cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image" : 20 Documents clear
Tingkat Kemiskinan dan Strategi Penghidupan di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Pada Rumah Tangga Buruh Petik Teh Akbar, Muhammad Reza; Hayati, Rahma
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of poverty, livelihood strategies and the distribution of tea picking laborers in Limbangan District, Kendal Regency. The research was conducted in Limbangan District Kendal Regency. The population in this study were 72 households of tea picking workers in Limbangan District, Kendal Regency. The sampling technique used was total sampling technique with a total sample size of 72. The data collection techniques in this study were, questionnaires, field surveys and documentation. The analysis technique used is the household index, percentage description and the nearest neighbor. The results showed that 1) The povertyrate of most of the tea picker households in Limbangan District, Kendal Regency, was included in the poor category with a percentage of 65% while those in the prosperous category were 4%. 2) The strategy of household livelihoods for tea picking workers in Limbangan District, Kendal Regency that is most widely applied is the intensification strategy (34%) and is in the medium category. 3) The distribution of tea picking households in Limbangan District, Kendal Regency obtained a T value of 0,637239 so that the distribution pattern of the tea pickers in Limbangan District has a cluster pattern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemiskinan, strategi penghidupan dan sebaran rumah tangga buruh petik teh di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Penelitian dilakukan di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga buruh petik teh di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal berjumlah 72 rumah tangga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahteknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah, kuesioner, survei lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu indeks rumah tangga, deskripsi persentase dan analisis tetangga terdekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat kemiskinan sebagian besar rumah tangga buruh petik teh di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal termasuk pada kategori miskin dengan persentase sebesar 65% sedangkan yang berada pada kategori sejahtera sebesar 4%. 2) Strategi penghidupan rumah tangga buruh petik teh di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal yang paling banyak diterapkan adalah strategi intensifikasi (34%) dan berada pada kategori sedang. 3) Sebaran rumah tangga pemetik teh di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal diperoleh nilai T yaitu 0,637239 sehingga pola sebaran tempat tinggal pemetik the di Kecamatan Limbangan memiliki pola bergerombol/mengelompok (cluster pattern).
Strategi Pengembangan Wisata dengan Pendekatan Konsep Urban Community Based Tourism (UCBT) di Kawasan Teridentifikasi Kumuh Kampung Bahari Tambak Lorok Kota Semarang Hariyanto, Hariyanto; Rais, Muhammad
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tambak Lorok is a slum area that is being developed as a marine tourism village in Semarang This study aims to : (1) Know the development of slum settlement management in Tambak Lorok, (2) Feasibility study of Urban Community Based Tourism (UCBT) Concept and knowing the form of community participation, (3) Analyzing the Tambak Lorok marine tourism development strategy using the UCBT concept approach. The data analysis technique uses weighting analysis based on the PUPR Regulation No. 02 / PRT / M / 2016, quantitative descriptive analysis, and qualitative SWOT analysis. The results of this study indicate that (1) The distribution of the quality of slum settlements is dominated by low slum classes spread across RW 12, 13, and 15 and medium slum classes in RW 14. This means that there is a decrease in the level of slum compared to the classification in 2018, (2) The results of the Grand Mean Total of 3.82 indicate that the average respondent agrees that there must be community involvement in developing tourism, which means that the UCBT concept is feasible to apply, (3) The strategic direction based on the SWOT analysis is the establishment of institutions, increasing community participation and capacity, optimization of infrastructure and accessibility, diversification of tourist attractions, promotion, cooperation, and regulatory support. Tambak Lorok merupakan kawasan permukiman kumuh yang sedang dikembangkan sebagai kampung wisata bahari di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perkembangan penanganan permukiman kumuh di Tambak Lorok, (2) Mengetahui standar kelayakan pariwisata dengan konsep Urban Community Based Tourism (UCBT) dan bentuk partisipasi masyarakat Tambak Lorok, (3) Menganalisis strategi pengembangan wisata bahari Tambak Lorok dengan pendekatan konsep UCBT. Teknik analisis data menggunakan analisis interpretasi citra secara visual dan analisis statistik dekriptif dengan pembobotan yang didasarkan atas Permen PUPR No.02/PRT/M/2016, serta analisis SWOT kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat kekumuhan mengalami penurunan yang mengindikasikan adanya perkembangan penangan permukiman kumuh dengan persebaran kualitas permukiman yang didominasi oleh kumuh ringan di RW 12, 13, dan 15 sedangkan RW 14 sebagai kumuh sedang (2) Hasil Grand Mean Total sebesar 3,82 menunjukkan rata-rata responden setuju terkait harus adanya pelibatan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata artinya bahwa konsep UCBT layak untuk diterapkan, (3) Arahan strategi berdasarkan analisis SWOT adalah pembentukan lembaga, eskalasi peran dan kemampuan masyarakat, optimalisasi infrastruktur dan aksesibilitas, diversifikasi atraksi wisata, promosi,kerjasama serta dukungan regulasi.
Estimasi Trend Area Terbakar Pada Hutan dan Lahan Berbasis Citra Radar Sentinel-1 di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Tahun 2015-2019 Ramadhan, Dani; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ogan Komering Ilir (OKI) District is the district that experienced the worst fires in South Sumatra Province. based on hotspot data for 2019 for the period July to November a total of 8,637 points were caused by the ENSO phenomenon due to climate anomalies that caused forest and land fires. The purpose of this study to identify the trend of land and forest fires in the OKI District during 2015, 2017, and 2019 and analyze the impact caused by the forest fires and land in OKI District during 2015, 2017, and 2019. The collection of data by satellite image interpretation, literature study, observation, and documentation. The sampling method is based on research by Projo Danoedoro in 2015 with a total of 194 samples. The data analysis technique used accuracy test analysis and descriptive statistical analysis. These results indicate that in 2015 and 2019 have the same pattern of burned areas, but not in 2017 and the test results indicated the accuracy of the results of image processing Sentinel 1 by 60%. The impact resulting from the existence of land and forest fires is assumed there are changes in land cover. The results of Landsat 8 processing show that the pattern of significant land cover changes occurs in vegetation, open land, and air cover which are affected by the occurrence of forest and forestry forests based on the 2015, 2017, and 2019 time series. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi kabupaten yang mengalami kebakaran terparah di Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan data hotspot tahun 2019 periode bulan juli hingga november sejumlah 8.637 titik yang disebabkan oleh fenomena ENSO akibat dari anomali iklim yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengidentifikasi trend kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten OKI selama tahun 2015,2017, dan 2019 dan menganalisis dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten OKIr selama tahun 2015, 2017, dan 2019. Pengumpulan data dengan intepretasi citra satelit, studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel berdasarkan penelitian Projo Danoedoro tahun 2015 dengan total 194 sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis uji akurasi dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada tahun 2015 dan 2019 memiliki kesamaan pola area terbakar namun tidak dengan tahun 2017 dan hasil uji akurasi yang ditunjukan dari hasil pengolahan citra Sentinel 1 sebesar 60%. Dampak yang diakibatkan dari adanya kebakaran hutan dan lahan adalah diasumsikan terdapat perubahan penutup lahan. Hasil dari pengolahan Landsat 8 menunjukan bahwa pola perubahan penutup lahan signifikan terjadi pada penutup lahan vegetasi, lahan terbuka, dan terbangung yang dipengaruhi akibat terjadinya KARHUTLA berdasarkan time series tahun 2015, 2017, dan 2019.
Strategi Pembangunan Desa Bertipologi Sangat Tertinggal di Kawasan Kedungsepur Fauzanna, Raulendhi; Indrayati, Ariyani
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rural development is an urgency that must be immediately resolved by the government to achieveequitable development and reduce regional disparities, including in Kedungsepur Area. There are 2regencies that have village with very underdeveloped typology, Demak (1 village) and Grobogan (5villages). The objectives of this research are: (1) to identify characteristics of villages with veryunderdeveloped typology in Kedungsepur Area, (2) to look for factors that influence thecharacteristics of villages with very underdeveloped typology in Kedungsepur Area, and (3) to finda rural development strategy with very underdeveloped typology in Kedungsepur Area. Thisresearch is located at Sidogemah Village (Demak Regency) and Deras Village (Grobogan Regency)which selected by using purposive sampling. The research method uses qualitative SWOT analysis.The results showed that Sidogemah Village has environmental characteristics, namely tidal floodingand abrasion, it is also influenced by factors such as low accessibility, loss of village territory, cut offaccess to two sub village, and low community participation. Deras Village has social characteristics,namely low social conditions and participation in development, it is also influenced by factors in theform of small control of agricultural land, the dominance of middlemen, and plant pests. This is whatsupports it to become a village with very underdeveloped typology. Pembangunan desa menjadi urgensi yang harus segara ditangani oleh pemerintah untuk mencapaipemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan wilayah, tak terkecuali di KawasanKedungsepur. Terdapat 2 kabupaten yang memiliki desa bertipologi sangat tertinggal, yaitu Demak(1 desa) dan Grobogan (5 desa). Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik desabertipologi sangat tertinggal di Kawasan Kedungsepur, (2) mencari faktor-faktor yang memengaruhikarakteristik desa bertipologi sangat tertinggal di Kawasan Kedungsepur, dan (3) menemukanstrategi pembangunan desa bertipologi sangat tertinggal di Kawasan Kedungsepur. Penelitian iniberada di Desa Sidogemah (Kabupaten Demak) dan Desa Deras (Kabupaten Grobogan) yang dipilihmenggunakan purposive sampling. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sidogemah memiliki karakteristik lingkungan yaitubanjir rob dan abrasi, serta faktor pengaruh berupa rendahnya aksesibilitas, tenggalamnya wilayahdesa, terputusnya akses menuju dua dusun, dan partisipasi masyarakat rendah. Desa Deras memilikikarakteristik sosial yaitu kondisi sosial masyarakat dan partisipasi dalam pembangunan rendah, sertafaktor pengaruh berupa penguasaan lahan pertanian sempit, dominasi tengkulak, dan hamatanaman. Hal tersebut yang mendukungnya menjadi desa bertipologi sangat tertinggal.
Kajian terhadap Dampak dan Adaptasi Warga dalam Menghadapi Banjir di Kecamatan Periuk Kota Tangerang Tahun 2020 Eristiawan, Rivano Riefky; Suharini, Erni
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periuk District is an area that almost every year experiences flood disasters. The flood that occurred had an impact both material and non material. The purpose of this research is (1) Descripting the distribution of floodprone areas in the Periuk District of Tangerang City. (2) Identify the impacts caused by flooding. (3) Formulating the form of adaptation of residents in facing floods. The area that will be used as the research sampel is the area of RW 08 Periuk Village. The sampling technique for the respondents used the propotional random sampling technique with sampe size of 30 households. Variables in the study consisted of flood distribution, flood impacts and adaptation forms. The analysis technique is percentage descriptive analysis and descriptive comparative analysis. The results showed that flooding in Periuk District is a flood of shipments coming from the upstream area. Flooding occurred in the area of Periuk Village, Gebang Raya Village and Gembor Village. The impact caused by flooding in RW 08 area of Periuk Village is high category with 60% of residents affected by flooding. The resulting impact is damage to residents' houses, disruption of social activities and loss of property. The adaptations made by residents in RW 08 Periuk Village have made adaptations such as physical, social and economic adaptations. The adaptation rate of the citizens is as much as 53% of the population has a high level of adaptation and as much as 47% has a moderate adaptation rate. Kecamatan Periuk merupakan wilayah yang hampir setiap tahunnya mengalami bencana banjir. Banjir yang terjadi memberikan dampak baik secara material maupun non-material. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan sebaran daerah rawan banjir di Kecamatan Periuk Kota Tangerang. (2) Mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan akibat banjir. (3) Merumuskan bentuk adaptasi warga dalam menghadapi banjir. Wilayah yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian adalah wilayah RW 08 Kelurahan Periuk. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan teknik propotional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 KK. Variabel dalam penelitian terdiri dari sebaran banjir, dampak banjir dan bentuk adaptasi. Teknik analisis adalah analisis deskriptif persentase dan analisis komparatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan banjir di Kecamatan Periuk merupakan banjir kiriman yang berasal dari daerah hulu. Banjir terjadi di wilayah Kelurahan Periuk, Kelurahan Gebang Raya dan Kelurahan Gembor. Dampak yang diakibatkan banjir di Wilayah RW 08 Kelurahan Periuk termasuk kategori tinggi dengan tingkatan 60% warga mengalami dampak banjir. Dampak yang diakibatkan adalah rusaknya rumah warga, terganggunya kegiatan sosial dan kerugian harta benda. Adaptasi yang dilakukan warga di RW 08 Kelurahan Periuk telah melakukan adaptasi seperti adaptasi fisik, sosial dan ekonomi. Tingkat adaptasi warga yaitu sebanyak 53% warga memiliki tingkat adaptasi tinggi dan sebanyak 47% memiliki tingkat adaptasi sedang.
Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Berbasis Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PURKADES) di Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri Hamidi, Muhammad Amin; Banowati, Eva
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The basic problems faced by farmers are lack of access to sources of capital, marketing and technology, as well as weak farmer organizations. The objectives of this research are: 1) To find out what agribusiness enterprises are capable of becoming Jatisrono District Excellence. 2) Knowing what superior products are competitive in the market. 3) Assessing how the Rural Agribusiness Development (PUAP) can solve farmer problems. Statistical analysis techniques are descriptive statistics. Data analysis to support this research was also carried out by means of a SWOT analysis. There are 4 meanings in a SWOT analysis, namely; strengths (strengths), accessibility (weaknesses), opportunities (opportunities) and threats (threats). SWOT analysis to identify natural resources and human resource factors that affect superior products in rural areas. The strategic priorities produced in this study are Strengthening good communication with distributors to increase product sales, Strengthening relationships with suppliers of raw materials and labor for business continuity, Increasing synergy with the government through government programs that are in line with business actors, Strengthening marketing networks so that directly to the final level consumers, Optimizing capital and work experience and utilizing government equipment to improve product quality and quantity. Permasalahan dasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pemasaran dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. Tujuan dalam peneliian ini adalah : 1) Mengatahui usaha agribisnis apakah yang mampu menjadi Unggulan Kecamatan Jatisrono. 2) Mengetahui produk unggulan apakah yang mempunyai daya saing di pasaran. 3) Mengkaji bagaimanakah Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang dapat mengatasi permasalahan petani. Teknik Analisis statistik deskriptif statistik. Analisis data untuk mendukung penelitian ini juga dilakukan dengan analisis SWOT. Ada 4 makna dalam analisis SWOT yaitu; strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang) dan threats (ancaman). Analisis SWOT untuk identifikasi faktor SDA dan SDM yang mempengaruhi produk unggulan kawasan perdesaan. Prioritas strategi yang di hasilkan dalam penelitian ini yaitu Memperkuat komunikasi yang baik dengen distributor untuk meningkatkan penjualan produk, Memperkuat hubungan dengen pemasok bahan baku dan tenaga kerja untuk kebelangsungan usaha, Meningkatkan sinergi dengen pemerintah memalui program pemerintah yang sejalan dengan pelaku usaha, Memperkuat jaringan pemasaran agar langsung sampai ke konsumen tingkat akhir, Mengoptimalkan modal dan pengalaman bekerja serta memanfaatkan peralatan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk.
Analisis Perubahan Perkebunan dan Hutan Menjadi Tempat Wisata di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Sanjaya, Zabila Tomy; Kurniawan, Edi
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngargoyoso District is one of the Districts in Karanganyar Regency which is located on Mount Lawu with an average altitude of 750-1000 masl and the natural conditions of the mountains encourage the natural beauty of Ngargoyoso District. This study aims to 1. Analyze changes in land use using google earth imagery from 2010 to 2020, 2. To determine the causes of land owners to change land use for plantations and forests into tourist attractions, 3. To analyze the positive and negative impacts felt by the surrounding community. The population in this study is the first population of respondents and the population of the area in Ngargoyoso District. The sampling technique used in this study was the snow ball sampling technique, which was used to gather information from the owners of tourist attractions and insidential sampling to obtain information from the local community. The results of this study indicate that land changes from plantations and forests in Ngargoyoso have increased quite significantly in 2010, the area of the tourist area is 0.257 hectares, while in 2020 the area of the tourist area becomes 20.763 hectares. land use, positive impacts of tourism development there are 4 positive impacts and for negative impacts there are 5 impacts felt by the community based on the results of the interviews. Kecamatan Ngargoyoso merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang letaknya berada di Gunung Lawu dengan rata-rata ketinggian wilayah 750-1000 mdpl dan kondisi alam pegunungan mendorong keindahan alam yang berada di Kecamatan Ngargoyoso. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Menganalisis perubahan penggunaan lahan dengan menggunakan citra google earth dari tahun 2010 sampai 2020, 2. Mengetahui penyebab pemilik lahan merubah guna lahan perkebunan dan hutan menjadi tempat wisata, 3. Menganalisis dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Populasi pada penelitian ini yang pertama populasi responden dan populasi area yang berada di Kecamatan Ngargoyoso. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik snow ball sampling digunakan untuk menggali informasi dari pemilik tempat wisata dan insidential sampling untuk mendapatkan informasi dari masyarakat lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan lahan dari perkebunan dan hutan di Ngargoyoso terjadi kenaikan luas yang cukup signifikan pada tahun 2010 luas area wisata seluas 0,257 Hektar sedangkan pada tahun 2020 luas area wisata menjadi 20,763 Hektar, faktor penyebab perubahan lahan berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 faktor pengaruh perubahan penggunaan lahan, dampak positif perkembangan pariwisata ada 4 dampak positif dan untuk dampak negatif ada 5 dampak yang dirasakan oleh masyarakat berdasarkan hasil wawancara.
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Salatiga Tahun 2010-2020 Rachman, Salsa Yusdanur; Sholeh, Muh.
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of increasing population is the increasing demand for land by residents in the city. The need for land by the population continues to increase resulting in a reduction in the area of green open space in the city. The city of Salatiga continues to experience population growth every year and results in higher demand for built-up land. The need for built-up land in Salatiga City makes the green open space area continue to decrease. The minimum amount of green open space in a city is 30% of the total city area. The availability of green open space in Salatiga City has decreased in the past 10 years. In 2010 the total area of green open space availability in Salatiga City was 47.85% and in 2020 the total green open space availability in Salatiga City was 39.54%. In a period of 10 years the area of green open space in Salatiga City has decreased by 8.31% due to the increasing demand for urban land by residents of Salatiga City. Pengaruh dari bertambahnya jumlah penduduk adalah meningkatnya kebutuhan lahan oleh penduduk di kota tersebut. Kebutuhan lahan oleh penduduk yang terus bertambah mengakibatkan berkurangnya area ruang terbuka hijau (RTH) di kota. Kota Salatiga terus mengalami pertumbuhan penduduk setiap tahunnya dan mengakibatkan kebutuhan lahan terbangun semakin tinggi. Kebutuhan lahan terbangun Di Kota Salatiga membuat area ruang terbuka hijau (RTH) terus berkurang. Jumlah minimal ketersediaan ruang terbuka hijau pada suatu kota adalah sebesar 30% dari total wilayah kota. Ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Salatiga mengalami penurunan dalam kurun waktu 10 tahun. Pada tahun 2010 total luas ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Salatiga sebesar 47,85% dan pada tahun 2020 total luas ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Salatiga menjadi sebesar 39,54%. Dalam kurun waktu 10 tahun luas ruang terbuka hijau di Kota Salatiga berkurang sebanyak 8.31% yang diakibatkan oleh meningkatnya kebutuhan lahan perkotaan oleh penduduk Kota Salatiga.
Adaptasi Masyarakat Pesisir dalam Menghadapi Perubahan Garis Pantai di Pesisir Kecamatan Sayung Munawaroh, Lu’lu’il; Setyaningsih, Wahyu
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shoreline changes consistently on the coast of Sayung Sub-District will influence the community in making efforts in dealing with these changes. One of them is with the adaptation approach. The purpose of this study was to determine the pattern of shoreline changes from 1990 to 2019 and to analysis the adaptation of the coastal communities of Sayung Sub-District in dealing with shoreline changes in protection, accommodation and retreat. The method used is descriptive quantitative. Analysis for shoreline changes uses Normalized Different Water Index analysis method while the analysis for adaptation is carried out in the Bedono and Surodadi Villages. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The results of this study consistently occurred abrasion from 1990 to 2019 in Bedono Village while the consistency of accretion incidents in Surodadi Village. The adaptation of the people of Bedono Village in dealing with land reduction is carried out through protection using mangrove plants and beach walls. Community adaptation with accommodation is done physically, economically and socially. Community readaptation is carried out by people who are retreat adaptingwith changes in housing construction, changes in livelihoods, increased spending and increased ease of access to educational and health facilities. Meanwhile, community adaptation to the addition of land in Surodadi Village is opening recreation areas. Perubahan garis pantai secara konsisten di pesisir Kecamatan Sayung akan mempengaruhi masyarakat dalam melakukan upaya dalam menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya dengan pendekatan adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola perubahan garis pantai dari tahun 1990 sampai 2019 serta adaptasi masyarakat pesisir Kecamatan Sayung dalam menghadapi perubahan garis pantai secara proteksi, akomodasi dan retreat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Analisis untuk perubahan garis pantai menggunakan metode analisis Normalized Different Water Index sedangkan analisis untuk adaptasi dilakukan di masyarakat Desa Bedono dan Desa Surodadi. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini kejadian abrasi secara konsisten dan tertinggi dari rentang tahun 1990 sampai 2019 berada di Desa Bedono sedangkan konsistensi kejadian akresi di Desa Surodadi. Adaptasi masyarakat Desa Bedono dalam menghadapi pengurangan daratan dilakukan dengan cara proteksi menggunakan tanaman mangrove dan dinding pantai. Adaptasi akomodasi masyarakat dilakukan secara fisik, ekonomi mapun sosial. Readaptasi masyarakat dilakukan oleh masyarakat yang melakukan adaptasi reatreat dengan perubahan bangunan rumah, perubahan matapencaharian, peningkatan pengeluaran dan peningkatan kemudahan menuju akses fasilitas pendidikan maupun kesehata. Sedangkan, adaptasi masyarakat dalam menghadapi penambahan daratan di Desa Surodadi dilakukan secara kolektif dengan membuka tempat rekreasi.
Analisis Daya Dukung Wisata dan Strategi Pengembangan Objek Wisata Celosia Happy & Fun Desa Candi, Kabupaten Semarang Sugiarti, Putri Ayu; Arifien, Moch.
Geo-Image Vol 10 No 2 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tourism in Candi Village, Semarang District has great potential to be developed. The existence of Celosia Happy & Fun attraction is one of the efforts to exploit that potential. To avoid tourism management that exceeds its capacity, it is necessary to know how much the carrying capacity of the tourism object is. The purpose of this study are 1. To determine the carrying capacity of Celosia Happy & Fun, 2. To determine the perceptions of tourists towards Celosia Happy & Fun attractions, 3. To determine Celosia Happy & Fun tourism development strategy. Data analysis uses quantitative description, calculation the value of tourism carrying capacity based on Cifuentez (1992) in (Muta'ali, 2015) and SWOT analysis. The results of this research showed that the value of the carrying capacity of tourism in Celosia Happy & Fun tourist attraction was in the large category, with an effective carrying capacity is 343 tourists / day and an average real tourist visit is 241 tourists / day, meaning that the carrying capacity of tourism was large and can be developed. From the results of the research, it is known that 96% of tourists were satisfied and 4% of tourists were very satisfied to have carried out tourism activities in Celosia Happy & Fun attraction. Based on the SWOT analysis the main strategy for developing Celosia Happy & Fun is a strategy that uses strength to take advantage of the opportunities. Sektor pariwisata di Desa Candi, Kabupaten Semarang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Beroperasinya objek wisata Celosia Happy & Fun adalah salah satu upaya untuk memanfaatkan potensi tersebut. Untuk menghindari pengelolaan pariwisata yang melebihi kapasitasnya maka perlu diketahui berapa nilai daya dukung wisata dari objek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mengetahui nilai daya dukung wisata Celosia Happy & Fun, 2. Mengetahui persepsi wisatawan terhadap objek wisata Celosia Happy & Fun, 3. Mengetahui strategi pengembangan objek wisata Celosia Happy & Fun. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif, perhitungan nilai daya dukungwisata berdasarkan Cifuentez (1992) dalam (Muta’ali, 2015), dan analisis SWOT. Hasil dari penelitian diketahui bahwa nilai daya dukung efektif sebesar 343 wisatawan/hari dan rata-rata kunjungan riil wisatawan sebesar 241 wisatawan/hari, artinya daya dukung wisata besar dan masih dapat dikembangkan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa 96% wisatawan merasa puas dan 4% wisatawan merasa sangat puas telah melakukan aktivitas pariwisata di objek wisata Celosia Happy & Fun. Berdasarkan analisis SWOT strategi pengembangan objek wisata Celosia Happy & Fun utama adalah strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.

Page 1 of 2 | Total Record : 20