cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal" : 10 Documents clear
PENGARUH ELEVASI PERMUKAAN AIR TERHADAP PROBABILITAS KELONGSORAN DAN STABILITAS LERENG TIMBUNAN DI OPEN PIT "X" PT. BERAU COAL, KALIMANTAN TIMUR Mohamad Sapari Dwi Hadian, Nur Khoirullah, Muhamad Arief, Hanifan Cipta,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53300

Abstract

Dalam kegiatan penambangan di tambang terbuka (open pit mining) dibutuhkan tempat untuk menyimpan material penutup bahan galian (overburden) yang biasa disebut sebagai disposal. Dalam beberapa kasus, penimbunan material overburden dilakukan di lubang bekas galian tambang (void). Kegiatan penimbunan material overburden membutuhkan perencanaan yang baik. Penelitian ini dilakukan di open pit “X” site Sambarata PT. Berau Coal, Kalimatan Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung nilai faktor keamanan lereng timbunan, probabilitas kelongsoran dan menganalisis pengaruh tinggi permukaan air terhadap stabilitas lereng timbunan. Penelitian ini menggunakan metode Bishop dengan kondisi pseudostatic dan kondisi muka air tanah fully saturated. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa nilai faktor keamanan lereng pada area penelitian berkisar antara 0.993 hingga 1.33 dan nilai probabilitas kelongsoran 17.1 hingga 35.6 %. Nilai faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran tersebut dipengaruhi oleh bentuk geometri lereng, distribusi tekanan, koefisien getaran dan tinggi permukaan air dimana semakin tinggi permukaan air pada pit maka nilai faktor keamanan lereng nya semakin tinggi dan nilai probabilitas kelongsorannya semakin rendah.Kata Kunci : Analisis Kestabilan Lereng, Probabilitas Kelongsoran, Tambang Terbuka, Disposal, Overburden
PENYEBARAN MINERALISASI DAERAH MARGINAL DENGAN MENGGUNAKAN ALAT GEOLISTRIK SUPERSTING R8/IP Andi A Nur, Yuyun Yuniardi, M Afrizal Ie, Asep Bahtiar Purnama,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53296

Abstract

Penelitian ini berlokasi di Desa Wangunjaya dan sekitarnya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk Memperkirakan kondisi batuan penyusun di bawah permukaan tanah terutama adanya zona mineralisasi dan alterasi yang merupakan tempat terbentuknya zonasi endapan mineral sulfida. Pada daerah penelitian terdapat kelurusan yang berarah baratlaut-tenggara yang dianggap sebagai patahan, arah umum struktur geologi adalah N 155° E dan N 248° E, memanjang disebelah barat daerah penelitian. Pembahasan dalam mineralisasi mencakup aspek bentuk dari ore body (bijih), mineralogi dan tekstur. Berdasarkan data pengamatan lapangan diketahui terdapat urat/vein di lokasi batas utara sebelah barat dari daerah penelitian yang memiliki kedudukan N 150o E/75o untuk dengan ketebalan urat kuarsa berkisar antara 5 – 10 cm.
UMUR RELATIF DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN PURBA DAERAH SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA KALIMANTAN TIMUR BERDASARKAN DATA PALINOLOGI Winantris, Anggi Ayu Lestari, Lili Fauzielly,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53301

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umur relatif dan lingkungan pengendapan purba berdasarkan analisis data palinologi. Sampel penelitian berasal dari program penelitian pemetaan geologi daerah calon ibu kota baru, Kalimantan Timur oleh Pusat Survei Geologi. Sampel-sampel tersebut dideterminasi dan dianalisis taksa beserta umur dan kelimpahannya kemudian disusun ke dalam suatu tabel yang menunjukkan spesies penunjuk, kelimpahan dan keragamannya, zona palinologi, umur, dan lingkungan pengendapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian diendapkan pada umur Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah. Ditandai dengan kemunculan awal Magnastriatites howardii serta kemunculan akhir Florschuetzia. Daerah penelitian diendapkan pada lingkungan freshwater peat swamp dengan adanya pengaruh air laut.Kata kunci: Sepaku, Calon Ibu Kota Baru, Palinologi, Oligosen Akhir, Miosen Tengah
ZONA POTENSI HIDROKARBON BERDASARKAN SIFAT FISIK BATUAN DAN ASOSIASI FASIES DI LAPANGAN “ASKARA” FORMASI “SV” CEKUNGAN SUMATRA TENGAH Febriwan Mohammad, Hapsari Wahyu Kusumaningsih, Savira Rezkia Sidik, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53297

