cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies
ISSN : 22526447     EISSN : 25274597     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies (IJCETS) publish two major themes on educational technology and curriculum studies
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2022): April 2022" : 6 Documents clear
Integrating Climate Change and Smart Agriculture Contents into Nigerian School Curriculum
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i1.50938

Abstract

The importance of the agricultural sector to the Nigerian economy is highly invaluable, although, it is highly responsive and vulnerable to climate change. Climate change has caused decline and volatility in agricultural production, thereby exacerbating food insecurity and hunger in countries such as Nigeria. Most of the Nigerian farmers are rainfed and conservative towards technological change, this calls for the need to develop curriculum contents on smart agriculture for youth who will steer agricultural activities in the nearest future. This study adopts Stufflebeam’s (Content-Input-Process-Product) curriculum content creation process to develop content on climate change and smart agriculture for incorporation into the senior school agricultural science curriculum in Nigeria. The contents were developed using the Food and Agricultural Organization of the United Nations outlined climate-smart agricultural practices as suggested in themes 1 and 2 of the curriculum Abstrak Sektor pertanian sangat penting bagi perekonomian Nigeria, meskipun sangat responsif dan rentan terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim telah menyebabkan penurunan dan ketidakstabilan dalam produksi pertanian, sehingga memperburuk kerawanan pangan dan kelaparan di negara-negara seperti Nigeria. Sebagian besar petani Nigeria menggarap pertanian tadah hujan dan konservatif terhadap perubahan teknologi. Kondisi tersebut meniscayakan perlunya mengembangkan konten kurikulum pertanian cerdas (smart agriculture content) untuk pemuda yang akan mengarahkan kegiatan pertanian dalam waktu terdekat. Studi ini mengadopsi model Stufflebeam (Content-Input-Process-Product) dalam proses pembuatan konten kurikulum untuk mengembangkan materi tentang perubahan iklim dan pertanian cerdas untuk dimasukkan dalam kurikulum ilmu pertanian sekolah menengah di Nigeria. Konten dikembangkan mengacu pada Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menguraikan praktik pertanian cerdas iklim sebagai tema 1 dan 2 yang disarankan dari kurikulum
Revisiting PIMRS and Curriculum Instruction Management: Evaluation of Principalship in Banda Aceh
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i1.51149

Abstract

This research explored how the principals in Banda Aceh XYZ Schools manage the curriculum and instruction and its relatedness to Principal Instructional Management Rating Scale (PIMRS) (Halinger, 1985). This research has 3 research questions and to answer them, a cross-sectional survey, adapted from PIMRS was used and administered to 186 teachers from local schools there. Research findings indicate that principals of Banda Aceh XYZ school played moderate roles (µ =3.78) in managing curriculum and instruction, and no statistical difference between male and female teachers’ perceptions of principals’ roles in managing curriculum and instruction. The results pointed to the importance of having workshops and policy discussions to improve teaching and parallel understanding of curriculum and instruction for teachers and administrators. Abstrak Penelitian ini mengupas bagaimana kepala sekolah di Sekolah-Sekolah XYZ di Banda Aceh mengatur kurikulum dan pengajaran serta keterkaitannya dengan Principal Instructional Management Rating Scale (PIMRS) (Hallinger, 1985). Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan penelitian dengan mengadaptasi PIMRS dalam survei terhadap 186 orang guru di sekolah lokal. Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa kepala-kepala sekolah XYZ di Banda Aceh berperan moderat (sedang) (µ =3.78) dalam mengatur kurikulum dan pengajaran, dan tidak ditemukan perbedaan signifikan antara pendapat guru laki-laki dan perempuan dalam hal peran kepala sekolah mengatur kurikulum dan pengajaran. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan pentingnya pelatihan dan pembahasan kebijakan untuk meningkatkan pengajaran dan pemahaman menyeluruh terhadap kurikulum dan pengajaran bagi guru dan admistrator sekolah.
The Effectiveness of Google Classroom in the Flipped Class-room Model for English Subjects in Vocational School
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i1.54802

Abstract

The purpose of this study is to determine the effectiveness of Google classroom as an e-learning-based learning medium in the Flipped Classroom model to improve student learning outcomes in English subjects at Ibu Kartini Vocational High School, Semarang City. The research method used in this study was quantitative approach, a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design model. The sample selection of this research is simple random sampling technique. The tool used to collect data in this study was a test with 50 multiple choice questions. The data analysis technique used is the independent sample t-test and the N-gain score test. The results of the hypothesis test showed that there was a significant difference in learning outcomes between the experimental class and the control class. It means that the use of Google classroom as an e-learning-based learning medium in the Flipped Classroom model proved effective in improving students' learning outcomes. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana keefektifan Google classroom sebagai media pembelajaran berbasis e-learning dalam model Flipped Classroom untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa inggris di SMK Ibu Kartini kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan pola quasi experimental design dengan model non-equivalent control group design. Pemilihan sampel penelitian ini dengan teknik simple random sampling. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah Tes dengan soal pilihan ganda sebanyak 50 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji independent sampel t-test dan uji N-gain score. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Google classroom sebagai media pembelajaran berbasis e-learning dalam model Flipped Classroom terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris.
Marine Local Content Curriculum for Coastal Community: an Insight from Integrated Islamic Elementary School, Batam City
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i1.55144

Abstract

This study aims to obtain information related to the content of the marine curriculum in order to preserve the wisdom of coastal communities carried out at the SD IT Mahabbatul Haq Batam City. The research method uses descriptive qualitative research with a case study design. Data collection techniques with interviews, observation, and documentation. The results showed that 2 factors caused the lack of implementation of marine local content at SD IT Mahabbatul Haq Batam City. These factors consist of internal factors, namely administratively the SD IT Mahabbatul Haq Batam City does not yet have the necessary documents such as marine curriculum documents and Learning Implementation Plan (RPP). The implementation of marine local content learning is only guided by the syllabus of marine local content subjects. Meanwhile, external factors have not had a major impact on the surrounding coastal communities. In addition, 2 factors influence the reason why the application of local marine content in supporting the preservation of the wisdom of coastal communities, namely the environmental aspect, and the cultural aspect. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait muatan kurikulum kelautan guna melestarikan kearifan masyarakat pesisir yang dilaksanakan di Sekolah Dasar IT Mahabbatul Haq Kota Batam. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 faktor yang menyebabkan kekurangan dari pelaksanaan muatan lokal kelautan di SD IT Mahabbatul Haq Kota Batam. Faktor tersebut terdiri dari faktor internal yaitu secara administratif Sekolah Dasar IT Mahabbatul Haq Kota Batam belum memiliki dokumen yang diperlukan seperti dokumen kurikulum kelautan dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelautan. Pelaksanaan pembelajaran muatan lokal kelautan hanya berpedoman pada silabus mata pelajaran muatan lokal kelautan. Sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan belum berdampak besar terhadap masyarakat pesisir disekitarnya. Selain itu terdapat 2 faktor juga yang mempengaruhi alasan mengapa diterapkannya muatan lokal kelautan dalam mendukung pelestarian kearifan masyarakat pesisir yaitu segi lingkungan, dan segi kultural.
The Management Process of the Emergency Curriculum and Its Influential Factors: Insight from the Field
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i1.56103

Abstract

This study aims to identify the problems that arose amid the implementation of the emergency curriculum endorsed by the government among teachers and students. The emergency curriculum is a top-down curricular intervention as a means to overcome the problems caused by the Covid-19 outbreak. The research has been conducted in one senior high school in the center of Semarang City, involving several interviewees by employing a qualitative approach. The results showed that there are varieties of teachers’ understanding of emergency curriculum as well as their resistance and acceptance. During the planning stage, the role of teacher association based on the subject matter (MGMP), district of education office, and school principal are central. Afterward, in the organizing and implementation stages of the emergency curriculum technical and non-technical barriers from the students cause learning problems, e.g. poor internet infrastructure, lack of digital literacy skills, and teachers’ misunderstanding of the basic concept of emergency curriculum. However, until the end of the process management (assessment stage) there is no significant problems can be found. In this regard, all students have met the minimum required standard of achievement. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang muncul di tengah penerapan kurikulum darurat yang disahkan oleh pemerintah di kalangan guru dan siswa. Kurikulum darurat merupakan intervensi kurikuler dari atas ke bawah sebagai sarana untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh wabah Covid-19. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA di pusat Kota Semarang, melibatkan beberapa narasumber dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pemahaman guru terhadap kurikulum darurat, juga resistensi dan penerimaan mereka. Pada tahap perencanaan, peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Dinas Pendidikan, dan kepala sekolah sangat penting. Setelah itu, pada tahap pengorganisasian dan implementasi kurikulum darurat, hambatan teknis dan non-teknis dari siswa menyebabkan masalah pembelajaran, misalnya infrastruktur internet yang buruk, kurangnya keterampilan literasi digital, dan kesalahpahaman guru terhadap konsep dasar kurikulum darurat. Walau demikian, hingga akhir proses pengelolaan (tahap penilaian) tidak ditemukan masalah yang berarti. Dalam hal ini, semua siswa telah memenuhi standar pencapaian minimum yang disyaratkan (KKM).
Do There Any Higher Order Thinking Skills in the Cambridge Primary Mathematics Textbook?
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i1.56341

Abstract

The poor results of national and international assessments make the national curriculum get criticism. Meanwhile, the Cambridge curriculum gets popular because of its quality. Textbooks as curriculum manifestations affect student learning. This study describes Higher Order Thinking Skills (HOTS) and the dominance of its level in the Cambridge Primary Mathematics 4 textbooks which are Teacher's Resources and Learner's Book. This study uses a directed qualitative content analysis method. This research shows that all HOTS levels (analyze, evaluate, and create) are spread across four major themes (number, measure, data handling, and geometry) Teacher's Resource and Learner's Book. Theoretically, HOTS in the Teacher's Resource and Learner's Book can teach critical thinking, creativity, collaboration, and communication because the learning content of HOTS in this book uses a student-centered approach and the teacher actively provides scaffolding using open-ended questions, discussions, and group activities. HOTS level creating is dominant in Teacher's Resource and analysis is dominant in Learner's Book. Abstrak Hasil assesmen nasional dan internasional yang konsisten buruk membuat kurikulum nasional menuai kritik. Sementara itu, kurikulum Cambridge diminati sejumlah kalangan karena dianggap lebih berkualitas. Buku teks sebagai manifestasi kurikulum berpengaruh terhadap pembelajaran siswa. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan dominasi levelnya dalam buku teks Cambridge Primary Mathematics 4 yang terdiri dari Teacher’s Resources dan Learner’s Book. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif terarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga level HOTS (menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) tersebar dalam keempat tema besar (number, measure, handling data, dan geometry) Teacher’s Resource dan Learner’s Book. Secara teoretis, HOTS dalam Teacher’s Resource dan Learner’s Book dapat membelajarkan critical thinking, creativity, collaboration, dan communication karena pembelajaran muatan HOTS dalam buku ini terpusat pada siswa dan guru aktif memberikan scaffolding menggunakan pertanyaan open-ended, diskusi, serta aktivitas berkelompok. HOTS dalam Teacher’s Resource didominasi oleh level mencipta, sedangkan Learner’s Book didominasi level menganalisis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6