cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 32 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN WAJIB BELAJAR 9 TAHUN BAGI ANAK USIA SEKOLAH DI DESA BODAS KECAMATAN WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2012
Edu Geography Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan wajib belajar 9 tahun bagi anak usia sekolah dan untuk mengetahui faktor yang paling dominan. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel populasi yaitu seluruh orang tua di Desa Bodas yang mempunyai anak usia sekolah yang tidak menyelesaikan wajib belajar 9 tahun yaitu sebanyak 59 orang. Teknik pengumpulan data dengan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan orang tua anak sebesar 77,96% lulusan SD, 71,19% pendapatannya kurang dari Rp.260.000 per bulan, 49,15% orang tua berpandangan bahwa pendidikan agak penting, sebesar 62,71% menempuh jarak lebih dari 5 km untuk menuju ke SMP terdekat, sebesar 67,80% kondisi jalan yang dilalui menuju SMP terdekat sangat rusak, 66,80% membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk sampai di SMP terdekat, dan 100% responden untuk bepergian ke sekolah dengan berjalan kaki. Simpulan bahwa penghambat pelaksanaan wajib belajar 9 tahun bagi anak usia sekolah di Desa Bodas adalah tingkat pendidikan orang tua yang rendah, pendapatan orang tua yang rendah, rendahnya pandangan orang tua tentang pentingnya pendidikan anak, kondisi jalan yang rusak, waktu dan jarak tempuh yang jauh, tidak adanya transportasi, dan faktor yang paling dominan adalah faktor aksesibilitas yaitu kondisi transportasi.This studyaimedtodetermine the inhibiting factors of the9-yearcompulsory education’s implementationfor the school-age childrenandto determinethe mostdominantfactor. The sample inthis study wasthe wholepopulation sampleof parentsin Bodas village whohave the school-age childrenwhodo notcomplete the9-yearcompulsory educationas many as59 people. The data collection techniques were questionnaires, interviews, observationanddocumentation. The data analysis used in this study wasdescriptivepercentage analysis technique. The results showedthe parents’educationforprimary schoolgraduates77.96%, 71.19% of their revenue are lessthanRp.260.000permonth, 49.15% of parents viewthat educationis rather important, 62.71% take on a distance morethan5milesto go to thenearest secondary school, 67.80% of the roadconditionto thenearest secondary school wasbroken, 66.80% took morethan2hours toreach thenearest secondary school, and 100% of respondentsgoto schoolby foot. The conclusion is thatinhibiting factors ofthe9-yearcompulsory education’s implementationforschool-age childrenin Bodasvillage are the low level ofparents’ education, lowparents’ income, low parentalviewson the importance ofeducation, the condition ofroads,timeand far distance, lack oftransportationandthe mostdominantfactoris theaccessibility factor that istheconditions of transportation.
KENDALA PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS XI SMALB TUNARUNGU DI SLB NEGERI SEMARANG TAHUN AJARAN 2011/2012
Edu Geography Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua anak berhak mendapatkan pendidikan, termasuk juga anak berkebutuhan khusus (ABK).  Anak tunarungu merupakan bagian integral dari anak berkebutuhan khusus. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami kehilangan kemampuan pendengaran yang disebabkan kerusakan pada sebagian atau seluruh organ pendengaran sehingga dalam proses pembelajaran, informasi yang diberikan guru sering dimaknai salah. Agar para penyandang tunarungu dapat bersosialisasi dan mengembangkan kemampuan intelektualnya maka pemerintah maupun swasta mengadakan layanan pendidikan khusus. Dari upaya-upaya pemberian layanan pendidikan khusus tersebut maka para penyandang tunarungu dapat memperoleh pelajaran-pelajaran yang mereka butuhkan dalam bersosialisasi dengan masyarakat maupun keahlian-keahlian yang akan membawa masa depan mereka. Misalnya saja mata pelajaran IPS memberikan mereka pengetahuan tentang kondisi masyarakat dan lingkunganya, begitu juga dengan mata pelajaran lain yang mempunyai kegunaan masing-masing. Permasalahan dari penelitian ini  adalah apakah kendala dalam proses pembelajaran IPS pada siswa tunarungu, sedangkan tujuannya yaitu untuk mengetahui kendala dalam proses pembelajaran IPS pada siswa tunarungu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kendala yang dihadapi dalam perencanaan pembelajaran adalah kemampuan siswa yang berbeda-beda, kesulitan dalam mencari sumber dan bahan ajar, serta dengan sistem guru kelas menyebabkan guru kurang fokus dalam membuat perencanaan. Sedangkan, kendala dalam pelaksanaan pembelajaran adalah konsep kata siswa yang kurang baik, kurangnya sumber-sumber belajar dan alat peraga, proses pemahaman kata yang tidak merata sehingga butuh  media untuk memvisualisasikan materi dan kendala dalam pelaksanaan evaluasi adalah waktu pembelajaran relatif pendek, kurangnya sarana penunjang dan kurangnya konsep kata yang dimiliki siswa.All children are entitled to education, including children with special needs. Children with hearing impairment is an integral part of children with special needs. Deaf child is a child who has lost hearing ability due to damage to some or all of the organ of hearing so that the learning process, the information provided is often interpreted as false teachers. So that the deaf can socialize and develop their intellectual abilities, the government and private conduct of special education services. Of these efforts is the provision of special education services so the deaf can get the lessons they need in the community and socialize with the skills that their future will bring. For example, IPS subjects gave their knowledge about the condition of society and lingkunganya, as well as other subjects which have their usefulness. Problems of this study is whether the constraints in the process of learning social studies to students with hearing impairment, while the objective being to determine the IPS constraints in the learning process in students with hearing impairment.The results showed that in general the obstacles encountered in planning student learning is the ability of different, and the difficulty in finding sources of materials, as well as with the class teacher system causes less focus on teacher planning. Meanwhile, the constraints in the implementation of student learning is the concept of the word is not good, lack of learning resources and learning tools, the process of understanding a word that is uneven so take the media to visualize the material and the constraints in the evaluation of learning is a relatively short time, the lack of supporting facilities and lack concepts students have said.

Page 4 of 4 | Total Record : 32


Filter by Year

2012 2012