cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015)" : 24 Documents clear
MONDAY BLUES DI CAFE RUANG PUTIH BANDUNG (KAJIAN BENTUK PENYAJIAN DAN INTERAKSI SOSIAL)
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monday Blues adalah acara rutin yang diselenggarakan oleh  Cafe Ruang Putih Bandung yang melibatkan Komunitas Blues Ruang Putih dan Bandung Blues Society. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai (1) Bagaimanakah bentuk penyajian musik di cafe Ruang Putih Bandung? (2) Bagaimana interaksi sosial dalam event Monday Blues di cafe Ruang Putih bandung. Penelitian ini bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah Cafe Ruang Putih di Bandung. Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisapenelitian  melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Studi pustaka diambil dari beberapa hasil penelitian mengenai musik Blues dan interaksi Sosial serta buku-buku yang ada kaitannya dengan judul Tesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian musikdi Cafe Ruang Putih adalah musik elektrik. Selama event berlangsung terdapat interaksi antara penyaji dan penonton dengan musik Blues sebagai medianya Monday Blues is a regular event organized by Ruang Putih Café Bandung in volving community and Ruang Putih Blues Comunitty and Bandung Blues Society. The aim of this study was to obtain data on(1) What kind of presentation of music in café White Space Bandung? (2) How does the social interaction in the event Monday Blues at White Room cafeduo. This researc his qualitative. The object of this study is Ruang Putih café in Bandung. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of the research through the steps of: (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) verification or conclusion. Literature studies drawn from several research about Blues music and social interaction as well as books that have any thing to dowith the title of the Thesis. The results showed that the form of presentation of music in Ruang Putih café is electric music. During the event took place there was an interaction between the audience with the presenter andBlues music as a medium.
PEMANFAATAN UNSUR-UNSUR ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA MENEGASKAN IDENTITAS PADA BANGUNAN MODERN DI KUDUS
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kudus memiliki rumah tradisional yang disebut joglo pencu. Memiliki ciri khas, keunikan tersendiri yang menjadikan sebagai ciri identitas kabupaten Kudus. Masyarakat Kudus memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan warisan ini,  namun dengan berbagai permasalah yang ada dan temuan-temuan dilapangan bahwa masyarakat kabupaten Kudus memiliki cara tersendiri dalam melestarikan rumah tradisional Kudus dengan cara memanfaatkan unsur-unsur tradisi yang diaplikasikan pada bangunan-bangunan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan hasil temuan dilapangan. Hasil penelitian menjelaskan wujud pemanfaatan unsur-unsur seni arsitektur rumah tradisional Kudus pada bangunan modern di Kudus adalah dengan cara mengambil beberapa unsur-unsur pada rumah tradisional Kudus diataranya adalah: (1) bagian atap dan tiang penyangga / joglo pencu dan tumpang sari,  (2) gebyog jagasatru, (3) pintu gebyog jagasatru, (4) tiang pengapit gebyog dan jendela gapura. Alasan yang dikemukakan oleh beberapa masyarakat adalah bagaimana cara mereka melestarikan rumah tradisional Kudus. Inilah yang menjadi pilihan bagi masyarakat kabupaten Kudus dalam memberikan tekanan pada bangunan-bangunan modern yang dibuatnya. Kudus regency has a traditional house called joglo pencu.  Has a characteristic , unique to make a feature the district 's identity of Kudus. Society of Kudus has an obligation to protect and preserve this heritage, but with the various problems that exist and findings in the field that the community Kudus regency has its own way of preserving traditional houses of Kudus  by utilizing elements of tradition applied to modern buildings. The study used a qualitative approach to describe the findings of the field. The results of the study describes the use of a form of art elements of traditional architecture of the Kudus in modern buildings by taking some elements of the traditional home of the Kudus, including : (1) the roof and pillar / Joglo pencu and tumpang sari,  (2)  gebyog jagasatru, (3) the door of gebyog jagasatru, (4) tiang pengapit gebyog dan jendela gapura. The reason given by some of the people is how they preserve the traditional home of the Kudus. This is an option for people in the Kudus district put pressure on the modern buildings are made.
PERKEMBANGAN DAN EKSISTENSI MUSIK TARLING CIREBON
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi berpengaruh terhadap perkembangan Tarling namun demikian Tarling masih tetap menunjukan eksistensinya. Nampaknya ada hal yang menarik bagi peneliti untuk selanjutnya mengadakan penelitian tentang perkembangan dan eksistensi Tarling. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka masalah penelitiannya adalah bagaimana perkembangan Tarling, dan Bagaimana eksistensi Tarling. Penelitian Tesis ini menggunakan metoda penelitian kualitatif. Peneliti berusaha mendeskripsikan perkembangan dan eksistensi Tarling. Untuk memahami  perkembangan, dan eksistensi maka penelitian ini  menggunakan teori perkembangan dan eksistensi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan  menggunakan metode tringulasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan perkembangannya Tarling mengalami beberapa periodisasi perubahan yaitu periode musik, periode  lagu dan lawak kemudian periode teater. Berkenaan dengan eksistensinya musik Tarlingpun mengalami perubahan bentuk yaitu Tarling kreasi dan Tarling dangdut. Eksistensi musik Tarling terbentuk melalui proses akulturasi. Saran dari hasil penelitian menyatakan bahwa, perubahan yang terjadi dalam  Tarling dimaksudkan sebagai upaya agar Tarling tetap menarik kemudian eksis. Maka bagi Para tokoh masyarakat, seniman Tarling, pemerintah dan masyarakat Cirebon harus bersinergi melakukan berbagai langkah agar Tarling tetap menujukan eksistensinya The progress of technology influence the development Tarling, however Tarling still shows its existence. It seems that there is something interesting for researchers to conduct further research on the development and existence Tarling. In connection with these problems, the research problem is how the development Tarling and How existence Tarling. This thesis research uses qualitative research methods Researchers tried to describe the development and existence Tarling.  To understand the development so the existence this study used the theory of development and existence. Data was collected by observation, interviews, and documentation. inspection of the validity of the data is done by using the method tringulasi. Data analysis was carried out in phases: data reduction, data presentation and conclusion.The results showed that based development Tarling undergone several changes periodization is the period music, period songs and comedy theater. later period With regard to the existence Tarling music that changes shape and Tarling Dangdut Tarling creations. Existence music Tarling formed through a process of acculturation. Suggestions from the research stated that, the changes that occur in Tarling intended as an effort in order to remain attractive Tarling then exist.
EKSISTENSI GRUP KUA ETNIKA DALAM KONTEKS MULTIKULTURALISME
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Kua Etnika tak pernah lepas dari kegiatan seni yang berbau musik etnik. Kua Etnika ingin melakukan penjelajahan kreatif antara kesenian tradisional dengan kesenian modern yang menghasilkan sebuah eksistensi. Penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai (1) Bagaimanakah eksistensi grup Kua Etnika dalam konteks pertunjukan musik di Indonesia? (2) Bagaimanakah komposisi musik grup Kua Etnika dalam konteks multikulturalisme?Objek penelitian iniKomplek Padepokan Seni Bagong Kusudihardja.Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa penelitian ini melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa penyajian musik Kua Etnika termasuk dalam bentuk musik etnik kontemporer. Kua Etnika mengeluarkan album sebanyak 8 buah. Alat musik yang digunakan meliputi gitar elektrik, bass elektrik, keyboard, drum, talempong, bonang, reong, saron, pamade, gordang, djembe dan perkusi dari berbagai daerah. Komposisi serta aransemen yang dimainkan melibatkan gaya musik dari berbagai etnis, seperti Jawa, Sunda, Bali, Kalimantan, Sumatra, Cina, bahkan Africa. Community Kua Etnika never out of art activities that smells of ethnic music. Kua Etnika want to do a creative exploration of traditional art with modern art that generates an existence. This research was used toobta in data on (1) How does the existence of the group Kua Etnika in the context of musical performances in Indonesia? (2) How does the composition of the group Kua Etnika music in the context of multiculturalism? The object of this study Padepokan Arts Complex Bagong Kusudihardja. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of this research through the steps: (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) verification or conclusion. The results found that the presentation of music Kua Etnika including in the form of contemporary ethnic music. Kua Etnika issued album 8 units. Instruments used include electric guitar, electric bass, keyboard, drums, talempong, bonang, reong, saron, pamade, gordang, djembe and percussion from various regions. Composition and arrangement in volving style of music played from a variety of ethnic, such as Javanese, Sundanese, Bali, Borneo, Sumatra, China, and even Africa.

Page 3 of 3 | Total Record : 24