Abstract

Lapangan “Askara” terletak di Cekungan Sumatra Tengah, Provinsi Riau milik PT. Pertamina Hulu Rokan. Penelitian dilakukan pada 11 sumur dengan menggunakan data log sumur dan data batuan inti berupa SCAL dan SWC yang difokuskan pada batupasir Formasi “SV” interval T_SV1, 2, dan 3. Terdapat 3 fasies pengendapan yang berkembang di daerah penelitian, yaitu distributary mouth bar, distributary channel, dan prodelta dengan lingkungan pengendapan delta dominasi pasang surut. Berdasarkan analisis petrofisika, nilai cut off pada lapangan penelitian menghasilkan nilai 0.6 untuk kandungan serpih, 0.1 untuk porositas efektif, dan 0.7 untuk saturasi air. Pada Lapangan “Askara”, terdapat 8 sumur prospek dengan nilai volume shale berkisar 15-40%, 16-25% untuk porositas, 55-70% untuk saturasi air, dan 0.248-3547.663 mD untuk permeabilitas. Zona potensi hidrokarbon tertinggi berada pada interval T_SV2 dan T_SV3 dengan asosiasi fasies distributary mouth bar dan distributary channel yang memiliki karakteristik litologi batupasir tebal dengan ukuran butir berkisar antara pasir sedang sampai halus dengan klasifikasi porositas yang termasuk baik sampai sangat baik.Kata kunci: asosiasi fasies, reservoir, petrofisika, zona hidrokarbon
GEOLOGI STRUKTUR DAERAH SUKASARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGKANCANA, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Alvi Fauzan Alfarizi, Santi Dwi Pratiwi,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53302

Abstract

Daerah Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukasari dan sekitranya, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, dengan luas area 5 x 5 km di mana terletak di Zona Bogor, yang mana memiliki morfologi perbukitan yang memanjang dari barat hingga timur. Penelitian ini bertujuan untuk rekonstruksi geologi struktur yang berkembang pada daerah penelitian berdasarkan studi literatur dan pengambilan data langsung di lapangan, berupa data sesar, kekar, dan lipatan yang kemudian diproyeksikan kedalam software DIPS. Secara regional daerah struktur geologi daerah penelitian tidak lepas dari interaksi antara dua lempeng, yaitu Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Khususnya pada pulau Jawa bagian Barat, terdapat empat pola struktur utama yang berkembang yaitu berarah barat-timur, utara-selatan, baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Struktur geologi yang berkembang di Sukasari Kecamatan Karangkancana berupa antiklin dan sinklin Tanjungkerta, antiklin, sinklin dan sesar normal Randusari, antiklin-sinklin Sukasari dan juga sesar mengiri Sukasari.Kata kunci: Sukasari, Pemetaan Geologi, Geologi Struktur, DIPS, antiklin, sinklin, fault.
PENGARUH KEKAR TERHADAP JENIS LONGSORAN DI PIT D SAMBARATA MINE OPERATION PT BERAU COAL, KALIMANTAN TIMUR : PENDEKATAN DISCONTINUITY MAPPING DAN ANALISIS KINEMATIK Faisal Helmi, Kurniawan Setiadi, Dinefa Yuslima S, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53298

