cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2013)" : 30 Documents clear
PENGARUH ENKAPSULASI Fe DAN Cu PADA BNNT TERHADAP PARAMETER NMR MENGGUNAKAN DFT Pamungkas, Erwin Budi; Prasetya, Agung Tri; Alauhdin, Mohammad
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI SENYAWA BIOAKTIF DALAM DAUN KENIKIR (Cosmos sulphureus kuning) SEBAGAI BAHAN BIOINSEKTISIDA ALAMI Imaniar, Rizki; Latifah, Latifah; Sugiyo, Warlan
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis dan Karakterisasi eidible film kitosan termodifikasi PVA dan Sorbitol Maghfiroh, Maghfiroh; Sumarni, Woro; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menentukan komposisi optimum sintesis produk kemasan makanan yang bersifat biodegradable dan dapat dimakan (edible film) serta karakterisasinya, sehingga mampu menggantikan material sintetis polipropilen. Edible film dapat disintesis dari bahan baku biopolimer kitosan. Penambahan plasticizer PVA dan sorbitol dilakukan untuk memperbaiki karakter mekanik edible film kitosan, sehingga memenuhi karakter mekanik polipropilen. Pengukuran karakter mekanik edible film kitosan digunakan standar ASTM D 638-03. Hasil karakterisasi sifat mekanik edible film kitosan termodifikasi PVA dan sorbitol menunjukkan bahwa sorbitol lebih berpengaruh terhadap penambahan nilai persen elongasi sedangkan PVA lebih berpengaruh terhadap nilai kuat tarik edible film kitosan. Edible film kitosan yang memiliki nilai kuat tarik tertinggi, yaitu 54,79 MPa ditunjukkan oleh edible film kitosan dengan penambahan 0,75 gram PVA dalam 50 ml larutan kitosan 3%. Sedangkan nilai persen elongasi tertinggi yaitu 115,71% dimiliki oleh edible film kitosan dengan penambahan 0,75 gram sorbitol. Karakter mekanik edible film kitosan tersebut relatif stabil pada masa penyimpanan maksimum, yaitu 14 hari. Hasil FT-IR menunjukkan bahwa plasticizer PVA dan sorbitol tidak banyak mengubah gugus fungsi dari edible film kitosan.
PENGARUH ENKAPSULASI LOGAM TERHADAP NILAI CELAH PITA BORON NITRIDE NANOTUBES(4,4) Nursetiana, Ika Devia; Kasmui, Kasmui; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boron Nitride Nanotubes (BNNTs) merupakan material nano yang memiliki nilai celah pita lebar sekitar ~5,5 eV. Nilai celah pita BNNTs perlu diturunkan kisaran 2 eV sampai 3 eV agar material ini dapat digunakan sebagai bahan semikonduktor. Salah satu cara untuk menurunkan nilai celah pita BNNTs yaitu dengan mengenkapsulasi material, bisa senyawa organik ataupun logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai celah pita BNNTs ketika mengenkapsulasi logam Fe maupun logam Cu. Perhitungan nilai celah pita menggunakan metode Density Functional Theory (DFT) dengan basis set Double Zetta Polarized (DZP). Hasil analisis menunjukkan adanya kombinasi struktur pita pada BNNTs yang menghasilkan nilai celah pita BNNTs yang semakin menyempit. Untuk perhitugan nilai celah pita BNNTs murni menggunakan metode DFT didapatkan sebesar 4,31 eV, sedangkan BNNTs yang telah mengenkapsulasi logam Fe didapatkan celah pita 2,82 eV, dan untuk BNNTs yang mengenkapsulasi logam Cu didapatkan celah pita sebesar 2,16 eV. Dari data tersebut diketahui bahwa dengan mengenkapsulasi logam Fe atau Cu, nilai celah pita BNNTs dapat diubah menjadi material semikonduktor.
PENGARUH ENKAPSULASI SILIKON ATAU GERMANIUM PADA BNNT TERHADAP PARAMETER NMR DENGAN DFT Mahmudi, Nanda; Kasmui, Kasmui; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boron nitrite nanotube (BNNT) merupakan salah satu nanomaterial yang cukup menjanjikan sebagai bahan alternatif pembuatan peralatan elektronik dan memori, tetapi BNNT mempunyai sifat semikonduktor dengan band gap lebar yaitu 5,5 eV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enkapsulasi unsur Si dan Ge pada sifat BNNT menggunakan metode teori fungsi kerapatan (DFT) dalam program Gaussian 03 W dan diharapkan dapat mengubah sifat BNNT menjadi ferromagnetik. Pada penelitian ini, struktur BNNT (5,0) dengan repetisi 2 dibuat dengan program Material Studio 4.4, kemudian dioptimasi dengan program Gaussian 03 W. setelah dioptimasi, BNNT mengenkapsulasi unsur Si dan Ge di tengah-tengah rongga dan dioptimasi kembali. Selanjutnya dihutung NMR BNNT sebelum dan sesudah mengenkapsulasi Si dan Ge. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa BNNT yang mengenkapsulasi Si atau Ge strukturnya yaitu -4883577,799 kJ/mol dan -9525836,636 kJ/mol lebih stabil daripada struktur BNNT awal yaitu -4132503,361 kJ/mol. Besar medan magnet untuk BNNT yang mengenkapsulasi Si atau Ge yaitu 478,89414 T dan 474,30441 T lebih kecil daripada BNNT awal yaitu 489,47913 T, sehingga BNNT yang mengenkapsulasi Si atau Ge tidak dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan memori magnetik.
Sintesis dan Karakterisasi eidible film kitosan termodifikasi PVA dan Sorbitol
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1204

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menentukan komposisi optimum sintesis produk kemasan makanan yang bersifat biodegradable dan dapat dimakan (edible film) serta karakterisasinya, sehingga mampu menggantikan material sintetis polipropilen. Edible film dapat disintesis dari bahan baku biopolimer kitosan. Penambahan plasticizer PVA dan sorbitol dilakukan untuk memperbaiki karakter mekanik edible film kitosan, sehingga memenuhi karakter mekanik polipropilen. Pengukuran karakter mekanik edible film kitosan digunakan standar ASTM D 638-03. Hasil karakterisasi sifat mekanik edible film kitosan termodifikasi PVA dan sorbitol menunjukkan bahwa sorbitol lebih berpengaruh terhadap penambahan nilai persen elongasi sedangkan PVA lebih berpengaruh terhadap nilai kuat tarik edible film kitosan. Edible film kitosan yang memiliki nilai kuat tarik tertinggi, yaitu 54,79 MPa ditunjukkan oleh edible film kitosan dengan penambahan 0,75 gram PVA dalam 50 ml larutan kitosan 3%. Sedangkan nilai persen elongasi tertinggi yaitu 115,71% dimiliki oleh edible film kitosan dengan penambahan 0,75 gram sorbitol. Karakter mekanik edible film kitosan tersebut relatif stabil pada masa penyimpanan maksimum, yaitu 14 hari. Hasil FT-IR menunjukkan bahwa plasticizer PVA dan sorbitol tidak banyak mengubah gugus fungsi dari edible film kitosan.
PEMANFAATAN TULANG IKAN KAKAP UNTUK MENINGKATKAN KADAR FOSFOR PUPUK CAIR LIMBAH TEMPE
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1205

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah cair pabrik tempe sebagai pupuk organik cair dengan penambahan fosfor hasil isolasi tulang ikan kakap. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kadar fosfor hasil isolasi tulang ikan kakap merah, banyaknya EM4 yang perlu ditambahkan pada limbah cair, mengetahui besar peningkatan kadar fosfor pupuk cair setelah penambahan hasil isolasi. Proses isolasi fosfor dari tulang ikan kakap menggunakan pelarut H2SO4 30% pada suhu 95ºC selama 100 menit. Pupuk induk dibuat dari limbah pabrik tempe yang ditambah dengan EM4 variasi 1%, 2%, 3% dan difermentasi selama 12 hari. Fosfor hasil isolasi ditambahkan pada pupuk cair induk kadar fosfor paling tinggi, volume hasil isolasi divariasi 10, 20, 30 dan 40%. Kadar fosfor hasil isolasi tulang sebesar 0,838%, kadar fosfor pupuk cair variasi EM4 paling tinggi pada penambahan EM4 2% yaitu 0,033%. Penambahan hasil isolasi sebesar 10% meningkatkan kadar fosfor sebesar 278,4; 251,3; 278,4% dan 819%. Peningkatan kadar fosfor paling tinggi pada penambahan 40% yaitu sebesar 818,9%. Kadar fosfor dari semua penambahan hasil isolasi pada pupuk induk memenuhi standar mutu pupuk organik cair bedasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 28/ Pementan/ OT. 140/ 2 / 2009 yaitu sebesar < 2%
PENGARUH RASIO Si/Al, KATION DAN TEMPLATE ORGANIK TERHADAP UKURAN RONGGA ZEOLIT ZSM-5
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1206

Abstract

Penelitian ini tentang pemodelan struktur zeolit ZSM-5 yang dimodifikasi rasio Si/Al, kation dan template organiknya untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ukuran rongga dan energinya menggunakan metode mekanika molekuler. Pemodelan zeolit dilakukan dengan membuat kerangka struktur satu unit sel zeolit ZSM-5. Selanjutnya dilakukan variasi rasio Si/Al dan variasi kation yaitu ion Na+, Li+, Mg2+ dan Ca2+ pada rasio Si/Al = 2, serta penambahan template organik yaitu 1,6-Heksanadiol, 1,6-heksanadiamin, 1-propanol, dan 1-propanamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memperkecil rasio Si/Al-nya akan mengakibatkan pembesaran diameter rongga. Diameter rongga zeolit ZSM-5 sebelum dimodifikasi dengan atom Al sebesar 7,94 oA dan setelah dimodifikasi berkisar 7,97 oA. Pada zeolit ZSM-5 dengan variasi kation diketahui bahwa ukuran rongga zeolit ZSM-5 dengan ion Ca2+ lebih besar dibandingkan Li+, Mg2+ dan Na+. Zeolit ZSM-5 dengan ukuran diameter rongga paling besar adalah zeolit ZSM-5 dengan kation Ca2+ yaitu 7,999994 oA. Pada zeolit ZSM-5 dengan variasi template organik menunjukkan bahwa template yang memiliki gugus amina menghasilkan stuktur zeolit ZSM-5 dengan ukuran rongga yang lebih kecil dibanding template yang memiliki gugus alkohol.
PENGARUH ENKAPSULASI LOGAM Ga DAN As TERHADAP CELAH PITA BORON NITRIDE NANOTUBE(4,4)
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1207

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menurunkan nilai celah pita BNNT sehingga diperoleh BNNT yang bersifat semikonduktor. BNNT yang bersifat semikonduktor ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi CNT. Untuk menurunkan nilai celah pita BNNT, pada penelitian ini dilakukan enkapsulasi Galium (Ga) dan Arsen (As). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode DFT/B3LYP menggunakan paket Gaussian® 03W dan hasilnya dianalisis menggunakan GaussSum 2.2. Penelitian ini menggunakan BNNT(4,4) yang terdiri dari 4 repetisi cincin BN. Penurunan celah pita diukur menggunakan metode DFT/B3LYP dengan berbagai basis set yakni STO-3G, 3-21G, dan 6-311G. Perhitungan menggunakan STO-3G menunjukan bahwa celah pita dari BNNT(4,4), BNNT(4,4)-Ga, dan BNNT(4,4)-As berturut-turut adalah sebesar 6,10 eV, 2,35 eV, dan 2,99 eV.  Perhitungan yang menggunakan 3-21G menunjukan celah pita dari BNNT(4,4), BNNT(4,4)-Ga, dan BNNT(4,4)-As berturut-turut adalah sebesar 6,04 eV, 2,31 eV, dan 2,88 eV. Perhitungan menggunakan 6-311G  juga menunjukan hasil yang identik, celah pita BNNT(4,4), BNNT(4,4)-Ga, dan BNNT(4,4)-As berturut-turut adalah sebesar 6,10 eV, 2,25 eV, dan 2,55 eV. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa enkapsulasi Ga dan As pada BNNT(4,4) dapat menurunkan nilai celah pita dari BNNT(4,4).
PENGARUH ENKAPSULASI Fe DAN Cu PADA BNNT TERHADAP PARAMETER NMR MENGGUNAKAN DFT
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i1.1208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui energi BNNT (5,0) sebelum di enkapsulasi dan setelah dienkapsulasi dengan logan Fe dan Cu, dan mempelajari parameter NMR dari BNNT setelah dienkapsulasi ataupun sebelum di enkapsulasi. Perhitungan menggunakan paket Gaussian® 03W dengan metode DFT/B3LYP, basis set yang digunakan yakni STO-3G dan 3-21G. Perhitungan energi dapat menentukan logam yang efektif untuk disisipkan dalam BNNT. Berdasarkan hasil perhitungan dengan kedua basis set menunjukkan bahwa penyisipan logam Cu dapat menghasilkan energi ikat yang lebih stabil, hal ini dapat dilihat dari besarnya energi yang lebih kecil. Sementara itu, hasil perhitungan NMR diperoleh nilai isotropi, nilai ini dapat menunjukkan nilai kerapatan elektroniknya. Pada lapisan N pertama atau B keempat  pada BNNT tanpa penyisipan logam, mempunyai nilai isotropi besar sehingga mempunyai kerapatan elektronik yang tinggi, sedangkan nilai isotropi paling kecil pada lapisan N keempat atau B pertama, sehingga mempunyai kerapatan elektronik yang rendah. Penyisipan logam mempengaruhi nilai isotropi pada lapisan kedua dan ketiga. Hal ini dikarenakan posisinya lebih dekat dengan logam, sehingga kerapatan elektroniknya tinggi yang ditunjukkan dengan nilai isotropi yang besar.

Page 2 of 3 | Total Record : 30