cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2017)" : 30 Documents clear
ANALISIS SIFAT ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L) DENGAN PELARUT ORGANIK Karunia, Sabrina Dwie; M.A., Prof Dr. Supartono; M.Si., Dra. Woro Sumarni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji Srikaya (Annona squamosa L) merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dengan berbagai pelarut organik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan dengan  metode soxhletasi dengan pelarut n-heksana, kloroform dan etanol. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak yang diuji 25, 50, 75, 100% dan tanpa ekstrak. Hasil uji fitokimia ekstrak n-heksana, kloroform dan etanol mengandung alkaloid, flavonoid dan tanin. Hasil uji ekstrak n-heksana tidak menunjukkan aktivitas penghambatan. Ekstrak kloroform konsentrasi 100% memberikan  zona bening terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dengan nilai DDH berturut-turut 10 mm dan 9,5 mm. Ekstrak etanol konsentrasi 100% memberikan  zona bening terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dengan nilai DDH berturut-turut 10,5 mm dan 17 mm. Analisis senyawa pada ekstrak etanol dengan FT-IR dan GC-MS. Senyawa ekstrak etanol yang diduga berperan sebagai antibakteri adalah ester metil dari asam heksadekanoat (metil palmitat).
identifikasi betasianin dan uji antioksidan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhiyus Romdonah, Febri Siti; Kusumo, Ersanghono; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red dragon fruit leather is the waste not utilized anymore, whereas dragon fruit contain pigmen betacyanin. The study aim to know pigmen betacyanin and antioxidant activity from the red dragon fruit leather extracts. The reasearch methode is extraction of dragon fruit leather with n-hexsane solvent and ethanol solvent. Identification of betacyanin and analyse antioxidant activity with HPLC and UV-Vis. The research obtained that betacyanin compound on the peak with retention time 2,77 and that was compared with the standard appears on retentiom time 2,85. Tested of antioxidant activity on vitamin C has a IC50 value is 2,54 µg/mL, whereas the IC50 value of extract dragon fruit is 59,12 µg/mL. Vitamin C have the antioxidant activity more powerful than red dragon fruit as the antioxidant activity. The calculation levels of betacyanin 36,67 mg/100g.
FILM BERBASIS EKSTRAK ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU SEBAGAI BIOINDIKATOR KERUSAKAN DAGING AYAM Ananta, Rosalina; Kusuma, Samuel Budi Wardhana; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan film berbasis ektrak antosianin ubi jalar ungu yang di aplikasikan sebagai bioindikator kerusakan pada daging ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preparasi ubi jalar ungu yang optimum dalam proses ekstraksi, mengetahui konsentrasi ekstrak antosianin dalam film antosianin yang paling tepat dijadikan bioindikator dan mengetahui karakteristik fisik film antosianin. Film dibuat menggunakan teknik casting dengan bahan dasar tepung tapioka, gliserol, carboxy methyl cellulose (CMC), dan ekstrak antosianin ubi jalar ungu. Total plate count dan pH daging dianalisis selama rentang waktu 24 jam. Sampel Film antosianin di uji karakteristik fisiknya menggunakan texture analyzer serta diukur nilai perubahan warnanya menggunakan aplikasi Adobe photoshop. Preparasi ekstrak ubi jalar ungu dengan nilai absorbansi UV-Vis tertinggi yaitu preparasi frying (A3). film antosianin dengan nilai perubahan warna tertinggi  yaitu dengan konsentrasi ekstrak antosianin 20% untuk film boiling dan 30% untuk film steam dan frying. Penambahan ekstrak antosianin menyebabkan nilai kuat tarik dan elongasi dari film antosianin semakin menurun
SINTESIS ARANG AKTIF KULIT KACANG TANAH UNTUK MENURUNKAN KADAR SULFIDA INTERFERENSI SIANIDA Lestari, Sri -; Susatyo, Eko Budi; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai adsorpsi ion sulfida (S2-) menggunakan arang kulit kacang tanah yang teraktivasi asam sulfat 2,5 M. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik arang aktif kulit kacang tanah, menentukan pH, waktu kontak, konsentrasi optimum, kapasitas serta energi adsorpsinya dan pengaruh interferensi dengan ion sianida. Hasil karakteristik arang kulit kacang tanah teraktivasi asam sulfat 2,5 M adalah dengan daya serap sebesar 282,5695 mg/g, kadar air sebesar 3,96%, kadar abu sebesar 3,03%. Kondisi optimum adsorpsi sulfida terjadi pada pH 12, waktu kontak adsorpsi yang dibutuhkan adalah 30 menit, dan konsentrasi optimum pada adsorpsi ion sulfida dalam larutan oleh arang aktif terjadi pada 6 ppm. Adsorpsi ion sulfida oleh arang aktif kulit kacang tanah sesuai dengan isoterm adsorpsi Langmuir dengan kapasitas sebesar 2,5615 mg/g dan energi adsorpsi sebesar 37,0584 kJ/mol. Kajian tentang interferensi dengan ion sianida menunjukan ion sianida berpengaruh terhadap adsorpsi ion sulfida.  
Hand Sanitizer Ekstrak Kulit Nanas sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rini, Anggy Rinela Sulistya; Supartono, Supartono; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit nanas di Indonesia umumnya hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal dalam kulit nanas mengandung senyawa-senyawa kimia yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa kulit nanas positif mengandung flavonoid, tanin dan saponin. Hasil analisis UV-Vis dan IR menunjukkan bahwa dalam ekstrak kulit nanas mengandung senyawa flavonoid turunan dihidroflavonol. Kulit nanas hasil ekstraksi digunakan sebagai bahan aktif dalam sediaan hand sanitizer. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antibakteri sediaan pada Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil uji menunjukan bahwa ektrak kulit nanas yang diaplikasikan sebagai hand sanitizer pada konsentrasi 0.5%, 1% dan 1,5% dapat menghambat atau membunuh bakteri dengan sangat baik, namun yang paling optimum menghambat bakteri adalah pada konsentrasi ekstrak kulit nanas 1,5% yang menghasilkan zona hambat sebesar 15 mm pada Escherichia coli dan 15,5 mm pada Staphylococcus aureus. Sedangkan hasil uji kualitas sediaan, semua formula hand sanitizer dinyatakan lolos mutu fisiknya sesuai standar.
INTERKALASI BENZALKONIUM KLORIDA KE DALAM BENTONIT TERAKTIVASI ASAM SULFAT SEBAGAI ADSORBEN Cr(VI) Yulianti, Yulianti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai interkalasi surfaktan ke dalam lempung bentonit teraktivasi asam dan aplikasinya sebagai adsorben anion Cr(VI). Asam yang digunakan untuk aktivasi adalah asam sulfat 3 M dan surfaktan untuk interkalasi adalah benzalkonium klorida (BKC) 1% (v/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interkalasi surfaktan ke dalam antar lapis lempung bentonit menghasilkan peningkatan d-spacing dari 4,5532 Ǻ menjadi 5,1702 Ǻ dan munculnya serapan baru pada bilangan gelombang 2927,72 cm-1 dan 2854,91 cm-1 yang menunjukkan vibrasi simetrik dan asimetrik dari C-H pada metilen (-CH2) dan C-H aromatik pada bilangan gelombang 1459,49 cm-1, dan peningkatan kapasitas adsorpsi dari 0,5032 mg/g (B0) dan 1,2251 mg/g (BA) menjadi 20,1758 mg/g. Kajian terhadap adsorben BA-BKC dan BA untuk adsorpsi kation Cr(III) dan anion Cr(VI) menunjukkan bahwa BA-BKC lebih optimal  untuk adsorpsi anion Cr(VI), sedangkan BA untuk adsorpsi kation Cr(III).
SINTESIS ARANG AKTIF KULIT KACANG TANAH SEBAGAI ADSORBEN SULFIDA TERINTERFERENSI NITRIT Gandaningrum, Dhewi -; Susatyo, Eko Budi; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan penentuan sintesis arang aktif kulit kacang tanah dalam menurunkan kadar ion sulfida. Arang aktif kulit kacang tanah ini diaktifkan menggunakan asam sulfat 2,5 N. Penentuan karakteristik arang aktif kulit kacang tanah kadar air, kadar abu dan daya serap iodin. Hasil karakteristik arang aktif kulit kacang tanah adalah kadar air sebesar 3,96%, kadar abu sebesar 3,03% dan daya serap iodin sebesar 281,3015 mg/g. Optimasi yang dilakukan yaitu pH, waktu kontak dan konsentrasi ion sulfida optimum. Hasil penentuan optimasi didapatkan pH 12, waktu kontak 30 menit dan konentrasi ion sulfida 6 ppm dengan kapasitas sebesar 2,5615 mg/g. Adanya interferensi ion nitrit tidak menjadi pengaruh dalam proses adsorpsi ion sulfida oleh arang aktif kulit kacang tanah karena ion nitrit lebih kuat dibanding ion sulfida maka ion nitrit tidak mengalami hidrolisis dalam air. Dilakukan aplikasi dalam limbah industri tekstil didapatkan daya adsorpsi sebasar 0,7945 mg/g. Kajian kesetimbangan adsorpsi yang diperoleh sesuai dengan adsorpsi isoterm Langmuir.
IMOBILISASI DITIZON PADA KITOSAN DAN APLIKASINYA UNTUK PENURUNAN KADAR ION Pb2+ Amalina, Dina; Susatyo, Eko Budi; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ion Pb2+ adalah ion logam berat beracun dan berbahaya. Kitosan dapat berfungsi sebagai adsorben namun kapasitas adsorpsinya masih cenderung kecil. Salah satu usaha untuk meningkatkan kapasitas adsorpsinya adalah dengan mengimobilisasi ditizon pada kitosan karena terdapat gugus S=C dan –NH yang berperan sebagai pembentuk kelat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kitosan, kitosan terimobilisasi ditizon, dan kitosan terimobilisasi ditizon setelah mengadsorpsi ion Pb2+ menggunakan FT-IR, dan aplikasi kitosan terimobilisasi ditizon untuk penurunan kadar ion Pb2+ pada pH, waktu kontak, dan konsentrasi optimum. Metode adsorpsi yang digunakan adalah metode batch. Hasil spektra kitosan terimobilisasi ditizon muncul gugus S=C dari ditizon pada bilangan gelombang 1380,77 cm-1 dan pada kitosan terimobilisasi ditizon setelah mengadsorpsi ion Pb2+, terjadi pergeseran bilangan gelombang dari 1380,77 cm-1 menjadi 1354 cm-1 karena gugus S=C telah mengikat ion Pb2+, yaitu C=S-Pb. Proses adsorpsi ion Pb2+ diperoleh kapasitas adsorpsi sebesar 17,54 mg/g untuk kitosan dan 27,03 mg/g untuk kitosan terimobilisasi ditizon.
Uji Validitas Analisis Logam Fe dalam Sedimen Sungai Kaligarang dengan FAAS dan ICP-OES Naschan, Muhammad; Prasetya, Agung Tri; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan uji validitas terhadap dua metode analisis logam Fe dalam sedimen sungai Kaligarang dengan Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS) dan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrophotometer (ICP-OES). Uji validitas yang dilakukan meliputi uji linieritas, akurasa, presisi serta penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ). Uji akurasi dihasilkan %recovery 106,87% untuk FAAS dan 97,97% untuk ICP-OES. Uji presisi FAAS diperoleh %RSD 4,02%, dan ICP-OES sebesar 1,69%. Linieritas FAAS sebesar 0,9997 dengan LoD dan LoQ sebesar 0,4360 ppm dan 1,4534 ppm. Untuk linieritas ICP-OES sebesar 0,9999 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,2291 ppm dan 0,7635 ppm. Konsentrasi Fe dalam sedimen sungai Kaligarang dengan FAAS 104.938,7892 mg/kg dan 68.147,5714 mg/kg dengan ICP-OES. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata konsentrasi logam Fe dari kedua metode analisis. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode ICP-OES lebih baik daripada metode FAAS.
ADSORPSI REMAZOL BRILLIANT BLUE MENGGUNAKAN ZEOLIT YANG DISINTESIS DARI ABU LAYANG BATUBARA Maghfiroh, Luluatul; Mahatmanti, F Widhi; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik zeolit yang disintesis dari abu layang batubara, dan mengaplikasikannya sebagai adsorben remazol brilliant blue serta menentukan kapasitas adsorpsinya. Abu layang (silika 34,0%) digunakan sebagai bahan sintesis zeolit. Zeolit hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD dan FTIR, untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi dilakukan variasi pH (5, 6, 7, 8, dan 9), waktu kontak (30, 60, 90, 120, dan 150 menit), dan konsentrasi remazol brilliant blue (50, 100, 150, 200 dan 250 ppm). Hasil penelitian menunjukkan sintesis menghasilkan zeolit yang mirip Na-P1 dan carcrinite. Karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk dengan serapan spesifik pada bilangan gelombang 432,05 cm-1. Adsorpsi zeolit terhadap zat warna optimum terjadi pada pH 6 dengan waktu kontak 120 menit pada konsentrasi awal larutan remazol brilliant blue 200 ppm. Adsorpsi remazol brilliant blue cenderung mengikuti pola isoterm Langmuir dan memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 6,45 mg/g dengan energi 20,44 kJ/mol.

Page 1 of 3 | Total Record : 30