cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2013)" : 30 Documents clear
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKATALIS CuO/TiO2 YANG DIAPLIKASIKAN PADA PROSES DEGRADASI LIMBAH FENOL Lestari, Mastuti Widi; Saputro, Subiyanto Hadi; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONVERSI MINYAK SAWIT MENJADI BIOGASOLINE MENGGUNAKAN KATALIS Ni/ZEOLIT ALAM Rahayu, Puji Eka; Priatmoko, Sigit; Kadarwati, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KANDUNGAN KIMIA DAN PEMANFAATAN SLUDGE INDUSTRI KERTAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATAKO Khusna, Himnil; Sunarto, Wisnu; Alauhdin, Mohammad
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan kimia sludge kertas seperti CaO, SO3, SiO2, MgO, Al2O3, dan Fe2O3 dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pembuatan batako. Pengujian XRF pada kandungan tersebut diperoleh masing-masing sebesar 59,72%; 8,28%; 4,34%; 2,99%; 2,75%; dan 0,73%. Komposisi bahan dalam pembuatan batako yaitu semen, pasir, sludge kertas, dan air dengan perbandingan semen terhadap agregat (pasir dan sludge kertas) = 1 : 5 dan FAS 0,5. Pengujian karakteristik batako meliputi: penyerapan air dan kuat tekan. Hasilnya batako dengan penambahan sludge kertas maksimal 3 bagian dari total agregat menghasilkan penyerapan air sesuai standar yaitu kurang dari 25%. Sedangkan hasil uji kuat tekan, semua perbandingan komposisi bahan diperoleh nilai kuat tekan yang masuk dalam range kategori batako sebagai dinding pemisah, klasifikasi batako ringan mutu I dengan nilai kuat tekan sebesar 0,35-7,00 MPa. Penelitian dilanjutkan dengan analisis kandungan logam berat Pb dengan metode AAS untuk membuktikan aman tidaknya batako karena sludge kertas yang digunakan diperoleh dari hasil pengolahan kertas proses deinking. Hasilnya menunjukkan kandungan Pb dalam batako sebesar 1,428 mg/L dengan batas ketentuan zat pencemar limbah untuk logam berat Pb maksimal 5 mg/L, sehingga batako sludge kertas yang dihasilkan tergolong aman dan dapat difungsikan untuk pemasangan dinding bangunan yang tidak memerlukan kekuatan tinggi.
PREPARASI KATALIS Ni/ZA DENGAN METODE SONOKIMIA UNTUK PERENGKAHAN KATALITIK POLIPROPILEN DAN POLIETILEN Irvantino, Brian; Wahyuni, Sri; Saputro, Subiyanto Hadi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENURUNAN KADAR LINEAR ALKYL SULFONATE OLEH FOTOKATALIS TiO2/ZEOLIT ALAM Hartoyo, Addien Widita Weko; Wahyuni, Sri; Harjito, Harjito
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMANFAATAN ARANG ECENG GONDOK DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN, COD, BOD PADA AIR SUMUR
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kemampuan penggunaan arang aktif eceng gondok untuk menurunkan kadar kekeruhan, COD dan BOD pada air sumur gali di sekitar pabrik gula.  Arang aktif eceng gondok ini mempunyai kemampuan menyerap senyawa anorganik maupun senyawa organik.  Selain itu juga mengandung selulosa yang berpotensi untuk dijadikan media penyerap karena kaya akan gugus OH yang dapat berinteraksi dengan adsorbat. Penelitian ini diawali dengan pembuatan arang aktif eceng yang diaktivasi dengan asam phospat kemudian dipanaskan selama 4 jam pada suhu 400 0C selanjutnya di aplikasikan pada air sumur gali dengan lama perendaman 1 jam, 3 jam dan 5 jam.  Setelah itu disaring, filtrat hasil penyaringan  dianalisis kekeruhan COD dan BODnya. Fungsi penambahan asam phospat ini adalah untuk menghilangkan kadar pengotor yang ada dalam arang aktif dan memperbesar luas permukaan pori arang aktif.  Hasil penelitian ini, didapatkan bahwa arang aktif eceng gondok yang terkativasi mampu menurunkan kekeruhan sebesar 78.171%, COD  sebesar 58.139% dan BOD sebesar 64.706% sedangkan yang non aktivasi mampu menurunkan kekeruhan sebesar 41.298%, COD sebesar 55.814% dan BOD sebesar 58.824%.
PENGARUH VERMIKOMPOS (SLUDGE, PELEPAH PISANG, TIKAR PANDAN) TERHADAP KADAR C, N, P
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1586

Abstract

Dalam proses pembuatan rokok menghasilkan beberapa limbah, diantaranya limbah padat berupa tikar pandan, pelepah pisang, dan sludge. Limbah-limbah tersebut memiliki kandungan N dan P, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku makanan. Vermikompos merupakan kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan organik oleh cacing tanah. Penelitian ini menggunakan dua jenis cacing tanah untuk mendekomposisi makanan yaitu Lumbricus rubellus dan Pheretema hupiensis. makanan yang digunakan dalam penelitian ini yang pertama adalah sludge murni, yang kedua campuran pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge dengan perbandingan 1:1:2, yang ketiga campuran pelepah pisang, tikar pandan, sludge dengan perbandingan 1:1:4. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan cacing Lumbricus rubellus dan Pheretima hupiensis, dan jenis makanan manakah yang menghasilkan kadar C rendah, N, dan P tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar N tertinggi 3,12. Kadar P tertinggi 0,391. Kadar C yang paling rendah 24,379. Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka perbandingan pelepah pisang, tikar pandan, dan sludge limbah IPAL yang lebih baik adalah 1:1:4, dan perbandingan cacing Lumbricus dan pheretema yang lebih baik adalah 0.5:0.5.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BAHAN KERAMIK CORDIERITE DARI ABU SEKAM PADI
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1587

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi bahan keramik cordierite dari abu sekam padi. Keramik cordierite adalah material zat padat dengan fase kristal MgO-Al2O3-SiO3. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengetahui karakter bahan keramik cordierite yang dihasilkan. Penelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu pembuatan silika gel dari sekam padi, pembuatan bahan keramik cordierite serta karakterisasi. Pembuatan silika dilakukan dengan pengabuan arang sekam padi pada suhu 7000C selama 5 jam dan dengan penambahan HNO3 4M untuk pembentukan silika gel. Sintesis keramik dilakukan dengan perbandingan Mg, Al terhadap silika 1:4, 1:5 dan 1:6 dengan pengadukan dan pemanasan pada suhu 800C selanjutnya pengeringan pada suhu 1000C dan kemudian dioven dengan suhu 2000C selama 1 jam. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD, SEM dan FTIR. Dari karakterisasi XRD puncak difraksi cordierite terlihat pada posisi 2θ= 29,4569 dengan kristalinitas tertinggi pada perbandingan Mg-Al dan Silika gel 1:6. Data ini juga di perkuat dengan spektrum FTIR pada serapan antara 3500-4000 cm-1 yang menunjukkan adanya Mg-O-Al serta kemunculan gugus Al pada serapan 350-500 cm-1. Karakterisasi SEM menunjukkan terbentuknya cluster-cluster akibat dari sintering dan terpecah kembali akibat adanya peningkatan perbandingan Mg-Al dan Silika gel, sehingga terlihat homogen pada perbandingan 1:6.
KONVERSI MINYAK SAWIT MENJADI BIOGASOLINE MENGGUNAKAN KATALIS Ni/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1588

Abstract

Penelitian tentang konversi minyak sawit menjadi fraksi biogasoline menggunakan katalis Ni/ZA telah dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Ni total pada zeolit alam yang dapat memberikan aktivitas dan karakter terbaik pada reaksi perengkahan MEPO menjadi biogasoline, mengetahui laju alir gas hidrogen optimum, dan untuk mengetahui senyawa yang diduga terdapat dalam biogasoline dengan katalis dengan karakteristik terbaik  dan  laju alir optimum . Katalis dipreparasi dengan metode impregnasi dengan kadar logam Ni 1%, 2%, dan 3% dari berat zeolit.Karakterisasi katalis meliputi penentuan kadar logam Ni dengan SSA, jumlah situs asam dengan metode gravimetri, kristalinitas katalis dengan XRD, dan luas permukaan katalis dengan metode BET. Minyak sawit dalam bentuk MEPO direngkah dalam reaktor flow-fixed bed. Produk cair yang dihasilkan dianalisis dengan GC. Hasil analisis menunjukkan fraksi biogasoline 100%  dengan  Ni-1%/ZA dan laju alir hidrogen 20 mL/menit. Fraksi biogasoline yang dihasilkan mengandung senyawa 2-metil pentana, 3-metilpentana, n-heksana, 2-metil-1-pentena, 2,2-dimetil heksana, 2,2,4-trimetil pentana, 4-metil-1-heksena, 2,2,3,3-tetrametil butana, dan 2,2,4-trimetil pentana.
PENURUNAN KADAR LINEAR ALKYL SULFONATE OLEH FOTOKATALIS TiO2/ZEOLIT ALAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v2i2.1589

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai proses penurunan linear alkyl sulfonate (LAS) secara fotokatalitik menggunakan TiO2/zeolit alam. TiO2 dipreparasi menggunakan metode sol gel dengan memvariasikan konsentrasi prekursor TiIPP, yaitu 3,28 M (TiO2/ZA A); 1,64 M (TiO2/ZA B); and 0,82 M (TiO2/ZA C). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh konsentrasi prekursor TiIPP terhadap kandungan logam Ti yang teremban pada zeolit alam, (2) mengetahui waktu optimal penyinaran, (3) mempelajari pengaruh sumber sinar terhadap penurunan kadar LAS. Katalis hasil preparasi dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM-EDX, dan BET. Hasil karakterisasi katalis menunjukkan bahwa penambahan TiO2 dalam zeolit alam mempengaruhi ukuran kristal, struktur morfologi padatan dari ketiga jenis katalis tidak jauh berbeda, kandungan logam Ti paling banyak terdapat pada TiO2/ZA A (1,79%), dan katalis yang memiliki luas permukaan paling besar adalah TiO2/ZA C (132,690 m2/g). Hasil uji aktivitas fotokatalis menunjukkan bahwa TiO2/ZA paling baik dalam menurunkan kadar LAS(efektivitas 96,93%), waktu optimal penyinaran yaitu 60 menit (efektivitas 78,06%) dan penggunaan sumber sinar lampu UV 8 watt paling baik dalam mengurangi kadar LAS  dengan efektivitas sebesar 94,30%.

Page 2 of 3 | Total Record : 30