cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015)" : 24 Documents clear
RAGAM HIAS PADA INTERIOR ARSITEKTUR MASJID ASTANA SULTAN HADLIRIN MANTINGAN, KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA -, Gunawan
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Mantingan memiliki keunikan-keunikan ragam hias pada interior arsitektural, yang jarang ditemui di masjid-masjid lain di Indonesia. Atas dasar hal tersebut, maka permasalahan penelitian ini : (1) Bagaimana rancangan ruang  Masjid Mantingan?; (2) Apa saja dan bagaimana ragam hias dinding yang ada dalam desain interior ruang Masjid Mantingan, Jepara?; dan (3) Bagaimana estetika dan makna ragam hias pada ruang Masjid Mantingan, Jepara? Dalam penelitian ini data primernya adalah Arsitek Masjid Mantingan, sedangan data sekundernya adalah berbagai kepustakaan, berupa buku, jurnal, koran, dan majalah. Pengumpulan data dilakukan dengan : obsevasi / pengamatan; wawancara; studi dokumen. Metode Pemeriksaan Keabsahan Data:Trianggulasi sumber; dan Triangulasi metode. Teknik Analisis Data:Reduksi data. Penyajian data. Menarik kesimpulan/verifikasi. Ukiran pada dinding Masjid yang terbuat dari batu padas kuning bermotif Cina, banyak terdapat ukir-ukiran dan rumah-rumahan yang bercorak Cina. Mantingan Mosque extravagance decoration on the interior architecture, which is rarely found in other mosques in Indonesia. The uniqueness of the decoration on the interior architecture Mantingan mosque is also not out of the histori city of the surrounding conditions. With a variety of uniqueness and historical values that surrounded it. On the basis of this, there search is taking the problem: (1) How does the structure of mosque architecture Mantingan?; (2) How does a decorative wall in the form of interior design form Mantingan Mosque, Jepara? ; and (3) How decorative and architectural significance Mantingan Mosque reflect acculturation? In this study the data were Architect Mantingan Mosque primary, while secondary data is a wide range of literature, such as : books, journals, newspapers, and magazines. Data Collection: kinds of observations/Observations; interview; Study Document. Examination Methods Data Validity : Triangulation source; dan Triangulasi methods. Data Analysis Techniques: Data reduction. Presentation of data. Draw conclusions/verification. The carvings on the walls of the mosque were made of rocks yellow patterned China, there are many carvings and as well as the houses are patterned China.
MONDAY BLUES DI CAFE RUANG PUTIH BANDUNG (KAJIAN BENTUK PENYAJIAN DAN INTERAKSI SOSIAL) Martadi Kurniawan, Rizki
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monday Blues adalah acara rutin yang diselenggarakan oleh  Cafe Ruang Putih Bandung yang melibatkan Komunitas Blues Ruang Putih dan Bandung Blues Society. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai (1) Bagaimanakah bentuk penyajian musik di cafe Ruang Putih Bandung? (2) Bagaimana interaksi sosial dalam event Monday Blues di cafe Ruang Putih bandung. Penelitian ini bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah Cafe Ruang Putih di Bandung. Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisapenelitian  melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Studi pustaka diambil dari beberapa hasil penelitian mengenai musik Blues dan interaksi Sosial serta buku-buku yang ada kaitannya dengan judul Tesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian musikdi Cafe Ruang Putih adalah musik elektrik. Selama event berlangsung terdapat interaksi antara penyaji dan penonton dengan musik Blues sebagai medianya Monday Blues is a regular event organized by Ruang Putih Café Bandung in volving community and Ruang Putih Blues Comunitty and Bandung Blues Society. The aim of this study was to obtain data on(1) What kind of presentation of music in café White Space Bandung? (2) How does the social interaction in the event Monday Blues at White Room cafeduo. This researc his qualitative. The object of this study is Ruang Putih café in Bandung. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of the research through the steps of: (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) verification or conclusion. Literature studies drawn from several research about Blues music and social interaction as well as books that have any thing to dowith the title of the Thesis. The results showed that the form of presentation of music in Ruang Putih café is electric music. During the event took place there was an interaction between the audience with the presenter andBlues music as a medium.
