cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2012)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF KOOPERATIF MUSIK RITMIS BERBASIS MULTIMEDIA DI SMA NEGERI 3 PATI Ahmadi, Ahmadi; Lestari, Wahyu
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FUNGSI MUSIK DALAM KESENIAN KUNTULAN KUDA KEMBAR DI DESA SABARWANGI KECAMATAN KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN SEBAGAI SARANA INTEGRASI SOSIAL Bahatmaka, Antama; Lestari, Wahyu
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BENTUK ARANSEMEN MUSIK KERONCONG ASLI KARYA KELLY PUSPITO DAN RELEVANSINYA BAGI REMAJA DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK KERONCONG ASLI Rachman, Abdul; Lestari, Wahyu
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MODEL PEMBELAJARAN MOVING CLASS MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA (KAJIAN KASUS) DI SMA KARANGTURI SEMARANG Sumindar, Ahmad; Lestari, Wahyu
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN SISTEM SCALE CHORD DALAM PEMBELAJARAN HARMONI MANUAL PADA PROGRAM STUDI MUSIK GEREJA SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI SENTANI JAYAPURA Kilay, Yakobus
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF KOOPERATIF MUSIK RITMIS BERBASIS MULTIMEDIA DI SMA NEGERI 3 PATI
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia pembelajaran pada mata pelajaran Seni Musik di SMA N 3 Pati perlu sebuah desain yang inovatif  berbasis komputer sehingga bisa menimbulkan daya tarik tersendiri dan akhirnya bisa memotivasi siswa dalam pembelajaran. Pemunculan ide media pembelajaran yang inovatif   berbasis komputer mengacu pada tujuan pembelajaran yang tercantum di dalam Silabus, dan dijabarkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian bertujuan: 1) menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia untuk mata pelajaran Seni Musik pokok bahasan musik ritmis kelas X semester 2 yang valid; dan 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran dari aspek perangkat pembelajaran, materi ajar, media peraga, dan aspek daya tarik untuk pembelajaran musik ritmis. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Setelah melalui tahap perencanaan dihasilkan produk awal kemudian dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil produk diujicobakan kepada siswa dengan membandingkan nilai pre-test dan pos-test. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari ahli materi, data ahli media, dan tanggapan siswa terhadap daya tarik media peraga musik ritmis berbasis multimedia. Instrumen pengumpulan data berupa lembar evaluasi untuk ahli materi dan ahli media serta lembar angket untuk subjek uji coba. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia adalah: 1) pengembangan media pembelajaran berbasis komputer melalui tahap analisis kebutuhan, desain, hasil produk media peraga, uji coba, dan revisi penyempurnaan; 2) kualitas media ditinjau dari aspek materi termasuk kriteria sangat baik dengan rata-rata skor 4,38; 3) kualitas media ditinjau dari aspek tampilan termasuk kriteria baik dengan rata-rata skor 4,00; 4) tanggapan siswa tentang daya tarik media termasuk kriteria menarik dengan rata-rata total skor 4,10; dan 5) terjadi peningkatan rata-rata perbandingan skor  pre-test sebesar 34,40 dengan uji coba  post-test dari 40 siswa (76%) telah mencapai ketuntasan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan penelitian pengembangan media pembelajaran inovatif  kooperatif  musik ritmis berbasis multimedia dapat disarankan pengembangan pembelajaran berbasis komputer (multimedia) perlu dilakukan lebih lanjut agar pembelajaran musik lebih menarik, sehingga berdampak positif  dalam mencapai tujuan pembelajaran.AbstractThe innovation is needed to improve learning media IT-based  in Music subject at SMA N 3 Pati that will lead to students’ motivation. The ideas and application should be based on syllabus and lesson plan. This study aims to: 1) create a valid learning media IT-based for rhythmic music subject for ten grade, 2nd semester 2) observe the media feasibility of  learning instrument, model, and stimuli of  rhythmic music. This research is research and development model.  The initial product is produced after planning step and verified by the experts. The result is tested to the students by comparing the score of  pre and post test. The data are from the experts, and students’ response to rhythmic music multimedia based.  The instruments are evaluation sheet for matter and media expert also questionnaire for the subjects. The data analysis is using descriptive analysis. The result shows: 1) The development is achieved through the analysis of  need, design, result of  product, error and trial, and revision; 2) The media quality seen from material aspect shows very good category with the average of  4,38; 3) The media quality seen from appearance shows very good category with the average of  4,00; 4) students’ response is categorized as interesting with the average of   4,10; and 5) There’s an increasing scores of  pre and post test  34,40 with 76% of  40 students have achieved passing grade. Based on the results, it is suggested that the development of  IT-based multimedia needs to beimproved to create positive impact in achieving the purpose of  the study.
