cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Elementary Education
ISSN : 22529047     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Implementasi Pendidikan Inklusif di SDN Slerok 2 Kota Tegal Fa’iqotusholeha, A.; Andaryani, E. T.
Journal of Elementary Education Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Journal of Elementary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan inklusif di SDN Slerok 2 Kota Tegal, meliputi: 1) profil anak berkebutuhan khusus; 2) pelaksanaan pendidikan inklusif; 3) faktor pendukung dan faktor penghambbat implementasi pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik sebagai subjek pendukung. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses penentuan profil ABK diawali dengan kegiatan asesmen. Saat ini terdapat 2 peserta didik kelas VI yang merupakan anak berkebutuhan khusus dengan jenis slow learner (lamban belajar). (2) Pendidikan Inklusif di SDN Slerok 2 Kota Tegal dilaksanakan dengan model kelas reguler penuh. Proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan kurikulum reguler yang berlaku dengan sedikit penyesuaian pada komponen materi, strategi, dan evaluasi pembelajaran. (3) Faktor pendukung meliputi guru yang telah mengikuti pelatihan terkait dengan pendidikan inklusif, peserta didik yang ada mampu menerima keberadan ABK, orang tua dan masyarakat disekitar sekolah tidak memberi penolakan terhadap pelaksanaannya, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran sebagai berikut: (1) bagi guru, sebaiknya menyiapkan PPI untuk ABK yang ada. (2) bagi pemerintah Sebagai pemangku kebijakan pemerintah diharapkan lebih memperhatikan penyelenggaraan pendidikan inklusif dengan menugaskan guru pembimbing khusus (GPK) di sekolah inklusif. (3) bagi peneliti Selanjutnya hasil penelitian ini dirahapkan dapat menjadi refensi untuk melakukan penelitian RnD mengenai cara mengembangkan kreatifitas peserta didik slow learner di SD.
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di Kelas VI SDN 02 Gunungsari Kabupaten Pemalang pada Kurikulum Merdeka Ni’mah, F; Ratnaningrum, I
Journal of Elementary Education Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Journal of Elementary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sarana untuk mencapai kesejahteraan bagi semua umat manusia. Pendidikan yang berkualitas juga mencerminkan masyarakat yang maju dan modern. Pendidikan merupakan mesin budaya. norma setiap zaman berubah sinkron menggunakan perubahan yang dibawa sang proses pendidikan itu sendiri. Pendidikan mampu membentuk hal-hal yang kreatif, inovatif, menghadapi setiap era pembangunan. Bila suatu negara ingin membangun kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyatnya, pendidikan adalah elemen penting yang perlu dipersiapkan buat memenuhi cita-cita tersebut. Pendidikan adalah upaya sadar guru, peserta, dan siswa untuk mengembangkan potensi dan pengetahuan siswa melalui kegiatan pendampingan dan/atau pendampingan untuk perannya di masa depan. Dunia pendidikan erat kaitannya dengan keberadaan siswa dan guru-siswa, sehingga proses pembelajaran berlangsung. Keberhasilan pendidikan tidak terlepas proses pembelajaran di sekolah, sehingga sekolah merupakan salah satu unit pelaksana pedagogik utama di lembaga pendidikan umum dan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari peran guru. Baik itu pendidikan formal, pendidikan nonformal maupun pendidikan nonformal, peran guru merupakan salah satu peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dalam segala upaya peningkatan mutu pendidikan di tanah air, guru tidak terlepas dari berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaannya. : (1)Terdapat peningkatan prestasi belajar siswa pada kurikulum merdeka terutama pada kelas IV. (2) Faktor penghambat dalam peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 02 Gunungsari Kabupaten Pemalang. (3) Solusi dari penghambat dalam peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 02 Gunungsari Kabupaten Pemalang. (4) Upaya dalam peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 02 Gunungsari Kabupaten Pemalang.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik Kelas IV SD Negeri Randugunting 7 Kota Tegal Nadila, R; Aeni, K
Journal of Elementary Education Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Journal of Elementary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan karakter dan keterampilan yang akan dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri individu peserta didik. Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan sebagai proses pemantapan karakter serta kesempatan untuk belajar dari lingkungan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi Profil Pelajar Pancasila dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia pada kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler peserta didik kelas serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Profil Pelajar Pancasila dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan simpulan. Uji keabsahan data yaitu uji kredibilitas triangulasi sumber. Hasil penelitian: (1) Profil Pelajar Pancasila dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia pada kegiatan intrakurikuler diimplementasikan melalui pembiasaan, keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, pembelajaran partisipatif, dan program kegiatan sekolah. (2) Profil Pelajar Pancasila dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia pada kegiatan ekstrakurikuler khususnya Pramuka diimplementasikan melalui pembiasaan, pembinaan disiplin peserta didik, dan program kegiatan Pramuka. (3) Faktor pendukung: 1) pemberlakuan kurikulum merdeka; 2) diklat guru mengenai penguatan profil pelajar Pancasila; 3) bantuan dana sebagai sekolah penggerak; 4) guru kreatif serta inovatif; 5) suasana belajar nyaman, berkarakter, dan menyenangkan; dan 6) pembiasaan. Faktor penghambat: sarana dan prasarana terbatas, faktor lingkungan dan pergaulan peserta didik, serta kurangnya motivasi belajar peserta didik. Simpulan penelitian yaitu lima elemen pada dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia terlihat pada kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler serta terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila.