RELEVANSI GERAK TARI BEDAYA SURYASUMIRAT SEBAGAI EKSPRESI SIMBOLIK WANITA JAWA
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerak Tari Bedhaya Suryasumiratmenunjukan ekspresi simbolik wanita Jawa dikarenakan nilai-nilai ideal yang menjadi salah satu acuan karakter seorang wanita Jawa yang dapat ditemukan melalui penggalian dari gerak yang memiliki makna.  Metode yang digunakan kualitatif, data dikumpulkan dengan cara observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisis mengacu teori Barthes 2009. Triangulasi digunakan sebagai pengabsahan data.Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk gerak tari Bedhaya Suryasumirat antara lain kapang-kapang, sembahan, anglir mendung, ukel karna, lumaksana ridhong sampur. Gerak tari Bedhaya Suryasumirat dimaknai dengan Wanita Jawa seyogyanya bersikap semeleh, andap asor, lembah manah, dan nyawiji Gusti murbeng dumadi. Ekspresi yang tercermin dalam Wanita Jawa meliputi mituhu, merak ati, pangreksa, tatas, titis, mrantasi.Berdasar hasil penelitian, maka disarankan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi penari dalam mengekspresikan gerak sesuai dengan makna
STRUKTUR BENTUK KOMPOSISI DAN AKULTURASI MUSIK TERBANG BIOLA SABDO RAHAYU DESA PEKIRINGAN, KECAMATAN TALANG, KABUPATEN TEGAL
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbang Biola Sabdo Rahayu Desa Pekiringan,Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal merupakan kesenian yang lahir dari masyarakat pendukungnya, kesederhanaan penampilannya  menjadi cirri-khas. Terbang Biola merupakan hasil kreatif  daribentuk kesenian  rebana yang ditambahkan instrumen musik biola, gambang, seruling, kecrek (marakas), dan kentongan. Masalah yang diangkat dalam penelitianadalah bagaimana struktur bentuk komposisi musik Terbang Biola Sabdo Rahayu dan akulturasi musik yang terjadi dalam musik Terbang Biola Sabdo Rahayu.  Metode penelitian pendekataninterdisiplin.Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen.Teknikanalisis data yang diterapkan adalah isi teks dan konteks.Hasil analisa data, wawancara, observasi, dan studi dokumen selanjutnya dicocokan dengan menggunakan triangulasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Terbang Biola Sabdo Rahayu merupakan kesenian bentuk musik campuran musik vokal dan musik instrumental.Bentuk komposisi musik didalamnya mencakup notasi, tanda kunci, melodi, ritme, harmoni, tempo, dinamik, tangga nada, dan ekspresi.Terbang Biola Sabdo Rahayu merupakan  kesenian akulturasiberdasarkan instrumen musik yang digunakan yaitu, rebana (Arab), biola (Eropa), dan  gambang (Jawa).
ESTETIKA UNSUR-UNSUR ARSITEKTUR BANGUNAN MASJID AGUNG SURAKARTA
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan produk budaya yang terkait sistem ide dan aktifitas masyarakat. Secara fisik, Bentuk Masjid Agung Surakarta didasari oleh pandangan hidup yang berakar pada kepercayaan masyarakat penghuninya, yang memiliki keyakinan agama Islam-Jawa yang berkaitan dengan Hindu-Budha. Secara khusus, penelitian ini bertujuan (1) melakukan identifikasi dan menganalisis unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta, (2) menganalisis makna unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta, (3) menelusuri dan menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam makna bentuk dan struktur unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan melalui kajian semiotika dengan menggunakan teori Carles Sander Peirce dan Roland Barthes untuk menemukan arti/ pesan melalui tanda-tanda yang didapat pada unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta. Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa (1) unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta memiliki ciri-ciri visual mirip rumah tradisional Jawa yaitu Rumah Joglo, (2) penciptaan unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta merupakan simbol yang memiliki makna, (3) dari makna unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta terdapat pendidikan nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diambil yaitu nilai kebenaran, nilai moral, nilai estetika dan nilai religius. The mosque is a cultural product related to the system of ideas and community activities. Physically, Great Mosque of Surakarta forms based on a view of life that is rooted in public confidence inhabitants, which has a Java-Islamic religious beliefs associated with Hindu-Buddhist. Specifically, this study aims to (1) To identify and analyze elements architecture the Great Mosque of Surakarta, (2) to analyze architecture elements Great Mosque of Surakarta, (3) Browse and analyze the local wisdom values contained in within the meaning of form and structure architectural elements. This study used qualitative methods and through the study semiotics by using theory of Carles Sander Peirce and Roland Barthes to find meaning by the signs that come on the elements architecture Great Mosque of Surakarta. The results explain that (1) the elements architecture Great Mosque of Surakarta have similar visual characteristics of a traditional Javanese house is Joglo, (2) the creation of architectural elements Great Mosque of Surakarta is a symbol that has meaning, (3) of the meaning architectural elements Great Mosque of Surakarta are educational values ​​of local wisdom that can be taken is the value of truth, moral values, aesthetic values ​​and religious values   The mosque is a cultural product related to the system of ideas and community activities. Physically, Great Mosque of Surakarta forms based on a view of life that is rooted in public confidence inhabitants, which has a Java-Islamic religious beliefs associated with Hindu-Buddhist. Specifically, this study aims to (1) To identify and analyze elements architecture the Great Mosque of Surakarta, (2) to analyze architecture elements Great Mosque of Surakarta, (3) Browse and analyze the local wisdom values contained in within the meaning of form and structure architectural elements. This study used qualitative methods and through the study semiotics by using theory of Carles Sander Peirce and Roland Barthes to find meaning by the signs that come on the elements architecture Great Mosque of Surakarta. The results explain that (1) the elements architecture Great Mosque of Surakarta have similar visual characteristics of a traditional Javanese house is Joglo, (2) the creation of architectural elements Great Mosque of Surakarta is a symbol that has meaning, (3) of the meaning architectural elements Great Mosque of Surakarta are educational values ​​of local wisdom that can be taken is the value of truth, moral values, aesthetic values ​​and religious values.
