cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
madesrisatyawati@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Linguistika
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08549613     EISSN : 26566419     DOI : -
Core Subject : Education,
The linguistic journal as a vehicle for the development of the linguistic horizon is published by the Linguistics Master Program (S2) Linguistics and Doctoral Program of Udayana University Graduate Program. The publication of this journal in 1994, led by the Chairman and Secretary of Master Program (S2) and S3 Postgraduate Program of Udayana University, Prof. Dr. I Wayan Bawa and Prof. Dr. Aron Meko Mbete. In its development, there are various changes in linguistic journals, such as cover colors, style selingkung, and the number of articles published.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 19 (2012): September 2012" : 9 Documents clear
WACANA RITUAL CARU EKA SATA AYAM BRUMBUN SEBUAH ANALISIS LINGUISTIK KEBUDAYAAN I Made Suwendi
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritual caru eka sata ayam brumbun (disingkat CES AB) adalah salah satu dari beberapa ritual bhuta yadnya yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali. Caru ini menggunakan seekor ayam brumbun sebagai sarana kurban persembahan. Teks wacana ritual CES AB disusun dalam bahasa Bali Tengahan, yang juga disebut bahasa Kawi Bali atau Bali Kawi. Bahasa ini banyak menerima pengaruh dari bahasa Sanskerta, Jawa Kuno, Jawa Tengahan, dan bahasa Bali Kepara. Hasil analisis tematik teks wacana ritual CES AB ini menemukan tema umum adalah tentang caru. Sebaliknya, struktur skematik teks ini meliputi tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan yang disebut bagian pangresikan, bagian isi yang juga disebut inti caru, dan bagian akhir, yakni bagian penutup yang disebut panyineb puja. Selanjutnya di dalam teks ini ditemukan beberapa fungsi, yaitu fungsi magis, yang mencerminkan adanya dua kekuatan yaitu kekuatan positif dari para dewa dan kekuatan negatif dari para bhuta kala. Fungsi informatif di dalam teks ini tercermin adanya informasi yang disampaikan kepada para bhuta kala dan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebaliknya, fungsi emotif yang ditonjolkan dalam teks ini adalah pujian dan rayuan, permohonan, dan perintah. Pada teks ini, ditemukan nilai religius, nilai permohonan, dan nilai keharmonisan atau keseimbangan.
MENUJU PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR PADA LULUSAN SMA ( SEBUAH ANALISIS KESALAHAN PENERAPAN KATA BAKU DALAM KARYA ESAI SISWA SMAN 8 DENPASAR) I Gusti Ketut Tribana
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.233 KB)

Abstract

Kata baku menjadi salah satu materi esensial dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk menuju penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satu wujud penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah penerapan kata baku pada ragam bahasa resmi. Kenyatannya, penerapan bentuk kata baku masih masih menjadi kesulitan para siswa. Untuk itulah perlu diadakan penelitian agar memeroleh data yang akurat.  Permasalahannya adalah: (1) Bagaimana gambaran kesalahan penerapan  kata baku dalam karya tulis esai para siswa pada ujian praktik tahun 2011 di SMAN 8 Denpasar? (2) Jenis kesalahan apa yang banyak dialami para siswa? (3) Faktor apa yang memangaruhi terjadinya kesalahan penerapan kata baku dalam karya tulis esai siswa? Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk: (1) memeroleh data gambaran kesalahan penerapan kata baku; (2) mengetahui jenis kesalahan apa yang dialami para siswa; (3) mengetahui faktor apa yang memengaruhi terjadinya kesalahan penerapan kata baku pada karya tulis esai para siswa. Untuk memeroleh data digunakan metode pendekatan kualitatif pencatatan dokumen dengan sampel sebanyak 25% (107) naskah karya tulis siswa dari populasi sebanyak 427. Untuk memeroleh data digunakan istrumen pedoman pencatatan teknik catat. Setelah data terkumpul data dianalisis dengan metode agih, yakni berdasarkan ciri-ciri kata baku dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis disajikan dengan perumusan kata-kata biasa. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut. (1) Gambaran kesalahan yang dialami siswa meliputi kesalahan  ejaan (EYD) dalam penulisan kata dasar sebanyak 72 orang (67,29 %);  kesalahan dalam pilihan kata sebanyak 38 orang (35,51%); kesalahan dalam penulisan  imbuhan sebanyak 93 orang (86,91%); kesalahan dalam penulisan kata ulang sebanyak  32 orang siswa (29.91%); dan kesalahan penggunaan/penulisan kata majemuk sebanyak 11 orang siswa (10,24%). (2) Jenis kesalahan yang paling bayak terdapat pada penerapan kata berimbuhan. (3) Faktor-faktor yang memengaruhi kesalahan siswa adalah kebiasaan, ketidaktahuan, dan kurang aktivitas membaca dan menulis di kalangan siswa sebagai ajang penerapan kaidah kata buku.
WACANA SERAT HARDAMUDHA (KEARIFAN LOKAL DALAM SASTRA JAWA) Kamidjan Kamidjan
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.493 KB)

Abstract

Serat Hardamudha merupakan salah sastu naskah sastra Jawa Klasik yang di dalamnya mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut sebaiknya dipertahankan dan dilestarikan agar dapat dipakai sebagai pegangan hidup masyarakat. Nilai-nilai tersebut diujudkan dalam kepercayaan masyarakat dan berbagai tradisi. Kepercayaan yang dituangkan dalam karya tersebut berupa kepercayaan terhadap benda-benda bertuah yang dianggap memiliki kekuatan gaib dan kepercayaan adanya paranormal, yang berperan sebagai penolong masyarakat yang sedang menghadapi masalah dan cobaan. Di samping itu di dalamnya juga terdapat tradisi slametan, untuk tolak bala dan mohon keselamatan. Slametan tolak bala dilakukan untuk penyembuhan penyakit nonmedis. Slametan mohon keselamatan diujudkan  dalam siklus kehidupan manusia, yaitu pernikahan. Slametan tersebut dilengkapi dengan acara tirakatan. Selain tirakatan dalam karya tersebut juga terdapat tradisi tirakat dan ziarah kubur.
MODULATION TRANSLATION PROCEDURE IN TRANSLATING ENGLISH CONTENT WORDS Polce Aryanto Bessie
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.873 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor linguistik yang menentukan prosedur terjemahan secara modulasi. Penelitian ini juga membahas mengenai cara menerapkan prosedur terjemahan secara modulasi dalam hal menerjemahkan content words dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode qualitatif deskriptif. Sumber data penelitian adalah buku ekonomi keuangan yang berjudul Managing Risk and Creating Value with Microfinance ditulis oleh Mike Goldberg dan Eric Palladini serta terjemahan bahasa Indonesianya yang diterjemahkan oleh M. Ramdhan Adhi. Hasil penelitian menunjukan bahwa semantik merupakan faktor utama dalam menentukan terjadinya prosedur terjemahan secara modulasi untuk menerjemahkan Content Words Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Selain itu, cara menerapkan prosedur modulasi dalam menerjemahkan Content Words adalah dengan cara memperhatikan Point of View atau makna yang tersirat dalam dua struktur kalimat yang berbeda (baik dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa Indonesia).
MAKNA DAN NILAI TUTURAN PINTU PAZIR ZIU ANAK DALAM MASYARAKAT RIUNG KABUPATEN NGADA NUSA TENGGARA TIMUR Lanny Koroh
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.312 KB)

Abstract

Tulisan ini berisi kajian tentang makna dan nilai yang terkandung di dalam tuturan Pintu Pazir Ziu Anak. Tuturan ini merupakan doa tradisi orang Riung di Kabupaten Ngada. Berdasarkan pencermatan terhadap teks tuturan dan ditunjang oleh pencecekan silang melalui wawancara dengan anggota guyub budaya Riung, diperoleh hasil analisis, sebagai berikut: tuturan Pintu Pazir Ziu Anak dalam budaya Riung mengandung makna religius dan makna sosial. Pemahaman makna religius berimplikasi pada sikap dan perilaku yang merupakan wujud pengayatan terhadap nilai-nilai: pemulihan, pemujaan dan permohonan, serta nilai kepasrahan. Dimensi kemanusiaan juga tampak dalam tuturan Pintu Pazir Ziu Anak. Dimensi kemanusiaan yang dipahami sebagai makna sosial mencakup nilai-nilai: nilai pencitraan, eknomis, kejujuran, dan nilai pewarisan. Baik mana dan nilai religius maupun makna dan nilai sosial, keduanya merupakan suatu keseluruhan membangun dan mewujudkan cara pandang orang Riung tentang Sang Pencipta dan manusia.
PENGUASAAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI DENGAN PENGAJAR NATIVE SPEAKER Komang Trisnadewi
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.159 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini membawa pengaruh terhadap perkembangan guru yang mulai menggunakan native speaker sebagai tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan proses pembelajaran bahasa Inggris anak usia dini melalui native speaker; (2) menganalisis penguasaan bahasa Inggris siswa; serta (3) menemukan kendala/ kesulitan yang dihadapi selama proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa space class TK A Jembatan Budaya yang berjumlah 19 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki penguasaan bahsa Inggris yang cukup baik walaupun dalam kenyataannya ditemukan beberapa hal yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran baik faktor dari diri siswa maupun faktor lingkungan.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA DWIBAHASAWAN MELALUI METODE BERCERITA Gusti Ayu Ririn Arsani
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.006 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan (1) mendeskripsikan proses penerapan metode bercerita untuk meningkatkan peran aktif berbicara siswa dwibahasawan, (2) menemukan peningkatan peran aktif berbicara siswa dwibahasawan di Pelangi School Ubud setelah metode bercerita diterapkan, dan (3) memaparkan lebih lanjut pengaruh metode bercerita terhadap motivasi belajar siswa dan peningkatan kemampuan berbicara siswa dwibahasawan Pelangi School Ubud. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses penerapan metode bercerita dalam penelitian ini merupakan suatu proses pembelajaran berbicara yang sangat efektif dan menyenangkan bagi siswa dwibahasawan. Siswa telah mampu mengutarakan ide-ide dan pertanyaan berkaitan dengan penerapan proses bercerita dan mampu secara aktif berbicara dalam bahasa Indonesia. Metode bercerita terbukti cukup mampu membantu peningkatan kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa. Secara kualitatif, siswa terbukti dapat berbicara dengan pilihan kata dan ujaran yang lebih baik.
SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA SAKAI*) Ahmad Sofyan
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.59 KB)

Abstract

Berdasarkan rekonstruksi yang dilakukan terhadap kata-kata kognat antara bahasa Sakai dengan Proto Malayik (PM), dapat diketahui bahwa bahasa Sakai mengalami perkembangan sebagai berikut. (1)     Unsur fonologis PM yang mengalami retensi adalah: vokal *a, *i, *u; diftong *aw dan *ay; konsonan: *p, *b, *t, *d, *c, *k, *g, *j, *h, *m, *n, *?, *ñ, *s, *l, *w, dan *y. (2)     Inovasi primer  yang terjadi pada vokal adalah substitusi, split, dan merger. Inovasi primer yang berupa substitusi antara lain: (a) *a >?, (b) *?>?, (c) *?> a, (d) *i > e; dan (e) *u >?; split antara lain: (a) *u >i dan ui dan (b) *i >i, e, dan a; dan merger adalah *?, *i > e. (3)      Inovasi primer yang terjadi pada konsonan antara lain: (a) *h > ø; (b) *r > ø; (c) *s > h; (d) split PM *b >b dan w; (e) merger PM *p, *t, dan *k >?. (4)     Unsur fonologis PM yang mengalami inovasi sekunder dalam bahasa Sakai antara lain: *aw *d, *n, *?,*ñ, *l, *r, *w, dan      *d ? l.  
POLA KALIMAT TUNGGAL BAHASA WOLIO La Yani
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): September 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.615 KB)

Abstract

Bahasa merupakan hal yang paling penting bagi kehidupan manusia. Bahasa Wolio merupakan salah satu bahasa di kabupaten buton yang masih hidup hingga sekarang ini. Dalam kenyataanya, Bahasa wolio memiliki aspek, yaitu aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Bahasa Wolio telah banyak diteliti oleh para peneliti namun dari hasil penelitian itu belum mengupas sintaksis Bahasa Wolio secara mendalam. Secara khusus, belum ada informasi secara lengkap tentang kalimat tunggal, terutama telaah polanya. Kenyataan ini mendorong penulis untuk mengadakan penelitian tentang sintaksis terutama pada pola kalimat tunggal Bahasa Wolio. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak. Teknik yang diterapkan ialah teknik sadap, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik sadap dilakukan dengan menyadap pengguna bahasa lisan penutur/informan baik berencana maupun serta merta. Teknik rekam dilakukan terhadap pembicaraan penutur Bahasa Wolio. Setelah data dikumpul, data diseleksi ddengan menggunakan teknik intropeksi dan teknik elisitasi. Teknik catat dilakukan untuk membantu teknik rekam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pola kalimat tunggal terdiri dari; pola SP, SPO, SPPel, SPK, SPOK, SPOPel, SPOPelK.

Page 1 of 1 | Total Record : 9