cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2018)" : 30 Documents clear
Analisis Penurunan Kadar Glukosa Fraksi n-Heksan Buah Parijoto (Medinilla speciosa B ) secara in vitro dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Vifta, Rissa; Advistasari, Yustisia Dian
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parijoto fruit (Medinilla speciosa B.) contains flavonoid compounds which are proven had activities as antiradicals and antidiabetic. The aim of this research is to know the activity of glucose level reduction in the n-hexane fraction of Parijoto Fruit (Medinilla speciosa B.). Antidiabetic activity was carried out in vitro with Nelson Somogyi reagent using UV-Vis Spectrophotometry method. The concentrations of n-hexane fractions used were 60, 80, 100, 120, 140, and 160 ppm.   The test results showed that the n-hexane fraction had an activity to lower blood glucose levels with an optimum concentration of 140 ppm with percentage reduction in levels of 56.41%. Flavonoid compounds contained in the n-hexane fraction proved to have antidiabetic activity.
Validasi Metode Penetapan Kuantitatif Metanol dalam Urin Menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector Mariana, Elyta; Cahyono, Edy; Rahayu, Endah Fitriani; Nurcahyo, Bowo
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan uji validitas terhadap tiga metode preparasi analisis metanol dalam urin dengan distilasi, ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat menggunakan gas chromatography. Metode gas chromatography-flame ionization detector (GC-FID) dapat digunakan untuk menentukan kadar metanol dalam urin. Pada uji validasi ditambahkan standar internal propanol. Uji validitas yang yang dilakukan meliputi uji linearitas, akurasi, presisi serta penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ). Linearitas kurva standar dengan GC-FID diperoleh sebesar 0,9998 dengan nilai LoD sebesar 0,0743% dan nilai LoQ sebesar 0,2477%. Uji akurasi dilakukan dengan menghitung persen recovery yaitu 95,56% untuk metode distilasi, 62,40% untuk metode ekstraksi cair-cair dan 66,55% untuk metode ekstraksi fase padat. Hasil uji presisi dengan metode distilasi diperoleh %RSD sebesar 2,03%. Sedangkan %RSD metode ekstraksi cair-cair 3,00% dan 6,77% dengan ekstraksi fase padat. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode distilasi lebih baik daripada metode ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat.
Arang Kulit Kacang Tanah Teraktivasi H3PO4 sebagai Adsorben Ion Logam Cu(II) dan Diimobilisasi dalam Bata Beton Setyawan, Mohammad Nurul; Wardani, Sri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arang kulit kacang tanah dan arang kulit kacang tanah teraktivasi H3PO4 serta untuk mengetahui kemampuan arang aktif untuk adsorpsi ion logam Cu(II) pada kondisi optimum yang kemudian diaplikasikan dalam pembuatan bata beton. Arang kulit kacang tanah teraktivasi dibuat dengan proses karbonisasi dan aktivasi menggunakan larutan H3PO4 10%. Arang kulit kacang tanah tanpa aktivasi memiliki kadar air sebesar 2,99%, kadar abu sebesar 14,23%, daya serap terhadap iod sebesar 1628,90 mg/g, dan luas permukaan sebesar 27,247 m2/g, sedangkan arang kulit kacang tanah teraktivasi memiliki kadar air sebesar 0,4 %, kadar abu sebesar 1,59 %, daya serap terhadap iod sebesar 1998,33 mg/g, dan luas permukaan sebesar 3,918 m2/g. Optimasi pH diperoleh pada pH 3 dengan daya serap ion logam Cu(II) sebesar  45,6553 mg/g, optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 75 menit dengan kemampuan daya serap sebesar 8,5448 mg/g, dan optimasi konsentrasi diperoleh pada konsentrasi 90 ppm dengan kemampuan daya serap sebesar 17,6857 mg/g. Kualitas bata beton yang dihasilkan dengan penambahan limbah arang kulit kacang tanah teraktivasi setelah  digunakan sebagai adsorben ion logam Cu(II) memiliki kuat tekan yaitu sebesar 23,8824 MPa, dibandingkan kuat tekan bata beton biasa sebesar 22,6834 MPa dan bata beton dengan penambahan arang aktif sebesar 18,1523 MPa. Uji leaching pada bata beton mengandung ion logam Cu(II) memiliki kualitas yang baik karena hanya melepaskan 8,685 x 10-9 ppm ion logam Cu(II) kembali.
Sintesis Natrium Lignosulfonat Berbasis Lignin Pelepah Salak Pondoh (Salacca zalacca (Gaertner) Voss) Muharom, Sidik; Sudarmin, Sudarmin; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelepah salak (Salacca zalaacca (Gaertner) Voss) merupakan salah satu tanaman yang mengandung lignin dan tersedia dalam jumlah banyak namun belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lignin pada pelepah salak pondoh sebagai bahan sintesis menjadi natrium lignosulfonat dan menguji aktivitasnya sebagai agen pendispersi. Isolasi lignin dilakukan dengan metode Kraft pulping dengan natrium hidroksida sebagai katalis. Isolat lignin selanjutnya diuji menggunakan spektrofotometer Fourier Transform Infra-Red (FT-IR). Sintesis dilakukan dengan metode sulfonasi menggunakan instrumen refluks dengan natrium bisulfit sebagai bahan pendonor ion sulfat. Hasil sintesis selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FT-IR dan UV-Vis serta diuji aktivitasnya sebagai agen pendispersi pasta gipsum. Data FT-IR lignin isolat menunjukkan kemiripan dengan lignin standar, dan natrium lignosulfonat dengan rasio pembuatan 6:5 menunjukkan serapan di semua gugus fungsi utama pada lignosulfonat yaitu alkena, sulfat, asam karboksilat, dan ester . Hasil UV-Vis pada rasio pembuatan 3:5 menunjukkan kemurnian sebesar 46,71%. Kemampuan dispersi natrium lignosulfonat optimal diperoleh pada rasio 6:5 penambahan 0.20% dengan kenaikan laju aliran sebesar 20%.
Optimasi Penentuan Kadar Metanol dalam Darah Menggunakan Gas Chromatography Rizalina, Hartias; Cahyono, Edy; Mursiti, Sri; Nurcahyo, Bowo; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan keracunan metanol di dalam tubuh dalam dunia forensik perlu dilakukan dengan preparasi yang cepat, tepat dan akurat melihat sampel yang didapatkan jumlahnya sangat terbatas. Penentuan metanol di dalam tubuh seperti darah dapat dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID), sebelum dianalisis sampel darah perlu dipreparasi untuk menghilangkan pengotor oleh karena itu pemilihan metode preparasi yang cepat dan tepat perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preparasi yang paling tepat, cepat, dan akurat, dalam mencapai tujuan tersebut dikaji berbagai jenis metode preparasi sampel yaitu metode distilasi, ekstraksi cair-cair, dan ekstraksi fase padat. Uji validitas dilakukan untuk membuktikan keandalan suatu prosedur yang digunakan dengan beberapa parameter yaitu akurasi, presisi, dan linearitas. Berdasarkan nilai linearitas, LoD dan LoQ, uji akurasi dilakukan dengan menghitung %recovery dan uji presisi dengan metode repeatability didapatkan hasil yang paling tepat dan akurat yaitu pada metode distilasi. Demikian menunjukkan bahwa akurasi dan presisi dari metode distilasi lebih baik dibandingkan metode ekstraksi cair-cair dan ekstraksi fase padat. Oleh karena itu metode distilasi lebih tepat digunakan untuk menentukan kadar metanol dalam darah menggunakan GC-FID.
Ekstraksi Selulosa dari Limbah Pengolahan Agar Menggunakan Larutan NaOH sebagai Prekursor Bioetanol Lestari, Melinda Dwi; Sudarmin, Sudarmin; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.14610

Abstract

Kebutuhan bahan bakar di Indonesia lebih tinggi daripada produksinya, sehingga dibutuhkan suatu energi alternatif terbarukan. Energi alternatif terbarukan ini dapat diperoleh dengan cara mengkonversi selulosa menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NaOH yang optimum saat ekstraksi selulosa dari limbah pengolahan agar yang dapat menghasilkan kadar selulosa tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui tahap ekstraksi selulosa, hidrolisis kimiawi, serta fermentasi. Limbah pengolahan agar di ekstraksi selulosanya dengan konsentrasi NaOH (15; 17,5; 20 %). Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar selulosa paling tinggi dari limbah pengolahan agar sebesar 17,62% diperoleh pada kondisi optimum dengan menggunakan konsentrasi NaOH 20%. Kadar glukosa prekursor bioetanol yang diperoleh dari hidrolisis kimiawi sebesar 980 ppm. Hasil analisis distilat dengan etanol standar menggunakan reaksi kalium dikromat, FT-IR, dan GC dperoleh bahwa distilat mengandung senyawa etanol dengan rendemen sebesar 22,2%.
Preparasi Komposit Kitosan-Bentonit sebagai Adsorben Zat Warna Methyl Orange Rusadi, Eka; Mahatmantie, F Widhi; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.21105

Abstract

Pewarna methyl orange merupakan pewarna yang berpotensi karsinogenik dan beracun, sehingga menjadi masalah utama bagi lingkungan. Salah satu metode adalah adsorpsi sering digunakan untuk menghilangkan pewarna dalam air limbah. Bentonit (BT) memilki daya adsorpsi yang rendah terhadap polutan organik. Kitosan (CS) sangat baik sebagai adsorben alami untuk ion logam dan zat warna, namun CS sulit digunakan sebagai adsorben karena mempunyai daya mengembang dan daya apung yang tinggi. Komposit CS-BT ini banyak dikembangkan sebagai adsorben zat warna. Penelitian yang dilakukan meliputi preparasi komposit CS-BT, karakterisasi komposit dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dan uji adsorpsi yang meliputi optimasi waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Hasil Karakteristik komposit CS-BT menunjukkan basal spacing 4,46279 Ã…, tidak jauh berbeda dengan BT 4,42234 Ã…. Kemampuan CS, BT, dan komposit CS-BT sebagai adsorben methyl orange efektif masing-masing pada waktu kontak 120, 60, dan 60 menit. Konsentrasi optimum CS, BT, dan komposit CS-BT sebesar 462,36; 539,49; dan 539,49 mg/L, pada konsentrasi ini jumlah MO yang teradsorp oleh CS, BT, dan komposit CS-BT sebesar 17,81; 25,11; 23,10 mg/g.
Pengaruh pH terhadap Adsorpsi Ion Cu2+ oleh Polifenol Kluwak (Pangium edule R.) dengan Pembentukan Kompleks Sari, Nur Vita; Susatyo, Eko Budi; Mahatmanti, Fransisca Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.21969

Abstract

Ion Cu2+ di perairan merupakan jenis limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Salah satu upaya mengurangi limbah B3 dengan adsorpsi. Adsorpsi ion Cu2+ oleh ligan senyawa polifenol dari ekstrak kluwak (Pangium edule R.) kemungkinan dapat membentuk interaksi senyawa kompleks. Interaksi tersebut terjadi antara senyawa polifenol terhadap ion Cu2+ yang teradsorpsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi adsorpsi ion Cu2+ oleh senyawa polifenol. Senyawa polifenol yang didapat direaksikan dengan ion Cu2+ serta memvariasi pH. Interaksi antara ion Cu2+ dengan senyawa polifenol diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan menganalisis perbandingan massa. Hasil penelitian menunjukkan adsorpsi optimum ion Cu2+ terjadi dua prediksi interaksi kimia yakni reaksi penukaran ion pada perbandingan massa 1:1 dan reaksi pembentukan senyawa kompleks pada perbandingan massa 1:2. Adanya variasi pH mempengaruhi interaksi yang terjadi antara ion Cu2+ dan senyawa polifenol. Pembentukan interaksi senyawa kompleks antara ion Cu2+ dengan senyawa polifenol yang terbentuk pada pH optimum terjadi pada perbandingan massa Cu:ligan (1:2) dengan bentuk geometri tetrahedral.
Pembuatan Karbon Aktif Ampas Tahu dan Aplikasinya sebagai Adsorben Zat Warna Crystal Violet dan Congo Red Zulichatun, Siti -; Jumaeri, Jumaeri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.21970