RAGAM HIAS PADA INTERIOR ARSITEKTUR MASJID ASTANA SULTAN HADLIRIN MANTINGAN, KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Mantingan memiliki keunikan-keunikan ragam hias pada interior arsitektural, yang jarang ditemui di masjid-masjid lain di Indonesia. Atas dasar hal tersebut, maka permasalahan penelitian ini : (1) Bagaimana rancangan ruang  Masjid Mantingan?; (2) Apa saja dan bagaimana ragam hias dinding yang ada dalam desain interior ruang Masjid Mantingan, Jepara?; dan (3) Bagaimana estetika dan makna ragam hias pada ruang Masjid Mantingan, Jepara? Dalam penelitian ini data primernya adalah Arsitek Masjid Mantingan, sedangan data sekundernya adalah berbagai kepustakaan, berupa buku, jurnal, koran, dan majalah. Pengumpulan data dilakukan dengan : obsevasi / pengamatan; wawancara; studi dokumen. Metode Pemeriksaan Keabsahan Data:Trianggulasi sumber; dan Triangulasi metode. Teknik Analisis Data:Reduksi data. Penyajian data. Menarik kesimpulan/verifikasi. Ukiran pada dinding Masjid yang terbuat dari batu padas kuning bermotif Cina, banyak terdapat ukir-ukiran dan rumah-rumahan yang bercorak Cina. Mantingan Mosque extravagance decoration on the interior architecture, which is rarely found in other mosques in Indonesia. The uniqueness of the decoration on the interior architecture Mantingan mosque is also not out of the histori city of the surrounding conditions. With a variety of uniqueness and historical values that surrounded it. On the basis of this, there search is taking the problem: (1) How does the structure of mosque architecture Mantingan?; (2) How does a decorative wall in the form of interior design form Mantingan Mosque, Jepara? ; and (3) How decorative and architectural significance Mantingan Mosque reflect acculturation? In this study the data were Architect Mantingan Mosque primary, while secondary data is a wide range of literature, such as : books, journals, newspapers, and magazines. Data Collection: kinds of observations/Observations; interview; Study Document. Examination Methods Data Validity : Triangulation source; dan Triangulasi methods. Data Analysis Techniques: Data reduction. Presentation of data. Draw conclusions/verification. The carvings on the walls of the mosque were made of rocks yellow patterned China, there are many carvings and as well as the houses are patterned China.
ESTETIKA KESENIAN TERBANG PAPAT DALAM TRADISI KARNAVAL AMPYANG MAULUD NABI MUHAMMAD SAW DI DESA LORAM KULON KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya kesenian modern yang berkembang dimasyarakat pada saat ini, berakibat terhadap merosotnya eksistensi kesenian daerah. Meskipun demikian karena adanya kearipan lokal diantaranya ada yang masih bertahan. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian peneliti merumuskan permasalahan diantaranya :estetika kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang,bagaimana bentuk interaksi simbolik masyarakat terhadap kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode kualitatif dengan memusatkan pada metode riset lapangan, dalam hal ini teknik pengumpulan data dialakukan dengan cara wawancara, observasi, teknik studi dokumen, Berdasarkan data yang diperoleh hal ini dapat disimpulankan sebagai berikut. Dilihat dari segi penampilan antara lain : bentuk esetika kesenian terbang papat terletak pada instrumennya, pola pukulan, teknik permainan, juga pesan dari syair yang dilagukan. Ditemukan dua motif pola irama terbang papat yaitu motif gombrang dan motif krangen, keunikan yang lain adalah pada instrument jedor, seniman terbang papat pada saat memainkan alat musik terbang papat harus dapat menguasai nada dan syair terlebih dahulu. Bentuk dari interaksi sosial masyarakat adalah ditemukan beberapa rangkaian acara terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang yaitu; nganten mubeng gapuro padurekso, tradisi nasi kepel, tradisi loram bersholawat atau tradisi albarzanji, dan juga Loram ekspo. The rise of modern art that developed in the community at this time, causes a decline in the existence of local arts. How everdue to the local genius some of which still survive. Based on this background, the study research hers formulate problem ssuch as:aesthetics art terbang papat in ampyang carnival tradition, how the forms of social interaction on the terbang papat art in the tradition of carnival ampyang. The research method is a method of observation, document study techniques, Based on the data obtainedit can be concluded as follows. In terms of appearance among others: esetika art form terbang papat located on the instrument, pattern punch, playing techniques, also the message of the poemsung. Found two motifs terbang papat rhythm patterns and motifs baggy motifs Krangen, another unique nessison jedor instruments, artists terbang papat when playing a musical instrument terbang papat should be able to master the tone and lyrics first. Forms of social interaction is found terbang papat a series of events in the carnival tradition ampyang namely; nganten mubeng gapuro padurekso, nasi kepel tradition, tradition or tradition sloram bersholawatal barzanji, and also loram expo Maraknya kesenian modern yang berkembang dimasyarakat pada saat ini, berakibat terhadap merosotnya eksistensi kesenian daerah. Meskipun demikian karena adanya kearipan lokal diantaranya ada yang masih bertahan. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian peneliti merumuskan permasalahan diantaranya :estetika kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang,bagaimana bentuk interaksi simbolik masyarakat terhadap kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode kualitatif dengan memusatkan pada metode riset lapangan, dalam hal ini teknik pengumpulan data dialakukan dengan cara wawancara, observasi, teknik studi dokumen, Berdasarkan data yang diperoleh hal ini dapat disimpulankan sebagai berikut. Dilihat dari segi penampilan antara lain : bentuk esetika kesenian terbang papat terletak pada instrumennya, pola pukulan, teknik permainan, juga pesan dari syair yang dilagukan. Ditemukan dua motif pola irama terbang papat yaitu motif gombrang dan motif krangen, keunikan yang lain adalah pada instrument jedor, seniman terbang papat pada saat memainkan alat musik terbang papat harus dapat menguasai nada dan syair terlebih dahulu. Bentuk dari interaksi sosial masyarakat adalah ditemukan beberapa rangkaian acara terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang yaitu; nganten mubeng gapuro padurekso, tradisi nasi kepel, tradisi loram bersholawat atau tradisi albarzanji, dan juga Loram ekspo.
ESTETIKA TERBANG HADROH NUURUSSA’ADAH DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik rebana atau musik terbang berasal dari bentuk-bentuk musik yang bercirikan Islam yang ada sebelumnya. Permainan terbang hadroh merupakan perkembangan dari permainan musik terbang yang ada sebelumnya, terbang samproh, qasidah dan terbang balo-balo. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan estetika terbang hadroh “Nuurussa’adah” di desa Kalisapu. Dalam permainannya kesenian  terbang hadroh dibagi menjadi enam bagian yaitu: pembuka atau tawasul, menyanyikan lagu, pembacaan sholawat,  menyanyikan lagu, makhalul kian, dan 6 do’a atau penutup. Nilai estetika terbang hadroh mencakup beberapa unsur yang meliputi wujud atau rupa, bobot atau isi dan penampilan atau penyajian. Dalam kesenian bobot merupakan sesuatu yang dapat ditangkap panca indra. Bobot merupakan apa yang bisa dirasakan dari wujud kesenian. Musik terbang hadroh berbentuk ansambel campuran, dan mudah dipahami karena menggunakan bait-bait, penggunaan alat musik pada kesenian terbang hadroh lebih sederhana walaupun jumlah alat musiknya lebih banyak, Pola ritme yang berulang-ulang dan inovasi bahasa, menumbuhkan rasa nyaman dalam mendengarkan musik terbang hadroh, dan merangsang kepada setiap pendengar dan penonton untuk ikut mengikuti alunan musik terbang hadroh. Mantingan Mosque extravagance decoration on the interior architecture, which is rarely found in other mosques in Indonesia. The uniqueness of the decoration on the interior architecture Mantingan mosque is also not out of the histori city of the surrounding conditions. With a variety of uniqueness and historical values that surrounded it. On the basis of this, there search is taking the problem: (1) How does the structure of mosque architecture Mantingan?; (2) How does a decorative wall in the form of interior design form Mantingan Mosque, Jepara? ; and (3) How decorative and architectural significance Mantingan Mosque reflect acculturation? In this study the data were Architect Mantingan Mosque primary, while secondary data is a wide range of literature, such as : books, journals, newspapers, and magazines. Data Collection: kinds of observations/Observations; interview; Study Document. Examination Methods Data Validity : Triangulation source; dan Triangulasi methods. Data Analysis Techniques: Data reduction. Presentation of data. Draw conclusions/verification. The carvings on the walls of the mosque were made of rocks yellow patterned China, there are many carvings and as well as the houses are patterned China
INTERAKSI SIMBOLIK PEMAIN CAMPURSARI ”SEKAR AYU LARAS” KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Group  campursari “Sekar Ayu Laras”adalahgrup kesenian yang adadi Kabupaten Tegal. Anggotanya terdiri dari Polisi, Tentara, Guru.Mereka menggunakan kostum seragam dinassebagai ciri yang dapat membedakan dengan group campursari lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai (1) Bagaimanakah bentuk penyajian campursari Sekar Ayu Laras? (2) Bagaimana interaksi simbolik pemain campursari Sekar Ayu Laras.Penelitian ini bersifat kualitatif.Objek penelitian ini adalah grup campursari “Sekar Ayu Laras” di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa penelitian  melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Studi pustaka diambil dari beberapa hasil penelitian mengenai campursari serta buku-buku yang ada kaitannya dengan judul Tesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup campursari Sekar Ayu Laras mempunyai bentuk penyajian tiga bagian yaitu: (1) penyaji, (2) kegiatan penyaji atau  pertunjukkan dan (3) penonton. Simbol-simbol yang membentuk proses interaksi simbolikadalahkostum sergam dinas dan bingkisan yang dibagikan kepada penonton Group campursari "Sekar Ayu barrel" is a performing arts company in Tegal regency. Its members consist of the Police, Army, Teachers. They use a uniform costume department as a feature that can distinguish with other campursari group. The aim of this study was to obtain data on (1) What kind of presentation Campursari Sekar Ayu Barrel? (2) How symbolic interaction Sekar Ayu Laras.Penelitian Campursari player is qualitative. The object of this study is Campursari group "Sekar Ayu barrel" in District Slawi, Tegal regency. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of the research through the steps: (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) verification or conclusion. Literature studies drawn from several research about Campursari and books that are related to the title of the study showed that the group Tesis.Hasil Campursari barrel Sekar Ayu has the form of presentation of three parts: (1) renderer, (2) activities or performances and renderer (3) the audience. The symbols that make up the process of symbolic interaction is sergam costume department and gifts were distributed to the audience
KONSTRUKSI SOSIAL TERHADAP PENDIDIKAN MUSIK SMA PONDOK MODERN SELAMAT KENDAL
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konstruksi sosial terhadap pendidikan musik oleh lembaga pendidikan Islam dan peran sekolah dala membangun orientasi musik yang bersifat sekuler pada siswa. Adanya kesenjangan antara konsep pendidikan seni menurut pandangan Islam dengan paham pendidikan musik yang dilaksanakan pada SMA Pondok Modern Selamat selaku lembaga pendidikan berbasis Islam. Melalui bentuk pengajaran musik yang bersifat bebas baik sekuler maupun religi secara tidak langsung dapat membangun orientasi musik yang berbeda di setiap siswa. Pendekatan penelitian ini adalah sosiologi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMA Pondok Modern Selamat yang berada di Kendal. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Konstruksi sosial oleh SMA Pondok Modern Selamat tentang pendidikan musik adalah pendidikan musik dianggap sebagai wadah untuk mengekspresikan diri dan wadah untuk mewariskan budaya bangsa yang tercermin dalam penerapan pembelajaran musik yang bersifat sekuler maupun islami sehingga secara tidak langsung mempengaruhi atau membangun musik pada siswa terhadap suatu jenis musik. The purpose of this study was to examine the social construction of the educational music by Islamic educational institutions and the role of schools dala building orientation secular music to students. The gap between the concept of art education in the view of Islam to understand the music education conducted at SMA Pondok Modern Selamat as the Islamic-based educational institutions. Through teaching form of music that is free both secular and religious can indirectly establish the orientation of different music in each student. This study is sociological approach using qualitative research methods. Location of the study is the high school Pondok Modern Selamat located in Kendal. The results of this study indicate that the social construction by SMA Pondok Modern Selamat on music education music education is considered as a platform to express themselves and containers to pass national culture which is reflected in the teaching and learning of music that is both secular and Islamic thus indirectly affect or build music on students towards a particular type of music.

Page 2 of 3 | Total Record : 24