cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Beauty and Beauty Health Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 6 Documents clear
KUALITAS RIAS PENGANTIN JOGJA PAES AGENG PADAN PARAS DI KABUPATEN SEMARANG Puspitasari, Diah; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas rias pengantin putri Jogja paes ageng padan paras di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Semarang yang meliputi, Ungaran, Bergas, Salatiga, dan Ambarawa dengan subyek para perias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada ketua Harpi Melati, dan wakil para perias pengantin di Kabupaten Semarang. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan Trianggulasi. Analisis data kualitatif ini dilakukan melalui langkah: reduksi, klasifikasi, interprestasi, dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum rias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang memiliki kualitas yang baik, dan hal ini berhubungan dengan pendidikan, keterampilan, peralatan, kosmetika, teknik dan busana. Sementara itu, ditinjau dari faktor fisik pengantin kualitas riasan berhubungan dengan bentuk wajah, bagian wajah, warna dan jenis kulit, serta kondisi psikis. Para perias sebaiknya memperhatikan busana pakem Jogja paes ageng yaitu busana dodotan2, banyak mengikuti kegiatan seminar maupun studi banding, dan diperlukan promosi hasil riasan.His research aim to know the quality of bride makeup of Jogja ageng paes putri correspond face in Sub-Province of Semarang. Research conducted in Sub-Province of Semarang covering, Ungaran, Bergas, Salatiga, and Ambarawa with subyek bride makeup person of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang. Data collecting conducted with observation method, documentation, and interview to chief of Harpi Jasmine, and proxy bride makeup person in Sub-Province of Semarang. The technic of authenticity data with Triangulating. Analysis Data qualitative this pass step: discount, classification, interprestasi, and presentation of data, and also withdrawal of conclusion. Pursuant to result of research can be concluded that in general rias pengantin of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang have the quality of good, and this matter relate to education, skill, equipments, kosmetika, cloth and technique. Meanwhile, evaluated from physical factor of bride the quality of relate ornament to face form, part of face, husk type and colour, and also psychical condition. Makeup person better pay attention cloth of pakem Jogja ageng paes that is cloth of dodotan2, following many activity of study and also seminar compare, and needed by promotion result of ornament.
PENGARUH KOSMETIKA ANTI AGING WAJAH TERHADAP HASIL PERAWATAN KULIT WAJAH Atmaja, Nila Surya; -, Marwiyah; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan kosmetika anti aging wajah terhadap hasil perubahan perawatan kulit wajah. Populasi penelitian sejumlah 80 orang, dan dengan teknik purposive sample diambil 10 responden sebagai sampel yaitu Ibu-ibu guru SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya hasil perubahan dari perawatan kulit wajah pada ibu guru. Pada aspek kondisi kulit wajah diperoleh rata-rata skor sebelum penggunaan anti aging sebesar 1,4 dan sesudah menggunakan kosmetika sebesar 1,8 atau mengalami kenaikan sebesar 28,57. Untuk aspek tekstur kulit wajah diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah penggunaan anti aging sebesar 2,6 dan 3,7 atau mengalami peningkatan sebesar 42,31, Selanjutnya pada kerutan kulit wajah diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah pemakaian kosmetika anti aging sebesar 2,7 dan 3,3 atau mengalami kenaikan sebesar 22,22, dan terakhir untuk aspek kelainan sebelum dan sesudah penggunaan anti aging sebesar 2,1 dan 2,9, atau mengalami peningkatan sebesar 38,10. Dari hasil perhitungan Uji wilcoxon diketahui dengan penggunaan kosmetika anti aging wajah berpengaruh terhadap perubahan tekstur, kerutan dan kelainan kulit wajah menjadi lebih halus, kencang, kerutan berkurang, dan menyamarkan kelainan kulit wajah seperti pigmentasi kulit.This research aim to know that there is influence of usage cosmetics anti face aging to result of change of treatment of face husk. Research population a number of 80 people, and with technique of purposive sample taken by 10 responder as sample are teachers mother in SMK. Data collecting conducted with observation method, documentation, and interview. Data analysis conducted with test of wilcoxon. Result of research show the existence of result of change of treatment of face husk teacher mother. Aspect of condition of face husk obtained by score mean before usage anti aging equal to 1,4 and after using cosmetics equal to 1,8 or experience of increase equal to 28,57. For the aspect of face husk texture obtained by mean before and after usage anti aging equal to 2,6 and 3,7 or experience of the make-up of equal to 42,31, Here in after at skin creasing obtained by mean before and after usage of cosmetics anti aging equal to 2,7 and 3,3 or experience of increase equal to 22,22, and last for the aspect of disparity before and after usage anti aging equal to 2,1 and 2,9, or experience of the make-up of equal to 38,10. From result of calculation of Test of wilcoxon known with usage of cosmetics anti face aging have an effect on to change of texture, creasing, and disparity of face husk become softly, boisterous, creasing decreases, and disguise disparity of face husk like husk pigmentation.
PERANAN JURU RIAS PENGANTIN TERHADAP PELESTARIAN TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN ADAT SOLO Wulandari, Yunika Niken; -, Marwiyah; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan yang dilakukan juru rias pengantin dan seberapa besar peranannya terhadap pelestarian tata rias dan busana pengantin adat Solo Putri di Kabupaten Temanggung. Seluruh juru rias pengantin Temanggung yang tergabung dalam Himpunana Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) MELATI cabang Temanggung yang berjumlah 50 orang sebagai sampel dalam penelitian ini. Penelitian diawali dengan perencanaan yang meliputi menentukan sampel serta merancang instrumen yang akan digunakan untuk melakukan penelitian, dilanjutkan pelaksanaan yang meliputi mengujicoba, menganalisis hasil ujicoba, dan penentuan instrumen yang digunakan untuk penelitian; penyebaran angket, dan diakhiri analisis data. Persamaan estimasi regresi sederhana yang dihasilkan adalah = 29.94 + 1.25X dengan korelasi sebesar 0.726 artinya ada pengaruh yang signifikan antara peranan yang dilakukan oleh juru rias pengantin terhadap pelestarian tat rias dan busana pengantin adat Solo Putri di Kabupaten Temanggung dan besarnya pengaruh tersebut sebesar r2 = (0.726)2 = 0.527 atau 52.7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa juru rias pengantin memberikan peranan yang signifikan terhadap pelestarian tata rias dan busana pengantin adat solo putri di Kabupaten Temanggung, yang termasuk dalam kategori cukup baik sebesar 52.7%.This research aim to know conducted by role is expert of makeup bride and how big its role to continuation of arranging cloth and makeup bride custom of Solo Putri in Sub-Province of Temanggung. Entire expert of makeup bride of merged into Temanggung is Himpunana Expert of Rias Pengantin Indonesia (HARPI) JASMINE branch Temanggung amounting to 50 people as sampel in this research. Research early with planning covering to determine sampel and also design instrument to be used to conduct research, continued by execution covering test tries, analysing result of test tries, and determination of instrument used for the research of; spreading of enquette, and terminated by data analysis. Equation of estimation of regresi simple the yielded = 29.94 + 1.25X with correlation equal to its 0.726 meaning there is influence which is significant between role conducted by expert of rias pengantin to continuation of rias tat and cloth pengantin of Solo custom of Putri [in] Sub-Province of Temanggung and level of the influence equal to r2 = (0.726)2 = 0.527 or 52.7%. Result of research indicate that expert of makeup bride give role which [is] signifikan to continuation of arranging cloth and makeup bride custom of Solo Putri in Sub-Province of Temanggung, which included in good enough category equal to 52.7.
KUALITAS RIAS PENGANTIN JOGJA PAES AGENG PADAN PARAS DI KABUPATEN SEMARANG
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v1i1.293

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas rias pengantin putri Jogja paes ageng padan paras di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Semarang yang meliputi, Ungaran, Bergas, Salatiga, dan Ambarawa dengan subyek para perias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada ketua Harpi Melati, dan wakil para perias pengantin di Kabupaten Semarang. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan Trianggulasi. Analisis data kualitatif ini dilakukan melalui langkah: reduksi, klasifikasi, interprestasi, dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum rias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang memiliki kualitas yang baik, dan hal ini berhubungan dengan pendidikan, keterampilan, peralatan, kosmetika, teknik dan busana. Sementara itu, ditinjau dari faktor fisik pengantin kualitas riasan berhubungan dengan bentuk wajah, bagian wajah, warna dan jenis kulit, serta kondisi psikis. Para perias sebaiknya memperhatikan busana pakem Jogja paes ageng yaitu busana dodotan2, banyak mengikuti kegiatan seminar maupun studi banding, dan diperlukan promosi hasil riasan.His research aim to know the quality of bride makeup of Jogja ageng paes putri correspond face in Sub-Province of Semarang. Research conducted in Sub-Province of Semarang covering, Ungaran, Bergas, Salatiga, and Ambarawa with subyek bride makeup person of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang. Data collecting conducted with observation method, documentation, and interview to chief of Harpi Jasmine, and proxy bride makeup person in Sub-Province of Semarang. The technic of authenticity data with Triangulating. Analysis Data qualitative this pass step: discount, classification, interprestasi, and presentation of data, and also withdrawal of conclusion. Pursuant to result of research can be concluded that in general rias pengantin of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang have the quality of good, and this matter relate to education, skill, equipments, kosmetika, cloth and technique. Meanwhile, evaluated from physical factor of bride the quality of relate ornament to face form, part of face, husk type and colour, and also psychical condition. Makeup person better pay attention cloth of pakem Jogja ageng paes that is cloth of dodotan2, following many activity of study and also seminar compare, and needed by promotion result of ornament.
