cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021" : 10 Documents clear
Hubungan Persepsi terhadap Kompetensi Konselor dan Fungsi BK Dengan Minat Konseling pada Peserta Didik SMPN Surabaya Umam, Khairul; Darminto, Eko; Budiyanto, Budiyanto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.48472

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan persepsi peserta didik terhadap kompetensi konselor dan fungsi bimbingan dan konseling dengan minat dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional dan sampel 398 yang diambil secara random. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus korelasi berganda dan dari analisis tersebut ditemukan: (1) Terdapat hubungan yang signifikan positif antara persepsi terhadap kompetensi konselor dengan minat dalam mengikuti layanan bimbingan dan; (2) Variabel persepsi terhadap fungsi bimbingan dan konseling dengan minat terhadap layanan bimbingan dan konseling juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan; dan (3) Secara bersamaan variabel persepsi terhadap kompetensi konselor dan fungsi bimbingan dan konseling terhadap minat mengikuti layanan bimbingan dan konseling menunjukkan hasil yang sangat signifikan positif. Temuan ini menguatkan pentingnya profesionalitas konselor dan sosialisasi peran dan fungsi bimbingan dan konseling di sekolah
Strategi Penanganan Konflik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mulyati, Enung; Suherman, Uman; Ahman, Ahman
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.53137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) Sumber-sumber konflik; 2) Jenis-jenis konflik; dan 3) Strategi penanganan konflik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan para guru. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data mengunakan triangulasi. Hasil penelitian memberikan gambaran sebagai berikut: 1) Sumber-sumber konflik terdiri dari faktor komunikasi, struktur organisasi, serta faktor manusia; 2) Jenis-jenis konflik meliputi konflik dalam diri sendiri, konflik antar individu, konflik antar kelompok; dan 3) Strategi penanganan konflik melalui proses kolaborasi, akomodasi, dan kompromi.
Penerapan Konseling REBT Untuk Mengurangi Kecemasan Sosial Remaja sari, widya kartika; ade ariani, winda
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.40149

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkap efektifitas upaya menurunkan tingkat kecemasan sosial remaja dengan menggunakan konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) yang bersifat active-directive. Metode penelitian ini adalah penelitian action research atau penelitian tindakan layanan. Subjek penelitian ini adalah sepuluh orang remaja panti asuhan tunas harapan bangsa yang berusia antara 13 sampai 17 tahun. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Peneliti sebagai konselor yang memberikan layanan bimbingan kelompok dan rekan sejawat sebagai observer. Adapun hasil temuan penelitian setelah dilakukan analisis hasil dengan pelaksanaan konseling bimbingan kelompok dua siklus menggunakan teknik REBT terbukti adanya penurunan tingkat kecemasan sosial remaja.
The Effectiveness of Reality Cybercounseling in Improving Senior High School Students’ Academic Honesty Prabawa, Abi Fa'izzarahman; Antika, Eni Rindi
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.47504

Abstract

Munculnya plagiarisme, mencontek saat ujian, mengopi tugas, dan semua tindakan yang tidak jujur dalam akademik menjadi perhatian khusus. Perilaku tidak jujur tersebut membawa dampak yang tidak baik bagi diri siswa bahkan menjadi kepribadian yang dibawa sampai dewasa. Menyikapi kondisi tersebut dan memperhatikan perkembangan IPTEK, maka aplikasi andorid cybercounseling dikembangkan sebagai alternatif bantuan. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas cybercounseling realita dalam meningkatkan kejujuran akademik siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Uji efektifitas menggunakan Single Subject Design (SSD). Subjek penelitian adalah enam siswa SMA di tiga sekolah kota malang yang memiliki kejujuran akademik rendah. Skala kejujuran akademik digunakan untuk mengukur tingkat kejujuran akademik siswa. Skala kejujuran akademik menggunakan modifikasi skala HEXACO (Asthon, et al. 2014) yang dielaborasi dengan pendapat Tomey (2013) dan Stevenson et al. (2006). Subjek penelitian diberikan intervensi berupa cybercounseling realita dengan empat langkah kerja, yaitu: want, do, evaluation, dan plan (WDEP). Instrumen yang digunakan dalam penelitian, di antaranya: pedoman wawancara dan skala psikologis. Hasil analisis dalam kondisi pada enam grafik SSD menunjukkan kecenderungan stabilitas dalam kategori stabil. Analisis antar kondisi menunjukkan persentase overlap 0%, yang artinya bahwa intervensi berpengaruh pada kejujuran akademik.
Model Supervisi Bimbingan dan Konseling Berbasis Structured Reflecting Teams Untuk Guru BK SMA sofyan, afriyadi; sugiyo, sugiyo; kurniawan, kusnarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.48722

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan supervisi bimbingan dan konseling (BK) saat ini; menganalisis model hipotetis supervisi BK berdasarkan Structured Reflecting Team (SRT); menganalisis model akhir; dan menganalisis seberapa efektif supervisi BK berbasis tim refleksi terstruktur. Metode penelitian ini menggunakan tahapan penelitian dan pengembangan, mengacu pada model penelitian dari Borg & Gall (1996) yang disederhanakan menjadi 3 tahapan, yaitu: 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan dan validasi, 3) evaluasi produk. Subyek penelitian ini terdiri dari 1 orang pengawas satuan pendidikan, dan 6 orang guru BK SMA. Pengumpulan data menggunakan: wawancara mendalam, observasi, angket terbuka, format catatan diskusi terfokus. Teknik analisis data melalui instrumen kemudian dilakukan sesuai dengan prosedur penelitian dan pengembangan. Uji keefektifan model menggunakan aplikasi Winstep dan JASP, melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test non parametrik. Hasil menunjukkan bahwa model supervisi oleh pengawas cenderung menggunakan model individual dan belum sepenuhnya berjalan efektif. Model SRTS efektif bagi pengawas guna melaksanakan supervisi program BK di SMA. Pengembangan model supervisi melahirkan model supervisi yang lebih sesuai dengan kebutuhan, sistematis, terstruktur, dan terencana yang dikenal dengan structured reflecting team in group supervision (SRTS). Hasil analisis uji efektifitas model menunjukkan bahwa model ini efektif bagi pengawas dalam melaksanakan supervisi BK di SMA.
Regulasi Emosi Cognitive Reapprisal Remaja Broken Home Ditinjau Dari Pola Asuh Otoriter dan Kualitas Persahabatan Josefanny, Josefanny; Sanjaya, Ersa Lanang
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.49845

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara pola asuh otoriter dan kualitas persahabatan dengan terhadap regulasi emosi cognitive reappraisal pada remaja broken home. Penulisan ini difokuskan kepada regulasi emosi cognitive reappraisal karena regulasi emosi tersebut mengubah situasi menjadi positif sehingga sesuai dengan remaja dengan kondisi broken home. Instrumen penelitian menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Gross & John (2003), skala Parental Authority Questionnaire (PAQ) oleh John R. Buri (1991), dan Friendship Quality Questionnaire (FQQ) oleh Jeffrey G, Parker & Steven R. Asher (1993). Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif desain korelasional menggunakan linear berganda kepada 100 subjek remaja broken home berusia 12-24 tahun di Indonesia. Data diambil dengan menyebarkan kuesioner online dalam bentuk google form melalui teknik accidental sampling pada sosial media seperti tiktok dan instagram. Hasil menunjukkan variabel pola asuh otoriter dan variabel kualitas persahabatan secara bersama-sama mempengaruhi regulasi emosi cognitive reappraisal pada remaja broken home. Abstract The study was conducted to determine the influence between authoritarian parenting and friendship quality on cognitive reappraisal emotion regulation in broken home adolescents. This writing is focused on the cognitive reappraisal emotion regulation because the emotion regulation tend to changes the situation into a positive ways so that it suits adolescents with broken home conditions. The research instrument used the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) scale by Gross & John (2003), the Parental Authority Questionnaire (PAQ) scale by John R. Buri (1991), and the Friendship Quality Questionnaire (FQQ) by Jeffrey G, Parker & Steven R. Asher (1993). The study was conducted with quantitative methods of correlational design with multiple linear to 100 broken home adolescents subjects at the age between 12-24 years in Indonesia. Data was taken by distributing online questionnaires (google form) through accidental sampling technique on social media such as tiktok and instagram. The results showed authoritarian parenting variables and friendship quality variables simultaneously affected the cognitive reappraisal emotion regulation in broken home adolescents
Analisis Isu Etis dalam Konseling Online dan Rekomendasi untuk Perbaikan Praktik di Masa Depan munawaroh, eem -; folastri, sisca; Nugraheni, Edwindha Prafitra; isrofin, binti
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.53233

Abstract

Peningkatan signifikan pelaksanaan konseling online sejak terjadinya pandemi Covid-19 memunculkan berbagai isu terutama terkait implementasi kode etik dalam pelaksanaan konseling online. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis secara mendalam isu-isu etis dalam konseling online serta rekomendasi sebagai alternatif solusi bagi perbaikan praktik di masa depan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode literature riview melalui lima tahapan investigasi yakni perancangan, pelaksanaan, analisis, strukturisasi, dan penulisan review. Hasil analisis terhadap isu -isu etis dalam konseling online menunjukkan isu kerahasiaan, komunikasi non-verbal, pengakhiran konseling online yang prematur, kompetensi lintas budaya, dan jaringan internet menjadi isu-isu etis yang paling problematis untuk menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan konseling online. Rekomendasi untuk perbaikan praktik konseling online di masa depan adalah konselor diharapkan mampu mengidentifikasi jenis konseling online yang paling sesuai dengan kenyamanan dan masalah konseli, mampu mengidentifikasi kemungkinan kesalahpahaman, memelihara batasan professional, menjaga kerahasiaan alat elektronik, antisipasi time delay, kemampuan membentuk hubungan secara online dan mengikuti pelatihan tersupervisi praktik konseling online. Asosiasi profesi juga dapat mendukung keberhasilan konseling online dengan menyusun dan menetapkan kode etik konseling online.
Peran Mediasi Career Engagement dalam Career Adaptability terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.68036

Abstract

Kemampuan adaptabilitas karier (career adaptability) dan keterlibatan karier (career engagement) mahasiswa selama menempuh pendidikan perlu dipersiapkan agar dapat menghadapi bergai tantangan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi career engagement terhadap career adaptability pada prestasi akademik mahasiswa. Jenis penelitian ini kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang, yang dipilih secara acak (n=286). Metode pengumpulan data menggunakan Career Adapt-Ability Scale (CAAS), Career Engagement Scale (CES) dan indeks prestasi kumulatif. Hasil reliabilitas instrumen yaitu CAAS 0,925 dan CES 0,910. Analisis mediasi menggunakan teknik bias corrected dengan N= 2000 dan confident interval 95%, dengan software SPSS sintaks PROCESS Hayes. Hasil riset menunjukkan bahwa career adaptability mempengaruhi prestasi akademik yang dimediasi career engagement terbukti signifikan (LLCI= 0.02, ULCI= 0.07). Implikasi penelitian ini bagi dosen maupun konselor perguruan tinggi yaitu perlu membimbing dan memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun penunjang akademik sehingga dapat meningkatkan kemampuan adaptabilitas karier, keterlibatan karier dan prestasi akademik.
Supervisi Terbimbing : Strategi Internalisasi Mind-Skills Mahasiswa BK dalam Praktik Keterampilan Dasar Konseling
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.68126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok teknik permainan kerja sama dalam meningkatkan interaksi sosial anak di panti asuhan Amanah Ambarawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental, post-test only control design dengan jumlah sampel sebanyak 10 anak dibagi 2 kelompok, kelompok eksperimen dan kontrol dengan teknik random sampling. Alat pengumpulan data penelitian menggunakan skala interaksi sosial dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok teknik permainan kerja sama dapat meningkatkan interaksi sosial anak di panti asuhan Amanah Ambarawa. Hal ini ditunjukkan melalui perbandingan skor rata-rata pre-test dan post-test kelompok eksperimen yaitu 79,4 (kategori sedang) menjadi 107,2 (kategori sangat tinggi). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,005 < 0,05, artinya layanan konseling kelompok teknik permainan kerja sama efektif untuk meningkatkan interaksi sosial. The basic skills that professional counsellors must have are: counselling theories and approaches, basic communication skills in counselling, and mind-skills. Basic skills need to be internalised since pre-service education at the undergraduate level. Guided supervision is a strategy used to internalise basic skills, especially mind-skills. Guided supervision was implemented through classroom action research with the aim of improving the quality of learning processes and outcomes. This classroom action research took place over two cycles. This research was conducted at the Department of BK FIP UM located in the D1.307 building in the Basic Counselling Skills (KDK) course. The subjects used were KDK students class of 2015, semester 3 as many as 35 consisting of 7 male students and 28 female students. Data in this study were collected with various instruments, including: (1) mind-skills self-reflection format, (2) Student Learning Experience Journal (JPBM) format, (3) observation guidelines for student performance, (4) daily assignment format, (5) Mid Semester Exam (UTS) format, (6) Final Semester Exam (UAS) format, (7) mind-skills test instrument; (8) learning recording journal; and (9) co-teacher performance observation guidelines. The research data were analysed quantitatively and qualitatively. The results showed that guided supervision can help students to internalise mind-skills in the practice of basic counselling skills.
Analisis Pelayanan Konseling di Instansi Pemerintah, Dunia Industri, dan Pendidikan Non Formal
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.68172