Abstract

Crystal Violet (CV) dan Congo Red (CR) masing-masing merupakan zat warna kationik dan anionik. Kedua zat warna tersebut banyak terdapat pada limbah industri tekstil, bersifat karsinogenik dan non biodegradable dengan toksisitas tinggi. Salah satu metode untuk menurunkan konsentrasi CV dan CR adalah melalui proses adsorpsi menggunakan karbon aktif ampas tahu (KAAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik KAAT dan kemampuannya dalam mengadsorpsi zat warna pada berbagai variasi waktu kontak, pH dan konsentrasi awal larutan. Preparasi KAAT dilakukan melalui proses karbonisasi ampas tahu dan proses aktivasi dengan merendam KAAT dalam larutan H3PO4 3 M. Hasil penelitian karakteristik KAAT dilihat dari beberapa parameter uji, antara lain kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan kadar karbon yang dihasilkan, telah memenuhi syarat SNI 06-3730-1995 tentang standar kualitas arang aktif sebagai adsorben. Namun, daya serap iod yang dihasilkan belum memenuhi syarat SNI 06-3730-1995 yaitu minimal 750 mg/g. Hasil uji SAA menggunakan metode BET menunjukkan luas permukaan KAAT sebesar 49,075 m2/g. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus O-H, C-H deformation, C=O. Selain itu, muncul pita serapan baru pada bilangan gelombang 1272 cm-1, 1159 cm-1 dan 1319 cm-1 menunjukkan masing-masing untuk vibrasi regangan C-O dalam P-O-C dan P=O. Adsorpsi CV terjadi pada waktu optimal 75 menit, pH 5 dan Co= 8 mg/L sebesar 98,41%. Adsorpsi CR terjadi pada waktu optimal 60 menit, pH 5 dan Co=25 mg/L sebesar 71,97%.
Adsorpsi Logam Cr(VI) Dan Cu(II) Pada Tanah Dan Pengaruh Penambahan Pupuk Organik Wijayanti, Aris; Susatyo, Eko Budi; Sukarjo, Sukarjo; Kurniawan, Cepi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.22011

Abstract

Penyerapan ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada 3 jenis tanah yang berbeda yaitu jenis tanah Andisol yang berasal dari Magelang, tanah Inseptisol berasal dari Pati, dan jenis Tanah Grumosol berasal dari Demak. 2 gram masing-masing sampel tanah ditambah dengan aquades, CaCl2 0,01 M dan larutan logam Cu(II) dan Cr(VI) dari konsentrasi 20 ppm hingga 200 ppm. Isoterm Langmuir dan isoterm Freundlich digunakan untuk menganalisis model isoterm adsorpsi yang sesuai. Data adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada ketiga jenis tanah lebih sesuai dengan model isoterm Freundlich dibandingkan dengan isoterm Langmuir. Dari ketiga jenis tanah tersebut persamaaan Freundlich lebih sesuai untuk menggambarkan proses adsorpsinya, baik pada ion logam Cu(II) maupun Cr(VI). Persamaan isoterm Freundlich yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghitung kapasitas adsorpsi. Kapasitas adsorpsi tanah untuk ion logam Cu(II) dan Cr(VI) meningkat seiring dengan meningkatnya pH, kapasitas tukar kation dan jumlah fraksi liat dalam tanah. Kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) tertinggi yaitu pada jenis tanah Grumosol kemudian Inseptisol dan terendah pada jenis tanah Andisol. Adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada tanah Andisol yang telah ditambahkan pupuk organik lebih mengikuti model persamaan Langmuir. Penambahan pupuk kandang dapat mempengaruhi kapasitas adsorpsi, dengan penambahan pupuk kandang kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada tanah Andisol meningkat.

Page 2 of 3 | Total Record : 30