Abstract

Lokasi penelitian terletak di Pit D Sambarata Mine Operation PT Berau Coal, Kalimantan Timur yaitu sebuah tambang terbuka batubara yang masih aktif melakukan kegiatan pertambangan. Analisis pengaruh struktur geologi berupa kekar menggunakan analisis kinematik dilakukan untuk mengetahui jenis longsoran yang berpotensi di enam lereng lokasi penelitian. Data lereng dan data kekar diperoleh dari foto udara hasil Discontinuity Mapping menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan teknik fotogrametri. Berdasarkan hasil penelitian, keenam lereng yang terdapat pada Pit D memiliki potensi longsoran guling langsung dengan nilai Probability of Failure (PoF) tertinggi sebesar 24,19% pada lereng highwall.Kata kunci : analisis kinematik, UAV, fotogrametri
HASIL SURVEY GEOLISTRIK UNTUK MEMPERKIRAKAN ZONA JENUH AIRTANAH UNTUK MENDAPATKAN LOKASI SUMUR BOR AIRTANAH DI DUKUH GUYANGAN, DESA SIDOLUHUR, KECAMATAN JAKEN Andi Agus Nur, Yuyun Yuniardi, Jeremy Bryant, Asep Bahtiar Purnama,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53303

Abstract

Penelitian dilaksanakan di dukuh Guyangan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Dengan pengukuran difokuskan pada 7 stasiun atau lintasan dengan jarak lintasan awal sampai ke akhir yaitu 330 m. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kejenuhan air tanah dalam batuan menggunakan metode tahanan jenis geolistrik. Dalam hal ini, kejenuhan air tanah pada batuan diinterpretasikan berdasarkan distribusi tahanan jenis (ρ) batuan di bawah permukaan tanah di areal tersebut. Pengukuran didalam penelitian ini memakai beberapa konfigurasi yaitu Wenner, dan Schlumberger, jarak antar elektroda 6 meter dengan jumlah elektroda 56, sehingga panjang bentangan 330 m. Kemudian data lapangan diproses dengan software Earth Imager 2D yang juga buatan AGI, USA. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu lokasi penelitian memiliki zona batuan yang berpotensi air tanah yang relatif kecil atau < 6 Ωm. Dalam penelitian ini tahap pemboran juga menunjukkan bahwa kedalaman lubang bor harus lebih dalam minimal 5% dari total kedalaman lubang bor yang dimaksudkan untuk tempat (kantong) material yang mengendap pada proses pemboran. Kata Kunci: Air Tanah, Tahanan Jenis, Geolistrik.
KARAKTERISTIK BATUAN INDUK DAN KORELASI MINYAK BUMI TERHADAP BATUAN INDUK BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA HIDROKARBON PADA SUMUR PN – 1, GA – 1, DAN GP – 2, NATUNA SEA BLOCK ‘A’, CEKUNGAN NATUNA BARAT Nisa Nurul Ilmi, Mona Ausiana, Ilham Malik Asytar,Ahmad Helman Hamdani,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53299

Abstract

Penelitian berlokasi di Natuna Sea Block ‘A’, Cekungan Natuna Barat pada Sumur PN – 1, GA – 1, dan GP – 2. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristrik geokimia batuan induk seperti kualitas, kuantitas, kematangan material organik pada setiap formasi dengan metode pirolisis Rock – Eval, TOC, dan reflektansi vitrinit. Analisis biomarker menggunakan parameter normal alkana, isoprenoid, sterana, dan triterpana untuk menentukan tingkat kematangan dan organofasies sehingga dapat mengkorelasikan minyak bumi dan batuan induk. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa formasi yang masuk ke dalam kategori batuan induk efektif pada sumur PN – 1 dan GA – 1 adalah Formasi Middle Arang dan Upper Gabus. Untuk sumur GP – 2 adalah Formasi Middle Arang, Barat, dan Upper Gabus. Hasil analisis biomarker pada minyak bumi dan batuan induk menunjukkan bahwa sampel minyak bumi GA – 1 (DST – 2) dan GP – 2 (DST – 2) berkorelasi positif dengan sampel batuan induk GP – 2 (8448 ft) Formasi Upper Gabus yang diendapkan di lingkungan transisi (fluvio deltaic), suboksik, dan peak – late mature. Sampel minyak bumi PN – 1 (DST – 2B) yang berkorelasi negatif dengan seluruh sampel batuan induk berasal dari lingkungan terrestrial, oksik, immature – early mature mengindikasikan sampel berasal dari batuan induk berbeda yang memungkinan eksplorasi yang baru dalam daerah penelitian.Kata Kunci: Cekungan Natuna Barat, Geokimia, Batuan Induk, Biomarker, Korelasi
KARAKTERISTIK GEOKIMIA FLUIDA DAN PERKIRAAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN PANAS BUMI TEMPERATUR SEDANG DAERAH LARIKE DAN TULEHU KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU Agus Didit Haryanto, Johannes Hutabarat, Dewi Gentana, Gabriella Georgina Joktetimera,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53305

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat dan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kedua daerah tersebut dipilih karena memiliki manifestasi panas bumi berupa mata air panas di permukaan. Tujuan penelitian untuk mengaplikasikan metode geokimia fluida untuk mengetahui karakteristik fluida dan perkiraan temperatur bawah permukaan. Metode penelitian menggunakan dua metode yaitu pengamatan di lapangan dan pengolahan data serta analisis data berdasarkan data laboratorium hasil analisis kimia mata air panas terhadap 3 (tiga) sampel mata air (LRK-1, LRK-2, THU-1). Hasil ploting data laboratorium kimia air panas pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3, memperlihatkan mata air memiliki tipe air bikarbonat pada kondisi pheripiral waters. Hasil ploting rasio unsur kimia Cl-Li-B terbentuk pada kondisi absorption of low B/Cl steam mendekati puncak Cl, indikasi Cl yang tinggi diduga sebagai hasil kontaminasi dengan air laut dikarenakan daerah pengambilan sampel berada dekat dengan pantai. Hasil ploting rasio unsur kimia Na-K-Mg, menunjukkan mata air (LRK-1, LRK-2 dan THU-1) berada pada kondisi full equilibrium dengan kandungan Na yang tinggi, mengindikasikan mata air mengalami kesetimbangan penuh ketika terjadi interaksi antara fluida panas dengan batuan sekitar. Berdasarkan hasil perhitungan persamaan geotermometer fluida (air) terhadap sampel mata air panas (LRK-1 dan THU-1), diperkirakan estimasi temperatur bawah permukaan daerah penelitian berkisar antara 109°C - 228°C, dan termasuk dalam sistem panas bumi bersuhu sedang.Kata Kunci:Larike, Tulehu, Karakteristik Fluida Panas Bumi, Perkiraan Temperatur Bawah Permukaan.
PERUBAHAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN DATA PALINOLOGI DAERAH PEMALUAN, KECAMATAN SEPAKU, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA, KAWASAN IBU KOTA NEGARA (IKN) Winantris, Rima Selviani Lukman, Lili Fauzielly,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur dan lingkungan dari sampel batuan di daerah penelitian yaitu daerah Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kawasan Ibu Kota Negara (IKN), melalui analisis polen dan spora. Hasil analisis menunjukkan umur daerah penelitian yaitu Oligosen awal−Miosen awal, berdasarkan kemunculan awal Alnipollenites verus dan Scolocyamus magnus. Analisis lingkungan pengendapan menunjukkan adanya perubahan lingkungan pengendapan dari tua ke muda. Lingkungan pengendapan dimulai dari lingkungan rawa gambut ditunjukkan dengan kelimpahan palinomorf lingkungan freshwater peat swamp, kemudian berubah kearah lingkungan brackish water dengan ditemukannya polen mangrove dan backmangrove. Kemudian lingkungan pengendapan berubah kembali kearah rawa gambut seiring dengan tidak ditemukannya polen mangrove dan backmangrove.Kata kunci: Ibu Kota Negara (IKN), Daerah Pamaluan, palinologi, umur, lingkungan pengendapan

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue