cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 2 (2017)" : 15 Documents clear
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI H3PO4 SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM Cd(II) DALAM LARUTAN Pratomo, Sigit Wahyu; Mahatmanti, Fransisca Widhi; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi pada waktu kontak (15, 30, 45, 60 dan 75 menit), pH (3,4,5, 6 dan 7), dan konsentrasi awal ion logam Cd(II) (10, 30, 50, 70 dan 90 mg/L) menggunakan zeolit alam dan zeolit teraktivasi H3PO4 5 M terhadap adsorpsi ion logam Cd(II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak optimum 60 menit, pH larutan optimum dicapai pada pH 5 untuk zeolit alam dan zeolit teraktivasi dan konsentrasi awal optimum 30 mg/L dengan ion logam Cd(II) yang teradsorpsi sebesar 1,387 mg/gram pada zeolit alam dan konsentrasi awal optimum 50 mg/L dengan ion logam Cd(II) yang teradsorpsi sebesar 2,414 mg/gram pada zeolit teraktivasi. Adsorpsi ion Cd(II) lebih mengikuti model isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi sebesar 1,164 mg/g untuk zeolit alam sedangkan kapasitas adsorpsi zeolit teraktivasi sebasar 2,016 mg/g dan mengikuti model kinetika orde dua semu dengan konstanta laju adsorpsi sebesar 0,104 g/mg menit untuk zeolit alam sedangkan konstanta laju adsorpsi zeolit teraktivasi sebesar 0,026 g/mg menit.
KOMPARASI BIOPLASTIK KULIT LABU KUNING-KITOSAN DENGAN PLASTICIZER DARI BERBAGAI VARIASI SUMBER GLISEROL Sofia, Aya; Prasetya, Agung Tri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioplastik berbahan dasar pati dibuat untuk mengurangi limbah plastik. Penggunaan kulit labu kuning (Curcubita sp) sebagai sumber pati dapat mengurangi pencemaran limbah domestik. Kitosan mampu  meningkatkan sifat mekanik bioplastik dan gliserol hasil samping biodiesel sebagai  plasticizernya. Penelitian ini membandingkan sifat mekanik, gugus fungsi dengan Fourier Transform Infrared (FT-IR), daya serap air dan biodegradabilitas dari bioplastik dengan penambahan gliserol murni (15%) dan gliserol minyak jelantah (15, 30, dan 60% b/b pati). Komposisi terbaik pada bioplastik kulit labu kuning-kitosan-gliserol minyak jelantah 15% dengan kuat tarik 1,73 MPa, elongasi 11,14%, elastisitas 0,15 MPa, daya serap air sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni 21,5% suhu 25  dan 69,09% pada suhu 100 , tetapi persen degradabilitasnya rendah (30,76% dalam 10 hari). Apabila dibandingkan dengan bioplastik-gliserol murni 15% sifat mekaniknya hampir sama (kuat tarik 1,95 MPa, elongasi 12,66%, dan elastisitas 0,18 MPa), tetapi bioplastik-gliserol murni daya serap airnya tinggi (383% pada suhu 25  dan 727,73% suhu 100 ), dan degradabilitasnya mendekati SNI (52,82% dalam 10 hari).
OPTIMASI PENGUKURAN SPEKTRUM VIBRASI SAMPEL PROTEIN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER FOURIER TRANSFORM INFRA RED (FTIR) sulistyani, martin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengujian analisis protein dapat dilakukan dengan teknik spektroskopi. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi pengukuran spektrum vibrasi sampel protein menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra Red mode transmisi FTIR dengan melakukan variasi komposisi pada pembuatan pellet sampel-KBr, variasi ketebalan, dan waktu penekanan. Hasil pembacaan spektrum vibrasi sampel protein mode transmisi FTIR digunakan untuk menentukan puncak protein dan gugus fungsi senyawa. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh simpulan bahwa perbandingan komposisi pellet sampel protein-KBr optimal pada perbandingan 2:10 dengan nilai persen transmitansi pada jenis senyawa amida A: 9,94, amida B: 14,25, amida I: 12,20, amida II: 9,0, dan amida III: 15,48, ketebalan pellet sampel protein-KBr yang optimal 2 mm dengan nilai persen transmitansi pada jenis senyawa amida A: 21,26,  amida B: 28,65, amida I: 24,26, amida II: 21,45, dan amida III: 29,80 dan waktu pengepresan yang optimal adalah 4 menit dengan nilai persen transmitansi pada jenis senyawa amida A: 15,98, amida B: 21,73, amida I: 19,69, amida II: 17,62, amida III: 24,06. Kata kunci: Pengukuran, spektrum vibrasi, protein, spektrofotometer FT-IR ABSTRACT Testing of protein analysis can be done by spectroscopic technique. In this research, optimization of vibration spectrum measurement of protein samples using Fourier Transform Infra Red spectroscopy of FTIR transmission mode by composition variation on KBr-pellet manufacture, thickness variation, and time of emphasis. The vibration spectrum readings of the FTIR transmission mode protein sample are used to determine the peak protein and the functional group of the compound. Based on the result of the research, it can be concluded that the composition of pellet composition of KBr-protein sample is optimal at 2:10 ratio with percent value of transmittance on the type of amide compound A: 9,94, amide B: 14,25, amide I: 12,20, amide II : 9,0, and amide III: 15,48, thickness of pellet of KBr-protein sample which is optimum 2 mm with value of transmittance percent on type of amide compound A: 21,26, amide B: 28,65, amide I: 24,26 , Amide II: 21.45, and amide III: 29.80 and the optimum pressing time is 4 minutes with a percent value of transmittance on the type of amide compound A: 15.98, amide B: 21.73, amide I: 19.69 , Amide II: 17,62, amide III: 24.06. Keyword: Measurement, vibration spectrum, protein, FT-IR spectrophotometer
UJI KALIBRASI (KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN) NERACA ANALITIK DI LABORATORIUM BIOLOGI FMIPA UNNES Tirtasari, Ni Luh
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu instrumen di laboratorium Biologi FMIPA UNNES adalah neraca analitik digital yang telah dipakai untuk menimbang dalam pembuatan larutan atau sampel, akan tetapi hampir tidak pernah dilakukan pengujian kalibrasi dan verifikasi kinerja secara berkala, sehingga akurasinya perlu dipertanyakan. Oleh karena itu dalam penelitian ini telah dicoba dilakukan uji kalibrasi dan pengukuran ketidakpastian pengukuran dari neraca analitik digital yang ada di laboratorium biologi FMIPA UNNES. Uji kalibrasi meliputi kemampuan baca timbangan, daya ulang pembacaan timbangan, penyimpangan dari nilai skala nominal, serta diuji pengaruh posisi pembebanan dan pengaruh histerisis dari timbangan. Dari hasil kalibrasi diperoleh bahwa timbangan KERN ABJ milik sub unit laboratorium mikrobiologi sebaiknya digunakan untuk menimbang beban minimum 0,00310 g, dan sebaiknya menghindari penimbangan pada posisi beban sebelah kanan dari pan serta timbangan memiliki ketidakpastian pengukuran sebesar  ± 0,00414 g. Timbangan OHAUS pioneer milik sub unit laboratorium  biologi molekuler dalam kondisi kurang baik  digunakan serta memiliki ketidakpastian pengukuran sebesar  ± 0,12622 g yang terlalu besar. Direkomendasikan timbangan ini untuk diservice dan dilakukan kalibrasi ulang guna menghasilkan hasil pengukuran yang akurat dan tepat.
Kajian Pengaruh Konsentrasi Zeolit Alam Lampung pada Hidrasi Terpentin Menjadi α-Terpineol Sulistiowati, Dwi Derti; Hermiyati, Ria Putri; Utami, Herti; Ginting, Simparmin Br.
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak terpentin Indonesia mengandung 65-85% α-pinene, kurang 1% camphene, 1-3% ß-pinene, 10-18% 3-carene dan 1-3% limonene. Untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, α-pinena dapat dihidrasi menggunakan katalis asam menjadi α-terpineol. Penggunaan katalis heterogen berupa zeolit alam dapat menjadi alternatif baru sebagai pengganti katalis homogen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi katalis Zeolit Alam Lampung (ZAL) dan waktu reaksi optimal yang menghasilkan konversi tertinggi pada reaksi hidrasi terpentin menjadi α-terpineol. ZAL sebelum digunakan sebagai katalis dilakukan aktivasi secara kimia dan fisika untuk menghilangkan pengotor dan meningkatkan keasaman. Reaksi hidrasi dilakukan menggunakan variasi konsentrasi katalis sebesar 5%, 10% dan 15% dan variasi waktu reaksi 60 menit, 120 menit dan 180 menit. Reaksi ini dilakukan dalam labu leher tiga pada suhu 70oC dengan 20 mL terpentin, 109 mL aquadest dan 80 mL isopropil alkohol. Dari hasil penelitian diperoleh konversi yang tertinggi pada konsentrasi katalis 15% dan waktu reaksi optimal 180 menit adalah 4,875%.

Page 2 of 2 | Total Record : 15