Analisis Kompetensi Profesional Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif (Studi Kasus di SD Muhammadiyah 01 Pencongan) Isnaini, L; Astuti, T
Journal of Elementary Education Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Journal of Elementary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh guru. Kompetensi ini dapat mencakup semua peran dari kompetensi lain karena meliputi tahap perencanaan, pelaksanaaan, dan evaluasi sistem pembelajaran agar mencapai keberhasilan dalam belajar mengajar menggunakan media pembelajaran interaktif. Profesionalisme guru yang harus dikuasai meliputi kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan hasil wawancara, guru sudah berkompeten dalam mengajar namun, pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya menggunakan media pembelajaran interakif hanya saja di kelas tinggi, muatan pembelajaran IPA telah menggunakan media interaktif agar pembelajaran IPA lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi profesional guru dalam penggunaan media pembelajaran, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru, dan mengidentifikasi upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data meliputi triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data penelitian meliputi data collection, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru kelas V sudah baik sedangkan guru kelas VI sangat baik, guru memiliki kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik namun, pada kompetensi afektif guru kelas V kurang dapat mengendalikan emosi sehingga suasana kelas menjadi tegang dan tidak nyaman. Kendala guru dalam menggunakan media pembelajaran interaktif yaitu tahap persiapan, perancangan, waktu luang, dan kelaian siswa membawa perlengkapan pembelajaran sehingga menyita waktu lama. Upaya yang dilakukan guru meliputi mempersiapkan media dari jauh-jauh hari, mencoba media sebelum digunakan di kelas, mengikuti berbagai pelatihan kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran, dan sikap guru lebih tegas kepada siswa yang lalai.
Analisis Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas II SD Negeri Gunungagung 02 Kecamatan Bumijawa Arifah, M S; Supriyanto, T
Journal of Elementary Education Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Journal of Elementary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesulitan membaca pada siswa kelas II SD Negeri Gunungagung 02 Kecamatan Bumijawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis dilakukan dengan pengolahan data di lapangan, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan membaca yang banyak dialami oleh siswa yaitu 1) tidak memperhatikan tanda baca; 2) kekeliruan penglihatan suku kata; 3) sulit menjelaskan maksud dari bacaan yang dibacanya; 4) pengucapan kata salah tidak bermakna; 5) tidak lancar dalam membaca; 6) sulit membaca huruf; 7) pengucapan kata salah makna berbeda; dan 8) penebakan kata. Munculnya bentuk kesulitan membaca pada siswa membuat siswa melakukan kesalahan dalam membaca. Faktor-faktor yang paling memengaruhi yaitu faktor motivasi, minat, pengalaman belajar siswa di rumah, dan keluarga. Upaya yang dilakukan oleh guru yaitu memberikan bimbingan individual, perhatian khusus kepada siswa berkesulitan membaca, dan komunikasi kepada orang tua siswa untuk selalu mendampingi siswa dalam belajar ketika di rumah. Upaya yang dilakukan oleh orang tua yaitu memotivasi anaknya untuk terus belajar, membatasi antara jam bermain dengan waktu belajarnya, mendampingi dan membimbing belajar anaknya, serta membawakan anaknya untuk belajar dengan anggota keluarga yang lain bagi keluarga yang memiliki kemampuan membaca yang rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5