cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Fashion and Fashion Education Journal
ISSN : 22526803     EISSN : 28280237     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2022)" : 10 Documents clear
KONTRIBUSI PROMOTION MIX TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN (STUDI KASUS PADA “MURIA BATIK KUDUS”)
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.10269

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kontribusi promotion mix terhadap peningkatan penjualan batik di Muria Batik Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif persentase, dimana hasil penelitian disajikan secara deskripsi dengan angka-angka statistik. Populasi penelitian ini adalah usaha Muria Batik Kudus dengan responden 1. Variabel yang diteliti yaitu promotion mix (X) dan peningkatan penjualan (Y). Metode pengumpulan data yang utama menggunakan metode kuesioner (angket), yang didukung dengan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa kontribusi promotion mix dalam peningkatan penjualan batik dari dua variabel yaitu, promotion mix sebesar 86 % dan peningkatan penjualan sebesar 81 % menunjukkan kriteria hasil yang baik.
POTENSI RUMPUT LIAR (GULMA) SEBAGAI PEWARNA ALAM BATIK SUTERA
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.11309

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi gulma sebagai pewarna alam dan memanfaatkan gulma untuk mewarnai batik dari kain sutera, serta menguji kualitas hasil pewarnaan dari aspek ketuaan warna dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Penelitian ini juga bertujuan mengungkap perbedaan kualitas warna dengan mordan yang berbeda. Objek penelitian ini adalah gulma alang-alang, sembung rambat, dan rumput paitan, kain batik sutera, dan mordan tunjung, tawas, kapur tohor. Penelitian eksperimen dilakukan untuk membuat kain batik sutera dan mewarnainya dengan ekstrak gulma untuk kemudian di uji tahan luntur warna terhadap pencucian dan ketuaan warna. Hasil menunjukkan bahwa nilai tahan luntur warna terhadap pencucian rata-rata cukup baik dengan nilai 3–4, nilai ketahan luntur warna paling optimal pada ekstrak gulma alang-alang dengan menggunakan mordan tunjung nilai 4. Ketuaan warna bervariasi sesuai jenis gulma dan mordan, nilai ketuaan warna paling tinggi ditunjukkan oleh gulma rumput paitan dengan mordan tunjung nilai 82,59.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PKK PRODI TATA BUSANA
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.11522

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa PKK Prodi Tata Busana angkatan 2011 UNNES. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan data menggunakan instrumen angket dan dokumentasi. Populasi ini adalah Mahasiswa Jurusan PKK Prodi S1 Pendidikan Tata Busana angkatan 2011 yang terdiri dari 55 mahasiswa yang belum lulus dan sudah mengambil mata kuliah kewirausahaan dan PU. Nilai persentase untuk di tarik kesimpulan dan di gunakan sebagai dasar mengklarifikasikan hasil perhitungan persentase tentang minat berwirausaha. Tingginya minat tersebut di ketahui dari faktor internal yang terdiri dari indikator kebutuhan akan pendapatan, harga diri dan perasaan senang dan faktor eksternal yang terdiri dari indikator keluarga, lingkungan masyarakat, dan peluang. Dukungan tiap indikator terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Tata Busana angkatan 2011 adalah sebagai berikut: indikator kebutuhan akan pendapatan memberikan dukungan minat berwirausaha yang paling tinggi di antara indikator-indikator lainnya yaitu sebesar 83,8%, selanjutya di ikuti indikator lingkungan masyarakat sebesar 79,5%, indikator harga diri sebesar 78,9%, indikator lingkungan keluarga sebesar 78,0%, indikator peluang 75,2%, dan indikator perasaan senang sebesar 74,8%.
KONTINUITAS BATIK SEMARANGAN
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.12178

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui peran pengusaha batik dalam menjaga kelanjutan batik Semarangan dan Mengetahui hambatan-hambatan yang dialami pengusaha batik di Kota Semarang dalam mengembangkan usaha batik dan cara mengatasinya. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pengusaha batik Semarang di Kampung Batik Gedung 429 Omah Batik Ngesti Pandowo Kota Semarang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner, yang didukung dengan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan manual apabila jumlah seluruh subyeknya kurang dari 100 diambil semua sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi, jika subyeknya besar dapat diambil 10%-20% atau 20%-25% atau lebih
STUDI KENYAMANAN SEPATU DARI KAIN BLACU
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.14475