Abstract

Pelayanan konseling merupakan upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan konselor guna memfasilitasi perkembangan konseli dalam mencapai kemandirian di kehidupan sehari-hari. Pelayanan konseling diselenggarakan melalui berbagai komponen program dan bidang layanan. Penelitian bertujuan menganalisis penyelenggaraan pelayanan konseling oleh konselor pada setting instansi pemerintah, dunia industri, dan pendidikan non formal. Penelitian dilakukan melalui metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu angket terkait penyelenggaraan pelayanan konseling. Populasi penelitian merupakan konselor profesional alumni program Pendidikan Profesi Konselor (PPK) Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (FIP UNNES) berjumlah 216 orang. Sampling menggunakan teknik purposive sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Uji statistik deksriptif digunakan sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan konseling yang diselenggarakan oleh konselor profesional berkualifikasi S1 BK dan telah menempuh program PPK pada setting instansi pemerintah sebesar 63,7%, pada dunia industri sebesar 12,1%, dan pendidikan non formal sebesar 24,2%. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan kajian dan analisis terhadap evaluasi kurikulum prodi PPK yang merujuk pada penyelenggaraan pelayanan konseling oleh konselor profesional di setting instansi pemerintah, dunia industri, dan pendidikan non formal. Counseling services are systematic, objective, logical, and sustainable and programmed efforts by counselors to facilitate the development of counselees in achieving independence in everyday life. Counseling services are provided through various program components and service areas. This study aims to analyze the implementation of counseling services by counselors in the setting of government agencies, the industrial world, and non-formal education. The research was conducted through a descriptive survey method with a quantitative approach. The instrument used is a questionnaire related to the implementation of counseling services. The research population is professional counselors alumni of the Counselor Professional Education (PPK) Department of Guidance and Counseling (BK) Faculty of Education, State University of Semarang (FIP UNNES) totaling 216 people. Sampling using purposive sampling technique so that the entire population is used as a research sample. Descriptive statistical test was used as a method of data analysis. The results showed that the counseling services provided by professional counselors with a Bachelor's degree in Guidance and Counseling and who had taken the PPK program in government agency settings were 63.7%, in the industrial world by 12.1%, and in non-formal education by 24.2%. The results of the study are expected to be used as material for study and analysis of the evaluation of the PPK study program curriculum which refers to the implementation of counseling services by professional counselors in government agencies, industry, and non-formal education settings

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue