cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2014)" : 30 Documents clear
STUDI KINETIKA REAKSI HIDROGEN PEROKSIDA DENGAN IODIDA PADA SUASANA ASAM R. Hakim, Arif; Patiha, Patiha; Hidayat, Yuniawan
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi kinetika reaksi hidrogen peroksida dengan iodida pada suasana asam telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan apakah hukum laju reaksi merupakan penjumlahan, pecahan ataugabungan keduanya. Desain percobaan yang digunakanadalah metode isolasi dengan H+ dan I- dibuat berlebih terhadap H2O2.Hasil percobaan variasi konsentrasi H+menunjukan reaksi dapat memenuhi hukum laju dalam bentuk penjumlahan. Pada percobaan variasi konsentrasi H2O2, H2O2 teramati dapat berorder 0 atau 1 bergantung pada konsentrasinya sesuai dengan yang diperkirakan dari hukum laju pecahannya. Berdasarkan hasil percobaan, reaksi disimpulkan memiliki hukum laju gabungan keduanya yang lebih lanjut terbukti berdasarkan nilai konstanta laju perhitungan.
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK PLASTIK BIODEGRADABLE PEKTIN LIDAH BUAYA Indriyanto, Irfan; Wahyuni, Sri; Pratjojo, Winarni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari pektin lidah buaya dan gliserol sebagai plasticizer dengan bahan tambahan kitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tarik plastik biodegradable dengan gliserol sebagai plasticizer dan mengetahui karakteristik plastik biodegradable dari pektin lidah buaya dengan penambahan kitosan. Gliserol yang ditambahkan divariasi 20, 25, 30  dan 35% dari massa pektin yang digunakan. Hasil kuat tarik terbaik pada penambahan gliserol 20% sebesar 5,88 Mpa. Hasil tersebut kemudian digunakan untuk formulasi plastik dengan penambahan kitosan. Pada formulasi selanjutnya ditambahkan kitosan 2%  dengan variasi tanpa penambahan kitosan, 5, 10,15 dan 20 mL. Penambahan kitosan 20 mL  yang memiliki kuat tarik terbaik sebesar 12,06 Mpa, uji ketahanan air sebesar 11,05% , elongasi terbaik pada plastik yang tidak ditambahkan kitosan sebesar 11,43%, uji biodegrability terbaik pada plastik yang tidak ditambahkan kitosan sebesar 77,28%. Plastik biodegradable yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi gugus fungsi menggunakan FT-IR terdapat O-H karboksil, gugus N-H amina sekunder, C-H alkana, C=O karbonil dan C-O ester sehingga bahan bioplastik merupakan bahan yang mudah terdegradasi karena bahan penyusunnya merupakan senyawa organik.
SINTESIS BIOMASSA BULU AYAM TERAKTIVASI NaOH/Na2SO3 APLIKASINYA PENURUN KADAR TEMBAGA LIMBAH ELEKTROPLATING Nor, Fahrizal; Sunarto, Wisnu; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulu ayam merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan keberadaannya karena adanya kandungan keratin. Penelitian ini dilakukan karena ion logam tembaga bersifat karsinogenik sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan serta bertujuan untuk mengetahui bahwa adsorben bulu ayam yang diaktivasi dengan menggunakan NaOH/Na2SO3 dapat digunakan untuk menurunkan kadar ion logam tembaga, mengetahui kapasitas adsorpsinya serta mengetahui pengaruh pH, konsentrasi tembaga, massa adsorben dan waktu kontak jumlah tembaga yang terserap. Variasi pH dilakukan pada pH 3, 5, 7, 9 dan diperoleh hasil pada kondisi pH optimum 5 dengan massa adsorben 0,5 gram yang divariasi dari 0,1; 0,3; 0,5 dan 0,7 gram dengan waktu kontak 80 menit. Kapasitas adsorpsi  bulu ayam dalam menyerap ion logam tembaga adalah 38,43 mg/g pada kondisi optimum. Konsentrasi awal limbah setelah dianalisis dengan SSA sebesar 2384,1 ppm. Setelah diadsorpsi menunjukkan hasil konsentrasi akhir logam tembaga sebesar 95,48 ppm dengan presentase hasil adsorpsi sebesar 95%. Bulu ayam yang telah digunakan didesorpsi dengan melarutkannya dalam larutan HCl. Presentase tembaga hasil desorpsi sebesar 98%.
PENGOLAHAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU SENGON LAUT MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN Saccharomycess cerevisiae Noviani, Hanny; Supartono, Supartono; Siadi, Kusoro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu sengon laut merupakan komoditi kayu yang luaspenggunaannya. Hanya sekitar 60-70% kayu yang diolah menjadi produk pada proses pengolahannya.Limbah berupa serbuk gergaji merupakan salah satu limbah lignoselulosa yangmengandung 67,94% selulosa. Selulosa berpotensi sebagai bahan baku produksi bioetanol melalui proses delignifikasi, hidrolisis dan biokonversi oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu terbaik pada hidrolisis dan fermentasi selulosa serbuk gergaji kayu sengon laut. Proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 0,01M dan proses hidrolisis selulosa dilakukan dengan HCl 12% pada suhu 110ºC selama variasi waktu 30, 60, 90 dan120 menit, serta fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu 7, 9, 11 dan 13 hari. Waktu terbaik pada proses hidrolisis adalah 60 menit dengan glukosa yang dihasilkan sebesar 12,3125 ppm. Kadar bioetanol tertinggi dicapai pada waktu fermentasi 9 hari yaitu sebesar 2,9990%. Kadar bioetanol meningkat dengan penambahan sukrosa sebanyak 1 g/l yaitu menjadi 7,3644%.
SINTESIS KITOSAN-ARGININ DENGAN KATALIS PIRIDIN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli Purnawan, Candra; Purwanto, Purwanto; Martini, Tri; Kusumaningtyas, Triana; Ambarrukmi, Asnani Ratna
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis kitosan-arginin dengan katalis piridin dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan massa arginin pada kitosan dan variasi suhu reaksi dalam sintesis kitosan-arginin terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli serta membandingkan kitosan dan kitosan-arginin terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli. Sintesis kitosan-arginin dilakukan dengan perbandingan massa (b/b) kitosan:arginin 1:0,5; 1:1; 1:1,25; 1:1,5; 1:2 dan variasi suhu reaksi 60 °C, 80 °C, 100 °C menggunakan katalis piridin untuk mengaktifkan gugus karbonil arginin. Karakterisasi kitosan-arginin meliputi Spektroskopi Sinar Merah (FT-IR), Analisis Termal (TGA-DTA) dan % Nitrogen dengan metode Kjeldahl. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Optical Density (OD) λmaks 600 nm pada jam ke-0, 3, 6, 9, 12, 24 dan 48. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan massa arginin dan variasi suhu reaksi sintesis kitosan-arginin tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap daya hambat bakteri. Namun ketika aktivitas antibakteri kitosan jam ke-48 menurun, aktivitas antibakteri kitosan:arginin 1:1,5 pada 80 ᵒC masih meningkat.
STUDI KINETIKA REAKSI HIDROGEN PEROKSIDA DENGAN IODIDA PADA SUASANA ASAM
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3492

Abstract

Studi kinetika reaksi hidrogen peroksida dengan iodida pada suasana asam telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan apakah hukum laju reaksi merupakan penjumlahan, pecahan ataugabungan keduanya. Desain percobaan yang digunakanadalah metode isolasi dengan H+ dan I- dibuat berlebih terhadap H2O2.Hasil percobaan variasi konsentrasi H+menunjukan reaksi dapat memenuhi hukum laju dalam bentuk penjumlahan. Pada percobaan variasi konsentrasi H2O2, H2O2 teramati dapat berorder 0 atau 1 bergantung pada konsentrasinya sesuai dengan yang diperkirakan dari hukum laju pecahannya. Berdasarkan hasil percobaan, reaksi disimpulkan memiliki hukum laju gabungan keduanya yang lebih lanjut terbukti berdasarkan nilai konstanta laju perhitungan.
SINTESIS KITOSAN-ARGININ DENGAN KATALIS PIRIDIN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3493

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis kitosan-arginin dengan katalis piridin dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan massa arginin pada kitosan dan variasi suhu reaksi dalam sintesis kitosan-arginin terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli serta membandingkan kitosan dan kitosan-arginin terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli. Sintesis kitosan-arginin dilakukan dengan perbandingan massa (b/b) kitosan:arginin 1:0,5; 1:1; 1:1,25; 1:1,5; 1:2 dan variasi suhu reaksi 60 °C, 80 °C, 100 °C menggunakan katalis piridin untuk mengaktifkan gugus karbonil arginin. Karakterisasi kitosan-arginin meliputi Spektroskopi Sinar Merah (FT-IR), Analisis Termal (TGA-DTA) dan % Nitrogen dengan metode Kjeldahl. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Optical Density (OD) λmaks 600 nm pada jam ke-0, 3, 6, 9, 12, 24 dan 48. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan massa arginin dan variasi suhu reaksi sintesis kitosan-arginin tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap daya hambat bakteri. Namun ketika aktivitas antibakteri kitosan jam ke-48 menurun, aktivitas antibakteri kitosan:arginin 1:1,5 pada 80 ᵒC masih meningkat.
KAJIAN KESAHIHAN PERSAMAAN ESPENSON (1995) UNTUK REAKSI ENZIMATIS DAN YANG MIRIP
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3494

Abstract

Telah dilakukan kajian tentang kesahihan persamaan Espenson (1995). Pertama secara teoritis atas paradigma yang digunakan dan kemudian dari hasilpenerapannya pada penentuan tetapan Michaelis-Menten dari reaksi brominasi aseton.  Dikatakan sahih jika, secara teoritis konsisten dengan konsep dasar kinetika kimia dan reaksi enzimatisdan memberikan harga tetapan Michaelis-Menten yang pasti. Ditemukan bahwa persamaan tersebut tidak/kurang sahih.
MODIFIKASI Y220C PADA RESIDU 220 OLEH ADDUCT PRIMA-SISTEIN MERESTORASI Y220C PADA RESIDU 120
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3495

Abstract

Mutasi tirosin pada residu 220 menjadi sistein (Y220C) dapat menginduksi cavity pada residu 220 sebagai pusatnya. Mutasi ini dapat menurunkan kestabilan termal dan menyebabkan adanya sedikit perubahan pada bagian kontak DNA. p53 reactivation and induction of massive apoptosis-1 (PRIMA-1) terbukti dapat mereaktivasi p53, namun mekanisme dan target residunya belum cukup jelas. Fakta eksperimen menunjukkan PRIMA-1 dapat modifikasi sistein dengan membentuk adduct. Penelitian ini ditujukan untuk mengamati efek dinamis modifikasi sistein menggunakan PRIMA-1, yang disebut adduct PRIMA-sistein pada residu 220 untuk mereaktivasi p53. Modifikasi Y220C dilakukan dengan memaksa adduct PRIMA-sistein masuk ke dalam cavity yang berukuran lebih kecil dibanding struktur adduct tersebut. Pengamatan stabilitas pada level molekuler dilakukan dengan cara simulasi dinamika molekuler (DM). Trajektori-Trajektori yang dihasilkan simulasi dinamika molekul selama 100ns menunjukkan perubahan  dinamika karena adanya modifikasi Y220C pada residu nomor 220. Data Backbone B-factor dan order parameter menunjukkan bahwa  adanya modifikasi Y220C sebagian mampu menyerupai wild type pada residu 120 yang merupakan daerah yang berfungsi untuk interaksi dengan DNA. Selain itu, pada residu 155 yang berinteraksi langsung dengan residu 220 juga terdapat peningkatan fleksibilitas residu 155 setelah adanya modifikasi Y220C.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT JERUK NIPIS SEBAGAI PENGHILANG BAU AMIS PADA IKAN
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i2.3496

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghilangkan bau amis pada ikan goreng dengan cara mencampur kulit jeruk nipis dengan minyak goreng yang digunakan. Penelitian ini menggunakan kulit jeruk nipis yang sudah dioven selama 10 menit dengan suhu 60°C. Kulit jeruk nipis yang tepat untuk campuran minyak goreng dapat diketahui dengan menghitung kadar air, angka asam, dan angka peroksida paling rendah pada minyak goreng yaitu pada penambahan kulit jeruk nipis 150 g. Minyak goreng yang ditambah kulit jeruk nipis (150 g) mempunyai kadar air 0,1049 %, angka asam 0,2265 (mg NaOH/g), dan angka peroksida 3,1952 (meq/kg). Waktu menggoreng ikan yang optimum didapat saat menggoreng ikan lele dengan waktu 15 menit yang dilakukan uji organoleptik pada 10 panelis, kemudian ikan lele dianalisis komposisi kimia berupa kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein. Didapatkan komposisi kimia yang tidak jauh berbeda antara ikan lele goreng dengan ikan lele yang digoreng menggunakan minyak kulit jeruk nipis dan bau amis yang terdapat pada ikan lele dapat hilang, sehingga ikan lele layak untuk dikonsumsi dan tidak berbau amis.

Page 2 of 3 | Total Record : 30