Abstract

Sepatu wanita mempunyai berbagai pilihan model dengan harga variatif dan kualitas berbeda. Hal tersebut dapat dipengaruhi salah satunya dari segi kenyamanan bahan utamanya. Penelitian ini menggunakan bahan utama kain blacu, karena pemanfaatan kainnya masih terbatas. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat kenyamanan sepatu kain blacu. Metode penelitian menggunakan survey dengan populasi 190 mahasiswi PKK Konsentrasi Tata Busana, UNNES. Besar sampel diambil 66 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Persentase aspek penilaian kenyamanan diperoleh 12,05% menilai sangat nyaman, 41,26% menilai nyaman, 34,87% menilai cukup nyaman, 11,11% menilai kurang nyaman, dan 0,71% menilai tidak nyaman. Pada hasil penghitungan deskriptif persentase kenyamanan semua model sepatu memperoleh persentase sebesar 70,57%, sehingga memiliki kriteria kenyamanan yang tinggi karena berada pada interval 68%-83,99%. Simpulan dari penelitian yaitu sepatu kain blacu nyaman dikenakan oleh sebagian besar responden dan memenuhi tingkat kenyamanan yang tinggi, sehingga disarankan dijadikan referensi dalam memilih sepatu yang nyaman, kreatif, dan inovatif.
PERBANDINGAN HASIL PEMBUATAN BOW DRESS PATTERN MAGIC MENGGUNAKAN POLA DASAR SISTEM MEYNEKE DAN DRESSMAKING
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.15003

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah perbedaan hasil Bow Dress yang menggunakan pola dasar Meyneke dan Dressmaking dan manakah hasil yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi dengan menggunakan desain penelitian one shot case study. Hasil uji anova menunjukkan “ada perbedaan hasil pembuatan Bow Dress Pattern Magic menggunakan pola dasar sistem Meyneke dan Dressmaking”. Hasil analisis deskriptif menunjukkan Bow Dress yang menggunakan pola dasar Meyneke lebih baik dibandingkan yang menggunakan pola dasar Dressmaking. Hal tersebut dilihat dari keempat Bow Dress yang menggunakan pola dasar sistem Meyneke memperoleh rata-rata 3,48 untuk desain A, 3,35 untuk desain B, 3,53 untuk desain C, 3,19 untuk desain D, yaitu semua berada pada kriteria tepat, sedangkan Bow Dress yang menggunakan pola dasar sistem Dressmaking memilki dua hasil pada kriteria tepat, yaitu 3,18 untuk desain A dan 3,09 untuk desain B, serta dua hasil lainnya pada kriteria kurang tepat, yaitu 2,85 untuk desain C dan 2,91 untuk desain D. Posisi dan ukuran pita dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai agar tampak proporsional dan memberi kesan menarik pada pakaian
PERANAN PERAJIN BATIK DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DI KOTA/KABUPATEN KENDAL
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.15548

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengenai peran perajin batik dalam pengembangan industri pariwisata di kota atau kabupaten Kendal, serta untuk mengetahui kondisi dan seberapa besar peranannya. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang melalui tiga metode yaitu : observasi, dokumentasi, dan wawancara. Jumlah perajin batik di kota atau kabupaten Kendal ≥ 10 industri yang tersebar di berbagai kecamatan. Penelitian dilakukan pada 10 pemilik industri batik yang berada di 7 kecamatan yang berbeda. Sebagian besar industri yang dimiliki perajin batik sejauh ini semakin mengalami peningkatan baik dalam segi produk, harga yang kompetitif dan kemasan produk yang menarik sehingga sangat layak bersaing dengan produk batik dari daerah lain. Hasil penelitian yang dilakukan secara wawancara bahwa sekitar 80% perajin mengembangkan usaha mereka tidak hanya pada produksi batik melainkan pada kegiatan wisata membatik dengan perlengkapan yang sudah disediakan sesuai paket wisata yang disepakati. Kegiatan wisata tersebut mampu menarik minat berbagai lapisan masyarakat dari: pelajar (SD, SMP, SMA, dan mahasiswa) pegawai instansi, maupun kelompok PKK. Wisatawan yang berkunjung diantarannya wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Hal tersebut merupakan salah satu kontribusi perajin batik dalam pengembangan industri pariwisata. Peranan perajin batik tidak terlihat secara signifikan, tetapi industri batik memiliki pasar yang baik dalam aspek tersebut.
PERBEDAAN KUALITAS LENAN RUMAH TANGGA DARI LIMBAH KAIN KATUN DENGAN TEKNIK CROCHETING
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.15944

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pemanfaatan limbah kain. Dengan proses yang baik dan benar limbah kain ini memiliki potensi untuk menjadi sebuah produk yang memiliki nilai tambah dan berkesan jauh dari limbah sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Objek penelitian ini adalah limbah kain katun, lenan rumah tangga, dan proses crocheting. Penelitian eksperimen ini dilakukan untuk membuat sarung bantal menggunakan limbah kain katun dengan teknik crocheting, untuk kemudian diuji kekuatan kain, uji tampilan produk sarung bantal. Hasil penelitian menunjukkan, ada perbedaan yang signifikan dari hasil sarung bantal dijahit dan tidak dijahit yang ditujukkan dengan Fhitung (2,908) lebih besar dari Ftabel (2,699) dan sig. 0,039 lebih kecil dari 0,05. Nilai perbedaan rata-rata dari uji Multiple Comparison Analysis mengetahui hasil ada perbedaan pada masing-masing sampel sarung bantal. Hasil uji anava menunjukkan sarung bantal yang dijahit lebih baik daripada hasil sarung bantal yang tidak dijahit dilihat dari nilai signifikansi (0,008 < 0,249) dan Fhitung (7,722 > 1,363). Meskipun begitu dari hasil rata-rata setiap indikator, menunjukkan semua sarung bantal dalam kriteria tepat.
A STUDY OF COMPETENCE MODEL FOR FIVE-YEAR JUNIOR COLLEGE STUDENTS TAKING INTERNSHIP IN HAIRDRESSING INDUSTRY
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.55388

Abstract

The paper aims to analyze the competence model for vocational college students taking internship in hairdressing industry based on the viewpoints of learning by doing, based on the discourses from Dewey’s experience theory and to understand the correlation and hierarchy of the context of competence for the professional skills of hairdressing industry, thereby to facilitate the design and development of human resources for the hairdressing industry. The study analyzes the off-campus interns for junior college cosmetology andhairdressing related departments in Taiwan. The study also emphasizes on school teachers, hairdressing personnel and hairdressing industry interns through conducting qualitative research document analysis, and quantitative research ISM system. The analysis of context and correlation of competence skills for hairdressing industry can be adopted as the standard of occupational information for designing hairdressing competence and learning map by schools and vocational institutes. Secondly, the study will link hairdressing personnel development with hairdressing industry demand to create win-win situations for school course instrument, industry education training and employment of industry personnel.
PENGARUH ZAT WARNA ALAM (ZWA) TERHADAP KUALITAS HASIL ECOPRINT TEKNIK STEAM BLANKET
Fashion and Fashion Education Journal Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v11i2.58911

Abstract

Banyaknya masalah dikarenakan limbah tekstil mendorong industri untuk menerapkan eco fashion. Langkah yang potensial adalah dengan teknik ecoprint. Ecoprint adalah proses pentransferan warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Ecoprint dalam penelitian ini menggunakan teknik steam medium print dengan beberapa zat warna alam, yakni secang, tingi, tegeran, kulit manggis dan merr. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh zat warna alam terhadap kualitas hasil ecoprint pada aspek warna dan motif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Observasi dilakukan melalui uji laboratorium dan uji organoleptik dengan sampel Klaster Batik Kota Semarang. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Analisis arah warna pada latar menunjukkan bahwa zat warna secang memperoleh warna peach-punch, tingi memperoleh warna tangerine-ginger, tegeran memperoleh warna blonde-lemon, kulit manggis memperoleh warna egg nog-sand, dan merr memperoleh warna daffodil-mustard. Uji grey scale menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan. Sedangkan uji staining scale dan estetika motif menunjukkan ada pengaruh yang signifikan. Hasil uji grey scale dan staining scale terbaik diperoleh zat warna kulit manggis dengan ratarata 4,17 (baik) dan 4,25 (baik). Sedangkan estetika motif terbaik diperoleh zat warna tegeran dengan rata-rata 3,97 (cukup baik).

Page 1 of 1 | Total Record : 10