FUNGSI MUSIK DALAM KESENIAN KUNTULAN KUDA KEMBAR DI DESA SABARWANGI KECAMATAN KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN SEBAGAI SARANA INTEGRASI SOSIAL
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMusik merupakan faktor penting dalam setiap rangkaian pertunjukan, baik pada bentuk pertunjukan rudat, akrobat, sulap, maupun lawak. Musik mempunyai fungsi untuk menghidupkan suasana sekaligus untuk memberitahu kepada penonton akan dimulainya pertunjukan dan selesainya pertunjukan. Lagu yang digunakan untuk mengiringi kesenian kuntulan memiliki nilai fungsi terhadap kebutuhan masyarakat sehingga mampu berintegrasi dalam kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar, (2) mendeskripsikan bentuk musik dalam kesenian kuntulan kuda kembar, dan (3) menganalisis bentuk integrasi musik dalam kesenian kuntulan kuda kembar di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, serta metode dokumen, sedangkan teknik analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar terdiri dari rudat, akrobat, sulap dan lawak, (2) bentuk musik dalam kesenian kuntulan terdiri dari musik pembuka, musik pengiring rudat, musik pengiring akrobat, musik pengiring sulap, serta musik pengiring lawak, (3) bentuk integrasi sosial musik kuntulan kuda kembar di desa Sabarwangi yaitu sebagai sarana penyampaian pesan bagi wong gedhe dalam  acara peringatan hari kemerdekaan, sebagai media hiburan bagi wong cilik dalam acara khitanan, sebagai sarana upacara dan hiburan dalam khitanan adat bagi golongan abangan, sebagai hiburan bagi pinisepuh, sebagai penanaman nasionalisme bagi kawula mudha melalui keikutsertaan sebagai pemain kuntulan, bagi sedulur dan wong liya berfungsi sebagai media hiburan dalam acra khitanan, maupun acara pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang disampaikan adalah kepada pemerintah kabupaten Pekalongan agar meningkatkan dana pembinaan dan melakukan pelatihan organisasi kesenian kerakyatan, kepada pemerintah desa Sabarwangi agar melakukan usaha pembenahan dan bimbingan dibidang musik,  kepada bapak Santoso agar melakukan kaderisasi dan sosialisasi tentang fungsi musik kesenian kuntulan agar kesenian kuntulan dapat selalu berintegrasi dalam kehidupan masyarakat.AbstrakMusic has an important factor in its set of  the show, also in the form of  Rudat performances, acrobatics, magic, and comedy. The function of  music is to liven things up at once and to tell the audience that the show will be the started and finished. The used song in Kuntulan art has a value to integrate certain community in social life. The purposes of  this study are (1) to describe the form of   Kuntulan Kuda Kembar art performance, (2) to describe a form of  Kuntulan Kuda Kembar music,  (3) to analyze the music form of   Kuntulan Kuda Kembar  in Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. This study uses qualitative research methods with an ethnographic approach. Data Collection techniques used are observation , interviews, and document, while the analytical technique consists of  three flow events occurring simultaneously, namely data reduction, presentation of  data, drawing conclusions/verification. These results indicate that (1) The form of   Kuntulan Kuda Kembar art performance consists of  Rudat, acrobatics, magic and come-dy, (2) the forms music in Kuntulan consists of  appetizers, Rudat, acrobatics , magic, and comedy musical accompani-ment, (3) the social integration of  Kuntulan Kuda Kembar in Sabarwangi village are as a means of  delivering a message to wong gedhe in commemoration of  Independence Day, as a medium of  entertainment for the people in the ceremony circumcision, as a means of  entertainment in circumcision ceremonies and customs for abangan, as entertainment for the olders, as the implementation of  nationalism for the youth Kuntulan players,  as a medium of  entertainment in the circumcisions, and weddings for the others. Based on the findings, the suggestions are (1) district government is expected to increase the funding in coaching and training, (2)the village should improve the quality in order to make business improved, (3)Mr. Santoso should begin the regeneration to preserve the culture.
BENTUK ARANSEMEN MUSIK KERONCONG ASLI KARYA KELLY PUSPITO DAN RELEVANSINYA BAGI REMAJA DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK KERONCONG ASLI
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMusik keroncong merupakan musik asli Indonesia karena tumbuh dan berkembang di Indonesia. Namun perkembangannya tidak sebaik jenis musik barat seperti pop, rock ataupun musik dangdut. Musik keroncong sering dianggap sebagai musik yang dikonsumsi kalangan orang tua saja karena memang peminat musik keroncong sebagian besar adalah orang tua. Seorang komponis keroncong asal Semarang yaitu Kelly Puspito tergugah untuk mengembangkan musik keroncong karena melihat musik keroncong sudah mulai ditinggalkan oleh para remaja. Kelly Puspito melakukan inovasi terhadap musik keroncong asli dengan cara mengembangkan harmonisasi atau progresi akor dengan menambahkan akor-akor yang sudah baku, melodi yang bervariasi bergerak melangkah dan melompat,  rentangan nada yang luas, ritmis bervariasi yaitu bernilai seperempatan, seperdelapanan, hingga seperenambelasan, serta interval nada yang cukup tajam baik naik maupun turun. Hal itu sesuai dengan karakteristik remaja yaitu selalu ingin berinovasi, menyukai tantangan dan ingin mencoba hal-hal yang baru. Bukan hanya remaja saja yang menyukai keroncong asli karya Kelly Puspito, para seniman keroncong pun semakin terinspirasi untuk berkarya dan berinovasi dalam musik keroncong Sehingga musik keroncong mulai diminati oleh para remaja dan masyarakat pada umumnya.AbstractKeroncong is an original music from Indonesia because it develops in Indonesia. However, its development isn’t as good as pop, rock or even dangdut. Eroncong is associated with the elders. A composer from Semarang, Kelly Puspito awaken to develop Keroncong after seeing the phenomenon. Kelly Puspito develops harmony by adding exact accor variatively using jump and step, tone range, and variative rhytmic like quarto, octo, sixteen, also extreem tones. Those things accord with the characteristics of  youth which are, innovative, excited of  challange, and inquisitive. Kelly Puspito could attract not only the youth to love Keroncong  but also the keroncongist to innovate more for the betterment of  eroncong itself. 
MODEL PEMBELAJARAN MOVING CLASS MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA (KAJIAN KASUS) DI SMA KARANGTURI SEMARANG
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMoving class merupakan proses pembelajaran yang bercirikan siswa mendatangi guru di kelas,  setiap pergantian  pelajaran siswa  berpindah-pindah ruang sesuai dengan mata pelajaran yang diikutinya. Model pembelajaran moving class pada mata pelajaran seni rupa merangsang siswa menjadi lebih aktif  dan kreatif, serta memberikan kesempatan pada guru untuk lebih memaksimalkan proses pembelajarannya. Beberapa kelebihan model pembelajaran  moving class  diantaranya: pemanfaatan media pembelajaran dengan lebih maksimal, peserta didik lebih leluasa dalam mengekspresikan kemampuannya, guru lebih punya banyak waktu untuk mempersiapkan proses pembelajaran, dan dengan model moving class peserta didik selalu aktif   dalam proses pembelajaran.  Penerapan model moving class dalam pembelajaran seni budaya juga merupakan sebuah upaya untuk menumbuhkan kemandirian siswa, sehingga dampak yang muncul siswa tidak hanya mampu menguasai materi pelajaran, tapi juga mampu membangun karakter siswa, khususnya dalam aspek kemandirian. Bentuk penanaman nilai-nilai kemandirian melalui model pembelajaran  moving class pada mata pelajaran seni rupa yaitu dalam bentuk apresiasi dan berkreasi karya seni rupa. Nilai-nilai kemandirian yang terkandung dalam model pembelajaran moving class pada mata pelajaran seni rupa meliputi: nilai kedisiplinan, keberanian, percaya diri, tanggungjawab, cakap & terampil.AbstractMoving class is a learning process in which students attend their teachers, they will move the class when the lesson changed. Moving class in fine arts triggers students  to be active and creative, also give the chance to the teachers to optimize the learning process. There are some benefits in having moving class: The optimum use of  facilities and students creativity; Prepared material for the teacher; and The activeness of  students in moving class. Moving class is an attempt to trigger students’ self  autonomous that lead into character building.  The application of  this self  autonomous is realized by the appreciation and creation of  fine arts. Whereas The values of  them are realized by discipline, bravery, confidence, and competence.
PENGEMBANGAN SISTEM SCALE CHORD DALAM PEMBELAJARAN HARMONI MANUAL PADA PROGRAM STUDI MUSIK GEREJA SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI SENTANI JAYAPURA
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan sistem Scale Chord matakuliah  Harmoni Manual dengan mengkonversikan sistem penotasian dari notasi balok ke-notasi angka disertai dengan simbol-simbol akor, penjarian dan pertandajarian sehingga mempermudah mahasiswa dalam belajar keyboard. Hasil penelitian menunjukkan:(1) pengembangan Sistem Scale Chord pembelajaran Harmoni Manual yang mengadopsi model (Borg & Gall) menghasilkan system Scale chord yang, praktis; (2) jenis informasi yang diperoleh ketika model Scale Chord diterapkan adalah hasil pengamatan dan penilaian kemampuan, pemahaman terhadap keterampilan proses sistem scale chord dan kualitas produk; (3) pemanfaatan pokok hasil penilaian Sistem Scale Chord digunakan sebagai umpan balik kepada mahasiswa dan refleksi bagi Dosen Harmoni manual untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran; (4) tingkat keterlaksanaan dan efektivitas Sistem  Scale Chord dalam pembelajaran Harmoni manual cukup tinggi. Hal ini terbukti baik dari hasil pengamatan langsung maupun hasil-hasil empirik. (5) ditemukan adanya perbedaan yang signifikan dibandingkan model konvensional (Pilling).AbstractThis study aims to develop a system of  course Harmony at the Keyboard Scale Chord by converting the system of  notation beam the notation numbers along with chord symbols, and fingerings that facilitate students in learning the keyboard.The results showed: (1) developing the learning Chord Scale System adopted Harmony at t the keyboard type of  information that is obtained when applied Chord Scale models are the result of  observation and assessment skills, understanding the chord scale systems process skills and the quality of  the product, (3) the principal use of  assessment results chord Scale system is used as feedback to students and lecturers reflection for Harmony at the keyboard to enhance learning effectiveness, (4) the level and effectiveness chord Scale systems in learning Harmony manual is quite high. It is evident from the results of  direct observation and empirical results. (5) found a significant difference compared to conventional models (Pilling).

Page 1 of 1 | Total Record : 10