PENGARUH KOSMETIKA ANTI AGING WAJAH TERHADAP HASIL PERAWATAN KULIT WAJAH
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v1i1.328

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan kosmetika anti aging wajah terhadap hasil perubahan perawatan kulit wajah. Populasi penelitian sejumlah 80 orang, dan dengan teknik purposive sample diambil 10 responden sebagai sampel yaitu Ibu-ibu guru SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya hasil perubahan dari perawatan kulit wajah pada ibu guru. Pada aspek kondisi kulit wajah diperoleh rata-rata skor sebelum penggunaan anti aging sebesar 1,4 dan sesudah menggunakan kosmetika sebesar 1,8 atau mengalami kenaikan sebesar 28,57. Untuk aspek tekstur kulit wajah diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah penggunaan anti aging sebesar 2,6 dan 3,7 atau mengalami peningkatan sebesar 42,31, Selanjutnya pada kerutan kulit wajah diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah pemakaian kosmetika anti aging sebesar 2,7 dan 3,3 atau mengalami kenaikan sebesar 22,22, dan terakhir untuk aspek kelainan sebelum dan sesudah penggunaan anti aging sebesar 2,1 dan 2,9, atau mengalami peningkatan sebesar 38,10. Dari hasil perhitungan Uji wilcoxon diketahui dengan penggunaan kosmetika anti aging wajah berpengaruh terhadap perubahan tekstur, kerutan dan kelainan kulit wajah menjadi lebih halus, kencang, kerutan berkurang, dan menyamarkan kelainan kulit wajah seperti pigmentasi kulit.This research aim to know that there is influence of usage cosmetics anti face aging to result of change of treatment of face husk. Research population a number of 80 people, and with technique of purposive sample taken by 10 responder as sample are teachers mother in SMK. Data collecting conducted with observation method, documentation, and interview. Data analysis conducted with test of wilcoxon. Result of research show the existence of result of change of treatment of face husk teacher mother. Aspect of condition of face husk obtained by score mean before usage anti aging equal to 1,4 and after using cosmetics equal to 1,8 or experience of increase equal to 28,57. For the aspect of face husk texture obtained by mean before and after usage anti aging equal to 2,6 and 3,7 or experience of the make-up of equal to 42,31, Here in after at skin creasing obtained by mean before and after usage of cosmetics anti aging equal to 2,7 and 3,3 or experience of increase equal to 22,22, and last for the aspect of disparity before and after usage anti aging equal to 2,1 and 2,9, or experience of the make-up of equal to 38,10. From result of calculation of Test of wilcoxon known with usage of cosmetics anti face aging have an effect on to change of texture, creasing, and disparity of face husk become softly, boisterous, creasing decreases, and disguise disparity of face husk like husk pigmentation.
PERANAN JURU RIAS PENGANTIN TERHADAP PELESTARIAN TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN ADAT SOLO
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v1i1.329

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan yang dilakukan juru rias pengantin dan seberapa besar peranannya terhadap pelestarian tata rias dan busana pengantin adat Solo Putri di Kabupaten Temanggung. Seluruh juru rias pengantin Temanggung yang tergabung dalam Himpunana Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) MELATI cabang Temanggung yang berjumlah 50 orang sebagai sampel dalam penelitian ini. Penelitian diawali dengan perencanaan yang meliputi menentukan sampel serta merancang instrumen yang akan digunakan untuk melakukan penelitian, dilanjutkan pelaksanaan yang meliputi mengujicoba, menganalisis hasil ujicoba, dan penentuan instrumen yang digunakan untuk penelitian; penyebaran angket, dan diakhiri analisis data. Persamaan estimasi regresi sederhana yang dihasilkan adalah = 29.94 + 1.25X dengan korelasi sebesar 0.726 artinya ada pengaruh yang signifikan antara peranan yang dilakukan oleh juru rias pengantin terhadap pelestarian tat rias dan busana pengantin adat Solo Putri di Kabupaten Temanggung dan besarnya pengaruh tersebut sebesar r2 = (0.726)2 = 0.527 atau 52.7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa juru rias pengantin memberikan peranan yang signifikan terhadap pelestarian tata rias dan busana pengantin adat solo putri di Kabupaten Temanggung, yang termasuk dalam kategori cukup baik sebesar 52.7%.This research aim to know conducted by role is expert of makeup bride and how big its role to continuation of arranging cloth and makeup bride custom of Solo Putri in Sub-Province of Temanggung. Entire expert of makeup bride of merged into Temanggung is Himpunana Expert of Rias Pengantin Indonesia (HARPI) JASMINE branch Temanggung amounting to 50 people as sampel in this research. Research early with planning covering to determine sampel and also design instrument to be used to conduct research, continued by execution covering test tries, analysing result of test tries, and determination of instrument used for the research of; spreading of enquette, and terminated by data analysis. Equation of estimation of regresi simple the yielded = 29.94 + 1.25X with correlation equal to its 0.726 meaning there is influence which is significant between role conducted by expert of rias pengantin to continuation of rias tat and cloth pengantin of Solo custom of Putri [in] Sub-Province of Temanggung and level of the influence equal to r2 = (0.726)2 = 0.527 or 52.7%. Result of research indicate that expert of makeup bride give role which [is] signifikan to continuation of arranging cloth and makeup bride custom of Solo Putri in Sub-Province of Temanggung, which included in good enough category equal to 52.7.

Page 1 of 1 | Total Record : 6