materi aktual dan kontekstual, dilengkapi dengan contoh instrumen penilaian, dilengkapi dengan contoh pedoman penilaian tes tertulis dan contoh rubrik penilaian kinerja dan hasil kerja. The first practice lesson which is conducted by the students when they learn about carving skills is when they dram carving skills. Drawing is creating art in a form of picture which is made in two dimensional shape with the only existing element which is line, either contour or the content of the coloring, all are created by the drawing of line. The research problem is that how to develop learning instrument of drawing motive on carving skills lesson for VII grade on the first semester which is early class of junior high school. This research employed research and development approach. The steps in the research referred to the 10 steps of Research and Development from Borg & Gall. Based on the analysis and the study the learning instrument can formulated as: (1) Standard competence and basis competence, with KTSP (School based curriculum) 2006, life skill based, integrated into learning result taxonomy, and displayed systematically; (2) Sylabus, has the specification with KTSP (School based curriculum) 2006, with the principal of scientific, relevant, systematic, consistent, sufficient, actual and contextual, flexible and comprehensive; (3) Lesson plan, has specifications based on KTSP (School based curriculum) 2006, based on life skill, active learning, completed with the example of scoring instrument, the example of written test scoring guidance and work results.
PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNIK BERKARYA ANIMASI TIGA DIMENSI MELALUI PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBENTUK MODUL-TUTORIAL
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dan hasil belajar berupa karya animasi terasa kurang memuaskan, penyebabnya belum tersedia bahan ajar yang sesuai dengan jenis atau karakter mata kuliah, yaitu bersifat praktik dan berbasis komputer. Apakah bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkarya animasi tiga dimensi ? bagaimana model bahan ajarnya ? Apakah bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan aktivitas mahasiswa dalam belajar animasi tiga dimensi ? Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkarya animasi tiga dimensi. Model bahan ajar yang dapat meningkatkan kemampuan berkarya animasi tiga dimensi adalah bahan ajar yang bersifat tutorial mengacu pada proyek animasi. Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dengan menggunakan bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Animasi Tiga Dimensi. The learning and the learning result which are in the form of animated work is less satisfying because the inadequacy of learning materials which is appropriate with the character and the kind of college subject which is practical and computer based. Can the learning material is in form of modul – tutorial increase the students’ ability in three dimensional animated work? How is the learning material? Can the learning material which is in the form modul – tutorial increase students’ activity in learning there dimensional animation? This research is classroom action research. The result of the research show that learning material in the form of modul – tutorial can increase students’ skill in making there dimensional animation. Learning material which can increase students’ skill is in the form tutorial and refer to animation project. The conduct of learning activity which used learning material in the form of modul tutorial can increase the learning activity of the students in three dimensional subject.
BATIK SARI KENONGO DI DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO: KAJIAN MOTIF DAN FUNGSI
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik mempunyai pesona keindahan melalui ragam motif dan warna, begitu batik memiliki kreativitas dan keunikan yang diekspresikan pada motif dan fungsi yang beragam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis motif batik dan fungsi batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah perwujudan motif batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo ?; (2) Bagaimanakah fungsi karya batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo ? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian adalah perusahaan batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang menggunakan analisis interaktif yang meliputi, proses pengumpulan data dilapangan, kemudian dilakukan reduksi data, sajian data, dan akhirnya penarikan simpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Perwujudan Motif batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, didapat melalui sumber ide dari lingkungan setempat maupun permintaan konsumen. Bentuk motif lebih banyak menggunakan bentuk non geometris dari pada geometris; (2) Fungsi karya batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, sebagai sandang diantaranya kain panjang, busana pria, busana wanita, sajadah, mukena. Kegiatan membatik bagi pembatik di Desa Kenongo bisa menambah ekonomi keluarga maupun dapat mengekspresikan idenya melalui perwujudan motif yang dibuat dan melibatkan masyarakat sekitar sehingga merupakan salah satu aktivitas sosial yang bermanfaat. Batik has its attraction through its various motives and color. Batik has creativity and uniqueness expressed through its motives and various and function. This research is aimed at describing and analyzing the motive and function of batik “Sari Kenongo” in Kenongo Village, Tulangang sub-district, Sidoarjo Regency. The problems of the research can be formulated as: (1) How is the motive of the “Sari Kenongo” batik in Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency?; (2) How is the function of the “Sari Kenongo” batik in Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency?This research employs qualitative and quantitative method. The location of this research was at Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency. The data collection technique was through observation technique. interview, and documentation.The technique of analyzing the data is interactive analysis which covers, field data collecting process, then data reduction, data display, and finally conclusion or data verification. The results of the research are: (1) the motive of “Sari Kenongo” batik at Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency. The shape of the motives are non – geometric more than geometric;(2) The function of “Sari Kenongo” batik at Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency is as a cloth for long cloth, men’s and women’s fabric, sajadah, and mukena. Batik production for family at Kenongo village can give more income to the family and express their idea through the motives and involve the members of the society so that batik production is a kind of beneficial social activity.

Page 2 of 2 | Total Record : 16